Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Ujian Besar Partai Golkar

Munas Golkar

Image

Presiden Joko Widodo (tengah) di dampingi Ketua Penyelenggaran Munas X Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng (kiri) dan Ketua Golkar Airlangga Hartarto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golongan Karya di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Munas X Partai Golkar yang mengusung tema 'Kita Satu Untuk Indonesia' itu akan berlangsung pada 3-6 Desember 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Dalam dua hari ini, saya diundang diskusi oleh Jenggala Center, live di CNN TV Indonesia, dan ditanya oleh Deputy Representative of Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Mr. Peter S. L. Lan, tentang Golkar.

Partai Golkar adalah salah satu partai besar di republik ini, yang baru saja memilih Airlangga sebagai ketua umum, secara aklamasi dalam Munas di Ritz Carlton hotel.

Bicara tentang Golkar, kita tidak bisa lepas juga bicara tentang pemerintah. Selain karena Golkar, yang memang menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Isu pemerintah cawe-cawe dan intervensi terhadap Golkar, dalam menentukan siapa ketua umum Golkar, menyeruak ke publik.

baca juga:

Walaupun sudah dibantah oleh Jokowi, bahwa pemerintah tak cawe-cawe soal pemilihan ketum Golkar. Namun fakta berbicara sebaliknya. Bantahan Jokowi, itu menandakan bahwa intervensi ada dan terjadi. Dan seandainya tidak ada intervensi, Jokowi tak perlu membantah atau mengklarifiasi.

Mundurnya Bamsoet juga bisa menjelaskan bahwa intervensi itu ada dan nyata. Bamsoet tak akan mundur, jika tak ada tekanan dari pemerintah. Tak akan mundur jika tak diancam. Tak akan mundur, jika tak ada kekuatan besar yang memintanya untuk mundur.

Bamsoet itu memiliki karakter pejuang, pantang mundur jika tak ada yang mengancamnya. Jika diibaratkan pemain bola, Bamsoet itu seorang gelandang serang, menyerang ke arah lawan, dan pantang untuk mundur.

Golkar itu partai yang matang. Tokoh-tokoh yang ada di dalamnya rata. Tak ada tokoh yang dominan atau menonjol. Setiap tokoh Golkar memiliki kekhasan masing-masing. Ibarat kesebelasan sepak bola. Golkar mirip kesebelasan Jerman, yang pemain-pemainnya muda, kuat, gesit, dan rata di semua lini.

Ratanya kekuatan ketokohan di Golkar menjadi keunggulan tersendiri bagi Golkar. Stok kepemimpinan di Golkar tidak pernah kurang. Kekuatan kader Golkar juga rata, kader-kader partai, juga tak pernah kehilangan sentuhan kehebatannya.

Munas Golkar tahun ini, harusnya menjadi momentum perbaikan partai. Refleksi dan evaluasi untuk menatap masa depan. Perubahan untuk menghadapi Pemilu 2024. Dan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Golkar memiliki visi kesejahteraan 2045, itu pula yang harus dikejar Golkar. Namun agar Indonesia bisa sejahtera 2045. Kita tentu harus perbaiki sistem kepartaian kita. Harus perbaiki partai-partai yang rusak.

Intervensi pemerintah terhadap Golkar sudah lama terjadi. Dan itu bukan rahasia umum lagi. Publik juga sudah tahu. Dunia pun juga tahu. Bahkan rumput yang bergoyang pun tahu.

Terpilihnya Aburizal Bakrie (ARB) pada Munas Riau 2009, menyimpan data, rekaman, dan misteri yang bukan hanya membuktikan bahwa memang ada intervensi pemerintah terhadap pemilihan ketum Golkar.

Kemenangan ARB dalam melawan Surya Paloh (SP), tak luput dari campur tangan pemerintah SBY ketika itu, dalam membantu operasi kemenangan ARB. Baik ARB maupun SP sama-sama pengusaha kaya, sama-sama kuat, dan sama-sama memiliki dukungan dari pemilik suara.

Kompetisi Munas Golkar Riau 2009 sangat panas, keras, dan ganas. Karena pemerintah melalui instrumen yang dimilikinya, seperti Kejaksaan turun untuk turut memenangkan ARB.

Para pemilik suara (DPD-DPD Kab/Kota dan Provinsi), bukan hanya diberi uang untuk pulang. Tetapi juga ditekan oleh oknum Kejaksaan agar mendukung ARB. Oknum Badan Intelijen Negara (BIN) juga turun, untuk menyetop aliran uang dari pengusaha ke SP, agar uang tidak diturunkan.

Bahkan ada salah satu Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Kabupaten di luar Jawa bercerita pada saya bahwa dia dipanggil oleh oknum Jaksa dan diminta untuk memilih ARB. Yang lebih ngeri lagi, dimunculkan isu bahwa SP akan diperiksa Kejaksaan Agung terkait persoalan hukumnya.

Dari kejadian di atas, saya berkesimpulan bahwa untuk menjadi Ketum Golkar minimal ada dua syarat, yaitu: Uang dan restu Istana. ARB dan SP sama-sama kaya dan punya uang. Namun ARB yang memiliki restu Istana. Dan ARB lah yang menang.

Pada Munaslub di Bali tahun 2016, juga terjadi hal yang sama. Ada intervensi pemerintah pada pemilihan Ketum Golkar. Persaingan keras antara Setya Novanto (SN) dengan Ade Komarudin (AK) membuat pemerintah turut cawe-cawe untuk menggolkan jagonya agar terpilih menjadi Ketum Golkar.

SN ketika itu didukung oleh Jokowi. Sedangkan AK didukung JK. Jokowi memerintahkan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk melakukan operasi pemenangan untuk mensukseskan SN. Pemilik suara dikumpulkan dan ditekan agar memilih SN.

LBP pun pernah dipanggil JK. Dan JK bertanya pada LBP. Kenapa mengumpulkan DPD-DPD Golkar dan kenapa terlibat dukung-mendukung. LBP menjawab, ini semua atas perintah presiden.

JK pun tak langsung percaya dengan perkataan LBP tersebut. Pada suatu saat, JK mengkonfirmasi langsung ke Jokowi di Bali. JK bertanya pada Jokowi apakah betul LBP melakukan operasi pemenangan untuk SN atas perintah Pak Presiden.

Jokowi ketika itu menjawab “betul, itu atas perintah saya”. Dan JK pun mundur. Karena dalam etika politik, jika RI-1 dengan R1-2 beda dukungan, maka R1-2 wajib mundur. 

Jadi, jika ada isu terkait intervensi pemerintah terhadap Munas Golkar kali ini. Itu bukan lah hal yang aneh. Walaupun dibantah langsung oleh Jokowi, namun fakta tidak bisa dibantah. Fakta tak bisa berbohong. Dan fakta berbicara apa adanya.

Publik pun tahu. Bahkan dunia pun tahu. Tak perlu dibantah pun, intervensi itu ada dan nyata. Semakin dibantah, semakin kuat kebenaran intervensi pemerintah tersebut terjadi. Jika tak ada intervensi, maka tak perlu dibantah dan diklarifikasi Jokowi. Airlangga menang memang didukung Istana.

Intervensi pemerintah, terhadap setiap Munas Golkar adalah ujian besar independensi dan demokratisasi internal partai Golkar. Golkar sejatinya harus keluar dari bayang-bayang intervensi pemerintah tersebut. Dan harus lebih demokratis dalam menjalankan roda organisasi partai. Jika tidak, partai Golkar hanya akan menjadi partai, yang melanggengkan intervensi dan oligarki.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

iyaa dari lama ngikutin berita Golkar, udah kayak drama :(

terkini

Image
News

Dua Pelajar Tewas Terseret Air Bah di Bima

Seluruh k.rban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,

Image
News

Penerapan PPKM Kota Mojokerto Efektif Tekan COVID-19

Mojokerto menjadi kota yang tidak termasuk dalam daftar kabupaten kota yang ikut perpanjangan PPKM jilid dua

Image
News

Pasien COVID-19 Sembuh di Sulawesi Tenggara Mencapai 7.720 Orang

Kasus sembuh hari ini tercatat lebih banyak dari kasus baru

Image
News

Polri Sebut Tidak Ada Jenderal yang Menganggur

Brigjen Rusdi Hartono menegaskan bahwa tidak ada istilahnya perwira menganggur di kepolisian.

Image
News

Hamdan Zoelva: Bawaslu Berhak Mendiskualifikasi Paslon yang Terbukti Lakukan Pelanggaran TSM

Paslon Nomor Urut 03 Eva Dwiana-Deddy Amarullah didiskualifikasi karena menyalahgunakan dana bansos Covid.

Image
News

Kasus Positif COVID-19 di Bali Bertambah 542 Orang

Angka ini sekaligus sebagai rekor harian tertinggi, terhitung sejak kasus pertama Maret 2020

Image
News

Kasus Positif COVID-19 di Kalimantan Timur Bertambah 557 Orang

Tambahan kasus aktif didominasi tiga wilayah yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Bontang

Image
News

Pesepeda di Tanjung Duren Dibegal, Samsung S10 Raib

Seorang pesepeda di Jalan Latumenten, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (25/1/2021) malam menjadi korban begal.

Image
News

Warga Lebak Diimbau Waspadai Potensi Bencana Alam

BPBD Lebak terus menyampaikan peringatan kewaspadaan bencana longsor dan banjir akibat cuaca buruk tersebut

Image
News

Bupati Bogor Gandeng Pemuka Agama Yakinkan Kehalalan Vaksin COVID-19

Ade Yasin meyakinkan kehalalan vaksin COVID-19 kepada para calon penerima vaksin dengan cara menggandeng para pemuka agama

terpopuler

  1. Istri Diopname, Suami Diam-diam Sisipkan Rp50 Juta di Dompetnya untuk Pesan Makan

  2. Bikin Ngakak! Humor Gus Dur tentang Teroris Bukan Mati Syahid, Tapi Mati Sakit

  3. Bocoran Formasi CPNS 2021 Bagi Lulusan SMA/SMK, Cek Persyaratan Lengkapnya!

  4. Google Peringatkan Pengguna Gmail untuk Terima Persyaratan Baru

  5. Koordinator Wisma Atlet: Jumlah Pasien yang Masuk Tiap Hari Rata-rata 400 Orang

  6. Fotonya Disandingkan dengan Gorila dalam Bahasan Vaksin, Natalius Pigai: Ayo Hapuskan Bentuk Rasisme!

  7. Luas 5 Lahan TPU Covid-19 yang Dibeli Anies Baswedan Capai 3,3 Hektare

  8. Usai Daftar Seleksi Anggota TNI AL, Rizky Tewas Kecelakaan di Tambora

  9. Ada 'Taliban' di KPK, Alexander Marwata: Mungkin Maksudnya 'Militan' Berantas Korupsi

  10. Kisah Abu Nawas Paling Bikin Kagum; Sebuah Tebakan Jitu

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot