image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

5 Pemimpin Negara yang Pernah Raih Penghargaan Asian of the Year, Terbaru Jokowi

Citra Puspitaningrum

Image

Kolase foto pemimpin negara yang pernah memenangkan penghargaan Asian of the Year | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Setiap tahunnya salah satu media asal Singapura, The Straits Times, menganugerahkan penghargaan bagi tokoh-tokoh Asia yang dianggap berdampak besar, baik bagi negaranya maupun di kancah internasional. Tak disangka penghargaan tahun ini jatuh kepada orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo.

Tentu prestasi ini sangat membanggakan mengingat penghargaan Asian of the Year terbilang bergengsi di kawasan Asia. Sejumlah pemimpin hebat dari negara yang disegani dunia pun pernah menyabetnya, mulai dari Xi Jinping hingga mendiang Lee Kuan Yew.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 pemimpin negara yang pernah meraih penghargaan Asian of the Year.

1. Xi Jinping

The Straits Times



Presiden China ini merupakan satu-satunya orang yang pernah meraih penghargaan Asian of the Year dua kali. Xi Jinping meraihnya pertama kali di tahun 2013 bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Ia kembali dianugerahi penghargaan yang sama pada 2017.

Bagi The Straits Times, presiden ynag kini berusia 66 tahun ini dianggap sebagai sosok berpengaruh, baik di dalam maupun luar negeri. Ia dianggap telah berjasa mengarahkan kemajuan dunia dan mendorong globalisasi dan perdagangan.

2. Shinzo Abe

The Straits Times



Bersama Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Shinzo Abe dianugerahi penghargaan Asian of the Year 2013. Ia dianggap telah berdampak besar melalui reformasi dalam negeri dan berhasil menonjolkan potensi dalam negeri begitu duduk di kursi tertinggi pemerintahan.

3. Narendra Modi

baca juga:

The Straits Times



Presiden India ini dianugerahi penghargaan Asian of the Year 2014. Ada sejumlah faktor yang membuat The Straits Times layak memilihnya. Secara politis dan sosial, Modi dianggap telah memberi energi kepada India dengan berfokus pada pembangunan dan mengutamakan pembangunan toilet dibandingkan kuil. Sementara itu, di bidang ekonomi, ia berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih bersahabat dan aturan ketenagakerjaan yang lebih luwes untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

4. Lee Kuan Yew

The Straits Times



Penghargaan Asian of the Year 2015 jatuh kepada Perdana Menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew yang wafat beberapa bulan sebelum penghargaan ini diserahkan. Lee dianggap berjasa telah mengubah Singapura yang tadinya hanya kota pelabuhan menjadi pusat perhubungan seluruh dunia.

Tak banyak tokoh Asia yang mampu memberi dampak sebesar Lee. Kebijakannya mengutamakan pemerintahan yang bersih dan baik. Ia juga percaya pada prinsip meritokratis, sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, ras, senioritas, dan sebagainya. Hasilnya, Singapura jauh lebih maju dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

5. Joko Widodo

Facebook/Jokowi



Presiden Indonesia ini dianugerahi penghargaan Asian of the Year 2019 pada Kamis (5/12). Pria yang akrab dipanggil Jokowi ini dianggap sebagai sosok pemimpin yang menyatukan Indonesia, baik di dalam negeri maupun bersama negara Indo-Pasifik lainnya. Padahal, tak sedikit pemimpin dunia menggunakan populisme yang memecah belah rakyatnya untuk meraih kekuasaan.

Dalam mengejar kemajuan dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur, Jokowi tak mengesampingkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, suatu hal yang sangat penting di tempat dengan agama yang bisa dipolitisasi. Namun, ayah 3 anak itu masih punya 'pekerjaan rumah' untuk membangun demokrasi dan Indonesia yang bebas korupsi, terbuka, toleran, dan inklusif.


Ternyata tokoh Indonesia yang pernah dianugerahi penghargaan ini tidak hanya Jokowi, tetapi juga ada Sutopo Purwo Nugroho dan Nadiem Makarim. Sutopo dinobatkan sebagai salah satu Asian of the Year 2018 berkat dedikasinya menyebarkan informasi bencana kepada media lokal dan asing secepat mungkin di tengah perjuangannya melawan kanker paru-paru stadium IV. Sementara itu, Nadiem Makarim yang saat menerima penghargaan pada 2015 merupakan CEO Gojek dianggap sebagai sosok inovator yang berhasil mengubah pasar dan model bisnis yang selama ini berlaku.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

News

Iriana Jokowi dan Ibu-ibu Menteri Lihat Beberapa Rumah Warga Penerima Bantuan Jamban

Image

News

Kunjungi India, Lebih dari 100 Ribu Orang Sambut Donald Trump

Image

News

Isu Reshuffle Kabinet, Ketua DPR RI: Ini Peringatan, Kerja Menteri Harus Lebih Ngegas Lagi!

Image

News

Masyarakat Minoritas yang Dulu Dukung di Pilpres Kini Sedang Menunggu Kebijakan Jokowi untuk Lawan Intoleransi

Image

News

Indo Barometer: Pilpres 2024, Suara Jokowi Lebih Banyak Pindah ke Prabowo Ketimbang Anies

Image

Ekonomi

Menperin Yakin Optimalisasi Bahan Baku Lokal Bisa Dongkrak Kinerja Industri TPT

Image

Ekonomi

Jokowi Targetkan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 4 Beroperasi Saat Mudik Lebaran

Image

News

Istana: Pemerintah Segera Evakuasi WNI dari Yokohama Tahap Dua

Image

News

Permintaan Megawati Supaya Kadernya Tak Paksa Anak Ikut Pilkada Bukan Sindiran, Tapi Instruksi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Antisipasi Bonus Demografi, Kemendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kita menghadapi fenomena yang bisa positif dan bisa negatif.

Image
News

DPR Minta Menkumham Yasonna Segera Benahi SIMKIM

Saya menggarisbawahi kejadian ini, ini ada satu sistem perekrutan yang salah. Perekrutan vendor yang tidak profesional

Image
News

Bawaslu Sebut 31 Kabupaten dan Kota Alami Kendala Silon

Terdapat 31 kabupaten dan kota yang mengalami kendala Silon, sebagian besar kendala yang terjadi adalah unggah data 'offline' ke 'online

Image
News

Sandiaga Uno Berharap Muhammadiyah Menjadi Mitra Kemajuan Bangsa

Muhammadiyah ini menjadi mitra pembangunan dan mitra kemajuan Indonesia

Image
News

Mahathir Mundur, Istana Yakin Hubungan Indonesia-Malaysia Tetap Baik

Berharap yang terbaik untuk malaysia dan hubungan saudara serumpun tetap terjaga dengan baik

Image
News

Moeldoko: Saya Setuju Banser Jadi Komponen Cadangan

Saya tidak sangsi soal loyalitas dan integritas kalian terhadap bangsa. Jika ada potensi komponen cadangan,

Image
News

Maman Abdurrahman Deklarasi Maju Calon Ketua DPD Golkar Kalbar

Majunya saya sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar untuk membawa warna baru pada Partai Golkar

Image
News
Susur Sungai Sempor

Jadi Tersangka, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Dapat Bantuan Hukum

Image
News

Doa yang Selalu Dibaca Rasulullah Saat Bulan Rajab Tiba

Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana

Image
News

Politisi Senior Golkar Sebut Ibukota Baru Indonesia Sebagai Model Smart City Masa Depan

Pilihan IKN di Kalimantan Timur dan berbagai keuntungan ekonomi dan politik, aspek pembiayaan dan kerjasama Internasional

terpopuler

  1. Instruksi Kejagung, Kejati Papua Barat Stop Sementara Penindakan Kasus Korupsi Jelang Pilkada

  2. Bela Anies Soal Elektabilitas Turun di Pilpres 2024, PKS: Masih Terlalu Jauh

  3. Perkembangan Politik di Malaysia, Anwar Ibrahim Merasa Ada Pengkhianatan Terhadap Pemerintah

  4. Ajak Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024, Said Didu ke PSI: Jangan Salahkan jika Pihak yang Tidak Searah Bersatu

  5. Jepang Ingin Impor Limbah Sawit Indonesia Untuk Penuhi Produksi Listrik

  6. Dibanding Ahok, SOP Pengendalian Banjir Era Anies Tidak Jelas 

  7. 5 Fakta Penting Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Daftar Capres Unggulan 2024-2029

  8. Geser Rins, Quartararo Tercepat di Tes Hari Kedua Sirkuit Losail

  9. Meski Menang, Pelatih Persija Ungkap Kesulitan yang Dihadapi Timnya

  10. 5 Fakta Menarik Launching Jersey Persija, Kostum Kandang Merah dan Live TV Nasional

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
Hiburan

5 Fakta Vera Dijkmans, Putus Sekolah hingga Dilamar 50 Pria Setiap Hari

Image
News

Pernah Jadi Dosen hingga Tenaga Ahli MPR, 5 Fakta Sepak Terjang Karier Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty

Image
News

5 Fakta Menarik Faye Simanjuntak, Cucu Luhut Binsar Pandjaitan yang Masuk 30 Under 30 Majalah Forbes 2020