image
Login / Sign Up

Damai, Bukan Jalan Keluar Berantas Predator Seksual Gentayangan di Transportasi Publik

Maidian Reviani

Stop Pelecehan Seksual

Image

Sejumlah pegiat literasi membaca buku saat kampanye #RuangBacaJakarta didalam Kereta MRT, Jakarta, Minggu, (8/9/2019). Kampanye ini merupakan gerakan MRT Jakarta untuk mendorong minat baca dan dan menjadikan membaca bagian dari gaya hidup masyarakat kota. AKURAT.CO/Dharma WIjayanto | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, * Ari mengakui regulasi yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan selama ini belum maksimal dalam mencegah pelecehan seksual.
* Secara pribadi, Ari mendukung jika ada aplikasi semacam aplikasi panic button yang dapat diakses oleh seluruh pengguna transportasi umum.
* Korban pelecehan seksual di negeri ini -- yang umumnya terjadi pada perempuan -- masih sering disalahkan. Bahkan, sebagian perempuan sendiri memaklumi sesamanya jadi korban pelecehan.

***

Siang itu, Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan Raden Ari Widianto kaget ketika ditunjukkan data hasil jajak pendapat tentang pelecehan seksual yang terjadi di sektor transportasi publik.

baca juga:

Hasil survei terhadap 62.224 respoden di seluruh Indonesia yang dilakukan Koalisi Ruang Publik Aman menggambarkan pelecehan seksual paling sering terjadi di dalam bus (35,80 persen), angkutan kota (29,49 persen), kereta rel listrik (18,14 persen), ojek online (4,79 persen), dan ojek konvensional (4,27 persen). (baca: Perempuan 13 Kali Lebih Rentan)

Korbannya terbanyak kaum perempuan (64 persen), lelaki (11 persen), dan 69 persen gender lainnya. Data menunjukkan perempuan 13 kali lebih rentan dilecehkan di ruang publik dibandingkan lelaki.

"Mohon data ini agar di-publish ke publik. Selama ini kan kita belum pernah tahu. Ternyata banyak sekali pelecehan seksual itu," kata Ari.

Raden Ari Widianto. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Ari mengakui regulasi yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan selama ini belum maksimal dalam mencegah pelecehan seksual.

Selain itu, dia juga mengakui regulasi yang dibuat selama ini masih fokus pada disabilitas, orang lanjut usia, anak, dan wanita hamil.

Usai keluar hasil jajak pendapat tentang pelecehan seksual, Ari mengatakan lembaganya akan melakukan evaluasi internal dan meminta masukan organisasi kemasyarakatan maupun komunitas yang konsen pada isu perempuan untuk menyusun regulasi yang berpihak pada perempuan.

Apalagi, pemerintah kini tengah merumuskan omnibus law untuk pelayanan publik.

“Pak Jokowi juga ada model omnibus law, dimana ingin merevisi berbagai UU yang ada. Mari kita kerjasama, kalaupun di komnas ada aktivis hukumnya atau LBH-nya semacam itu, mohon itu yang menganalisis. Sebab, itu yang bisa memberikan saran kepada menteri perhubungan agar ini ditambahkan,” kata Ari.

Selain pencegahan pelecehan seksual melalui penguatan regulasi, juga dibutuhkan kerjasama dengan operator penyedia layanan transportasi publik untuk meningkatkan standar operasional prosedur.

Menurut Ari, operator penyedia jasa layanan transportasi sejauh ini bersikap kooperatif dalam upaya pencegahan pelecehan seksual terhadap penumpang mereka. Ari menyontohkan PT. Kereta Api Indonesia sudah menyediakan gerbong khusus wanita. Tetapi Ari mengakui pencegahan tak cukup hanya melalui cara itu.

“Terus transportasi taksi, Grab, terus Gojek, juga sudah ada juga gojekernya adalah seorang wanita. Kemudian di sektor kapal dan pesawat UU-nya sudah mengamanatkan (perlindungan pada perempuan). Khusus untuk jalan lalu lintas angkutan jalan juga UU-nya sudah mengamanatkan mengatakan perlakuan khusus kepada kaum wanita. Juga di UU Penerbangan dan di UU Pelayaran,” kata dia.

Secara pribadi, Ari mendukung jika ada aplikasi semacam panic button dan dapat diakses oleh seluruh pengguna transportasi umum. Aplikasi ini dapat digunakan sebagai penanda jika terjadi pelecehan seksual atau bahaya lainnya di dalam perjalanan.

“Ini baru saya kepikiran pribadi, karena ada istilah kami ada panic button. Bapak ibu semua punya HP, nanti coba kita akan kerjasama terhadap operator-operator apabila ada suatu alarm itu berarti ada penanda. Nah ini sebagai saran pribadi dulu,” katanya.

***

Bagaimanapun juga, menurut komisioner Komisi Nasional Perempuan Magdalena Sitorus, pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual di ruang publik membutuhkan kepedulian orang-orang sekitar korban.

Itu sebabnya, dia mengajak semua orang lebih peduli dengan keadaan sekeliling, terutama ketika sedang menggunakan transportasi publik.

Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Mengacu pada hasil jajak pendapat yang dilakukan Koalisi Ruang Publik Aman, Magdalena mengatakan perempuan merupakan yang paling banyak jadi korban predator seksual.

“Karena memang yang banyak mengalami kekerasan itu ya perempuan dalam berbagai bentuk kekerasan, itu fakta. Jadi bukan untuk mendiskriminasi laki-laki, tetapi juga ini untuk melihat bahwa ada fakta yang harus kita hadapi bersama,” kata Magdalena ketika saya temui siang hari itu di kantornya.

Inisiatif masyarakat untuk membantu korban dianggap penting untuk mencegah kasus pelecehan seksual terulang kembali.

Dengan adanya intervensi masyarakat, predator seksual sudah pasti berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan bejat di muka umum.

“Artinya dia (pelaku) akan berpikir ulang, ‘wah ini kalau saya melakukan sesuatu bisa kenapa-kenapa,” kata Magdalena.

Magdalena merasa membuat ruang steril di transportasi publik, seperti memisahkan penumpang perempuan dan laki-laki seperti yang diterapkan sejumlah perusahaan, tidak cukup mampu menyudahi pelecehan seksual.

Tanpa adanya kesadaran pengguna transportasi publik untuk saling menghormati sesama, mustahil ruang aman publik bakal terwujud.

“Kita berharap one day, bukan karena pemisahan, tetapi dipisahpun kesadaran bahwa adanya saling menghormati antara jenis kelamin yang satu dengan yang lain,” kata Magdalena.

“Jadi bukan soal pemisahannya, tapi itu mungkin langkah pertama, tapi nanti dibarengi lagi dengan sosialisasi yang terus menerus,” Magdalena menambahkan.

Untuk membuat predator seksual kapok mencari mangsa, Magdalena mengusulkan agar penyelesaian kasusnya jangan dengan cara damai seperti selama ini.

Terminal Kampung Rambutan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pelaku harus diberi sanksi tegas. Caranya, semua moda transportasi mesti terintegrasi sehingga identitas kartu tanda penduduknya bisa disebar ke semua operator. Kemudian, mereka bersama-sama melarang pelaku menggunakan moda transportasi umum dalam kurun waktu tertentu.

“Jadi (nanti) betapa sulitnya dia (pelaku), tidak bisa naik (transportasi) ini itu, jadi akan mikir dua kali (melakukan pelecehan),” kata Magdalena.

Menurut Magdalena, jika penyelesaian kasus pelecehan seksual selalu berakhir dengan cara damai, hal itu justru hanya akan menunjukkan tidak ada keberpihakan terhadap korban.

Dan lebih parah lagi, korban pelecehan seksual nanti menjadi skeptis untuk melapor ke pihak berwajib.

“Ah ngelapor juga paling cuma digituin (disuruh damai). Nah itu yang kumaksud harus ada sanksi tegas,” kata Magdalena.

Magdalena tidak menganjurkan predator seksual di transportasi publik dihukum penjara, karena hanya akan menjadi masalah baru lagi.

Proses hukuman di luar persidangan (tetapi bukan dengan cara damai), menurut dia, lebih penting untuk menyudahi rentetan kasus pelecehan seksual.

Selain larangan menggunakan transportasi publik dalam waktu tertentu, sanksi terhadap manusia berotak mesum itu bisa dengan berbagai cara.

Magdalena mengajak semua organisasi kemasyarakatan maupun komunitas untuk mengedukasi publik untuk menghindarkan perempuan jadi korban.

“Jadi karena dia perempuan, seolah dia layak untuk dilakukan kekerasan, jadi karena gendernya perempuan dia layak mendapat kekerasan. Nah inilah yang jadi pengetahuan-pengetahuan yang harusnya disosialisasikan,” ujarnya.

Apalagi sekarang, banyak perempuan sering keluar malam karena tuntutan pekerjaan.

“Nah ini yang juga kita harus sambungkan data kepada pemerintah bahwa warga yang keluar malam juga harus dilindungi. Karena ada yang jadi bidan harus shift malam, ada yang lembur, dan bukan berarti nggak boleh keluar. Saya suka becanda kalau gitu laki-laki aja yang nggak boleh keluar supaya (perempuan) aman,” kata Magdalena.

Korban pelecehan seksual di negeri ini -- yang umumnya terjadi pada perempuan -- masih sering disalahkan. Bahkan, sebagian perempuan sendiri memaklumi sesamanya jadi korban pelecehan. Entah dianggap pakaiannya mengundang syahwat laki-laki, entah dianggap menggoda, dan lain sebagainya.

“Jadi kita menganggap pengetahuan aja belum, bagaimana kita mendistribusikan pengetahuan itu biar semakin banyak orang yang paham akan hal ini (isu pelecehan seksual),” ujarnya.

Data seperti yang dikemukakan oleh Koalisi Ruang Publik Aman diharapkan menjadi pendorong Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Ilustrasi ruang sidang DPR RI. AKURAT.CO/Sopian

Magdalena berharap tahun depan, RUU tersebut dapat disahkan DPR. Sebab, dewan periode sebelumnya tak kunjung mengesahkannya, walau sudah didesak terus-menerus karena korban pelecehan seksual terus berjatuhan.

UU Penghapusan Kekerasan Seksual dinilai bisa menjadi dasar hukum yang komprehensif dari segi pencegahan, pengawasan, sampai pemulihan terhadap korban.

"Bisa menjadi pengawasan kita, misalnya ’ini ada peraturannya loh, ini (korban) harus dipulihkan.’ Hakim misalnya mau melakukan treatment, tapi nggak bisa kayak gitu misalnya. Jadi kita ada pegangan itu," tutur Magdalena.

Itu sebabnya, Magdalena mengajak semua elemen masyarakat untuk terus menerus mengawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar segera disahkan DPR.

“Jadi pencegahan memang kerjanya masyarakat sipil yang terus menggaungkan. Kita harus menyuarakan itu terus menerus, sama rancangan RUU PKS salah satu item tadi untuk pencegahan itu bagaimana juga semua unsur termasuk pemerintah ikut bertanggungjawab,” kata dia. []

Baca juga:

Tulisan 1: Dilecehkan Lelaki Brengsek di Transportasi Publik: Gue Panik, Kesal, Nangis, Sampai Nggak Bisa Jalan

Tulisan 2: Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Dilecehkan Ketimbang Lelaki: Ada 19 Bentuk Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

Tulisan 3: Ribuan Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Satu Korban Saja Terlalu Banyak

Tulisan 5: Semua Penyedia Transportasi Publik Punya Cara Cegah Pelecehan Seksual, Sudah Cukupkah?

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Semua Penyedia Transportasi Publik Punya Cara Cegah Pelecehan Seksual, Sudah Cukupkah?

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Ribuan Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Satu Korban Saja Terlalu Banyak

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Dilecehkan Ketimbang Lelaki: Ada 19 Bentuk Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Dilecehkan Lelaki Brengsek di Transportasi Publik: Gue Panik, Kesal, Nangis, Sampai Nggak Bisa Jalan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Miliki Satu Paket Kokain, Warga Perancis Diadili di PN Denpasar

satu paket kokain seberat 22,57 gram netto

Image
News

Polisi Bekuk Suami Istri Pembobol Toko Telepon Seluler

tersangka suami istri berinisial MI (20) dan SR (22)

Image
News

Gempa Berkekuatan 2.5 Magnitudo Guncang Timur Ambor

Pusat gempa berada di darat 9 Km Timur Ambon

Image
News

PKB: Tanpa Gus Dur Tidak Ada Barongsai dan Naga Turun ke Jalan

tanpa Gus Dur tidak akan ada perayaan Imlek dan Capgomeh secara terbuka serta tidak ada kemeriahan barongsai dan naga turun ke jalan

Image
News

PKB Sebut Imlek Merupakan Kado Gus Dur Bagi Kebhinekaan Bangsa

Imlek adalah kado Gus Dur dan PKB kepada kebhinekaan bangsa Indonesia

Image
News

Mendagri: Status DKI Jakarta Harus Diubah

Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2020-2024

Image
News

MPR Minta Semua Pihak Jaga Keberagaman dan Toleransi

Jangan beri ruang untuk sikap intoleran

Image
News

Soal Pindah Ibu Kota, Tito Nilai Kemendagri Saat Ini Kurang Powerful

kementeriannya yang sekarang kurang power apabila diminta mengerjakan pemindahan ibu kota negara tidak dengan lintas sektoral

Image
News

Pengamat Sebut Panitia Angket DPRD Bisa Panggil Paksa Pejabat

Bisa melakukan pemanggilan paksa pejabat Pemerintah Kabupaten Jember karena hal tersebut diatur oleh undang-undang

Image
News

Koalisi Pejalan Kaki Minta Pemerintah Lindungi Hak Pejalan Kaki

Banyak sekali aturan- aturan sekiranya belum ramah pejalan kaki

terpopuler

  1. Capai Rp1,3 Kuadriliun, Ini 7 Bangunan Termahal di Dunia yang Pernah Dibuat

  2. Pembunuh Berantai Thailand Tertangkap, Polisi Temukan 298 Kerangka Wanita di Kolam Kebun

  3. Geram BPJS Stop Kontrak Kerjasama dengan Rumah Sakit, Ketua DPR Minta Komisi IX Panggil Menteri PMK

  4. Fadli Zon Bikin Polling Jelang 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, 84 Persen Responden Sebut Ekonomi Masyarakat Memburuk

  5. Harga Emas Terjun Payung Setelah Capai Nilai Tertinggi

  6. Bule ini Bilang Bubur Ayam Sarapan Terenak di Dunia, Warganet Indonesia Malah Ribut

  7. Dikritik Gegara Gunduli Monas, Anies Baswedan: Itu Ramai di Twitter Saja

  8. Oknum Brimob Lepas Tembakan di Tempat Wisata, Mabes Polri: Polisi Harus Beri Tauladan

  9. Usia Pernikahan 30 Tahun, ini 10 Potret Romantis Tantowi Yahya dan Dewi Handayani

  10. Pembunuh Sadis Pelajar Astrid Aprilia Terungkap, Ternyata Supir Angkot Langganannya

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Ekonomi

Jadi Orang Terkaya Jepang hingga Bantu Jokowi Susun Ibu Kota Baru, ini 6 Fakta Menarik Masayoshi Son

Image
News

Usia Pernikahan 30 Tahun, ini 10 Potret Romantis Tantowi Yahya dan Dewi Handayani

Image
News

Kerap Habiskan Waktu Bersama, 10 Potret Dirut Baru Garuda Irfan Setiaputra bareng Keluarga