image
Login / Sign Up
Image

Mujamin Jassin

Pemerhati Politik

Genesis Feodal Hantui Pembaruan Golkar

Munas Golkar

Image

Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto memberikan kata sambutan dalam pembukaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019). Rapimnas ini rencananya untuk membicarakan persiapan musyawarah nasional 2019 di awal bulan Desember. Selain itu, rapimnas ini juga akan membahas Pilkada 2020. Tema Rapimnas Golkar ini 'Golkar Solid, Pemerintahan Stabil dan Indonesia Maju'.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sebetulnya tak ada yang istimewa, seperti biasa saja pada Munas-Munas Organisasi Sosial Politik (ORSOSPOL) pada umumnya. Bahwa pergantian peranti kepemimpinan suatu hal yang sangat wajar dan normal. Karena Munas, Kongres, Muktamar atau apapun namanya sudah menjadi tradisi dalam kultur periodeisasi kepemimpinan organisasi. Dalam hukum politik rezim, peralihan estafet kekuasaan atau fase transisi lazim terjadi.

Hanya saja, bedanya, dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke X partai Golongan Karya (Golkar) terasa istimewa. Akibat tampak berlangsungnya pertarungan keras antar kelompok baru yang menegasikan dirinya sebagai “gerbong modern” melawan (berhadap-hadapan) dengan kelompok lama yang memiliki “genesis feodalistik”.

Ihwal persinggungan poros baru yang klaim menjamin pembawa “agenda pembarauan” versus kelompok lama yang menggunakan laku feodalistik dalam mengelola partai membuat momentum Munas partai Golkar yang akan berlangsung pada awal Desember 2019 mendatang, menjadi sangat dramatis dan kehidupan politik internalnya mengalami dinamika pesat.

baca juga:

“Kroni” lama yang memraktekkan laku Feodal karena lebih menginginkan kontestasi Munas merupakan tonggak legislasi keberlanjutan dari rezimnya. Sementara kelompok baru hadir ingin menata, dan merestorasi sistem partai yang sudah usang.

Artinya disini, kepayahan feodalistik, alarm peringatan yang harus dibunyikan. Alasannya, karena bertentangan dengan alam demokrasi yang tengah tumbuh baik saat ini. Selain itu, kita ingin melihat pertengkaran Munas yang jernih dalam konteks kehidupan politik modern. Sebab genesis foedal adalah ironi bagi orsospol setua partai Golkar, partai yang sempat merajai beberapa jaman ini.

Tetapi, lantas seberapa pedulinya struktural aktif partai, baik yang memiliki hak suara memilih maupun yang tidak berhak memilih di Munas, terhadap resiko rusaknya pilar-pilar partai yang di sebabkan laku feodalistik. Tatkala keutuhan partai sebesar Golkar kembali terancam terbelah, seperti apa resep andal untuk keluar dari genetik negetif feodalistik. Sebab jika lamban merespons keadaan, corak baik partai Golkar bisa berantakan.

Dalam kalender politik Munas partai Golkar, akan berjalan baik, lancar dan tanpa cacat asal tidak menyepelakan efek buruk genesis feodalistik dalam kehidupannya. Politik Munas terhindar dari aib asal kontestasi tidak di bumbui ciri laku politik feodalistik.

Untuk diketahui, seperti apa genesis Feodal yang menghantui itu? Secara umum ciri lakunya mengindikasikan yang kontra produktif, seperti misalnya melabrak aturan (AD-ART) oraganisasi, atau secara tiba-tiba mencabut Serat Keputusan (SK) ketua-ketua DPD, merongrong Munas yang berkebebasan pilihan politik. Membebastugaskan anggota-anggota DPR yang terindikasi relative memiliki keberpihakan, loyalitas politik atau punya ikatan psikologis dengan lawan politiknya, terjadi pembusukan dari dalam internal sehingga sukar dikalkulasi lagi risikonya.

Anatomi Feodalistik

Genesis feodalistik secara konkret dapat di nilai dari pola dan gaya pemimpin dalam memimpin Orsospol. Pemimpin yang bergenesis feodalistik, adalah terutama dia yang semata-mata mementingkan kekuasaan yang berdimensi personal atau gerbongnya.

Typicalnya, kaku, eksklusif, menjauhkan partai dari gerak progresif, jauh dari yang berkaitan erat dengan pengelolaan konstituensi. Bersikukuh, egosi ingin tetap menjadi dalang meski buatnya panggung tidak disiapkan. Menahan status quo selama mungkin, menutup jalan dialog. Karena itu, dia memiliki peluang, punya ruang dan kesempatan untuk memacetkan kemajuan partai. Karena banyak utang komitmen, memengaruhi performa partai sehingga nirprestasi, bila beruntung, itu pun di raih dengan cara outopilot (otomatis) dari partai.

Pemimpin berwatak Feodal tak pernah mewariskan apa-apa, kecuali pengalaman buruk. Keadaan ini yang memancing implosi politik. Seperti membuat eksodusnya tokoh senior-senior partai Golkar ke pertai lain. Tokoh-tokoh partai yang telah malang-merintang bangun partai selama ini. Akibatnya Golkar tak saja sekedar kehilangan arah, tetapi hampir saja bangkrut. Tabiat buruk lain yang melekat dia antikritik, intimidatif menggunakan cara-cara tak lazim untuk menghadang arus perubahan, hal yang membuatnya hobi merawat sumber daya premanisme dalam lingkungan partai yang legal. Preman yang di dandani agar menyerupai atribut partai.

Gaya fodalistik membuat Golkar terkurung, gagal Golkar mere-branding diri. Seolah-seolah partai jadul, tidak populer, akibat pergaulannya yang eksklusif tidak mewakili simbolisme anak muda. Alih-alih Golkar bisa melawati badai, genetik feodalistik justru berhasil menjadikan Golkar partai gurem. Maka jangan heran jika bicara segmentasi politik milenial, Golkar seakan tidak memiliki cara untuk menggaetnya menjadi basis muapun memanfaatkan bonus demografi tersebut.

Resep Munas

Roling elite terkadang sering menjadi cikal-bakal mencelakai partai-partai politik itu sendiri, sirkulasi elite sering membawa orsospol pada situasi krisis yang bukan hanya menyangkut kepemimpinan, melainkan juga menghubungkannya secara total gagasan yang ia bawa.

Tetapi bagaimana resep agar terhindar dari hal tersebut, Munas yang terjadi pada gilirannya menjadi “konflik politik” bermutu tinggi? Bagaimana cara paling andal untuk menghalangi menularnya genetik Feodal dalam partai?

Tantangan yang paling nyata, apakah semua kader Golkar akan menunggu turbulensi, membiarkan, mewariskan dan tertular dari masa ke masa budaya feodalistik? Menerima konsekuensi yakni dunia politik mencibir dan melupakan nama partai Golkar? Atau memastikan pergerakan massif untuk menyelamatkannya.

Selera jaman memang menuntut atau menginginkan kepemimpinan orsospol partai yang dalam definisi tunggal, yakni menghadirkan kepemimpinan modern dan demokratis. Era sekarang adalah era yang ingin memasar bebaskan generasi-generasi pembaharu.

Golkar jika sepakat dengan disiplin modern. Maka seharusnya institusi Golkar selain memadukan dan memperkuat semua aspek dalam kehidupan organisasi. Pun Golkar harus transformasi kepemimpinan yang mewakili semua segmentasi. Saya setuju dengan Djayadi, LSI yang menyatakan bahwa diperlukan cara-cara baru bagi partai yang sudah berdiri sejak 1964 ini. Mendapatkan pemimpin yang punya niat (political will) mengonkritkan agenda modernisasi partai Golkar ke depan. Merehabilitasi kelembagaan internal dan merumuskan political image yang memungkinkan Golkar kembali meroket.

Karena itu, tak ada resep andal kecuali, terhadap kelompok baru, harus di apresiasi usaha dan kemunculannya. Kelompok pembaharu tak boleh minder, harus kompak untuk turun gelanggang.

Lebih dari itu, resep lainnya yang kalah mujarab adalah berkacalah pada sejarah, dan musti ada kemauan kuat, bersama untuk meregenerasi kepemimpinan. Sistemnya dirancang secara orisinal demokrasi modern, dan mendambakan sirkulasi elite yang sehat. Semua kader kembali meninjau arah partai, arah kesesuaian orientasi politik dirinya sendiri. Merancang ide-ide bernas, mendasar dan paling konkret. Maka, dapat dimungkinkan terhindar dari bencana. Happy Munas Partai Golkar..! Tolaklah feodalisme.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Bantah Klaim Petrus Kasihiw, Ketua DPD Golkar Teluk Bintuni Mengaku Belum Terima Surat Tugas dari DPP

Image

News

Ketua Golkar Malut Apresiasi Paket Kebijakan Presiden Jokowi Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19

Image

News

Kenang Ibunda Jokowi, Ace: Beliau Perempuan Tangguh dan Tegar Menghadapi Tekanan Politik Terhadap Presiden

Image

News

Golkar DKI Salurkan Paket Bantuan untuk Para Tenaga Medis di 5 Rumah Sakit

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Misbakhun Ingatkan Pemerintah Tak Obral Surat Utang Saat Corona Merajalela

Image

News

Wabah Corona

Anies Butuh Pendamping, Pemilihan Wagub DKI Jakarta Bakal Digelar di Tengah Ancaman Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Politikus Golkar Minta Oposisi-Koalisi Bersatu dan Fokus Lawan Corona

Image

News

Meski Ditunda Karena Covid-19, Lambert Jimau Optimis Menang Musda Golkar Papua Barat

Image

News

Musda Golkar Malut Pecah Dua Kubu, Alien Mus dan Syukur Mandar Diminta Tempuh Jalur Kompromi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kasus Vina Garut, Pemeran Wanita Divonis Lebih Lama Ketimbang Pemeran Pria

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dikenai hukuman pidana tiga tahun dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara."

Image
News
Wabah Corona

Hebatnya Tommy Si Robot Perawat, Tangani Pasien Corona Tanpa Takut Tertular

Tommy adalah salah satu dari 6 robot yang membantu dokter dan perawat menangani pasien virus corona

Image
News
Wabah Corona

Pemprov DKI Beri Pelayanan Istimewa ke 689 Petugas Medis

Sebanyak 689 tenaga medis baik dokter dan perawat yang bertugas untuk COVID-19 menginap di fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Image
News
Wabah Corona

Komisi III DPR: Pembebasan Napi Tipikor Harus Penuhi Syarat Hukum-Kemanusiaan

Bukan hanya napi koruptor yang memenuhi syarat saja yang akan dibebaskan

Image
News
Wabah Corona

Anies Curhat ke Ma'ruf Amin Soal RS Swasta Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan

“Hampir semua (RS swasta) kalau ketemu kami di Jakarta selalu bilangnya mereka siap untuk handle, tapi jangan telat pembayaran," kata Anies.

Image
News

DPR Terima Rancangan UU Tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2020

Puan menegaskan, DPR bersama Pemerintah bersatu untuk menghadapi Wabah Corona

Image
News

Ketua MPR RI Lantik Empat Anggota Pergantian Antar Waktu

Soal pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), MPR RI memberikan dukungan dan meminta agar penerapannya lebih tegas, disiplin, dan efektif.

Image
News
Wabah Corona

440 Narapidana di Sultra Terima Asimilasi Karena Covid-19

Ini adalah salah satu langkah mencegah penyebaran virus Corona

Image
News
Wabah Corona

Bamsoet Fasilitasi Rapid Test Wartawan Press Room MPR RI

Rapid test ini merupakan lanjutan dari perhatian MPR RI kepada para wartawan.

Image
News

COVID-19 dan Kita

Perang total melawan Covid-19 harus kita menangkan. Agar kita bisa hidup normal kembali.

terpopuler

  1. Sepi Penumpang, Sopir Bus AKAP: Ini Kejadian Paling Parah Melebihi Krisis Moneter

  2. Bagikan Masker Gratis ke Warga Lewat Kelurahan dan RT/RW, Guntur Romli: Anies Belum Merinci Jumlah Masker yang Akan Dibagikan?

  3. Kemenkumham Beri Sanksi Berat Terhadap Jajaran yang Bebaskan Napi Korupsi

  4. Besok, Para Aktivis Datangi PN Jakarta Utara Kawal Sidang Novel Baswedan

  5. Cegah Penyebaran Corona, 5 Fakta Penting Pembebasan 30 Ribu Narapidana oleh Kemenkumham

  6. 6 Hewan Ini Tercatat dalam Sejarah Agama Islam, Ada yang Pernah Selamatkan Nabi Muhammad

  7. 5 Spanduk Unik Portal Lockdown Kampung di Yogyakarta, Menggelitik Tapi Asyik

  8. Langgar Maklumat Kapolri, Kapolsek Kembangan Diproses Divisi Propam

  9. 10 Penguasa ini Masuk Daftar Raja Termiskin di Dunia, Ada yang Kekayaannya Hanya Rp8,3 M!

  10. Ini Prediksi Guru Besar UGM Soal Akhir 'Perjalanan' Covid-19 di Indonesia

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya

Image
News

10 Potret Menteri Luhut Binsar Pandjaitan Bersama Keluarga, Hangat di Berbagai Kesempatan

Image
Hiburan

Mundur dari OVJ, 6 Fakta Menarik Azis Gagap yang Ingin Fokus Mengurus Pondok Pesantren