image
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Inspirasi Hari Pahlawan

Hari Pahlawan

Image

Petugas TNI dari Garnisun I Tetap/Jakarta sedang membersihkan makam di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Kamis (9/11). Jelang peringatan 10 November atau Hari Pahlawan, makam pahlawan Kalibata dibersihkan untuk dipersiapkan sebagai tempat upacara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Tiga hari lagi (10/11/2109), kita akan memperingati hari pahlawan. Hari yang bersejarah dalam memoar perjalanan bangsa. Bangsa ini tak akan ada, tanpa jasa-jasa para pahlawan. Republik ini tak akan terbentuk, tanpa pengorbanan mereka. Dan negara ini tak akan berdiri, tanpa kecintaan mereka terhadap ibu pertiwi. 

Dengan kehebatan, pengorbanan, perjuangan, dan keikhlasan para pahlawan, republik ini masih tegap berdiri. Dan spirit nilai-nilai kepahlawanan, jangan sampai pudar, hilang, dan mati. Karakter para pahlawan yang pemberani, heroik, tulus, ikhlas, berani mati, dan cinta tanah air, harus menjadi pemantik dan inspirasi bagi kita semua. 

Para pahlawan yang sudah berjuang, berdarah-darah, dan gugur di medan perang, akan abadi dan terpatri dalam cinta dan kasih, bagi seluruh anak bangsa di republik ini. Begitu banyak pahlawan, yang menjadi sumber inspirasi dan teladan bagi bangsa ini. 

baca juga:

Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Sutan Sjahril, Haji Agus Salim, HOS. Tjokroaminoto, Hamka, dan semua pahlawan, yang tidak bisa disebutkan satu persatu dalam tulisan ini. Semuanya merupakan tokoh hebat. Semuanya memiliki karakter kuat dan baik. Semuanya menginspirasi. Dan semuanya menjadi teladan. 

Mereka tidak kaya harta. Namun mereka semua kaya ide dan gagasan. Kaya semangat dan optimisme. Kaya pemikiran. Kaya argumentasi. Kaya pengetahuan. Kaya tulisan. Kaya produktivitas. Kaya moralitas. Kaya iman. Dan kaya cinta kasih kepada sesama. Terlebih-lebih kepada bangsa dan negara. 

Namun saat ini terjadi sebaliknya. Para elite politik, tak memiliki jiwa kepahlawanan. Tak memiliki spirit kepahlawanan. Tak memiliki inspirasi kepahlawanan. Tak memiliki karakter kepahlawanan. Dan tak memiliki roh sebagai seorang pahlawan. 

Jiwa, spirit, inspirasi, karakter, dan roh kepahlawanan telah hilang, dari figur-figur dan tokoh-tokoh bangsa saat ini. Para elite politik, yang seharusnya menjadi teladan dan inspirasi bagi anak bangsa yang lain. Namun saat ini, mereka mempertontonkan kemunafikan. Lain di muka, lain pula di belakang. Lain diucapan, lain pula di tindakan. 

Ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Vaclav Havel, mantan presiden Republik Ceko, yang mengatakan “Kita jatuh sakit secara moral karena kita terbiasa mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang kita pikirkan.” Apa yang dilakukan politisi, beda apa yang diucapkan dan dipikirkan dengan apa yang dilakukan. 

Havel juga mengatakan, bahwa “Kita hidup dalam lingkungan moral yang sudah tercemar”. Hidup dalam lingkungan politik yang kotor, rusak, dan menjerumuskan. Hidup dalam lingkungan politik yang korup, destruktif, dan membahayakan. Dan hidup dalam lingkungan politik, yang oligarki dan tumbuh suburnya dinasti politik.

Akhirnya sistem politik menjadi rusak, tatanan berbegara pun jadi hancur. Moralitas hanya jadi jualan, agama jadi dagangan, dan politik diisi oleh orang-orang berkarakter dan bermental jahat dan bejat. Negara diatur dan dikuasai, oleh orang-orang yang bukan ahli dan tidak paham pemerintahan. Sehingga bangsa ini begini-begini saja. Ya, begini-begini saja. Tak ada lompatan besar. Tak ada inovasi besar. Dan tak ada keunggulan besar. 

Bangsa ini miskin keteladanan. Miskin tokoh yang bisa dijadikan panutan. Miskin figur yang bisa dijadikan inspirasi. Miskin elite yang berjiwa pahlawan. Miskin tokoh bangsa, yang berjiwa besar dan bijaksana. Dan miskin tokoh idola dan pemersatu. Minusnya jiwa tokoh yang berjiwa kesaria dan kepahlawanan, membuat bangsa ini tanpa arah.  

Namun, apapun yang terjadi pada bangsa ini. Jelek atau baik. Positif atau negatif. Plus atau minus. Kita harus tetap menumbuhkan jiwa optimisme. Harus menumbuhkan nilai-nilai dan karakter kepahlawanan. Harus memiliki jiwa kepahlawanan. Agar hari ini, esok, dan nanti, kita bisa menjadi suri tauladan.

Bangsa ini butuh kita, sebagai anak bangsa yang berjiwa pahlawan. Yang berjiwa kesatria. Yang berjiwa muda. Yang berjiwa progresif, kreatif, dan inovatif. Yang berjiwa prestatif. Yang berjiwa agung. Yang berjiwa mulia. Yang bisa menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia di masa depan. 

Jika pun republik ini sudah kotor. Jika pun bangsa ini sudah rusak. Jika pun negara ini tak memberikan apa-apa kepada anda. Namun kita harus tetap berpikir positif, optimis, dan produktif. Agar kita bisa menjadi salah satu anak bangsa yang membanggakan. Dan agar kita bisa memberi kontribusi besar terhadap bangsa ini. 

Jika pun republik, bangsa, dan negara ini rusak, karena perilaku elite-elite politik yang banyak bejiwa hipokrit. 

Tetaplah kita, yang harus merubah arah bangsa ini, agar lebih baik ke depan. Orang yang merusak. Kita yang perbaiki. Elite yang menghancurkan. Kita yang bangun. 

Sehingga kita akan menjadi generasi pembangun. Bukan generasi penikmat atau penghancur bangsa. Kita dilahirkan ibu pertiwi ini, untuk mengemban amanah dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Jangan biarkan spirit keteladanan para pahlawan mati. Jangan biarkan inspirasi para pahlawan padam. Dan jangan biarkan nilai-nilai agung dan mulia dari para pahlawan tak dijadikan rujukan.

Pahlawan itu manusia biasa. Tapi mereka manusia-manusia hebat. Manusia-manusia yang membanggakan. Manusia-manusia yang memiliki sejarah mulia. Manusia-manusia yang melegenda. Manusia-manusia yang hidupnya didedikasikan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Bukan kepentingan yang lainnya. Apalagi untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan partainya.

Hidup para pahlawan adalah hidup penuh pejuangan dan heroik. Mereka diciptakan sebagai manusia-manusia pilihan. Sayang dan cita pada sesama, agama, bangsa, dan negara melebihi apapun.  Mereka memiliki hati, pikiran, dan tindakan mulia dan agung. Mereka memilik prinsip, hidup mulia atau mati terhormat. 

Hari pahlawan jangan sekedar diperingati lalu selesai. Hari pahlawan 10 November haruslah menjadi hari yang membanggakan dan membahagiakan bagi kita. Jadikan momentum hari pahlawan untuk memupuk, menumbuhkan, dan menghidupkan karakter dan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap diri kita adalah pahlawan. Paling tidak pahlawan untuk keluarga dan diri kita sendiri. Oleh karena itu, jadikan diri kita berkualitas dan berprestasi. Serta berguna bagi agama, masyarakat, nusa, dan bangsa, agar kita menjadi pahlawan sungguhan. Bukankah begitu! 

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Pengamat Apresiasi Pendekatan Pimpinan MPR ke Parpol untuk Bahas Amandemen Terbatas

Image

News

Peringati Hari Pahlawan, Satgas Yonif R 142 Kenalkan Perjuangan Para Pahlawan Anak-Anak Perbatasan

Image

Gaya Hidup

Hormat Menkes Terawan pada Pahlawan Sektor Kesehatan

Image

News

FOTO Diskusi Empat Pilar MPR Membahas Semangat Hari Pahlawan

Image

Hiburan

Hari Pahlawan

Dita Soedarjo: Jadilah Pahlawan untuk Diri Sendiri

Image

News

Hari Pahlawan

Oded: Pahlawan Masa Kini Harus Mampu Menuai Prestasi di Berbagai Bidang

Image

News

Pengamat: Pujian 'Top' Jokowi ke Airlangga Jangan Bikin Jumawa

Image

News

Pria ini Nekat Nyalakan Kembang Api saat Warga Mengheningkan Cipta di Peringatan Hari Pahlawan

Image

Ekonomi

Hari Pahlawan, Wamenkeu Ungkap Tiga Hal Ini Dapat Diteladani

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Sukmawati Dianggap Salah Pilih Diksi

Semestinya Sukma tak perlu membanding-bandingkan kedua tokoh tersebut, karena berbeda masa dan zamannya

Image
News

Sakit Perut Kronis 70 Hari, Ternyata ada 31 Bola Magnet di Saluran Penis Anak Ini

Puluhan bola magnet itu pun sempat mengendap di dalam kandung kemih hingga tim medis sempat kesulitan untuk mengangkatnya.

Image
News

PKL Pasar Senen Bakal Ditertibkan Awal Desember

"Jadi mulai awal Desember sudah tidak ada lagi baju bekas di situ."

Image
News

LKAB Sebut Perbuatan Sukmawati sebagai Kekhilafan yang Fatal

Semestinya, Sukma lebih berhati-hati lagi untuk menjaga perkataannya

Image
News

BPPTKG Sebut Akumulasi Gas Jadi Pemicu Awan Panas Letusan Pada Gunung Merapi

Sebelum ini, Merapi sempat mengeluarkan awan panas letusan juga. Yakni, pada tanggal 22 September, 14 Oktober, dan 9 November lalu.

Image
News

Sekjen PDIP Minta Aparat Tegas kepada Kelompok yang Paksakan Kehendak

Seluruh komponen bangsa hendaknya menyadari bahwa kultur asli bangsa Indonesia menjalankan ketuhanan dengan meneladani sifat Tuhan.

Image
News

Melihat Keindahan Destinasi Wisata Pantai Bulbul di Tepian Danau Kaldera Toba

Pantai Bulbul memang unik. Walau terletak di Tepian Danau, pantai ini memiliki pasir putih terhampar layaknya pantai di tepian laut.

Image
News

Sekjen PPP Kubu Suharso: 'Mukhtamar Satu' Suatu Keharusan untuk Menyatukan Partai

Saya kira untuk dalam rangka menyatukan PPP, saya kira Muktamar satu itu menjadi satu keharusan.

Image
News

Polisi Berikan Tips Penanganan Pertama Jika Tersiram Soda Api

Soda api adalah bahan kimia berbahaya yang bisa menimbulkan luka dan iritasi jika bersentuhan dengan kulit.

Image
News

Atasi Bencana, BPBD Yogyakarta Targetkan Bangun 'Repeater' 30 Menit

Pembangunan stasiun RPU tersebut sangat penting dilakukan jika seluruh jaringan komunikasi khususnya provider telepon tidak berfungsi

trending topics

terpopuler

  1. Jika Kapolri Tak Usut Kasusnya, Tengku Zul Sarankan Ummat Islam Tak Sholatkan Sukmawati Jika Meninggal

  2. Pemprov DKI Bongkar Bangunan Liar di Sunter, Teddy Gusnaidi: Fadli Zon Gak Baca Puisi 'Tukang Gusur' Lagi?

  3. Makan Lesehan hingga Naik Pesawat kelas Ekonomi, Ini 5 Bukti Kesederhanaan Aamir Khan

  4. Guntur Romli: Tokoh FSPPB yang Menolak Ahok Diduga Terpapar Virus Radikalisme

  5. Penting Diketahui, Ini Gejala Kanker Paru-paru Stadium Awal

  6. Kekasih Dituding Pansos, Kekeyi Bakal Tempuh Jalur Hukum?

  7. Pengamat Nilai Penolakan Ahok Pimpin BUMN Bakal Sia-sia

  8. Tengku Zulkarnain: Mana Bisa Pancasila Dibandingkan dengan Kitab Suci?

  9. Klien Novel Bamukmin Duga Sukmawati Soekarnoputri Hina Nabi Muhammad

  10. Aksi Sadio Mane Bawa Botol Minuman Banjir Komentar Positif, Salut

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek

Image
News

Dari Basket hingga Lari, 8 Gaya AHY saat Berolahraga

Image
News

Tolak BTP Jadi Bos Pertamina, 4 Fakta Menarik Presiden FSPPB Arie Gumilar