image
Login / Sign Up

Kisah Yason Yikwa dan Titus Kogoya, Selamatkan 500 Orang Lebih Kala Rusuh Wamena

Kumoro Damarjati

Pelopor Perdamaian 2019

Image

Yason Yiwa (tengah) dan Titus Kogoya (kanan) saat menerima penghargaan dari Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita di Komplek Candi Prambanan, Sleman, DIY, Rabu (16/10/2019) malam. | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Peristiwa kerusuhan yang menerpa Kota Wamena, Papua Barat, 23 September 2019 meninggalkan duka mendalam seiring jatuhnya puluhan korban jiwa.

Jumlah itu bisa saja berlipatganda jikalau tiada sosok-sosok pahlawan yang sampai rela jadi tameng demi nyawa orang lain.

Adalah Yason Yikwa (52) seorang pendeta, warga jalan Phike, Desa Dokoku, Distrik Kubiki, Jayawijaya dan Titus Kogoya (45), pegawai Pemkab Tolikara, warga Kampung Mawampi, Distrik Wesaput, Jayawijaya.

baca juga:

Keduanya mempertaruhkan hidup masing-masing untuk keselamatan 500 orang lebih yang didominasi warga pendatang.

Yason dan Titus diganjar Pelopor Perdamaian 2019 atas perjuangan mereka.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Komplek Candi Prambanan, Sleman, DIY, Rabu (16/10/2019) malam.

Selepas acara, keduanya sempat membagi kisah masing-masing.

Dimulai dari cerita Yason yang menyelamatkan 500an orang kala demo oleh sekelompok massa berubah pecah jadi aksi anarki di wilayah Pikhe, Distrik Hubikiak, Jayawijaya.

"Orang-orang ini demo, melampiaskan emosi ke ruko-ruko, ke sekolah-sekolah. Ruko, semua dibakar, kemudian pelemparan dan lain-lain," kata Yason.

Situasi benar-benar genting kala itu, menurut Yason. Para perusuh menyasar warga non-Papua yang terjebak di tengah aksi kerusuhan.

Sadar merasa masih saudara, dia dan para anggota jemaat Gereja Baptis Panorama di Phike berinisiatif melancarkan misi penyelamatan.

Bersama warga lokal, para pendatang dijemput dan diarahkan ke tempat yang lebih aman. "Kami berinisiatif menyelamatkan dan mengevakuasi mereka ke Gereja Baptis Panorama Phike.

Sekitar 500 orang lebih, warga non-Papua, pendatang, orang Kristen, Muslim. Jadi, saya luruskan di sini bukan masalah agama, gereja dengan masjid, tapi ini kriminal murni," tegasnya.

Rasa ketakutan menyelimuti para pengungsi sepanjang waktu. Terus begitu sampai hampir setengah hari penuh, dari pukul 09.00 pagi hingga 18.00 sore lewat.

Kian mencekam kala kelompok perusuh tiba-tiba mendatangi Gereja Baptis Panorama, tempat biasa Yason melakukan pelayanan. Mereka meminta para warga yang berlindung di dalamnya untuk keluar.

Di saat itulah Yason pasang badan. Dia keluar dan menemui langsung para perusuh yang kata dia jumlahnya mencapai ratusan kepala. Dirinya tak gentar menghadapi para pelaku kerusuhan yang katanya, beberapa menenteng parang, kayu balok, juga batu.

"Kami arahkan, tidak boleh bikin apa-apa, tidak boleh sentuh (pengungsi). Karena, kalau bikin apa-apa itu lebih baik kamu bunuh saya, baru mereka," imbuh dia mengulang kata-katanya kepada massa anarkis saat itu.

Kata-kata seorang pemuka agama, dalam hal ini pendeta, begitu didengar. Bergeming dan tak bisa menolak, para perusuh ini mengurungkan niatnya barusan.

Masih dengan arahannya, para perusuh pun akhirnya mau diajak bernegosiasi bersama jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri yang turut mengamankan lokasi pengungsian. Dalam hal ini, pihak gereja mengambil peran sebagai mediator atau penengah.

"Ini demi menciptakan kedamaian dan demi pelayanan kemanusiaan," tegasnya.

Di situlah upaya saling dengar antar pihak kemudian berbuah. Para demonstran mulai mau berhenti mengintimidasi dan angkat kaki dari lokasi gereja. Akhirnya, sekitar pukul 20.00 petang, para pengungsi bisa keluar dari pelataran gereja dengan selamat.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati


Kerusuhan di tengah upacara pemakaman kerabat

Terpisah, giliran Titus Kogoya yang merunutkan kronologis penyelamatan 80 warga pendatang oleh dirinya dan saudara-saudaranya. Di mana, pada tanggal 23 September 2019 itu sebenarnya Titus bersama beberapa anggota keluarga lain tengah melangsungkan upacara pemakaman salah seorang kerabat.

"Lalu, kerusuhan ini meledak. Kerusuhannya ini menyebar di tempat kami, sehingga kami lakukan pemakamannya cepat-cepat," katanya.

Bukan tanpa alasan bagi Titus dan keluarga mempercepat prosesi pemakaman. Lantaran, pada waktu itu pula mereka menyadari dan menyaksikan bagaimana warga pendatang lari pontang-panting bersembunyi dari kejaran massa anarkis.

Titus kemudian mengajak beberapa pemuda menebang pohon dan merobohkannya di tengah jalan sebagai palang darurat. Maksudnya, agar tidak ada orang luar yang bisa masuk.

"Aturan adat seperti itu, kalau kita sudah palang di jalan kayu seperti itu, kalau dia langgar berarti kita berhadapan," urainya.

Pada saat para pelaku kerusuhan mulai tertahan, dia lalu meminta para pengungsi mencari tempat persembunyian. Diarahkannya mereka kemudian ke kediamannya. Ada kurang lebih 80 orang berjejal di dalam sana.

Cara pemalangan jalan tadi ternyata terbukti efektif. Sedari pukul 08.00 pagi sampai 15.00 sore tak ada pelaku kerusuhan yang berani menerabas masuk ke wilayah yang sudah dipalang oleh Titus cs. Sampai pada akhirnya mereka meminta bantuan kepolisian guna memindahkan para pengungsi ke tempat lebih aman menggunakan bus.

"Teman-teman, saudara kami yang pendatang itu jangan sampai ditindas, dilukai, kami harus menjaga dan melindungi saudara kami bersama, makanya kami lakukan itu," ucapnya.

Kisah heroik dua warga lokal ini pun akhirnya sampai ke telinga Mensos Agus Gumiwang saat dirinya menyambangi Wamena belum lama ini. Mendengar semua tentang Yason dan Titus, dia langsung berniat menemui keduanya.

"Menurut saya sangat fenomenal, sangat luar biasa. Taruhannya nyawa mereka," tuturnya.

Figur kedua orang itu, lanjut Agus, perlu dipelajari. Khususnya, dari sisi kesetiakawanan sosial masing-masing.

"Saya bisa membayangkan betapa mencekamnya waktu itu. Jadi, pertanyaannya bukan berapa banyak yang mereka lindungi, tapi keterpanggilan Pak Yason dan Pak Titus untuk dia melindungi saudara-saudaranya yang merupakan pendatang," sebutnya.

Terakhir, dirinya memastikan kondisi Wamena sekarang telah mendingin. Para pengungsi, sebagian besar sudah mulai kembali ke tempat masing-masing.

Dia pun meminta pemerintah daerah mau memfasilitasi kepulangan warga yang sampai eksodus akibat peristiwa kerusuhan kemarin.[]

Editor: Sugeng Wahyudi

berita terkait

Image

News

5 Fakta Menarik Gracia Billy Mambrasar, Putra Papua yang Jadi Staf Khusus Presiden

Image

News

Paguyuban Suku di Mimika: Warga Kami Tak Pernah Berbuat Masalah Justru Dibunuh dengan Sadis

Image

News

Peneliti Temukan Puing Pesawat Jepang Perang Dunia II di Selat Namamura, Papua Barat

Image

News

Mantan Kadis PU Pemprov Papua Didakwa Telah Merugikan Negara Hingga Rp40 Miliar Lebih

Image

News

Kepala Kejati Papua Ngaku Dapat Pesan Khusus dari Kejaksaan Agung

Image

News

Komisi II DPR Dukung Pemekaran Papua Tengah

Image

News

Dubes Tegaskan Selandia Baru Hormati Teritorial Indonesia

Image

News

Mahfud MD Sebut Veronica Koman Ingkar Janji Kepada Negara

Image

News

Jelang Ulang Tahun OPM 1 Desember, Warga Papua Diimbau Jangan Terprovokasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Musim Hujan, 40 Sumur Resapan Dibuat di Kantor Pemerintahan Jaksel

40 lokasi sumur resapan dibangun di kantor pemerintahan seperti kantor kelurahan maupun kantor Suku Dinas.

Image
News

Polwan Maluku Utara Yang Terpapar Paham Teroris Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

Pasal 13 uu 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana Terorisme dengan ancaman 3 tahun dan maksimal 12 tahun

Image
News

Tips Mencerahkan Mata sesuai Sunah Nabi

Di antara cara mensyukuri anugerah mata dari Allah adalah merawatnya dengan menggunakan celak.

Image
News

Tjahjo Kumolo: Tak Ada Pemangkasan Gaji Bagi ASN yang Bekerja di Rumah

Tjahjo juga mengatakan ASN nantinya tidak terpaku pada jam kerja. Menurut Tjahjo, yang terpenting, ASN yang bisa memenuhi kinerjanya

Image
News

Yang Sebenarnya Terjadi di Balik Penolakan Siswa PKL Berhijab oleh The Margo Hotel

Penolakan PKL berhijab oleh pihak Hotel dianggap tidak menghormati keyakinan beragama.

Image
News

Ingin Selalu Sehat? Ini Adab Makan Menurut Rasulullah

Tetapi, kebaikan yang dapat kita peroleh dari makanan bukan pula karena faktor makanannya tetapi juga cara makan kita.

Image
News

Febri Ungkap Alasan Cak Imin Tidak Penuhi Panggilan KPK

Febri mengatakan, Cak Imin tidak menghadiri panggilan penyidik KPK lantaran adanya sejumlah agenda yang tidak bisa ditinggalkan

Image
News

Radikalisme Mengandung Dimensi Positif dan Negatif, Din Syamsudin: Contohnya, NKRI Harga Mati

Kata radikalisme mengandung dua pengertian, yaitu yang berdimensi positif dan negatif.

Image
News

5 Kisah Tragis Suami Bantai Istri, Ada yang Hamil Dimutilasi

Memilukan.

Image
News

Cegah Kejadian Yang Tidak Diinginkan, Dinas Pendidikan Kota Madiun Akan Perbaiki 13 Sekolah Rusak

Perbaikan bangunan sekolah rusak tersebut menindaklanjuti instruksi dari Kemendikbud

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Soal Catur Haram, Ferdinand: Ini Haram, Itu Haram, Kira-kira Udara yang Berhembus Diharamin Gak?

  2. Dikukuhkan Jadi Bos Pertamina, Jawara Bekasi Sebut Kasus Ahok Lebih Berat dari Korpusi

  3. Denny: Yang Dipenjara Jadi Komut Minyak, yang Memenjarakan Terjebak di Negeri Minyak

  4. Kirim Surat dan Buku ke Erick Thohir, OC Kaligis Bongkar Sepak Terjang Chandra Hamzah selama Pimpin KPK

  5. Paguyuban Suku di Mimika: Warga Kami Tak Pernah Berbuat Masalah Justru Dibunuh dengan Sadis

  6. Jadi Staf Khusus Presiden, ini 10 Potret Kehangatan Putri Tanjung dan Keluarga

  7. Tak Takut Ditinggalkan Penggemar, 5 Artis India ini Mantap Jadi Mualaf

  8. Faizal Assegaf: Terobosan Luar Biasa, Tujuh Stafsus Milenial Tidak Jauh Beda dengan Kemampuan Moeldoko

  9. Tengku Zulkarnain Sindir Ahok: Dia Mantan Napi Mau Diangkat Jadi Pejabat BUMN? Negeri Ajaib!

  10. Bukti Jodoh Tak Terduga, 5 Seleb Hollywood ini Menikah dengan Penggemar

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Saatnya Membenahi BUMN

Image
Ujang Komarudin

Menata Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Tulisan 2 Praktik Penetapan, Perlindungan dan Penghargaan Justice Collaborator di Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Mengurai Beberapa Masalah Justice Collaborator dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Sosok

Image
News

10 Potret Angkie Yudistia, Penyandang Difabel yang Jadi Staf Khusus Presiden RI

Image
News

5 Fakta Elaine Selyna Hartono, Gadis Cilik Jago Bahasa yang Jadi Ketua RT Termuda

Image
News

5 Staf Khusus Presiden dari Kalangan Milenial Ini Kuliah di Amerika, Siapa Aja?