image
Login / Sign Up

Bertemu Para Pimpinan Media Massa, Bamsoet Bahas Amandemen Terbatas UUD NRI 1945

Yudi Permana

Image

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat bertemu para pemimpin redaksi media massa, di Jakarta | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai ditengah disrupsi informasi akibat gejolak media sosial yang begitu dahsyat, siapapun bisa menyampaikan hal apa saja melalui media social. Sehingga masyarakat kadang sulit membedakan mana yang fakta, dan mana yang berita bohong (hoax). Media massa seharusnya bisa menjadi oase menyegarkan bagi masyarakat yang ingin mengetahui kebenaran.

“Sebagai pilar ke-empat demokrasi, media massa harus tetap menjaga marwahnya sebagai penyaji informasi yang valid dan informatif. Namun demikian bukan berarti media massa tak menghadapi tantangan. Penyajian informasi di media sosial yang kadangkala menggunakan narasi bombastis yang keakuratannya belum tentu terjamin, terkadang justru malah menarik bagi public,” kata Bamsoet saat bertemu para pemimpin redaksi media massa, di Jakarta, Kamis (7/11/19).

Menurut dia, media massa punya pekerjaan rumah tak ringan untuk mengembalikan minat public dalam mendapatkan informasi yang sudah teruji check and recheck dan validasi kebenarannya.

baca juga:

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, para wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Basarah (F-PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (F-Gerindra), Jazilul Fawaid (F-PKB), Sjarifuddin Hasan (F-Demokrat), Hidayat Nur Wahid (F-PKS), dan Asrul Sani (F-PPP).

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan, setelah silaturahim dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Pimpinan MPR RI menilai silaturahim dengan pemimpin redaksi media massa merupakan hal yang tak kalah pentingnya.

"Tulisan pemberitaan dalam media massa tak ubahnya seperti tenaga nuklir. Jika digunakan secara tepat, bisa menghasilkan energi yang bisa menerangi. Jika tidak, justru bisa membuat ledakan maha dahsyat yang merugikan banyak orang,” ujarnya.

Karenanya, sangat penting bagi media massa untuk membuat berita secara utuh, tajam, dan selalu mengedepankan prinsip cover both side. Karena publik berhak mendapatkan informasi valid, bukan hanya sekadar informasi bombastis," sambung politisi yang akrab disapa Bamsoet. 


Ketua MPR RI Bambang Soesatyo . ISTIMEWA

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menerangkan dalam menyikapi usulan perubahan terbatas Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945, untuk menghadirkan Haluan Negara, MPR RI selain membutuhkan kajian mendalam dengan melibatkan partisipasi masyarakat, juga diperlukan adanya kesesuaian antara penafsiran tekstual (original intent) dengan penafsiran kontekstual (sesuai konteks).

Sehingga, dikatakan dia, ada benang merah yang selalu tersambung dari satu generasi bangsa ke generasi bangsa selanjutnya, terkait latar belakang maupun nilai-nilai yang terkandung dalam setiap perubahan UUD NRI 1945.

"Keterlibatan para akademisi dan pakar hukum ketatanegaraan menjadi sangat penting. Dalam pembentukan Komisi Kajian Ketatanegaraan yang akan membahas secara mendalam tentang rencana perubahan UUD NRI 1945 ini,” ucapnya.  

Pimpinan MPR RI mendorong fraksi-fraksi dan Kelompok DPD untuk mengirimkan perwakilannya, yang bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan ketatanegaraan dengan rekam jejak yang jelas serta kapabilitas diri yang sudah teruji, melainkan juga memahami urgensi nilai-nilai yang terkandung dalam UUD. Sehingga tidak ada benang merah yang terputus.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) ini menambahkan, UUD NRI 1945 bukan hanya jenis norma khusus yang berdiri di puncak piramida normatif, akan tetapi di dalamnya juga termaktub komitmen dan orientasi bangsa Indonesia. Sejak awal perancangan yang dilakukan para pendiri bangsa, maupun saat mengalami empat kali perubahan, selalu ditujukan untuk memberikan panduan arah bangsa dalam mengarungi kehidupan kebangsaan dan menjawab tantangan zaman.

"Di dalamnya ada nafas bangsa Indonesia yang merupakan norma fundamental negara, yang bersumber dari ideologi yang berangkat dari kosmologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila. Dengan dipandu oleh norma dasar itu, kita bercita-cita bangsa Indonesia menjadi bangsa yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

“Sehingga Indonesia menjadi bangsa yang unggul dalam konteks pemikiran, kebudayaan, bahkan peradaban; menjadi bangsa yang berada di garda terdepan, yang derap sejarahnya selalu berada beberapa langkah di depan bangsa-bangsa lain di muka bumi," sambung Bamsoet.

Untuk menuju hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menuturkan, kini mulai ramai kembali usulan agar MPR RI menghadirkan Haluan Negara. Sehingga bangsa Indonesia memiliki peta jalan yang jelas. “Mau dibawa kemana bangsa ini selama dua puluh atau puluhan tahun ke depan, dan apa yang perlu dilakukan dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut,” ucapnya.

"Tanpa adanya peta jalan berupa Haluan Negara, khawatirnya kita seperti sebuah kapal ditengah samudera yang tak memiliki kompas sebagai penunjuk jalan. Terombang-ambing tanpa tahu sedang berada dimana, serta bingung menentukan kemana arah dan tujuan," tambah Bamsoet. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Bamsoet Ajak Perguruan Tinggi Ikut Aktif Terlibat dalam Pembahasan Amendemen Terbatas UUD 1945

Image

News

Ketua MPR Dorong Perdagangan Produk Indonesia ke Eropa Tenggara dan Timur Balkan

Image

News

Munas Golkar

Ujang: Dukungan DPD I Tak Representasikan Kemenangan di Munas Golkar

Image

News

FOTO Pertemuan Ketua MPR Bamsoet dengan Ketua Parlemen Singapura

Image

News

Munas Golkar

Bamsoet Mengaku Telah Didukung 367 DPD Golkar

Image

News

Ketua MPR RI Sebut Ada Tiga Parpol yang Belum Setuju Adanya Amendemen UUD 1945

Image

News

Bamsoet: Amandemen Terbatas dan GBHN Warisan MPR Periode Sebelumnya

Image

News

MPR

Ketua MPR Ingatkan Aparatur Negara Lebih Sungguh-sungguh Sikapi Masalah Intoleransi

Image

News

Pemilihan Aklamasi Ketum Golkar Bisa Hancurkan Partai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Peringatan Hari Anak Sedunia, Ini Harapan untuk Pemimpin Dunia

Mereka juga meminta agar semua anak bisa menikmati air yang bersih dan aman, serta perlindungan untuk anak penyandang disabilitas

Image
News

Faizal Assegaf: BUMN bukan Lembaga Keagamaan, Beri Kesempatan Jokowi Merekrut Ahok

Ahok sudah dihukum sebagai penista agama.

Image
News

Shinzo Abe Pecahkan Rekor Sebagai PM Jepang dengan Masa Jabatan Terlama

Terhitung pada hari Rabu (20/11), Abe telah menjabat selama 2.887 hari, memecahkan rekor Taro Katsura satu abad lalu.

Image
News

Tim Advokasi UU KPK Ajukan Judicial Review ke MK

Judicial review dilakukan untuk menggugat UU No 19 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU No 30 tahun 2002 tentang KPK ke MK

Image
News

Komisi II DPR Dukung Pemekaran Papua Tengah

Kami tidak menginginkan bahwa ada perbedaan-perbedaan timur dan tengah, tengah dan barat, dan seterusnya.

Image
News

Kapolri: Penikam Wiranto dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polretabes Medan Anggota JAD

Densus 88 sudah mengamankan 74 terduga teroris.

Image
News

Polemik Polisi Dilarang Pamer Kemewahan di Media Sosial

Menurut Ibrahim Tompo, kata-kata atau kalimat yang tercantum untuk tidak memamerkan kekayaan tersebut tidak ada dalam kode etik.

Image
News

Aset First Travel Disita Negara, Gayus Lumbuun Sebut Putusan Hakim MA Sudah Sesuai UU

Hakim harus memutus dengan sangat hati-hati.

Image
News

Pengamat: Evaluasi Pilkada Ala Mendagri Perlu Disikapi Secara Ilmiah

"Saya sepakat dengan upaya menteri dalam negeri Tito Karnavian untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan holistik."

Image
News

Tidak Dengarkan Arahan Kapolri, AKBP Asep Darmawan Dimutasi

Pencoptan jabatan AKBP Asep Darmawan dikuatkan dengan keluarnya Surat Telegram Kapolri dengan Nomor: ST/3092/XI/KEP/2019

trending topics

terpopuler

  1. Gusur Bangunan Liar, Pengamat: Anies Baswedan Potensi Ditinggal Pendukung

  2. Beberkan Produk Berbahan Merkuri, Pemilik Singgung Attitude Nikita Mirzani

  3. Erick Tunjuk 5 Deputi dan 1 Sesmen Jadi Direksi BUMN, Ini Susunan Resminya!

  4. Gara-gara Hal Ini, Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan Dunia?

  5. Gusur Warga Sunter, Tengku: Kata Kelompok Seberang Zalimlah, Inilah, Itulah, Kerjanya Fitnah Gubernur Anies, Ngeri 2024 Kah?

  6. Ahok Disebut Tak Langgar Hukum Indonesia, Tengku: Enak Saja Njeplak, Langgar Pasal 156a KUHP Kok Disebutnya Hukum Islam?

  7. Begini Komentar Anies Soal Penggusuran Sunter

  8. Rustam: Jonan Cocok Pimpin PLN, Susi Layak Pimpin Garuda Indonesia

  9. Pemeran Bombom di Sinetron Bidadari, Cecep Reza Meninggal Dunia

  10. Hasilkan Rp60 Juta Per Hektare! Ini 7 Fakta Menarik Bisnis Tanaman Porang

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan

kolom

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Tulisan 2 Praktik Penetapan, Perlindungan dan Penghargaan Justice Collaborator di Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Mengurai Beberapa Masalah Justice Collaborator dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Image
Abdul Aziz SR

Benarkah Bersistem Presidensial?

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Video 'Panitia Hari Kiamat' Viral, 5 Fakta Menarik Ustaz Das'ad Latif

Image
News

7 Potret Bahagia Keluarga Menparekraf Wishnutama Sambut Kelahiran Salima Putri Tama

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek