image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Lima Peristiwa Penting selama Pelaksanaan Pemilu 2019

Oktaviani

Kaleidoskop 2019

Image

Petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melakukan proses rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan di GOR Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (20/4/2019). Rekapitulasi surat suara kecamatan Kembangan mulai dihitung kembali dari TPS yang ada di enam wilayah kelurahan yang telah selesai pencoblosan pada 17 April 2019 yang lalu. Adapun enam wilayah yaitu Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Meruya, Joglo, Srengseng, Meruya Utara dan Meruya Selatan. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemilu 2019 menjadi yang paling sulit dan panas. Bahkan disebut jika Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi terbesar di dunia.

Rabu, 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan diselengarakannya yelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak untuk pertama kalinya. Pemilu itu diikut sertakan bagi Calon Presiden dan Wakil Presiden serta Calon Anggota Legislatif (Caleg) tingkat DPRD kota/kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPR RI.

Bagi Peserta calon presiden dan wakil presiden adalah Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan nomor urut 01 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan nomor urut 02. Mereka sudah mulai mendaftar pada tanggal 4 Agustus 2018.

baca juga:

Namun, saat proses hingga disahkan-nya pemenang dari salah satu kandidat Pemilu 2019. Menyisakan banyak polemik. Mulai dari kotak perhitungan suara terbuat dari “Kardus”, ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia, munculnya perbedaan sikap dukungan masyarakat yang mengakibatkan kerusuhan 22-23 Mei 2019, hingga pada hasil akhir keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

1. Pemilu Serentak 2019 Terbesar di Dunia

Pemilu serentak 2019 disebutkan sebagai pemilu terbesar di dunia, bahkan terumit di dunia. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu menyiapkan 813.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 17.000 pulau dan luar negeri.

Sebanyak 7.968 calon anggota legislatif juga bertarung dalam Pemilu serentak 2019, 575 di antaranya caleg DPR RI. Sebanyak 807 anggota DPD juga ikut bertarung dalam pesta demokrasi kali ini. Sebanyak 16 partai politik nasional dan empat partai lokal di Aceh juga turut serta dalam Pemilu 2019.

Bahkan, sebanyak 192.866.254 pemilih yang sudah berhak memilih, terdiri dari 190.779.969 pemilih di dalam negeri dan 810.329 pemilih luar negeri. Mereka tersebar di 514 kabupaten atau kota, 7.201 kecamatan, dan 83.405 kelurahan atau desa.

2. Kotak berbahan karton atau kardus kedap air

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan salah satu pertimbangan adalah soal efisiensi. Di dalam regulasi yang ada, Arief menyebut ada beberapa ketentuan yang memungkinkan KPU membuat Pemilu murah dan peserta tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Dua hal yang setidaknya bisa dihemat dari penyelenggaraan Pemilu 2019 menurut Arief adalah pengadaan Kotak Suara dan bilik suara.

Arief mengatakan untuk pengadaan Kotak Suara, misalnya, pagu anggaran dari pemerintah sekitar Rp 948 miliar. KPU kemudian melakukan pengecekan ke lapangan dan membuat harga perkiraan sendiri sekitar Rp 500 miliar dan setelah dilelang ternyata kebutuhan untuk pengadaan Kotak Suara hanya sebesar Rp 298 miliar.

"Karena salah satunya pakai karton itu. Aluminium (harganya) bisa tiga kali lipat lebih mahal," kata Arief.

Selain itu, ada juga masalah distribusi alat perlengkapan pemungutan suara atau logistik. Surat suara tertukar, surat suara yang kurang dan datang tidak tepat waktu.

3. Ratusan Petugas KPPS meninggal dunia

Teknis kerja KPPS di lapangan membuat KPPS yang meninggal dunia mencapai 440 orang, sementara petugas yang sakit 3.788 orang. Secara keseluruhan petugas Pemilu 2019 yang meninggal mencapai 554 orang, baik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun personel Polri.

Rekapitulasi memakan banyak waktu dan energi, minimnya pelatihan serta pembekalan seputar aturan teknis dan administrasi mengenai proses pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilu serentak 2019, menjadi alasan petugas KPPS kelelahan hingga meninggal dunia. Ratusan petugas KPPS yang meninggal itu, rata-rata di antara mereka yang berusia tak lagi muda sehingga rentan sakit.

4. Kerusuhan 21-22 Mei di Pemilu 2019

Pada 21-22 Mei 2019 lalu terjadi aksi demo di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Thamrin, Jakarta Pusat. Aksi tersebut mengungkapkan kekecewaan pendukung Prabowo-Sandi selepas pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU. Awalnya berjalan dengan kondusif dan berakhir ricuh. Bentrokan terjadi antara aparat kepolisian dengan sejumlah massa yang diduga oknum perusuh.

Dari peristiwa itu, Polri berhasil menangkap dan menetapkan 456 orang tersangka yang terlibat dalam kerusuhan. Mereka diduga melawan aparat kepolisian dan merusak beberapa fasilitas umum. Polri akhirnya menangguhkan penahanan 207 orang di antaranya.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, penangguhan penahanan tersebut, merupakan penilaian dari subjektivitas penyidik.

"Apa bila yang bersangkutan tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatannya, juga tidak merusak barang bukti. Dan ada penjaminnya dari keluarga, atau pengacaranya. Itu bisa kita lakukan (penangguhan penahanan)," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat 19 Juli 2019.

5. Perselisihan hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK)

Pada Kamis 27 Juni 2019, Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Putusan tersebut disepakati sembilan hakim konstitusi tanpa dissenting opinion atau perbedaan pendapat.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi, Anwar Usman, membacakan kesimpulan putusan majelis hakim konstitusi pada pukul 21.15 WIB, Kamis (27/6/2019) malam.

"Menyatakan dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Anwar Usman.

"Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Hakim, oleh sembilan hakim konstitusi," imbuhnya.

Dalam kesimpulannya, majelis hakim konstitusi menyatakan semua dalil hukum yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga tidak beralasan.

Sebelumnya, Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam petitumnya memohon agar MK menyatakan perolehan suara yang benar yakni Jokowi-Amin 63.573.169 (48%) dan Prabowo-Sandi 68.650.239 (52%).

Hingga pada akhir keputusan, KPU menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sebagai capres-cawapres terpilih. Ketetapan dalam sidang pleno pada Minggu 30 Juni 2019 sore ini sekaligus mengakhiri tahapan Pilpres 2019.

"Menetapkan pasangan calon nomor urut 01, Saudara Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dengan perolehan suara 85.607.362 suara atau 55,50% dari total suara sah nasional sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih 2019-2024," ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat membaca berita acara penetapan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Dengan penetapan itu, Jokowi-Ma'ruf selanjutnya dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode tahun 2019-2024 pada bulan 20 Oktober 2019. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Pasangan Balon Independen Serahkan Berkas Pencalonan untuk Diverifikasi KPU

Image

News

Ormas MKGR DKI: Zaki Iskandar Akan Membawa Golkar Ibukota ke Jalur Kemenangan

Image

News

Pilkada 2020

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image

News

Melalui BNI Smart Trade, BNI Dorong Nasabah Eksportir Tembus Pasar Jepang

Image

News

Arief Budiman Ingatkan KPUD Prinsip Kemandirian untuk Jaga Kepercayaan Publik

Image

News

Juru Bicara Sebut Wakil Kelas Gugatan Banjir Jakarta Ditekan Oknum yang Mengaku Wartawan

Image

News

Warga Gelar Syukuran Keluarga Pulang dari Wuhan, Roy Suryo: Ada Juga yang Persiapkan Slametan 40 Hari Hilangnya Harun Masiku

Image

News

Wahyu Setiawan Serahkan Bukti Pengembalian Uang Suap ke KPK

Image

News

Sakretaris KPU Papua Diperiksa KPK Terkait Kasus Harun Masiku

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Video Penyortiran Masker Solida Dikecam Warganet karena Tak Higienis, Ini Tanggapan Pihak Pabrik

Image
News

Kepolisian Vietnam Tangkap 7 Orang Terkait Kasus Penemuan Mayat di Essex

Kepolisian Vietnam menangkap 7 orang yang terlibat dengan kematian 39 orang yang mayatnya ditemukan di Essex tahun lalu

Image
News

Polisi Kantongi Identitas Pembacok Pelajar SMK di Bekasi

"Bukan alumni, statusnya masih pelajar juga,"

Image
News

GAPERO: Kenaikan Cukai Berdampak Pabrikan Kecil Gulung Tikar

Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai, jumlah pabrik rokok terus mengalami pengurangan sejak 2011.

Image
News
Pilkada 2020

Survei Indopol dan LSI, Pasangan Poros Baru Unggul di Pilkada Teluk Wondama

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Image
News

Kepala BPIP Usul Ganti ‘Assalamualaikum’ dengan Salam Pancasila, Said Didu: Justru yang Memusuhi Agama Pak Yudian

Kata Katua BPIP bahwa musuh besar Pancasila adalah Agama

Image
News

Kebijakan Pemerintah Sulitkan Usaha, Pelaku IHT Minta Kepastian

Menurut Sulami, kenaikan tarif cukai yang terus berubah setiap tahun sejak masa kepemimpinan Jokowi kerap menimbulkan kebingungan bagi pelak

Image
News

Pensiunan PNS Ditangkap Gegera Tidak Bayar 9 Sapi yang Dibelinya di Depok

Pelaku belum memiliki uang sehingga belum bisa membayar sapi yang dibelinya.

Image
News

Kereta Sydney-Melbourne Keluar Jalur, Dua Orang Tewas

Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu

Image
News

Mulai Berkumpul, Peserta Aksi 212 Sesalkan Akses Menuju Istana Negara Diblokir

“Istana seharusnya bisa dikunjungi," kata orator di atas mobil komando.

terpopuler

  1. Jarang Tersorot, 10 Potret Kehangatan Kaka 'Slank' dan Keluarga

  2. Ramai Kasus Pinjaman Online, Ini Chat Antara DC dan Pengutang Pinjol yang Viral

  3. Taspen Beberkan Syarat Agar Pensiunan PNS Dapat Dana Rp1 Miliar

  4. Jawab Kritikan Megawati Soal Formula E, Pemprov DKI: Kalau Mau Terkenal Jangan Tanggung-tanggung

  5. Yudian Sibuk Jadi Kepala BPIP, Ijazah Wisudawan UIN Sunan Kalijaga Jogja Telat

  6. Hamil 10 Minggu, Ussy Sulistiawaty Pingsan Hingga Kejang

  7. Para Perempuan Muslimah yang Memilih Tidak Menikah Lagi Setelah Ditinggal Wafat Suaminya

  8. Usai Dibuat Bingung, Akhirnya Erick Thohir Bakal Tutup Garuda Tauberes

  9. Tersandung Narkoba, 5 Fakta Penting Aulia Farhan, Bintang Sinetron Anak Jalanan

  10. Turki Ancam Lancarkan Operasi Militer ke Suriah, Rusia Tak Gentar

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Jadi Sorotan Karena Rangkap Jabatan Komut BRI, 6 Fakta Penting Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo

Image
News

Tampil Santai hingga Elegan, 10 Gaya Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat Bekerja

Image
News

6 Potret Sandiaga Uno Kondangan ke Pernikahan Cucu PM Malaysia Mahathir Mohamad