image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Tak Hanya Hong Kong, 5 Negara Ini Larang Aksi Unjuk Rasa Pakai Penutup Wajah

Citra Puspitaningrum

Image

Demonstran Hong Kong yang nekat memakai masker terancam denda maksimal Rp45 juta dan penjara 1 tahun | South China Morning Post

AKURAT.CO, Setelah empat bulan dilanda unjuk rasa yang makin mengganas, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor mengesahkan Undang-undang (UU) Darurat yang melarang penggunaan Masker, Topeng, atau Penutup Wajah dalam demonstrasi.

Peraturan ini disahkan demi meredam kerusuhan yang dipicu RUU ekstradisi China yang sudah dibatalkan.

Mereka yang nekat melanggarnya terancam denda maksimal 25 ribu dolar Hong Kong (Rp45 juta) dan 1 tahun penjara.

baca juga:

Selain itu, aparat juga berhak meminta orang di tempat umum untuk menanggalkan penutup wajahnya. Mereka yang membangkang akan didenda 10 ribu dolar Hong Kong (Rp18 juta) dan 6 tahun penjara.

Undang-undang antipenutup wajah, Masker, dan Topeng semacam ini ternyata sudah ditegakkan di berbagai negara. Umumnya UU semacam ini disahkan dengan dalih untuk meredam situasi dan mempermudah aparat menangkap dalang kerusuhan.

Dilansir dari Business Insider, inilah 5 negara yang melarang pemakaian Masker, Topeng, dan Penutup Wajah lainnya dalam aksi unjuk rasa.

1. Amerika Serikat

Business Insider


Di negeri Paman Sam, UU antitopeng sudah ada di tingkat negara bagian lebih dari 150 tahun lalu. Di New York, UU ini ini disahkan pada tahun 1845. Sesuai UU tersebut, 2 orang atau lebih dilarang berkumpul di tempat umum menggunakan Penutup Wajah untuk menutupi identitasnya.

Sementara itu, peraturan semacam ini baru diberlakukan tahun 1949 di Alabama, kecuali untuk perayaan seperti Mardi Gras atau Halloween.

Di Michigan, memakai Topeng atau Masker demi menutupi identitas termasuk kejahatan. Pelakunya terancam dibui maksimal 93 hari atau denda USD 500 (Rp7,06 juta).

2. Jerman

Business Insider


Otoritas Jerman mengesahkan UU di tahun 1985 yang melarang rakyatnya menutupi wajah mereka saat berdemonstrasi.

Namun, penerapannya di lapangan ternyata tidak terlalu ketat. Demonstran pun mengakali UU ini dengan tetap memakai kacamata hitam, syal, dan topi.

3. Kanada

Business Insider


UU serupa baru disahkan di Kanada tahun 2013. Akibatnya, Demonstran dilarang memakai Penutup Wajah yang menyembunyikan identitas mereka jika terjadi kerusuhan atau unjuk rasa tanpa izin.

Tak tanggung-tanggung, ancaman hukumannya pun sampai 10 tahun mendekam di penjara.

4. Ukraina

Business Insider


Demonstrasi antipemerintah di Ukraina tahun 2014 mendorong pemerintah cepat-cepat mengesahkan UU antiunjuk rasa.

Salah satu isinya adalah melarang pemakaian Penutup Wajah. Namun, alih-alih mampu meredam suasana, gelombang protes kian membesar hingga berujung pada Revolusi Ukraina.

5. Prancis

CBC


Pada Januari 2019 Prancis melarang pemakaian Penutup Wajah lewat UU antikerusuhan. Larangan ini disahkan usai berbulan-bulan didera aksi protes rompi kuning yang berujung ricuh.

Jika tertangkap, Demonstran terancam penjara hingga satu tahun dan denda USD 17 ribu (Rp240 juta).

UU antipenutup wajah ini sontak membuat geram para Demonstran di Hong Kong. Mereka memprotes UU ini dengan tetap memakai Masker atau Topeng saat berunjuk rasa.

Hingga Selasa (8/10), tercatat 77 orang ditangkap karena memakai Penutup Wajah. Meski begitu, tetap saja mereka tak gentar.

Ribuan pengunjuk rasa dilaporkan berkumpul di Tsim Sha Tsui pada Sabtu (12/10) siang. Dengan memakai Masker atau Topeng, mereka memprotes UU darurat dan pelarangan Penutup Wajah.[]

Editor: Sugeng Wahyudi

berita terkait

Image

News

Anjing di Hong Kong Dinyatakan Positif Terinfeksi COVID-19

Image

News

Pekerja Diupah Rp120 Ribu Per Hari, Ini Omzet Pabrik Masker Ilegal di Cilincing

Image

News

FOTO Ratusan Warga Korsel Berburu Masker di Pusat Perbelanjaan

Image

News

Terancam Denda Rp50 Miliar, 5 Fakta Penggerebekan Pabrik Masker Ilegal di Jakarta Utara

Image

News

Pabrik Masker Ilegal Digerebek Polda Metro Jaya

Image

News

Masih Tergolong Baru, DPR Akan Kaji RUU Omnibus Law Secara Mendalam

Image

News

Dituduh Lakukan Perkumpulan Ilegal dan Mengintimidasi Jurnalis, Pengusaha Media Hong Kong Ditangkap

Image

News

Cegah Virus Corona, Bagaimana Hukum Menggunakan Masker saat Salat?

Image

News

Video Kekerasan Terhadap Muslim di New Delhi Viral, Tagar #ShameOnYouIndia Trending di Twitter

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Pilkada 2020

Nasdem Berikan Dukungan kepada Empat Paslon Kepala Daerah di Sulteng

"Rekomendasi yang diberikan berdasarkan survei. Objeknya ialah masyarakat yaitu bagaimana tanggapan masyarakat terhadap figur-figur ini"

Image
News

Tak Diizinkan DPP NasDem, Ahmad M Ali Batal Maju Cagub Sulteng

Oleh DPP NasDem saya tidak diizinkan untuk maju sebagai calon gubernur Sulteng.

Image
News

Jumlah Personel Penyidik Polresto Jaktim Belum Ideal

"Saat ini ada 600 penyidik di Polres maupun Polsek di Jaktim harus melayani sekitar tiga juta penduduk Jaktim."

Image
News

ASPI Siapkan Strategi Dukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, QRIS CPM Diujicoba Pertama Kali

Sasaran tersebut telah tercatat dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025).

Image
News

Jokowi: Saya Menyaksikan Kiprah dan Karya Nyata Kiai Asep

"Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan."

Image
News

Semburan Air Lumpur Bau di Purwodadi

Pada hari Jum'at, 28 Februari 2020, semburan lumpur mencapai ketinggian sekitar tiga meter sampai lima meter.

Image
News

Ma’ruf Amin Sebut Radikalisme dan Islamophobia Berpotensi Konflik

Indonesia ingin membangun kerukunan antarumat beragama di seluruh dunia

Image
News

Kronologis Polisi Ditikam Saat Lerai Tawuran di Daan Mogot

Korban ditikam di bagian kaki kanan.

Image
News

Polisi Ditikam Saat Lerai Tawuran di Daan Mogot Jakbar

Korban adalah personel Polda Metro Jaya

Image
News

Cerita Warga Perumahan Spring Garden: Tiap Hujan Gotong Kulkas ke Lantai Dua

Rela saya jual rumah meski rugi, daripada terus begini.

terpopuler

  1. Pakistan Diserang Hama Belalang, China Kirim Bantuan 100 Ribu Ekor Pasukan Bebek

  2. Sempat Tak Mendapat Restu hingga 21 Tahun Menikah, 5 Fakta Tak Terduga Asmara Kajol dan Ajay Devgan

  3. Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban

  4. Sindir Fahira Idris: Kadang Gak Cuma Tugas Polisi, Tugas Satpol PP Juga Diambil Alih

  5. Tak Menunggu Lama, 5 Artis Ini Hamil Setelah Menikah, Tokcer Banget!

  6. Sekda DKI Harap Warga Nikmati Banjir, Abdillah Toha: Apa Tidak Kacau Negeri Ini Kalau Banyak Pejabat Seperti Ini

  7. Ombudsman Bakal Periksa Gubernur DKI Terkait Dugaan Maladministrasi Revitalisasi Monas

  8. Mantan Jenderal Israel: Netanyahu Bikin Israel Kacau Total

  9. Biografi Singkat Abah Guru Sekumpul, Perhiasan Para Ahli Ibadah dari Kalimantan Selatan

  10. Hasil Mediasi Krisdayanti - Raul Lemos dengan AKURAT.CO di Dewan Pers

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan