Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Ribuan Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Satu Korban Saja Terlalu Banyak

Maidian Reviani

Stop Pelecehan Seksual

Ribuan Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Satu Korban Saja Terlalu Banyak

Para penumpang saat akan naik bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019). Rencananya Transjakarta pada tahun 2019 ini akan melakukan integrasi atau konektivitas dengan moda transportasi lainnya, dengan melakukan pembangunan fasilitas fisik interkoneksi antara halte transjakarta dan stasiun MRT Jakarta yang diawali dengan halte Bunderan HI dan halte Tosari. Kemudian dilanjutkan dengan halte CSW Sisingamangaraja dan halte Lebak Bulus. Transjakarta pun menargetkan penumpang mencapai 231 juta dengan 236 rute yang dilayani. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, * Metode intervensi yang diajarkan kepada relawan bernama 5D. Apa saja metodenya?
* Temuan-temuan dalam penelitian kasus pelecehan seksual di ruang publik seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan penyedia layanan transportasi.
* Jika penyelesaian kasus pelecehan seksual hanya berakhir dengan perdamaian ketika dibawa ke kantor polisi, hal itu tidak akan menimbulkan efek jera.

***

Driver Gojek bernama Ridwan (bukan nama sebenarnya), hari itu, sedang meliburkan diri. Ketika sedang bepergian, di salah satu halte bus Transjakarta, Ridwan melihat seorang perempuan yang juga sedang mengantre diganggu seorang lelaki.

baca juga:

Ridwan merasa bertanggungjawab untuk membantu menghentikan tindakan lelaki itu.

Dia berpura-pura bertengkar dengan temannya dan ternyata berhasil mengalihkan perhatian lelaki pengganggu perempuan tadi.

Ilustrasi driver ojek online. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Cara kreatif Ridwan berhasil menyelamatkan perempuan dari usaha pelecehan seksual lebih jauh.

Apa yang dilakukan oleh driver Gojek itu, dalam metode yang disampaikan oleh periset Koalisi Ruang Publik Aman sekaligus Co-director Hollaback Jakarta Anindya Restuviani, disebut distract.

Ridwan berinisiatif melakukan intervensi tanpa harus berkonfrontasi langsung dengan pelaku.

Koalisi Ruang Publik Aman selama ini melatih sebagian pengguna transportasi umum menjadi relawan untuk membantu korban pelecehan seksual di tempat umum.

Metode intervensi yang diajarkan kepada relawan bernama 5D.

Pertama, intervensi secara langsung (direct). Metode ini mengajarkan saksi untuk langsung mengingatkan pelaku pelecehan seksual.

“Pak, pelecehan, nggak sopan’,” kata Vivi – sapaan Anindya Restuviani.

Kedua, distract. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Ridwan di halte bus Transjakarta. Saksi bisa berpura-pura menjadi teman atau menanyakan jam pada korban ketika sedang terjadi pelecehan.

Ketiga, delay. Metode ini mengajarkan saksi membantu menunda trauma yang dialami korban. Caranya, antara lain menanyakan bantuan apa yang dibutuhkan.

“Delay yang selemah-lemahnya iman bisa kita lakukan. Ini salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kita memberikan dukungan pada korban,” kata Vivi.

Keempat, dokumentasi. Bagian ini sangat vital. Dokumentasi, misalnya dengan alat perekam (telepon seluler) bisa menjadi alat bukti kalau kasus pelecehan seksual nanti diproses secara hukum.

“Tapi ada hal yang perlu diingat ketika mendokumentasikan. Kita harus jaga jarak. Kedua, make sure bahwa tanda-tanda sekitar itu kelihatan, jadi itu ada dimana itu terlihat. Ketiga, make sure tanggal dan juga waktu,” kata Vivi.

Anindya Restuviani. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Ingat juga, dokumentasi pelecehan seksual tidak boleh disimpan sendiri, tetapi harus diserahkan kepada korban. Saksi harus minta persetujuan korban hendak diapakan barang buktinya. Jika korban meminta saksi menghapusnya, harus segera dihapus.

Kelima, delegasi. Delegasi yaitu melaporkan kejadian kepada pihak berwajib dan akan lebih kuat lagi jika disertai dengan barang bukti.

***

Temuan-temuan dalam penelitian kasus pelecehan seksual di ruang publik seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan penyedia layanan transportasi.

Pengambil kebijakan mesti merumuskan secara serius kebijakan dalam menangani kasus pelecehan seksual, khususnya kepada perempuan.

Kebijakan tersebut harus memihak kelompok rentan, perempuan, marjinal, dan korban penyintas kekerasan seksual.

Selama ini, di lapangan, penanganan terhadap korban pelecehan seksual di alat transportasi publik berbelit-belit.

Beberapa waktu yang lalu, Koalisi Ruang Publik Aman menerima laporan dari korban pelecehan seksual di kereta rel listrik. Prosesnya berbelit-belit dan ujungnya tidak ada penyelesaian.

"Itu korbannya dioper-oper, kejadiannya di stasiun A di kota ini, dia nyampai di stasiun ini pelakunya ada, pelakunya juga ngaku dia melakukan perabaan terhadap payudara tapi tidak diusut karena korbannya harus balik lagi ke stasiun awal, karena naik di stasiun ini dan kejadiannya di stasiun ini. Diputer, sampai stasiun itu dioper lagi, minta rujukan sana, visum sana visum sini, ujung-ujungnya tidak ada penyelesaian dan padahal si pelakunya ada dan mengaku," kata peneliti dari Koalisi Ruang Publik Aman, Rastra.

Ilustrasi commuterline. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Agar kasus semacam itu tidak terulang, koalisi mengatakan selalu siap apabila diajak rembugan untuk membuat regulasi demi menjamin masyarakat – terutama pengguna transportasi publik -- dari Sabang sampai Marauke mendapatkan kenyamanan dan kalau terjadi pelecehan, pelakunya bisa ditindak tegas.

“Ayo kita bekerjasama membuat regulasi yang benar-benar membantu dan mengakhiri kekerasan seksual di ruang publik," kata Rastra.

Koalisi Ruang Publik Aman perannya hanya sampai pada batas pencegahan. Penanganan kasus merupakan ranahnya polisi, kejaksaan, dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

Vivi menekankan pihak berwajib mesti menggunakan perspektif korban pelecehan seksual. Pasalnya, selama ini penanganannya justru terkesan membikin sulit korban, sebagaimana yang diungkapkan Rastra.

“Dan selama ini untuk pembuktian-pembuktian saja dijatuhkannya kepada korban, kayak jarang banget polisi mau nyari bukti sendiri, yang ada malah korban yang disuruh nyari bukti, untuk nyiapin buktinya, kita disuruh cari bukti segala macam. Itu adalah contoh-contoh bagaimana penanganan dari pihak yang harusnya menangani memang tidak berperspektif terhadap korban,” kata dia.

Vivi menilai regulasi yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan belum menempatkan isu pelecehan seksual, khususnya terhadap perempuan, sebagai masalah penting. Selain itu, belum menganggap isu kesetaraan gender secara menyeluruh, hal itu, kata Vivi, tercermin dari produk hukum yang dibuat.

“Karena hampir dari setengah masyarakat Indonesia kan perempuan yang paling banyak naik transportasi umum. Dan otomatis lihat kalau data (hasil survei) jelas 13 kali lebih rentan (dari lelaki). Means, harus kita lakukan sesuatu dan regulasi itu sendiri,” kata Vivi.

Kepada perusahaan penyedia moda transportasi publik didorong lebih serius menjamin keamanan konsumen dari serangan predator seksual.

Perusahaan, terutama transportasi yang menggunakan aplikasi online, jangan pula membebankan seluruh tanggungjawab kepada mitra driver mereka. Fakta yang terjadi, driver perempuan juga menjadi korban, walaupun jumlahnya sedikit.

Hollaback Jakarta pernah mendapatkan laporan dari driver online perempuan yang tidak mau mengambil order penumpang di malam hari karena takut menjadi korban pelecehan seksual. Demi keamanan, driver tersebut hanya mau menerima melayani order makanan.

"Nah itu, hal-hal ini harus kita unknowledge juga bahwa juga gerbong khusus perempuan sebenarnya itu hanya menyelesaikan masalah dalam jangka pendek, hanya parsial, malah membatasi ruang gerak perempuan, kesannya perempuan hanya boleh di situ saja," kata Vivi.

Isu pelecehan di ruang publik harus digaungkan terus. Jangan sampai pengambil kebijakan dan publik lupa predator selalu bergentayangan mencari mangsa di tempat umum.

“Satu korban terlalu banyak. Satu saja sudah terlalu urgent karena harusnya tidak ada korban," kata Vivi.

Keberanian saksi untuk menghentikan atau membantu korban predator seksual diapresiasi oleh komisioner Komisi Nasional Perempuan Magdalena Sitorus.

Komisoner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Tetapi bagaimanapun juga, pelaku harus diberikan hukuman agar jera.

Itu sebabnya, Magdalena mengatakan bahwa pengambil kebijakan harus merumuskan regulasi sederhana, tetapi efeknya benar-benar dirasakan predator seksual.

Misalnya, data perusahaan operator penyedia transportasi publik harus terintegrasi. Jika pelaku tertangkap, petugas harus mencatat kartu tanda penduduknya. Data identitas pelaku kemudian disebarkan ke semua operator. Hukumannya, pelanggar hukum itu dilarang menggunakan transportasi umum dalam kurun waktu tertentu.

“Jadi bukan dia kemudian bisa lari ke MRT atau busway (setelah melanggar di angkutan yang lain). Artinya ada sanksi yang jelas,” kata Magdalena.

“Jadi (nanti) betapa sulitnya dia (pelaku) tidak bisa naik (transportasi) ini dan itu, jadi (hukuman itu) akan membuat dia mikir dua kali,” Magdalena menambahkan. []

Baca juga:

Tulisan 1: Dilecehkan Lelaki Brengsek di Transportasi Publik: Gue Panik, Kesal, Nangis, Sampai Nggak Bisa Jalan

Tulisan 2: Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Dilecehkan Ketimbang Lelaki: Ada 19 Bentuk Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

Tulisan 4: Damai, Bukan Jalan Keluar Berantas Predator Seksual Gentayangan di Transportasi Publik

Tulisan 5: Semua Penyedia Transportasi Publik Punya Cara Cegah Pelecehan Seksual, Sudah Cukupkah?

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Semua Penyedia Transportasi Publik Punya Cara Cegah Pelecehan Seksual, Sudah Cukupkah?

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Damai, Bukan Jalan Keluar Berantas Predator Seksual Gentayangan di Transportasi Publik

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Dilecehkan Ketimbang Lelaki: Ada 19 Bentuk Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Dilecehkan Lelaki Brengsek di Transportasi Publik: Gue Panik, Kesal, Nangis, Sampai Nggak Bisa Jalan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Langgar PSBB, Tim Satgas Covid-19 Amankan 10 Pasangan Mesum di Pinang Ranti

Petugas menyegel Kafe Ocean karena melanggar PSBB.

Image
News

Petugas Transjakarta Tangkap Pencuri Botol Hand Sanitizer

Petugas keamanan Transjakarta tangkap terduga pelaku pencurian botol hand sanitizer.

Image
News

11 Guru Terpapar Covid-19 di Tarakan Jalani Isolasi Mandiri

Sebanyak 11 orang guru SMPN 1 Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yang terpapar Covid-19 jalani isolasi mandiri.

Image
News

Pesan Lestari Moerdijat ke Pendidik: Jangan Abai Nilai-nilai Kebangsan

Lestari menyikapi adanya kewajiban berkerudung bagi siswi nonmuslim di SMK Negeri, Padang, Sumatera Barat (Sumbar)

Image
News

Banjarmasin Perpanjang Masa PPKM

Saat ini setiap hari masih ditemukan rata-rata 120 kasus positif baru COVID-19 di Banjarmasin

Image
News

TNI AD Bangun RS Darurat untuk Korban Gempa Sulbar

TNI Angkatan Darat (AD) membangun Rumah Sakit (RS) darurat di Mamuju.

Image
News
Lawan Covid-19

Airlangga: Kebijakan Perpanjang PPKM Sudah Diperhitungkan dan Dipertimbangkan Seksama

Kebijakan pemerintah memperpanjang pembatasan aktivitas masyarakat di Pulau Jawa-Bali telah dipertimbangkan secara matang.

Image
News

Antisipasi Banjir di Sungai Bengaris, Pemkab Barito Utara Pasang Pompa Air

Dinas PUPR mulai melakukan pekerjaan pemasangan pompa air di aliran Sungai Bengaris yang merupakan anak Sungai Barito di Muara Teweh

Image
News

Sebanyak 11 Guru SMPN 1 Tarakan Terpapar COVID-19

Kini semuanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing

Image
News

Kasus Positif COVID-19 di Kalimantan Timur Bertambah 432 Orang

Balikpapan masih menjadi penyumbang terbesar kasus aktif dengan adanya tambahan sebanyak 102 kasus

terpopuler

  1. Ditengah Lamaran Kalina - Vicky Prasetyo, Azka Ungkap Dirinya Hanya Putra Deddy Corbuzier

  2. Kocak! Humor Ketika Gus Dur Lupa Tanggal Lahir

  3. Bertindak Kebablasan pada Pacar Sewaan, Pria Taiwan Dipenjara

  4. Mainkan Nomor Lotre yang Sama Selama 20 Tahun, Wanita Kanada ini Akhirnya Dapat Jackpot

  5. Nekat Buka Sampai Larut Malam, Tempat Karoke Masterpiece Tanjung Duren Disegel Petugas

  6. Anies Dinilai Tak Transparan Soal Pembelian Lahan Makam Covid-19 Senilai Rp185 M

  7. Dolar AS Melompat Seiring Melebarnya Infeksi COVID-19

  8. Typo di Kaleng Kemasan, Perusahaan Bir Jepang Tetap Lanjutkan Penjualan

  9. Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Tangkap Kurir Sabu yang Sedang Tunggu Pembeli

  10. Citilink Imbau Penumpang Validasi Surat Hasil Tes COVID-19 Melalui eHAC

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot