image
Login / Sign Up

Novel Bamukmin Tanggapi SETARA Institute Minta MUI Tak Keluarkan Fatwa Soal Sukmawati

Muslimin

Image

Seksi Humas dan Media Center Presidium Alumni 212, Habib Novel Bamukmin | AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Hasan Bamukmin tidak heran dengan komentar SETARA Institute yang menyebutkan bahwa pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sokarno tidak menistakan agama. Bahkan SETARA Institute meminta MUI Pusat untuk tidak mengeluarkan fatwa soal kasus Sukmawati.

Menurut Novel SETARA Institute merupakan LSM yang diduga kuat berpaham Sekulerisme, Pluranisme, dan Liberalisme yang telah dinyatakan haram oleh MUI.

"Yang paham itu sudah difatwa MUI sebagai paham yang haram dan memang suatu penyakit pemikiran akut sehingga sangat keberatan dengan sikap MUI tentang kasus dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Sukmawati itu," kata Novel saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (25/11/2019).

baca juga:

Novel menuturkan MUI merupakan lembaga resmi memiliki kapasitas dan kredibelitas yang diakui oleh pemerintah. Bahkan MUI didukung oleh Pemerintah sebagai lembaga perwakilan Ulama dari berbagai Ormas Islam di lndonesia.

"Sehingga MUI sangat diperlukan sikap keagamaan atau Fatwanya sebagai rujukan permasalahan yang bersinggungan dengan agama Islam dan juga salah satu saksi Ahli dalam bidang agama Islam ketika persidangan berjalan," ujarnya.

Novel pun meminta MUI agar tidak keliru dalam menerima permintaan maaf Sukmawati atas kasus dugaan penistaan agama. Pasalnya, Novel menganggap, MUI telah keliru menerima permintaan maaf Sukmawati terkait kasus dugaan penghinaan terhadap cadar dan azan.

"Sehingga sikap MUI yang keliru itu dijadikan kembali oleh Sukmawati untuk mengulangi untuk kembali melakukan dugaan penghinaan terhadap agama dengan membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno serta membandingkan Alqur'an dengan Pancasila," tandasnya.

Selain itu, Novel menilai SETARA Institute gagal pahal soal kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut kesalahan MUI.

Menurut Novel, apabila mengacu pada fakta hukum bahwa Ahok memiliki niat menistakan agama.

"Kalau berbicara fakta hukum mengacu pada yurisprudensi kasus Ahok itu sendiri yang sama dengan pengulangan kasus yang berkali-kali dan menjadi bukti ada niat (mens rea). Dalam konteks pun juga bisa mengacu pada kasus Arswendo yg sama juga membandingkan para tokoh dengan Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

"Dan keduanya sudah divonis bersalah yang dijerat pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara namun khusus ahok hanya divonis 2 tahun penjara yang saya pribadi masih meragukan ahok dipenjara atau tidak," pungkasnya.

Sebelumnya,  Direktur Riset SETARA Institute Halili mengatakan Majelis Ulama Indonesia tidak perlu mengeluarkan Fatwa atas dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati.

Menurut Halili pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno tidak termasuk penodaan agama.

"Saya kira MUI tidak perlu mengeluarkan fatwa apapun (soal kasus Sukmawati)," kata Halili di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).

Halili menuturkan, jangan sampai kasus dugaan penodaan agama Sukmawati itu mengulangi kembali kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia menilai, fatwa yang dikeluarkan MUI dalam kasus Ahok merupakan sebuah kesalahan. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

MUI Keluarkan Fatwa Soal Fungsi Masjid Pascapenggusuran Tamansari, Ini Kata Wali Kota Bandung

Image

Gaya Hidup

Beberapa Restoran Tak Bolehkan Pelanggan Bawa Kue Tak Berlogo Halal, Ini Penjelasan MUI

Image

News

Novel Bamukmin Pecah Konsentrasi Peserta Demonstrasi di Balai Kota Jakarta

Image

News

Novel Bamukmin Sebut Demo Dewi Tanjung Cs Turunkan Anies Beraroma Politik

Image

News

Bos Pesawat Boeing Dipecat, Terima Kompensasi Rp800 Miliar

Image

News

Polemik Banjir Jabodetabek, Pakar Hidrodinamika Nilai Kebijakan Naturalisasi Sungai Sudah Tepat

Image

News

Nadirsyah Hosen: Wafatnya Prof Dr KH Yunahar Ilyas Mengubah Peta Politik di Internal MUI

Image

News

Ungkapan Belasungkawa Mahfud MD Atas Wafatnya Yunahar Ilyas

Image

News

MUI Banten: Kerap Bersinergi Dengan Tokoh Agama, Kapolda Tomsi Harus Jadi Role Model

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kikis Benih Radikalisme dengan Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Kearifan Lokal

mahasiswa sebagai kaum intelektual muda dan agen perubahan sudah seharusnya membawa perubahan yang baik bagi bangsa Indonesia

Image
News

Ayat dan Hadis yang Menjadi Dalil Pengharaman Narkoba

Narkoba yang merupakan akronim dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masa depan bangsa

Image
News

Makna di Balik Tumbuhnya Uban dalam Pandangan Islam

Di dalam riwayat lain Rasulullah saw bersabda, "Berubahnya rambut seorang muslim merupakan cahaya baginya." (HR. Tirmidzi)

Image
News

Doa yang Diajarkan Rasul Agar Mampu Ikhlas dalam Segala Amal

Ibnu Qayyim menggambarakan ikhlas sebagai ruh atau nyawa sementara amal perbuatan yang baik adalah jasadnya.

Image
News

Tinjau Persiapan PON 2020 Papua, Menko PMK: Progresnya Bagus

Secara umum progresnya bagus sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh PB PON maupun dari pemerintah pusat

Image
News

Virus Corona Diduga Berasal dari Sup Kelelawar

Pemerintah China telah mengimbau warga untuk berhenti mengonsumsi kelelawar dan hewan liar, tetapi tampaknya praktik itu masih berlangsung.

Image
News

Bentuk Tiga Satuan Baru, Panglima TNI: Masih dalam Proses Pembangunan Sarana-Prasarana

Tiga satuan baru tersebut, yakni Koopssus TNI, Kogabwilhan TNI dan Pusinfomar TNI

Image
News

Petisi Desak Jokowi Copot Yasonna Laoly Sebagai Menkumham Sudah Ditandatangani Seribu Lebih Orang

Ini dikarenakan, dari pengakuan pihak imigrasi Harun Masiku sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari lalu.

Image
News

Layangkan Tagar #SelamatkanTVRI, Abdillah Toha: Angkat Kembali Helmy Yahya

Idy Muzayyad menilai Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia (TVRI) telah melakukan kemunduran dengan memberhentikan Helmy Yahya

Image
News

Pernah Dipenjara dengan Kasus yang Sama, Kali Ini Polisi Gadungan Mengaku Jenderal

Pelaku baru selesai menjalani hukumannya di Lapas Pariaman, dan sebelumnya di Lapas Bukittinggi, kini ia kembali terjerat kasus yang sama

terpopuler

  1. Dari Cleaning Service hingga Jadi Artis Terkenal, 5 Fakta Perjalanan Karier Dede Sunandar

  2. Dibuka Lowongan Kerja untuk Tinggal di Irlandia Gratis, Ini Syaratnya

  3. Kronologi Penganiayaan Nenek di Pasar Jogja dan Pengakuan Pelaku yang Tersulut Emosinya

  4. Pembunuh Sadis Pelajar Astrid Aprilia Terungkap, Ternyata Supir Angkot Langganannya

  5. Pelajar Bunuh Begal, Ombudsman: Polisi dan Jaksa Terkesan Buang Badan

  6. Singkirkan Juara Bertahan, Arab Saudi ke Final

  7. Dengan Wajah Babak Belur, Donald "Cowboy" Cerrone Masih Sempatkan Diri Berpesta

  8. Jadi Orang Terkaya Jepang hingga Bantu Jokowi Susun Ibu Kota Baru, ini 6 Fakta Menarik Masayoshi Son

  9. Dari Call Center hingga Jadi Wadirut Garuda, 5 Fakta Perjalanan Karier Dony Oskaria

  10. Tren Selebritas Hijrah Meningkat, ini 4 Kelompok Pengajian Artis Terpopuler di Indonesia

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Negeri Darurat Korupsi

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Iptek

Di Davos, Johnny Plate Paparkan Strategi Komprehensif Dukung Ekosistem Digital

Image
Gaya Hidup

Najwa Shibab Bawa Perpusnas Rangkul Generasi Muda Cinta Literasi

Image
News

Pilih Jadi Seniman daripada Politisi, 5 Fakta Menarik Putri Bungsu Gus Dur Inayah Wahid