Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Sukamawati Soekarno: Pemerintah Harus Militan Lawan Radikalisme

Aricho Hutagalung

Sukamawati Soekarno: Pemerintah Harus Militan Lawan Radikalisme

Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan kepada wartwan di Cikini, Jakarta, Rabu (4/4) | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Anak dari Presiden pertama Indonesia Soekarno, Sukmawati Soekarno Putri menilai paham radikalisme masih menjadi sebuah demam yang terus diperangi. 

Menurut Sukmawati, pemerintah harus dapat lebih militan untuk menghalau kelompok-kelompok berpaham radikal.

"Pemerintah harus militan juga menghadapi kelompok seperti mereka," kata Sukmawati dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' di Gedung Tribrata, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, pemerintah sudah cukup tegas dalam menindak paham serta gerakan radikal di Indonesia. Meski demikian, Sukmawati tetap meminta agar pemerintah menindak merujuk pada pedoman Hak Asasi Manusia (HAM).

"Pemerintah sudah cukup tegas, tapi kita berpedoman dengan HAM, kalau terlalu menekan juga tidak baik. Inilah suasana demokrasi. Kita juga harus memberikan kesempatan kepada mereka selama mereka tidak mengacau," sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Sukmawati sempat berseloroh ihwal sosok yang berjasa terkait kemerdekaan Indonesia. Kepada para peserts diskusi ia bertanya, siapa yang berjasa merebut kemerdekaan : Nabi Muhammad SAW.

Mulanya, Sukmawati bercerita tentang teagedi Perguruan Cikini (Percik) pada 30 November 1957 lalu. Peristiw, tersebut, kata Sukmawati, menjadi awal mula terjadinya terorisme di Indonesia.

"Di dalam perjuangan membangun bangsa dan negara bangsa Indonesia ini. Saya dari kecil umur 6 tahun, saya menjadi saksi hidup mulainya adanya nya terorisme," papar Sukmawati.

Sukmawati bercerita, awalnya Bung Karno diserang oleh kelompok terorisme menggunakan granat. Saat itu, Bung Karno diminta membuka acara bazar di Perguruan Cikini.

"Bung Karno diundang untuk membuka bazar. Bazar sudah siap sedia untuk menyambut presiden datang. Presiden itu turun dari mobil anak-anak sekolah guru dan lain sebagainya begitu turun (ledakan)," jelasnya.

"Mereka itu atau orang yang Islam sempit pikiran yang hanya melihat paling mulia adalah yang mulia nabi Muhammad dan hanya boleh Alquran dan hadis. Lain pengetahuan, Lain ilmu atau apa itu kafir, toghut," sambung Sukmawati.

Sukmawati mengatakan, hingga kekinian kelompok radikal masih tetap eksis. Sebab, kelompok semacam itu kerap memberi cap kafir kepada orang-orang.

"Oh ini loh yang dimaksud pemimpin saya atau bapak saya ya bung Karno, kelompok sempit pikiran yang suka royal dengan kata-kata kafar kafir kafar kafir. Jadi zaman Bung Karno kelompok sempit pikiran itu sudah ada sampai saya nenek-nenek masih ada," kata dia.

"Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno? untuk kemerdekaan Indonesia?," tutup Sukmawati.[]

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

Ekonomi

Lawan Covid-19

Erick Thohir Sesumbar Sebut Inggris Apresiasi Indonesia Berhasil Tekan Dampak Covid-19

Image

Ekonomi

Pemerintah Bakal Kucur Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun

Image

News

Buruh di Jawa Barat Menang, Ridwan Kamil Kirim Surat ke Presiden Tolak UU Cipta Kerja

Image

News

Lawan Covid-19

Soal Raperda Covid-19, Bapemperda DKI: Rakyat Banyak Dituntut, Pemprov Minim Solusi

Image

News

Kyrgyzstan Makin Berkecamuk, Kelompok Oposisi Duduki Gedung Pemerintah dan Klaim Kekuasaan

Image

Ekonomi

Piutang Negara dalam LKPP 2019 Capai Rp358,5 Triliun, Ini Rinciannya

Image

News

MPR RI

Bamsoet: DPD Perlu Jadi Penyeimbang dalam Pelaksanaan Tugas DPR dan Pemerintah

Image

Ekonomi

Ekonom Minta Pemerintah Tingkatkan Realisasi Belanja Bantuan Sosial

Image

News

Beasiswa Senilai Rp22,29 Miliar Dikorupsi, 200 Mahasiswa Aceh Diperiksa Polisi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

11.885 Pemilih Disabilitas Siap Nyoblos di Pilkada Sumbar

Jumlah pemilih disabilitas di Sumatera Barat sebanyak 11.855 jiwa. Hal ini tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang disahkan KPU

Image
News

Fadli Zon: Jangan Sampai Rakyat Kita Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19

Fadli Zon menilai vaksin Covid-19 merupakan bisnis besar.

Image
News

Beredar Spanduk Mendeskreditkan Bawaslu Kepri, Begini Faktanya

Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau didiskreditkan dengan adanya beberapa spanduk yang beredar di kawasan Kota Tanjung Pinang.

Image
News

Kak Seto: Demo Itu Penuh Nuansa Kekerasan

Kak Seto mengatakan, unjuk rasa adalah urusan orang-orang dewasa yang tak perlu melibatkan pelajar.

Image
News

Tiga Anak di Bawah Umur Rampas Ponsel Bocah di Kebayoran Baru

Polisi tangkap remaja berinisial RN (16), MM (16) dan NY (16) karena merampas ponsel milik bocah di Jalan Seha 2, Kebayoran Baru.

Image
News

Kematian 13 Orang setelah Suntik Vaksin Flu di Korsel Bikin Warga Was-was

Setidaknya 13 warga Korea Selatan meninggal setelah disuntik vaksin flu dalam beberapa hari terakhir

Image
News

Denny Siregar: Hargailah, Anies Baswedan Hanya Meneruskan Kinerja Ahok yang Tertunda

Denny Siregar kembali menyindir kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Image
News

CBA Desak DPRD DKI Publikasikan Hasil Rapat APBD-P di Puncak Bogor

DPRD DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI tuntas membahas APBD-P 2020.

Image
News
DPR RI

Peringati Hari Santri, Ketua DPR: Nyalakan Semangat Gotong Royong untuk Indonesia

Semangat ini harus kita kuatkan kembali, yakni kebersamaan menghadapi pandemi Covid-19.

Image
News

Cegah Penularan Covid saat Libur Panjang, Menhub Imbau Operator Transportasi Konsisten Terapkan Prokes Ketat

Kepadatan Kendaraan diprediksikan akan meningkat di tiga tempat yaitu arah jakarta menuju timur, penyebrangan, dan bandara

terpopuler

  1. Rocky Gerung Sebut Pihak Asing Bisa Lihat Presiden Jokowi Penuh dengan Kontradiksi

  2. Profil Lengkap KH Abdullah Syukri Zarkasyi

  3. Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ferdinand Hutahaean Pertanyakan Keberadaan Stafsus Milenial Presiden

  4. 3 Tahun Pimpin DKI, Fahira Idris Puji Anies Sukses Ubah Paradigma Pembangunan

  5. Nita Thalia Blokir Nomor Kontak, Istri Pertama Masih Harapkan Silaturahmi

  6. Tifatul Sembiring Ingatkan Luhut: Zaman Perjuangan Kemerdekaan Dulu Lebih Susah Lagi, Bang!

  7. Begini Kronologis Penganiayaan Anggota Polri di Gajah Mada Jakbar

  8. Kuasa Hukum Vicky Prasetyo Sebut Angel Lelga Tak Bertanggungjawab Atas Laporannya

  9. Tio Pakusadewo Mulai Hijrah, Anak: Kesadaran Papa Sendiri

  10. RSUD Cengkareng Digeruduk Puluhan Warga

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Rocky Gerung, Pernah Jadi Dosen Pembimbing Skripsi Dian Sastro

Image
Ekonomi

Jadi Bos Mandiri, Total Harta Kekayaan Darmawan Junaidi Rp23 Miliar

Image
News

7 Pesona Selmadena Aquilla, Istri Ahmad Baihaqy Rais yang Sukses Jadi Pebisnis