image BI
Login / Sign Up

Cerita dari Paranggupito, Berpuluh Tahun Lamanya Kesulitan Air kini Menemukan Sumber Air dari Perut Bumi

Sugeng Wahyudi

Image

Proses pengambilan air dari Gua Jomblang yang tak mudah. Setelah berpuluh tahun lamanya warga Dusun Genjring, Desa Pedayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri akhirnya bisa merasakan ketersediaan air bersih | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Raut muka gembira tergambar di wajah sejumlah warga Dusun Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah saat pipa yang mengalirkan Air Bersih mengucur deras ke wilayah mereka.

Dengan membawa ember, dirijen, dan wadah lain, mereka mengambil air yang akhirnya mengaliri wilayah mereka. Hari itu mereka mensyukuri nikmat mendapat air setelah berpuluh-puluh tahun hidup dalam kesulitan Air Bersih.

Berpuluh tahun lamanya warga di wilayah Paranggupito merasakan susahnya memperoleh Air Bersih. Keadaan wilayah Paranggupito yang masuk dalam gugus karst Pegunungan Sewu menjadi penyebab.

baca juga:

Karakteristik wilayah karst yang berbatu gamping dan kering membuat sulit untuk mendapatkan air.

Masyarakat sampai harus mencari air hingga ke luar provinsi. Sampai ke Pacitan, Jawa Timur.

Atau mencari ke wilayah terdekat, Pracimantoro, dan Eramoko di wilayah utara Paranggupito dengan kisaran jarak mencapai sekitar 20 kiloan meter.

Warga biasanya berangkat sore hari dan pulang sore hari berikutnya hanya untuk memperoleh air maksimal 15 liter.

Warga juga sempat mencari solusi lain. Yakni dengan menyediakan penampungan sendiri. Menyediakan tangki air. Warga mengeluarkan biaya tak murah untuk ini. Mereka membayar hingga Rp180 ribu untuk setangki air berukuran 5.000 liter. Air diambil dari wilayah Pracimantoro.

Tapi, solusi ini dianggap bukan yang paling ideal. Karena warga harus mengeluarkan ongkos besar hanya untuk memenuhi kebutuhan air.

Hingga pada suatu momen. Dikabarkan wilayah Paranggupito mengalami bencana kekeringan. Keadaannya mendesak untuk diatasi.

Waktu itu kabar kekeringan tersebut didengar oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) KH Raden Syarif Rahmat.

KH Raden Syarif Rahmat memerintahkan Ustaz Mohammad Wiyanto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Padasuka Jawa Tengah mengecek kebenarannya.

Pada Agustus, Ustaz Wiyanto mendatangi wilayah tersebut. Saat mendatangi wilayah ini, Wiyanto menceritakan bahwa kemarau di daerah tersebut lebih panjang dari wilayah lain. "Sudah sembilan bulan tidak hujan," kata Wiyanto.

"Dan ternyata benar wilayah ini terjadi bencana kekeringan. Dan hampir seluruhnya. Ada delapan desa yang terdampak," imbuh Wiyanto menceritakan keadaan kekeringan tersebut.

Keadaan ini menyebabkan ekonomi warga terganggu. Seperti pertanian. Karena tidak ada air, tidak bisa tanam. Ini menyebabkan wilayah ini sempat mengalami kekurangan pangan.

"Inisiatif kita saat itu menggalang donasi dari jaringan Padasuka terdiri dari dewan pimpinan wilayah Jawa Tengah, Solo Raya, dan dewan pimpinan pusat. Seluruh jaringan digerakkan untuk membantu Paranggupito dengan target utama bantuan Air Bersih," ungkap Wiyanto.

ISTIMEWA

Tapi, lagi-lagi itu bukan solusi terbaik. Karena terungkap kekeringan terjadi di setiap tahun. "Bantuan Air Bersih hanya memberi solusi sesaat," ungkap Wiyanto.

Wiyanto dan tim tanggap darurat kemudian melakukan kajian. Dari sana terungkap wilayah karts sebenarnya kaya akan sungai-sungai yang ada di bawah tanah.

Tim yang diprakarsai Ustaz Wiyanto kemudian menghimpun informasi dari masyarakat untuk mengetahui gua yang berpotensi memiliki potensi air.

Dari sana mengerucut pada Gua Jomblang. Gua ini terletak di Dusun Ngejring, Desa Gendayakan. Gendayakan menjadi wilayah paling terdampak karena geografisnya ada di lembah pegunungan kapur, yang sulit akses air.

Dalam prosesnya tim tanggap darurat Padasuka menggandeng Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dan sejumlah ahli. Dua kali survei dilakukan.

Dalam survei pertama diyakinkan di dalam kedalaman 180 meter di Gua Jomblang terdapat potensi air yang bisa dinaikkan. Survei kedua kemudian dilakukan untuk meneliti kelayakan konsumsi dari air.

Pada survei yang kedua ini pula melibatkan dua orang ahli di bidangnya masing-masing. Yakni, dosen teknik mesin ITNY Sulaiman Tampubolon ST, M.Eng dan Chandra Gunawan, ST, MM, dari Dinas Lingkungan Hidup.

Dari sana diperoleh kesimpulan air layak konsumsi. Maka setelah itu mulailah sebuah proyek atau kerja persaudaraan bersama-sama dari tim Padasuka, ITNY, Djarum Foundation, dan masyarakat.

ISTIMEWA

Setelah melakukan kerja besar selama 3,5 bulan, air saat ini sudah bisa mengalir dan bisa dinikmati warga meski fasilitasnya sederhana. Di mana warga harus datang ke keran-keran untuk menambil air.

"Alhamdulillah, ternyata Tuhan masih sayang warga Gendayakan. Di tengah penderitaan kekeringan melanda ditemukan sungai bawah tanah,” kata tokoh masyarakat Desa Gendayakan Heri Sutopo sesaat setelah adanya sumber air dari perut bumi di wilayah desanya.

Yang menarik dari wilayah ini, menurut Program Manajer Bakti Sosial Djarum Foundation Budi Darmawan, adalah keberadaan sungai bawah tanah di wilayah karst dengan gua-guanya.

"Ternyata banyak tersebar di daerah tersebut," kata Budi. Fakta ini mungkin akan menjadi solusi kebutuhan air bagi wilayah Paranggupito ke depan.[]

Editor: Ghendhiz A.

berita terkait

Image

News

Dua Langkah Antisipatif Ganjar Pranowo Hadapi Wabah Virus Corona

Image

News

Lantik Pengurus DPD Banyumas, Ketum RJB Indonesia Tegaskan Siap Jaga Pancasila dan NKRI

Image

News

Polisi Sedang Telusuri Aliran Uang Rp1,4 Miliar ke Rekening Raja Keraton Agung Sejagat

Image

News

Empat Siswa Kudus Tenggelam di Galian C, Walhi Ingatkan Pemerintah Jalankan Aturan yang Dibuat Sendiri

Image

News

Kerajaan Sunda Empire, Legislator: Saya Minta untuk Menghentikan Ini Semua

Image

News

Cegat Orang dengan Gangguan Jiwa di Jalan, Aksi Polisi Pekalongan ini Tuai Pujian

Image

News

FOTO Terima PM Hungaria, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Bilateral

Image

News

INFOGRAFIS Ketahanan Air Kuat, Stunting Menurun

Image

News

Berdiri 324 Sebelum Masehi hingga Bisa Kendalikan Nuklir, 5 Klaim Bombastis Sunda Empire

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Institusi Negara Banyak Diisi Perwira Polri Aktif, PB HMI: Ini Darurat Orde Baru

Dwifungsi kepolisian itu tidak boleh dibiarkan dan harus segera diamputasi

Image
News

Dituding Lakukan Pembiaran Aksi Bulyying ke Siswanya, Begini Pembelaan Pihak Al Azhar Summarecon

Ia mengaku jika pihaknya telah menemukan fakta di lapangan, tidak pernah terjadi pengeroyokan oleh siswa senior kepada siswa P

Image
News

Helmy Yahya: Belum Ada Sebulan Pembelaan, Saya Diberhentikan!

Helmy akan gugat lewat PTUN.

Image
News

Jadi Buronan, Kejari Siapkan Pencekalan Mantan Dirut TJ ke Luar Negeri

Informasi pihak Kejaksaan, Donny sendiri sudah bersedia menyerahkan diri hari ini. Namun hingga petang ini dia tak kunjung datang

Image
News

Temuan Baru, Kemensetneg Belum Terbitkan Izin Revitalisasi Monas

Sebelum memutuskan untuk memberikan izin revitalisasi Monas, Kemensetneg terlebih dahulu meminta pendapat ahli

Image
News

Mahfud MD Minta BNPT Tingkatkan Upaya Pencegahan Terorisme

Penanganan terorisme tidak hanya menitikberatkan pada penindakan

Image
News

Unggah Tabel Jumlah Korban Virus Corona, Media Singapura Jadi Target Ejekan

Unggahan Channel News Asia itu kemudian diunggah ulang di Facebook oleh akun Mediacock Singapore, sebuah akun untuk konten lelucon.

Image
News

Sebelum Dicopot, Dirjen Imigrasi Bantah Rahasiakan Keberadaan Buron KPK Harun Masiku

Ronny dianggap merintangi penyidikan.

Image
News

Flu Spanyol hingga Virus Corona Wuhan, ini 7 Potret Sengsara Warga Dunia Dilanda Wabah Penyakit

Disebut pandemi flu paling mematikan, virus flu Spanyol menewaskan 50-100 juta orang dari seluruh dunia.

Image
News

Menkumham Yasonna Copot Dirjen Imigrasi

Dinilai telat informasikan kepulangan Harun Masiku.

terpopuler

  1. Emosi Saat Sidang Kasus Ikan Asin, Hakim Sebut Fairuz A Rafiq Trouble Maker

  2. Polri Duga Ada Penyebaran Berita Bohong pada Kasus Sunda Empire

  3. Kadis Citata: Terikat Kontrak, Revitalisasi Monas Tidak Bisa Dihentikan Begitu Saja

  4. 5 Kisah Pembunuh Berantai Sadis Tertangkap Gara-gara Ceroboh, Tak Sengaja Tinggal Kacamata Saat Kubur Korban

  5. Tanggapi Soal Corona sebagai Azab dan Isolasi Warga, begini Kata Mahasiswa Indonesia di Wuhan

  6. Viral Ramalan Warganet di Tahun 2012 Tentang Kematian Kobe Bryant

  7. Awet Muda di Usia 44 Tahun, begini 11 Potret Transformasi Maia Estiyanti

  8. 5 Potret Momen Terakhir Kobe Bryant Bersama Sang Putri, Gianna

  9. Pemkab Tangerang Siapkan Dua Rumah Sakit untuk Tampung Pengidap Virus Corona

  10. Pengakuan Penumpang Transjakarta Dilukai dengan Silet oleh Perempuan di Halte Olimo

fokus

Universal Health Coverage
Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Nilai Strategis Kampus Merdeka dan Magang

Image
Abdul Aziz SR

Pemerintah, Untuk Apa dan Siapa?

Image
Achmad Fachrudin

Babak Baru Suksesi Wagub DKI

Image
UJANG KOMARUDIN

Negeri Darurat Korupsi

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
News

Hadiri Rapat hingga Tinjau Kapal Selam, 8 Potret Kompak Jokowi dan Prabowo Saat Kerja Bareng

Image
News

Bikin Heboh karena Sambut Turis China di Bandara, 5 Fakta Penting Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

Image
News

Terjerat Kasus Penipuan hingga Batal Jadi Dirut Transjakarta, 5 Fakta Penting Donny Saragih