Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Catatan Kritis JPPR Atas Pelaksanaan Pemilu 2019

Yudi Permana

Kaleidoskop 2019

Catatan Kritis JPPR Atas Pelaksanaan Pemilu 2019

Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) membantu warga melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 34 kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019). Pemungutan suara ulang tersebut rata-rata dilakukan karena banyaknya pemilih yang menggunakan e-KTP tanpa memiliki A5 saat hari pencoblosan pada 17 April 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyebut ada beberapa temuan dan rekomendasi terkait masalah yang terjadi di Pemilu serentak 2019. Temuan tersebut sekaligus menjadi catatan pada pilkada 2020 mendatang. 

Masalah pertama, terkait Daftar Pemilih tambahan. JPPR menilai perlu adanya pemetaan terhadap pemilih potensial yang memenuhi syarat untuk dapat di identifikasi dan dijamin hak pilihnya, seperti di rumah sakit dan rumah tahanan yang membutuhkan surat pindah pemilih.     

"Memperhatikan pemilih dalam DPTb/DPTbLN yang terkonsentrasi di daerah tertentu seperti, Rumah Sakit, Panti Disabilitas, Panti Jompo, Rumah Rehabilitasi, Rumah Tahanan, Lembaga Pendidikan dan Perusahaan atau Pabrik untuk menjamin ketersediaan surat suara pada hari pemungutan suara," kata Deputi JPPR M Hannif dalam diskusi Catatan Akhir Tahun 2019 di kawasan Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019). 

baca juga:

Masalah kedua soal distribusi logistik. Masih perlu melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap keterlambatan pengiriman surat suara ke Kabupaten/Kota di sejumlah daerah di Indonesia. 

"Terdapat kekurangan logistik di 10 520 TPS (Tempat Pemungutan Suara), dan sebanyak 9.560 TPS yang mengalami keterlambatan logistik," ujarnya. 

Selian itu, kata dia, masih ditemukan 6.474 TPS yang terdapat kotak suara yang tidak tersegel, dan 3.441 TPS surat suara tertukar.

Ketiga soal praktek politik yang. Yang ditemukan JPPR sebanyak 36 praktek politik uang pada masa tenang di 3 Provinsi. Namun tak dijelaskan secara lebih rinci, propinsi mana saja yang terdapat adanya praktek politik uang. 

Keempat, terkait Pemungutan dan Penghitungan Suara di sejumlah TPS yang harus melakukan pemungutan suara ulang karena terjadinya kecurangan.        

"Sebanyak 2.341 TPS yang melalukan PSU karena  banyak hal, seperti cuaca hujan, Netraliras KPPS, Pemilih KTP luar daerah, penggantian KPPS pada hari yang tidak sesuai dengan SK," ucap Hannif. 

Ia melanjutkan, sebanyak 1.872 TPS yang melaksanakan PSS karena keterlambatan logistik di TPS dan KPPS. 

Sementara, lanjut dia, proyeksi pemantauan Pilkada serentak 2020 merupakan upaya untuk menciptakan local accountability, political equity dan local responsiveness. 

"Dengan begitu, demokratisasi di tingkat lokal terkait erat dengan tingkat partisipasi, dan relasi kuasa yang dibangun atas dasar pelaksanaan azas kedaulatan rakyat," tegasnya. 

Selain itu, hasil pilkada juga harus mampu menghantarkan masyarakat pada kondisi sosial, politik dan ekonomi yang lebih baik serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. 

"Sebab, pilkada yang baik akan melahirkan pemerintahan yang baik. Pilkada yang diselenggarakan secara lebih profesional, demokratis, akan memberikan dampak nyata terhadap perubahan politik," tandasnya. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

DPR RI

DPR RI Minta Cakada Tak Gelar Konser Musik Hanya untuk Menarik Pemilih

Image

News

DPR RI

Mardani Minta KPU Tegas Soal Konser Musik saat Pilkada 2020

Image

News

DPR RI

Komisi II: Utamakan Kesehatan Ketimbang Konser Saat Kampanye Pilkada 2020

Image

News

Dekan Fisip UMJ: Dinasti Politik Ibarat Salat Hanya Tutup Dengkul dengan Pusar

Image

News

Siti Zuhro: Politik Dinasti Sulit Dicegah

Image

News

DPR RI

Politisi Golkar Nilai Pilkada 2020 Tak Bisa Ditunda Lagi, ini Alasannya

Image

News

PDIP Minta Cakada Bekerja Keras Bawa Rakyat Indonesia Kejar Ketertinggalan dari Bangsa Lain

Image

News

Golkar: Tahapan Pilkada 2020 Perlu Strategi Agar Terhindar dari Klaster Baru

Image

News

DPR RI

Saleh Daulay Kritisi Paslon yang Abaikan Protokol Kesehatan dalam Pilkada

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Identitas Lima ABK yang Disimpan di Mesin Pendingin KM Satrindo Jaya Maju VI

Lima ABK KM Satrindo Jaya Maju VI diduga tewas usai tenggak miras oplosan.

Image
News

Rusia Sampaikan Syarat Normalisasi Israel: Isu Palestina Harus Selesai!

Perjanjian damai yang dilakukan UEA, Bahrain, dengan Israel mengundang banyak kritikan

Image
News

Tenaga Medis Sarankan Pemerintah Buat Standarisasi Masker Covid-19

Minimal memuat soal bahan masker yang sebaiknya dipilih, jumlah lapisan kain, tingkat kerapatannya

Image
News
DPR RI

DPR Minta Pemerintah Percepat Infrastruktur Teknologi Informasi Khususnya di Daerah 3T

Digitalisasi merupakan keniscayaan, karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akses internet.

Image
News

Lima Jenazah ABK KM Satrindo Jaya Maju VI Sudah Dua Pekan dalam Lemari Pendingin

Lima ABK tewas usai menenggak minuman keras oplosan.

Image
News

Komnas HAM: Banyak Kepala Daerah Incumbent Lupa Diri Sebagai Ketua Satgas Covid-19 Saat Mendaftar

Banyak kepala daerah incumbent melanggar protokol kesehatan. Saat (pendaftaran) maju sebagai calon keoala daerah

Image
News

Teladani Semangatnya, LaNyalla Kunjungi Makam Nommensen dan Sisingamangaraja XII

LaNyalla meminta Senator asal Sumut dan Ketua Komite III DPD RI yang membidangi urusan Pendidikan, mengawal aspirasi masyarakat Taput

Image
News
DPR RI

Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan Warga Sipil dan TNI-Polri di Papua

Sukamta berharap pemerintah bisa memberikan perhatian ekstra untuk melindungi masyarakat sipil dan anggota TNI/Polri di Papua.

Image
News

120.000 KPM PKH Kabupaten Cirebon Segera Terima Bansos Beras

Penyaluran BSB ditargetkan bulan November selesai.

Image
News

Giring Ganesha Mengaku Sedang Digojlok PSI untuk Pilpres 2024

Melihat kondisi anak bangsa saat ini, tidak menyurutkan niatnya untuk maju sebagai bakal calon presiden.


terpopuler

  1. Ini Kondisi Kesehatan Anies Baswedan Setelah Sekda Saefullah Meninggal Karena Covid-19

  2. Kabareskrim: Gedung Kejagung Sengaja Dibakar

  3. Nasihat Syekh Ali Jaber Tentang Wanita yang Belum Berhijab Ini Bikin Nyes di Hati

  4. Pasca Bebas, Vicky Prasetyo Langsung Kebut Cari Nafkah untuk Keluarga

  5. 5 Pesona South Shore di Gunungkidul yang Lagi Viral, Bisa Nikmati Sunset di Infinity Pool

  6. Hanura: Omongan Ahok Soal Lobi-lobi Direksi BUMN Bisa Dipidana

  7. Baru Diungkap, Angel Lelga Tidak Pakai Hijab Saat Digerebek Vicky Prasetyo

  8. Harap Banyak Bersabar, 4 Zodiak Kurang Beruntung Bulan September Ini!

  9. 5 Artis ini Berbeda Agama dengan Orang Tua, Ada yang Sempat Pelajari Dua Keyakinan

  10. Agar Segala Hajat Dikabulkan Allah, ini Bacaan Doanya

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapore

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dalam Al-Quran

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
News

5 Fakta Karier Alwi Shahab, Wartawan dan Sejarawan yang Kini Tutup Usia

Image
News

Kombes Pol Audie S. Latuheru, Kekuatan Tekad Mengalahkan Kegagalan yang Pernah Dialaminya

Image
News

5 Fakta Penting dr Andani Eka Putra, Keluarkan Dana Rp850 Juta untuk Bangun Laboratorium COVID-19