image
Login / Sign Up

Dua Anggota DPRD Yogya Mangkir Panggilan KPK

Oktaviani

Image

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut aliran dana kasus suap terkait lelang proyek pada dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta dari pihak eksekutif ke legislatif.

Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, pengusutan itu dilakukan melalui proses pemeriksaan dari anggota DPRD Yogyakarta Fraksi PPP Hasan Wigdado Nugroho.

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan aliran dana dari pihak eksekutif ke legislatif," kata Yuyuk, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/12/2019).

Lebih lanjut, Yuyuk mengungkapkan, pihaknya mencatat terdapat dua orang yang mangkir dari pemeriksaan. Keduanya ialah anggota DPRD Yogyakarta Emanuel Ardi Prasetya, dan mantan anggota DPRD Yogyakarta Febri Agung Herlambang.

"Penyidik belum memperoleh alasan ketidakhadirannya," ucap Yuyuk.

Dalam kasus tersebut, KPK tengah menelusuri aliran dana yang masuk ke kantong pihak lain. Komisi antirasuah itu menduga, aliran dana suap tersebut turut masuk ke kantong seorang pejabat daerah.

Pada perkara itu, KPK berhasil menjerat dua jaksa sebagai tersangka. Keduanya adalah Eka Safitra yang merupakan jaksa di Kejari Yogyakarta dan Satriawan Sulaksono jaksa di Kejari Surakarta. Tak hanya itu, bahkan KPK juga menjerat Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram), Gabriella Yuan Ana sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dalam kasusnya KPK menduga, Satriawan telah bertindak untuk mengenalkan salah satu pengusaha yang akan mengikuti tender proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Yogyakarta yakni Gabriella kepada Eka, yang juga merupakan anggota Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Diduga, keduanya telah mengatur proses pemenangan tender proyek dengan pagu senilai Rp10,89 miliar itu untuk dimenangkan oleh salah satu perusahaan milik Gabriella. Adapun perusahaan yang dimenangkan yakni PT Widoro Kandang (WK). Saat itu disepakti kontrak kerja dengan nilai sebesar Rp8,3 miliar.

KPK menduga, Eka meminta jatah sebesar 5% dari nilai proyek tersebut. Adapun peneyerahan uang dilakukan sebanyak tiga kali. Pada pemberian pertama sebesar Rp10 juta diserahkan pada 16 April 2019.

Kemudian pada 15 Juni 2019 terjadi pemberian kedua dengan nilai Rp100 juta. Diduga uang tersebut merupakan realisasi 1,5% dari total komitmen fee secara keseluruhan.

Pada pemberian ketiga terjadi pada 19 Agustus 2019, dengan nilai sebesar Rp110 juta atau 1,5% dari nilai proyek yang juga bagian dari tahapan memenuhi realisasi komitmen fee secara keseluruhan. Jika ditotal pemberian sebanyak tiga kali itu, Eka telah menerima uang sebesar Rp211 juta.

Sedangkan sisa fee sebeaar 2% direncanakan akan diberikan setelah pencairan uang muka pada minggu keempat bulan Agustus 2019.

KPK menyangkakan kedua jaksa yang diduga sebagai pihak penerima dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Gabriella Yuan Ana yang diduga sebagai pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. []

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Alasan Sakit, Mantan Bupati Bogor Batal Diperiksa KPK

Image

News

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Saut: Itu Cerita Lama yang Selalu ada!

Image

News

Menkopolhukam Sebut Dewan Pengawas KPK Dipilih oleh Tim Seleksi

Image

News

Saut Minta Perkembangan Kasus Novel Disampaikan ke Publik

Image

News

Emrus: Hukuman Mati Koruptor Jangan Sekedar Wacana

Image

News

Rencana Koruptor Dihukum Mati, Saut Situmorang: Cerita Lama yang Selalu Ada

Image

News

Jika Terindikasi Korupsi, KPK Siap Ambil Alih Kasus Penyelundupan Moge di Maskapai Garuda Indonesia

Image

News

KPK Sambut Baik Temuan Investigasi Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

Image

News

Mabes Polri Klaim Tidak Ada yang Ditutupi Soal Kasus Novel Baswedan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Alasan Sakit, Mantan Bupati Bogor Batal Diperiksa KPK

Akan dijadwal ulang.

Image
News

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Saut: Itu Cerita Lama yang Selalu ada!

Ya sebenarnya itu cerita lama ya yang selalu ada

Image
News

BNPT: Jangan Menstigma Tata Cara Berpakaian dengan Radikalisme

Jangan menstigma tata cara berpakaian dengan radikalisme

Image
News

Setelah Ketemu Elite Partai Pendukung dan Oposisi serta Muhammadiyah, PKS Temui Persekutuan Gereja Sore Ini

Mustafa menyebut PKS memiliki sebuah keyakinan bahwa tercapainya cita-cita nasional.

Image
News

Menkopolhukam Sebut Dewan Pengawas KPK Dipilih oleh Tim Seleksi

Mungkin periode berikutnya baru pakai Tim Seleksi.

Image
News

Saut Minta Perkembangan Kasus Novel Disampaikan ke Publik

Ya memang harus dilaporkan ke publik ya apapun hasilnya

Image
News

Polisi Tangkap Tiga Pengedar Ganja di Teluk Wondama

Dari penuturan tersangka, barang bukti itu didatangkan dari Jayapura, Papua, dan hendak dipasarkan di Teluk Wondama,

Image
News

Gerindra Dukung Jokowi Hukum Mati Koruptor

Kita apresiasi pernyataan Presiden walaupun mungkin untuk hukuman mati itu perlu ditimbang

Image
News

Menpan RB: SKB 11 Untuk Melindungi ASN dari Bahaya Ideologi Ekstrim

SKB ini untuk melindungi ASN dari bahaya terpapar ideologi ekstrim yang bisa mengancam integritas nasional,

Image
News

Pangdam I/BB Minta Prajurit Yorif Raider 100/PS Tingkat Kemampuan

Prajurit Yonif Raider 100/Prajurit Setia harus siap digerakkan kapan pun dan di mana pun secara cepat, tepat, senyap guna mendekati,

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Terkena Pukulan Usai Bel, Atlet Indonesia Ditandu Keluar Ring

  2. Angel Lelga Ungkap Zaskia Gotik Pernah Nangis Ketakutan Tak Mau Ketemu Vicky Prasetyo

  3. Bikin Pangling, ini 8 Potret Menteri Kabinet Indonesia Maju Saat Muda

  4. Dipolisikan Politisi PDIP, Habiburokhman: Saya Orang Lampung Asli Siap Bela Rocky Gerung

  5. Ini Tweet Andi Arief yang Membuat Henry Yoso Berang

  6. Shafa Harris Senang Diajak Bastian Steel ke Acara Perayaan Natal

  7. PNS Libur dari Jumat, Menpan RB: Jangan Kebanyakan, Sabtu Minggu Sudah Cukup

  8. Polisi Tolak Laporan Politisi PDIP, Benny Harman: Salut, Bukti Polri Patuh pada Hukum dan Tolak Jadi Alat Gebuk

  9. Sujiwo Tejo Terkejut Lihat Followers Instagram Agnez Mo Pasca Sebut Tak Berdarah Indonesia

  10. Pelaku Membunuh Wanita di Kamar Kost Diduga Karena Terlibat Masalah Percintaan

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Relasi Pemilu dengan Kinerja Elit Politik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Image
Siswanto Rusdi

Arah Bisnis Pelayaran Nasional

Image
Achsanul Qosasi

Beban Berat BUMN Perbankan

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

Jualan Mi Ayam hingga Tak Lagi Jadi CEO, Ini 7 Fakta Menarik Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak

Image
News

Makan Soto hingga Ngobrol Bareng Juru Parkir, 6 Potret Gibran Rakabuming Blusukan di Pasar

Image
Ekonomi

5 Tips Ampuh Pasarkan Produk ala Pendiri Startup Fashion Choosy, Jessie Zeng