image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Bramantyo Suwondo Kritisi Kualitas Pendidikan di Indonesia

Yudi Permana

Image

Para siswa sekolah dasar (SD) terlihat mengantuk saat mengikuti upacara hari pertama masuk sekolah di SDN 05, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Senin (15/7/2019). Hari pertama sekolah bagi siswa yang masuk tahun ajaran baru ini, usai masa libur panjang dan memasuki ajaran tahun pelajaran baru baik tingkat SD, SMP, dan SMA serempak kembali dilakukan pada hari ini diseluruh daerah. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo mengkritisi kualitas Pendidikan di Indonesia yang berada di tingkat 72 dari 77 negara yang menjadi obyek survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). 

"Kita sudah tidak bisa bermain-main, harus lebih serius lagi menangani isu-isu Pendidikan di Indonesia," ujar Bramantyo.

Sudah satu dekade, sejak tahun 2009, pemerintah mengalokasikan anggaran amat besar untuk Pendidikan yaitu 20 persen dari APBN dan APBD.

baca juga:

Ternyata, peningkatan anggaran tidak diikuti peningkatan kapabilitas atau kemampuan akademik peserta didik.

"Buktinya, hingga tahun 2018 Indonesia konsisten berada di peringkat sepuluh terbawah dalam ranking PISA, jauh di bawah rata-rata negara maju di Asia atau dunia," ucapnya.

Ia mengatakan, ragam hasil riset juga menunjukkan tingginya dampak kesenjangan sosial dan ekonomi terhadap kualitas Pendidikan yang diterima anak didik.

Menurutnya ada dua poin penting yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia. Pertama, roadmap atau grand design Pendidikan yang jelas untuk rencana pembangunan Pendidikan jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Adanya roadmap akan sangat membantu pemerintah dalam merealisasikan rencana Pendidikan dan pembangunan SDM. Sehingga, SDM Indonesia nantinya bisa menjadi lebih unggul, lewat kualitas Pendidikan yang selalu meningkat pula," terangnya.

Kedua, pemenuhan kebutuhan dasar Pendidikan. Banyak permasalahan yang sebenarnya masih sangat mendasar, seperti bangunan sekolah yang kurang memadai atau kesejahteraan guru yang kurang diperhatikan.

Anggaran Pendidikan yang besar seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana, infrastruktur sekolah, gaji guru, serta pembinaan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas guru.

Seperti diketahui, nilai indikator kemampuan membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan atau sains para murid sekolah di Indonesia tidak membanggakan. Dalam peringkat yang dirilis OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), Indonesia berada di urutan ke-72 di antara 77 negara.

Survei PISA ini merupakan rujukan dalam menilai kualitas Pendidikan di dunia dan dilakukan setiap tiga tahun sekali. Hasil laporan PISA 2018 dirilis pada Selasa lalu (3/12/2019).

Yang dinilai adalah 600.000 anak berusia 15 tahun dari 79 negara. Berikut perbandingan skor PISA Indonesia untuk periode 2015 dan 2018. Skor kemampuan membaca turun dari 397 poin ke 371 poin.

Kemampuan matematika turun dari 386 poin ke 379 poin. Kemampuan sains turun dari 403 poin ke 396 poin.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

PP Bisa Cabut UU di RUU Ciptaker, MPR: Kok yang Prioritas Salah Ketik?

Image

News

Soal Isu Dana Pensiun ASN Rp1 Miliar, Dasco: Saya Sih Setuju, Kalau Uangnya Ada...

Image

News

Dasco Sebut Kesalahan Ketik di Draf Omnibus Law Ciptaker Human Error

Image

Hiburan

Krisdayanti Bantah Kabar Keretakan Rumah Tangga

Image

Hiburan

Raul Lemos Tegaskan Tak Pernah Kunjungi dan Utus Orang ke PA Jakarta Selatan

Image

Hiburan

Sambangi Pengadilan Agama, Raul Lemos Akan Gugat Cerai Krisdayanti?

Image

Ekonomi

Bayar SPP Pakai GoPay, Berikut Langkah-langkahnya!

Image

News

Komisi III Sepakat Akan Kembali Bahas RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan

Image

News

Yasonna Sebut RUU Ciptaker Upaya untuk Mengentaskan Pengangguran

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kewarganegaraannya Dicabut, Mantan Anggota ISIS Shamima Begum: Rasanya Dunia Runtuh

Begum meninggalkan Inggris di usia 15 tahun bersama 2 teman sekolahnya, Kadiza Sultana dan Amira Abase, untuk bergabung dengan ISIS.

Image
News

20 Tahun Berkarier hingga Jadi Direktur Freeport, 5 Fakta Penting Claus Wamafma

Image
News

Viral Video Kebut-kebutan Mobil Diduga di Underpass YIA, Ini Penjelasan Polisi

"Bukan balap liar, (tapi) bikin film tapi tidak izin."

Image
News

Haris Azhar Sebut Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantu Dapat Proteksi 'Mewah'

KPK sendiri tahu bahwa Nurhadi dan menantunya itu ada di mana

Image
News
Pilkada 2020

Hadapi Pilkada Serentak 2020, PDIP Konsolidasikan Struktur Pengurus Daerah

"Sebab sembari menunggu semua rekomendasi kepala daerah, wajib buat kita menyiapkan perencanaan"

Image
News

Polisi Masih Kembangkan Kasus Kawin Kontrak di Puncak Bogor

Negara perlu hadir untuk melindungi korban kejahatan dan penegakan hukum kepada para pelakunya

Image
News

Puluhan Orang Tewas di Nigeria Saat Antre Bantuan

Image
News

Standar 'Kecantikan' Berubah, Miss Germany 2020 Dimenangkan Seorang Ibu 35 Tahun

Ia mengalahkan 15 kontestan lainnya

Image
News

PKS: Pemilihan Wagub DKI Lewat Voting Tertutup

“Ya kita ikuti yang disepakati oleh teman-teman,” katanya lagi.

Image
News

PP Bisa Cabut UU di RUU Ciptaker, MPR: Kok yang Prioritas Salah Ketik?

Yang bisa gugurkan hanya Perppu.

terpopuler

  1. Tengah Hamil Muda, Ini 10 Potret Baby Bump Vanessa Angel yang Memesona

  2. Kisah Ketika Mbah Maimoen Zubair Rembang dapat Melipat Waktu

  3. Washington jadi Kota Pertama yang Legalkan Pengomposan Manusia

  4. Beranjak Remaja, 10 Potret Cantik Asila Maisa Putri Ramzi yang Pandai Modeling

  5. Hanya Seorang Diri Bermodalkan Borgol, Brigadir Kepala Asep Somantri Berhasil Bekuk Pelaku Curanmor

  6. Berada Ribuan Meter di Bawah Tanah, Ini 5 Fakta Unik Masjid Baabul Munawwar

  7. Arcandra Tahar: Cadangan Minyak RI Hanya Tersisa 0,2 Persen

  8. Bikin Melongo Kagum, Pria ini Bikin Tiruan Motor dari Sedotan!

  9. Buntut Razia, Pengelola Black Owl PIK: Perlu Diluruskan, Black Owl Itu Bukan Diskotek, Ini Konsepnya Hanya Restoran, Bar, dan Lounge

  10. Hendrawan: Di Indonesia, Perak Olimpiade Dianggap Gagal

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

20 Tahun Berkarier hingga Jadi Direktur Freeport, 5 Fakta Penting Claus Wamafma

Image
News

Angkat BTP Jadi Bos Pertamina hingga Pecat Dirut Garuda, 5 Kinerja Erick Thohir Ini Sukses Curi Perhatian

Image
News

Korea Hingga Kanada, 10 Potret Hangat Sekretaris Kabinet Pramono Anung Jamu Dubes dari Negara Sahabat