image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Terkumpul 56 Ribu Unit, Selandia Baru Akhiri Program Pembelian Kembali Senjata Api

Safaraz

Image

Warga membawa jenazah korban saat upacara penguburan tragedi serangan penembakan di masjid, di Taman Makam Memorial di Christchurch, Selandia Baru, 22 Maret 2019. | REUTERS

AKURAT.CO, Program pembelian kembali senjata yang diluncurkan di Selandia Baru setelah serangan masjid Christchurch berakhir pada Jumat (20/12). Serangan pada 15 Maret menewaskan 51 muslim di Selandia Baru hingga memicu pemerintah melarang senapan serbu dan senjata semiotomatis ala militer yang digunakan oleh pelaku.

Elemen kunci larangan itu adalah program pembelian kembali senjata disertai Amnesti sehingga para pemilik senjata dibayar dan dijamin tak akan ditanya berbagai hal saat mereka menyerahkan senjata yang dianggap ilegal oleh peraturan baru itu.

“Pada Jumat (20/12), sebanyak 56.350 senjata dan 188.000 suku cadang telah diserahkan dan diperkirakan ada peningkatan penyerahan senjata sebelum batas waktu pengumpulan terakhir hingga pukul 8 sore pada Jumat (20/12),” papar pernyataan kepolisian Selandia Baru, dilansir Al Jazeera.

“Tidak akan ada perpanjangan, setiap orang yang dituntut mungkin kehilangan lisensi senjata mereka dan dapat dihukum penjara lima tahun,” ungkap kepolisian.

Pendukung kontrol senjata menyatakan program itu berhasil meski mendapat penolakan dari beberapa pemilik senjata. Menurut pendukung kontrol senjata, para pengkritik program itu memakai taktik garis keras seperti Asosiasi Senapan Nasional Amerika Serikat (NRA).

“Retorika dan gaya pendekatan mereka sangat mirip dengan NRA. Semua menjadi beban para pemiik senjata, tak ada kompromi yang masuk akal,” ungkap juru bicara Kontrol Senjata Selandia Baru Hera Cook.

Dewan Pemilik Senjata Berlisensi (COLFO) memperkirakan ada 170.000 senjata yang dilarang di Selandia Baru. Itu artinya, hanya kurang dari sepertiga Senjata Ilegal itu yang telah dikumpulkan dalam program pemerintah tersebut.

“Program ini sepertinya gagal karena penerapan yang buru-buru, daripada mengembangkan cara yang lebih adil dan masuk akal,” ungkap juru bicara COLFO Nicole McKee.[]

baca juga:

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Anti Mainstream, Gua di Selandia Baru ini Pancarkan Cahaya dari Cacing

Image

News

Berhasil Dibekuk, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Jerman Gagal Tiru Teror Christchurch

Image

Ekonomi

Bappenas dan Dubes Selandia Baru Diskusikan Kerja Sama Geotermal

Image

News

Terjebak Banjir, Ratusan Orang di Selandia Baru Akan Dievakuasi Lewat Udara Besok

Image

News

Jansen: Saya Akan Berhenti Bicara Kasus Harun Masiku Asal Perkara Kivlan Dihentikan

Image

News

FOTO Ketua DPD Terima Duta Besar Selandia Baru dan Uni Eropa

Image

Gaya Hidup

Ganggu Pariwisata, Kebakaran Hutan di Australia Sampai Merahkan Langit Selandia Baru

Image

News

Terdampak Asap Karhutla Australia, Langit Selandia Baru Tampak Seram

Image

News

Kaleidoskop 2019

Dari Christchurch hingga Sri Lanka, 7 Aksi Teror Mematikan Sepanjang Tahun 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Momen Bersejarah, Dua Aktivis Remaja Paling Berpengaruh di Dunia Bertemu di Oxford

Greta yang datang ke Inggris untuk bergabung dengan gerakan mogok sekolah di Bristol menemui Malala yang merupakan mahasiswi Oxford.

Image
News

Wakil Ketua Komisi X Tolak Wacana Penghapusan Ekskul Pramuka di Sekolah

“Dari musibah tersebut, ada pertanda bahwa lembaga pendidikan kita tidak akrab dengan lingkungan sekitar."

Image
News

Komisioner KPU Evi Novita Diperiksa KPK terkait Kasus PAW DPR 

Evi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful.

Image
News

Tingkatkan Partisipasi di Bidang Olahraga, Arab Saudi Resmikan Liga Sepak Bola Wanita Pertama

Setelah penghapusan larangan wanita memasuki stadion sepak bola, kini Arab Saudi akan resmikan liga sepak bola wanita

Image
News

Kronologis Kakak Kelas Bagi-bagikan Kotoran Manusia ke Adik Kelas yang Berbuntut DO

Kakak kelas pun mengumpulkan ke-77 siswa kelas VII itu di kamar tidur tersebut untuk menanyakan hal tersebut.

Image
News

NasDem: Memalukan Ibu Kota Negara Dilanda Banjir Berulang Kali

Kalangan bisnis bisa saja akan serius mempertimbangkan untuk berdagang di Jakarta.

Image
News

Jokowi: Ini Sudah Menjalar ke Banyak Negara, Tiongkok, Korsel,  Jepang, Iran, Italia, Semua Keputusan Harus Hati-hati

"Tetap (memperhatikan). Ini masih dalam proses," ujarnya.

Image
News

Polda Jabar Ringkus Tiga Pelaku Perampokan dengan Modus Pecah Ban

Komplotan ini kerap beraksi di wilayah Bandung Raya, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, serta Kota Cimahi.

Image
News

Golkar Partai Besar dan Senior, PKS Siap Kerjasama Lebih Erat

Menjalin kerjasama yang semakin erat dalam berbagai isu seperti pilkada dan isu-isu politik di parlemen.

Image
News

KAMMI Tolak RUU Omnibus Law Ciptaker

Omnibus Law jelas melanggar UUD 1945 karena mengabaikan hak rakyat.

terpopuler

  1. Ruhut: Mau Hujan dan Banjir Berakhir? Segera Batalkan Penyelenggaraan Formula E!

  2. 7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

  3. Minta Kado Ultah Rakyatnya Tanam Pohon dan Adopsi Anjing, 5 Fakta Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck

  4. Dari Kuli Bangunan hingga Bergelimang Harta, 8 Fakta Menarik Sosok Akbar 'Ajudan Pribadi'

  5. Setelah Dikritik Soal Selfie di Lokasi Banjir, Anies Larang Anak Buah Sebar Foto Seremonial

  6. Basuki: Istana Mana? Mana? Tidak Ada Banjir, Saya Pukul 06.00 WIB di Sini

  7. China Bakal Larang Konsumsi Satwa Liar, Rugikan Industri Rp1,02 Kuadriliun

  8. Terkuak! NASA Berhasil Ungkap Temuan Mengejutkan di Bawah Permukaan Planet Mars, Ada Apa?

  9. Dua Kali Diterjang Banjir, Anak Buah Anies Sebut Drainase RSCM Tak Sempurna

  10. Tembus Rp20 T! Ini 10 Kapal Pesiar dengan Biaya Produksi Termahal di Dunia

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak