image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Tak Asal Basah, ini 2 Rukun Mandi Junub yang Harus Diperhatikan

Hadi Mulyono

Image

Ilustrasi mandi wajib | freeimages.com/Csaba J. Szabo

AKURAT.CO, Ketika kita seseorang hendak mengerjakan suatu ibadah seperti salat, tawaf, membaca Al-Qur'an, puasa dan sebagainya, maka orang tersebut harus dalam keadaan suci baik dari hadas kecil maupun hadas besar.

Hadas kecil bisa disucikan dengan cara berwudu, sedangkan hadas besar harus disucikan dengan cara mandi junub atau mandi wajib.

Seseorang diharuskan melakukan mandi wajib karena berbagai macam sebab. Bisa diakibatkan haid, nifas, keluarnya sperma, atau berhubungan intim antara suami istri baik sampai orgasme atau tidak.

baca juga:

Sebagai suatu amalan yang menjadi syarat sahnya suatu ibadah, maka setiap umat muslim harus paham benar perkara mandi wajib. Hal ini karena mandi wajib berbeda dengan mandi biasa pada umumnya.

Ada rukun, syarat serta ketentuan lainnya yang mau tidak mau harus dipenuhi karena apabila tidak terpenuhi akan menyebabkan seseorang tersebut dilarang mengerjakan ibadah lantaran dirinya masih dalam kondisi hadas besar.

Penjelasan kali ini akan membahas persoalan pokok dari mandi wajib yakni tentang rukun mandi wajib.

Menurut Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya yang berjudul Safiinatun Najaa, beliau mengatakan terdapat 2 rukun dalam mandi wajib. Beliau berkata, "Fardhu atau rukunnya mandi wajib itu ada dua, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.”

Sementara itu, Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi merincikan dua rukun di atas dalam kitabnya Kaasyifatus Sajaa.

Pertama, niat mandi wajib

Niat mandi wajib ini harus dilakukan ketika pertama kali air disiramkan ke anggota tubuh kita. Anggota tubuh yang pertama kali disiram ini pada dasarnya bebas, bisa bagian kepala, wajah, dan lainnya. Akan tetapi jika pertama kali menyiramkan air tersebut tidak dibarengi dengan niat, maka anggota tubuh yang sudah disiram tadi harus disiram kembali karena belum masuk ke dalam mandi wajib.

Misalnya, ketika seseorang mandi wajib lalu yang disiram untuk pertama kali adalah bagian kepala, lalu langsung dilanjutkan ke bagian wajah dan niat mandi wajib dilafalkan ketika menyiram wajah itu, maka bagian kepala tadi harus disiram kembali meski sudah basah. Hal ini karena ketika air mengenai kepala tadi, ia belum melafalkan niat mandi wajib sehingga bagian kepala tersebut belum dihitung mandi wajib.

Adapun niat mandi wajib secara umum adalah sebagai berikut:

ISTIMEWA

Nawaitul ghusla lifraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’aala.

Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah ta’ala.

Kedua, meratakan air ke seluruh tubuh

Seluruh tubuh yang dimaksud dalam hal ini adalah bagian-bagian yang dapat terlihat secara langsung oleh mata (tubuh bagian luar). Oleh sebab itu, seseorang yang mandi wajib harus meratakannya ke seluruh bagian tubuh termasuk lipatan-lipatan kulit, kulit yang ada di bawah kuku, dari ujung sampai pangkal rambut, ketiak, belakang telinga, jenggot, serta bagian organ intim dan yang ada di sela-sela kedua pantat.

Dengan demikian, rukun yang kedua dari mandi wajib ini benar-benar harus diperhatikan dengan seksama agar tidak ada sedikit pun bagian tubuh yang terlewat.

Wallahu a'lam.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image

rahmah

Bagi Perantau yang Tak Mudik, di Manakah Tempat Terbaik Menunaikan Zakat Fitrah?

Image

rahmah

Menjalankan Ibadah Puasa tetapi Tidak Salat, Bagaimana Hukumnya?

Image

rahmah

Ketentuan Membayar Zakat Fitrah di Indonesia Menurut BAZNAS

Image

rahmah

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang

Image

rahmah

8 Golongan Penerima Zakat Beserta Penjelasannya

Image

rahmah

6 Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Orang Lain Serta Doa Bagi yang Menerima

Image

rahmah

Hukum, Niat dan Tata Cara Zakat Fitrah, Kewajiban Umat Muslim Setelah Puasa

Image

News

Presiden Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, PAN: Rakyat Jangan Dikasi Beban Lagi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

RMI NU Minta Pemerintah Tunda Penerapan Konsep New Normal di Pesantren

Abdul mengatakan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih tinggi, mengkhawatirkan serta persebarannya makin meluas.

Image
News

Dokumen Belum Lengkap, KPU Kembali Datangi Bareskrim untuk Laporkan Kebocoran Data DPT

Syarat formil belum lengkap.

Image
News
Wabah Corona

Tsamara: Membuka Sekolah di Fase New Normal bukan Urgensi

Hanya bertujuan selamatkan ekonomi.

Image
News
Wabah Corona

UPDATE Kasus Covid-19 per 29 Mei: Total ODP 49.212 dan PDP 12.499

Kurva kasusnya bertambah.

Image
News
Wabah Corona

Usai 2 Bulan Dirawat, Pasien COVID-19 Kasus Nomor 28 di DIY Akhirnya Sembuh

Detailnya, pertama kasus 28 dengan pasien perempuan 52 tahun asal Sleman. Dia tercatat mulai masuk ke ruang isolasi per 1 April lalu

Image
News

Belum Tahu Kelanjutan PSBB, Kapolda: Yang Pasti Kami Bersiap untuk Segala Kebijakan

Meski belum mengetahui apakah Jakarta bakalan New Normal, tapi pihaknya tetap menjalani persiapan pengamanan

Image
News
Wabah Corona

Persiapan Jawa Tengah Sambut New Normal

Beberapa tindakan yang harus dibiasakan adalah mencuci tangan pakai sabun sebelum memasuki minimarket.

Image
News
Wabah Corona

Balai Rehabilitasi Sosial Wyata Guna Salurkan Bantuan kepada Disabilitas Netra

Total Bansos COVID-19 yang disalurkan adalah 2.756 Paket Bansos Sembako, disalurkan dalam tiga tahap

Image
News

Ingin Puaskan Klien dengan Fantasi Seksnya, Dua Gigolo Australia Justru Ditangkap Karena Salah Rumah

Karena fetisnya tersebut, sang klien diketahui meminta kedua gigolonya untuk bertingkah seperti seorang penerobos rumah

Image
News
Satgas Pamtas

Cegah Barang Ilegal, Yonif 509 Intensifkan Pemeriksaan di ‘Jalan Tikus’ Pegunungan Bintang

“Jalan tikus (tidak resmi) ini kerap disalahgunakan untuk membawa barang-barang ilegal seperti miras, narkoba ataupun muhandak“

terpopuler

  1. Demonstrasi di AS Ricuh, Massa Jarah Toko dan Bakar Pusat Kota

  2. Berbalut Cerita Mistis, Ini 5 Jalan di Jawa yang Sering Terjadi Kecelakaan

  3. Kritik Kebijakan New Normal, Ferdinand Sindir Mardani Ali Sera

  4. Emil Salim: Kebijakan New Normal Harus Perhitungkan Kapasitas Tenaga Medis di Daerah

  5. Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

  6. Syarat Dokumen yang Harus Dibawa saat Naik Pesawat Selama PSBB

  7. Kisah Lucu Abu Nawas saat Membawa Enam Ekor Lembu yang Bisa Bicara

  8. Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

  9. Pulang dari Medan, Pedagang di Banda Aceh Positif Covid-19

  10. Bak Dinasti, Ini 5 Hubungan Ayah-Anak yang Sama-Sama Menjadi Pesepak Bola Tanah Air

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton