image
Login / Sign Up

Pemuda Muhammadiyah Sebut Wacana Amandemen Terbatas UUD 1945 Mubazir

Kosim Rahman

Image

Sunanto Ketua Pemuda Muhamadiyah dan Adung Abdul Rochman Sekjen GP Ansor menjadi pembicara diskusi di Jakarta, Kamis (10/1/2019). Diskusi ini mengangkat tema Hoaks dan Perubahan Konstelasi Perpolitikan Nasional.  | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai amendemen terbatas terhadap Undang-Undang Dasar 1945 khususnya yang berkaitan dengan masa jabatan presiden merupakan sesuatu yang mubazir karena demokrasi saat ini sudah berjalan bagus.

"Menurut kami, sampai saat ini terlalu mubazir ya, bahwa demokrasi kita sudah bagus, sudah sesuai dengan mekanisme. Kalau mau melakukan ada perubahan, berarti ada sesuatu kejadian yang di luar narasi kebangsaan yang kita ingin bangun," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (2/12/2019).

Pria yang akrab disapa Cak Nanto mengatakan hal itu kepada wartawan usai penutupan Liga Sepak Bola Hizbul Wathon (HW) 2019 Nasional Zona 2 Jawa Tengah di Lapangan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.

baca juga:

Menurut dia, demokrasi di Indonesia saat sekarang sudah berjalan bagus dan wacana untuk melakukan perubahan atau amendemen terbatas terhadap UUD 1945 itu hanya karena keinginan kekuasaan saja.

Ia mengatakan jika hal itu yang dikehendaki, bangsa Indonesia tidak akan pernah maju atau berjalan di tempat dan hanya memikirkan elektoral, tidak pernah memikirkan substansi demokrasi tentang kesejahteraan maupun kemajuan bangsa.

"Kalau kita selalu berpikir tentang amendemen, tentang perubahan, itu saja yang kita pikirkan maka kita hanya memikirkan kekuasaan saja, tidak pernah memikirkan kemajuan bangsa kita. Saya kira, jika ada perubahan itu, biarkan waktu yang menilai sesuai dengan proses dan keinginan atau kehendak rakyat, tidak dikehendaki oleh partai atau golongan saja," katanya.

Menurut dia, bangsa Indonesia pernah dipimpin oleh seorang pemimpin selama 32 tahun sehingga ketika masa jabatan presiden yang semula dua periode menjadi tiga periode, apakah ada kemungkinan yang bersangkutan hanya tiga periode.

"Kita sudah pernah 32 tahun dipimpin oleh satu pemimpin saja, nanti dengan cara demokrasi, bisa saja besok akan dilakukan perubahan lagi," tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, berikan kepastian bahwa pemimpin bangsa saat ini dua periode atau ada usulan satu periode tapi waktunya diperpanjang.

Ia mengatakan apa yang berjalan selama ini sudah cukup bagus karena yang penting dalam proses demokrasi, jangan selalu mencari kambing hitam dan jangan selalu menyalahkan rakyatnya

"Kalau mau diubah, saya kira semua aturan main harus diubah, peraturan partai politiknya, peraturan perundang-undangannya. Jangan (sampai) peraturan perundang-undangannya diubah, (tapi) peraturan partai politiknya tidak pernah diubah, maka nonsense (omong kosong) perubahan bangsa terhadap demokrasi," katanya.

Sementara itu, Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho mengatakan masa jabatan presiden selama dua periode sudah sangat ideal.

"Sesuai dengan teori kekuasaan, bahwa semakin lama orang berkuasa, maka makin cenderung untuk korupsi. Maka kekuasaan itu harus dibatasi," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Bamsoet Akan Mengakomodir KPK Masuk UUD 1945

Image

News

Amandemen UUD 1945

CSIS Sebut Wacana Amandemen UUD 1945 Kontradiktif dengan Sistem Presidensil

Image

News

CSIS Apresiasi Sikap Jokowi Tolak Amandemen UUD 1945

Image

News

Tolak Amandemen UUD 1945, Golkar Apresiasi Sikap Jokowi

Image

News

Idris Laena Apresiasi Jokowi Sepaham dengan Golkar Terkait Amendemen UUD 1945

Image

News

Amandemen UUD 1945

Soal Amandemen UUD 1945, Politikus PKS: Isu Strategis yang Layak Dibahas Adalah GBHN

Image

News

PKS Siap Jalankan Wejangan Muhammadiyah

Image

News

Majelis Taklim Wajib Terdaftar, Sohibul: Ini Mengingatkan Kita Pada Zaman Orde Baru, Fenomenanya Seperti Itu

Image

News

Amandemen UUD 1945

Pengamat Sebut Politikus yang Usul Jabatan Presiden 3 Periode Bertujuan Menjerumuskan Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Lima Kecamatan di Jember Diterjang Angin Kencang dan Longsor

Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diterjang hujan disertai angin kencang dan tanah longsor pada Senin sore

Image
News

Pengamat: Nota Kesepahaman Soal Pembenahan Angkutan Perkotaan Langkah Awal yang Baik

Nota Kesepahaman antara Direktoral Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan dengan 5 Provinsi langkah awal yang baik

Image
News

Prodia HFF Ajak Milenial Terapkan Gaya Hidup Sehat

Mengusung tema Back to 90’s, dalam acara ini milenial dapat berpartisipasi dan menyaksikan SKJ Competition.

Image
News

Gubernur Bali: Perubahan Struktur OPD Sudah Diperhitungkan dengan Cermat

perubahan struktur organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemprov setempat dan rencana kebijakan pemangkasan eselon

Image
News

Menteri Bambang Siap Alokasikan Anggaran Rp15 Triliun untuk Hilirisasi Riset

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan Kementerian Riset dan Teknologi mengalokasikan anggaran Rp15 triliun

Image
News

Diduga Gelapkan Uang, Developer dan Kontraktor T Plaza Apartemen Dilaporkan ke Polda

dari total 180 korban itu rata-rata sudah 60-70 persen uang masuk ke developer sebagai pengembang

Image
News

Pengamat Bicara Lima Prinsip Dasar Reformasi Angkutan Umum Perkotaan

prinsip reformasi tata kelola angkutan umum diperlukan integrasi tidak hanya sebatas integrasi moda angkutan tapi juga pelayanan dan sistem

Image
News

Penegak Hukum Diminta Berantas Mafia Narkoba di Sidrap

Kita juga masih mendalami jaringan-jaringan dan asal muasal barang haram ini.

Image
News

Dua Macam Duduk dalam Salat: Hukum dan Ketentuannya

Gerakan duduk dalam salat dibagi menjadi dua yaitu duduk iftirasy dan duduk tawaruk.

Image
News

Sosok Mayat Diduga Dimangsa Buaya Ditemukan Warga di Banyuasin

Mayat seorang laki-laki dalam kondisi tidak utuh di duga dimangsa buaya ditemukan warga setempat di Sungai Bangke, Taman Nasional Sembilang

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Jokowi: Mau Masuk Perguruan Tinggi, Mentang-mentang Bapaknya Pejabat, Nggak Pakai Aturan Main Langsung Diterima, Itu Nggak Boleh

  2. Rocky Gerung Diancam Dipolisikan, Rachland Nashidik: Saya Ingatkan Pada Kawan-kawan PDIP, Roda Berputar

  3. Tinjau Latihan Pomal hingga Dampingi Menhan Prabowo, 10 Potret Gagah KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji saat Jalankan Tugas

  4. Erick Thohir jadi Tukang Bakso, ini 10 Potret Seru Menteri Jokowi Main Drama #PrestasiTanpaKorupsi

  5. Anggota DPRD DKI Sepakat Laporkan Anthony ke BK, Uki: Hapus Aja Fungsi Budgeting Sekalian

  6. 10 Adu Gaya Seleb saat Hadiri Pernikahan Rezky Adhitya dan Citra Kirana, Hits Abis!

  7. Saat Masih Menikah, Angel Lelga Sebut Vicky Prasetyo Pernah ke Panti Pijat Plus-plus

  8. Hadiri Pernikahan Citra Kirana, Andi Arsyl Malah Ditagih Hal Ini oleh Warganet

  9. Mengaku sebagai Lesbian di Ajang Miss Universe, 5 Fakta Menarik Miss Myanmar Swe Zin Htet

  10. Usai Jabat Kapolrestabes Makassar, Yudiawan Temui Pimpinan FPI

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Relasi Pemilu dengan Kinerja Elit Politik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Image
Siswanto Rusdi

Arah Bisnis Pelayaran Nasional

Image
Achsanul Qosasi

Beban Berat BUMN Perbankan

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

Harta Kekayaan Mencapai Rp78 Miliar, 5 Fakta Menarik Royke Tumilaar Bos Baru Bank Mandiri

Image
News

Tinjau Latihan Pomal hingga Dampingi Menhan Prabowo, 10 Potret Gagah KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji saat Jalankan Tugas

Image
News

Bukti Cinta Indonesia, ini Potret Anggun 7 Istri Menteri Pakai Kebaya