image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Sejumlah Kebijakan Kemenag

Faqih Fathurrahman

Image

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat menerima audiensi peserta program Pendidikan Kader Ulama (PKU) ke-12 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor di Ruang Rapat GBHN Nusantara V, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Kedatangan PKU 12 MUI Kabupaten Bogor untuk meminta pendapat MPR dalam menyikapi kondisi bangsa Indonesia, demi menjaga persatuan dan kesatuan antar umat dimana saat ini suhu Politik yang sedang memanas bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemerintah diminta untuk mengkaji ulang beberapa kebijakan Kementeria Agama (Kemenag), seperti Sertifikasi Pranikah hingga aturan Majelis Taklim.

"Adapun keputusan Kemenag kita tentang Majelis Taklim dan juga tentang Sertifikasi Pranikah. Kami menyampaikan sebaiknya itu ditarik dulu, dikaji ulang," ungkap Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, di Jawa Timur, Minggu (15/12/2019).

Menurut Hidayat, ketentuan tersebut malah akan menimbulkan kesulitan bagi warga. Pasalnya, lanjut Hidayat, warga harus menyelesaikan persoalan yang negara tidak bisa selesaikan.

baca juga:

"Karena ketentuan di sana justru akan menimbulkan hal yang menyulitkan warga bangsa untuk sesuatu yang pemerintah tidak bisa melakukan dan menyelesaikannya," ujarnya.

Selain itu, Hidayat melihat, jika kebijakan soal Sertifikasi Pranikah itu bertujuan memberikan pendampingan, maka anggaran Kemenag tidak akan cukup untuk itu. Kemudian jika kebijakan soal Majelis Taklim itu dilakukan untuk menangkal Radikalisme, setidaknya pemerintah harus memiliki definisi paten terlebih dahulu terkait apa itu Radikalisme.

"Kalau maksud Sertifikasi Pranikah maupun keputusan Menag terkait Majelis Taklim dalam rangka pendataan supaya nanti tidak terjadi Radikalisme dan supaya bisa memberi bantuan, untuk bantuan, jelas anggaran Kemenag sangat kecil. Tidak mungkin untuk yang sekarang yang sangat tidak cukup, apa lagi nanti dikaitkan dengan Majelis Taklim," katanya.

"Radikalisme sampai hari ini tidak jelas definisinya. Kalau yang diinginkan Radikalisme mengubah ideologi negara, maka yang jelas yang mengubah ideologi negara kan ada komunisme, separatisme," ungkap Hidayat menambahkan.

Hidayat menegaskan, pasangan yang akan menikah, bukanlah hendak melakukan Radikalisme. Begitu pula dengan orang yang ingin menyelenggarakan sebuah pengajian, tentu tidak dalam upaya melawan negara. Hidayat mengatakan, lebih baik negara memberikan payung hukum agar Majelis Taklim dapat berkembang lebih baik.

"Saya yakin itu tidak dilakukan oleh para pria yang ingin jadi pengantin dan atau mereka yang ingin menyelenggarakan Majelis Taklim. Majelis Taklim tak pernah mengajarkan tentang melawan negara. Sebaiknya justru negara memberikan payung hukum yang memungkinkan Majelis Taklim bisa berkembang lebih baik lagi," ujarnya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Wakil Ketua Komisi X Tolak Wacana Penghapusan Ekskul Pramuka di Sekolah

Image

News

Golkar Partai Besar dan Senior, PKS Siap Kerjasama Lebih Erat

Image

News

Pertemuan Pimpinan Golkar-PKS untuk Perkuat Komunikasi Politik di Parlemen

Image

News

Kunjungi Golkar, Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Soal Omnibus Law Ciptaker ke Airlangga

Image

News

KPK Selidiki Aliran Dana Dari Undang Sumantri Terkait Kasus Korupsi di Kemenag 2011

Image

News

Golkar - PKS Bahas Kerja Sama Pilkada 2020 Hingga RUU Omnibus Law

Image

News

Presiden PKS - Ketum Golkar Gelar Pertemuan Tertutup

Image

Iptek

BPDPKS Usulkan Konstruksi Biodiesel Berbeda dengan Bahan Bakar Fosil

Image

Iptek

Biodiesel Bagus untuk Kendaraan hingga Pesawat?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Wakil Ketua Komisi X Tolak Wacana Penghapusan Ekskul Pramuka di Sekolah

“Dari musibah tersebut, ada pertanda bahwa lembaga pendidikan kita tidak akrab dengan lingkungan sekitar."

Image
News

Komisioner KPU Evi Novita Diperiksa KPK terkait Kasus PAW DPR 

Evi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful.

Image
News

Tingkatkan Partisipasi di Bidang Olahraga, Arab Saudi Resmikan Liga Sepak Bola Wanita Pertama

Setelah penghapusan larangan wanita memasuki stadion sepak bola, kini Arab Saudi akan resmikan liga sepak bola wanita

Image
News

Kronologis Kakak Kelas Bagi-bagikan Kotoran Manusia ke Adik Kelas yang Berbuntut DO

Kakak kelas pun mengumpulkan ke-77 siswa kelas VII itu di kamar tidur tersebut untuk menanyakan hal tersebut.

Image
News

NasDem: Memalukan Ibu Kota Negara Dilanda Banjir Berulang Kali

Kalangan bisnis bisa saja akan serius mempertimbangkan untuk berdagang di Jakarta.

Image
News

Jokowi: Ini Sudah Menjalar ke Banyak Negara, Tiongkok, Korsel,  Jepang, Iran, Italia, Semua Keputusan Harus Hati-hati

"Tetap (memperhatikan). Ini masih dalam proses," ujarnya.

Image
News

Polda Jabar Ringkus Tiga Pelaku Perampokan dengan Modus Pecah Ban

Komplotan ini kerap beraksi di wilayah Bandung Raya, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, serta Kota Cimahi.

Image
News

Golkar Partai Besar dan Senior, PKS Siap Kerjasama Lebih Erat

Menjalin kerjasama yang semakin erat dalam berbagai isu seperti pilkada dan isu-isu politik di parlemen.

Image
News

KAMMI Tolak RUU Omnibus Law Ciptaker

Omnibus Law jelas melanggar UUD 1945 karena mengabaikan hak rakyat.

Image
News

UPDATE: Lebih dari 19 Ribu Warga Ngungsi Akibat Banjir Jabodetabek, Korban Jiwa 5 Orang dan 3 Orang Hilang

Tim gabungan di wilayah Kota Bekasi masih terus mencari korban hilang tersebut.

terpopuler

  1. Didakwa Bersalah dalam Kasus Penganiayaan, Nikita Mirzani Terancam Dua Tahun Penjara

  2. Pengakuan Pembina Pramuka Tersangka Susur Sungai, Ada yang Tinggalkan Siswa untuk Transfer Uang

  3. Yunarto Lapor Anies Gegara Rumah Kebanjiran Lagi, Fadjroel: Ya Allah, Hampir Tenggelam Rumahmu Bro? Hati-hati Bro

  4. Kawasan Istana Negara Terendam Banjir, Anak Buah Anies: Nggak Sampai Masuk ke Dalam

  5. Peneliti Temukan Obat Hipertensi yang Lebih Efektif Turunkan Tekanan Darah

  6. Sebelum Alisson Becker, 3 Kiper Liverpool Era Klopp Ini Suka Blunder

  7. 5 Kisah Cinta Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Penuh Perjuangan dan Air Mata

  8. Pohon Mahoni di Depan Rumah Anies Baswedan Tiba-tiba Tumbang

  9. Fadli Zon ke Ferdinand: Banjir Bukan Salah, Apalagi Karya Anies, Jangan Ketidaksukaan Pada Seseorang Membuat Kita Jadi Bodoh

  10. 4 Ayah dan Anak Ini Bermain dengan Gianluigi Buffon, Ayahnya Ada yang Setim Dulu

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak