image
Login / Sign Up

Jokowi Didesak Untuk Evaluasi Kinerja Polri Dalam Penanganan Unjuk Rasa

Bayu Primanda

Image

Ratusan petani dari Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan patung kuda jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Aksi petani ini menuntut pemberian izin pemanfaatan hutan perhutanan sosial di hutan negara di Jawa dan membentuk badan khusus untuk melakukan percepatan redistribusi area perhutanan sosial. Aksi ini mendapat kawalan dari pihak polisi dengan menghadang mereka dengan kawat berduri. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Koalisi masyarakat sipil mendesak Presiden Joko Widodo untuk turun tangan mengevaluasi kinerja kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa, khususnya yang terjadi di sekitar Jakarta.

"Kami mendesak Pak Presiden juga memberikan tekanan kepada Pak Kapolri untuk mengevaluasi penanganan aksi unjuk rasa di Jabodetabek," ujar perwakilan koalisi masyarakat sipil yang juga Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhamad Isnur, di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Isnur menduga terjadi sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam penanganan aksi unjuk rasa, terutama yang berlangsung di Gedung DPR RI pada 24-25 September 2019 lalu.

Kasus yang terbaru adalah yang menimpa, korban meninggal akibat unjuk rasa berujung ricuh yang terjadi di dekat Gedung DPR RI.

Menurut kepolisian, Akbar meninggal karena luka yang diakibatkan terjatuh dari pagar saat mengikuti demonstrasi.

Namun pihak keluarga meragukan pernyataan tersebut setelah melihat luka-luka di sekujur tubuh Akbar yang tidak seperti bekas terjatuh.

Isnur mengatakan perbedaan pandangan tersebut menimbulkan kecurigaan tentang penyebab kematian Akbar.

"Kemudian yang ditemukan di lapangan oleh keluarga ginjalnya hancur, tengkorak tempurung kepalanya juga remuk. Ini bukan karena jatuh, kalau jatuh itu yang luka pasti lehernya bukan kepalanya. Jadi keterangan yang diberikan oleh kepolisian dan keterangan oleh keluarga menciptakan banyak kecurigaan di sana, ada apa?" tanya Isnur.

Isnur mendesak agar kematian janggal ini segera diungkap. Menurut dia, polisi harus melakukan evaluasi pada tiap operasi yang dilakukan.

Jika ada oknum, kata Isnur, polisi harus segera mengungkap dan memberi sanksi. Polisi tidak boleh langsung membantah begitu saja ketika mendengar informasi negatif terkait anggotanya.

"Jangan kemudian sejak awal denial, jangan sejak awal menciptakan kecurigaan. Yang keluarga tanyakan adalah kok bisa dia dipindah-pindah rumah sakit? Ada tindakan tertentu tidak ada kabarnya. Harusnya sesegera mungkin keluarga tahu kondisi seperti ini," kata dia.

Oleh karena itu dia mendesak kepada Jokowi untuk mengevaluasi kinerja aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi, agar kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak terulang di kemudian hari.

Isnur juga menyarankan agar Jokowi melibatkan sejumlah lembaga seperti Komnas HAM dan Ombudsman dalam proses evaluasi tersebut.

"Kami mendesak bukan hanya investigasi internal, libatkan Komnas HAM, libatkan Komnas Anak, libatkan Ombudsman dan dengarkan mereka," kata Isnur.

"Ombudsman dan Komnas HAM lembaga negara yang diberikan amanat undang-undang harusnya kepolisian mendengarkan juga catatan mereka," sambung dia.[]

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

Rustam: Jonan Cocok Pimpin PLN, Susi Layak Pimpin Garuda Indonesia

Image

News

Jelang Pelantikan Anggota DPRD Mimika, Polisi: Semua Unsur Kita Libatkan, Kekuatan yang Ada di Timika Cukup Besar

Image

News

Miliki 692 Ganja Perwira di Polda Maluku Di Pecat

Image

Olahraga

Amartha Hangtuah vs Satya Wacana Salatiga

Pelatih Hangtuah Akui Satya Wacana Tim Yang Sulit Ditebak

Image

Ekonomi

Bamsoet Tegaskan Pemerintah Harus Ciptakan Iklim Investasi Sehat Untuk Rayu Investor Asing

Image

Gaya Hidup

Menkes Terawan Berharap Program KKS Bantu Tekan Stunting

Image

News

Menag: Peneliti Harus Jadi Think-Tank dalam Pemenuhan Program Kerja Presiden

Image

News

Soal Penggusuran, PDIP Sarankan Anies Ikuti Langkah Jokowi dan Ahok

Image

News

FOTO Hindari Penangkapan, Demonstran Hong Kong Kabur Lewat Saluran Pembuangan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mahasiswa UGM Gugat UU Keistimewaan Yogyakarta ke MK

Dan Pasal 21 ayat (1) UU Nomor 1960 ini menyebut bahwa hak milik hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia.

Image
News

KPK Periksa Wagub Lampung terkait Korupsi Infrastruktur di KemenPUPR

Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA.

Image
News

Politikus Golkar Sebut Larangan Eks Koruptor sebagai Peserta Pilkada Kurang Manusiawi

"Buatlah aturan hukum yang baik tetapi tetap menghormati, tidak merugikan, dan tanpa menghilangkan hak asasi."

Image
News

Penjual Nasi Uduk Korban First Travel: Aset Disita Negara, Jujur Saya Tidak Ikhlas

"Saya sangat berharap uang itu dikembalikan atau saya diberangkatkan."

Image
News

Rapat dengan KADIN, Menlu Retno Tekankan Pentingnya Diplomasi Ekonomi

Ia menyampaikan bahwa saat ini situasi global penuh ketidakpastian, tak hanya dalam bidang ekonomi namun juga politik.

Image
News

BPIP Sebut Bom Medan Bagian Ideologi Kematian

Pencegahan di tingkat masyarakat, penting dibangunnya sistem keamanan rakyat.

Image
News

Mantan Ketua PPATK Berikan Solusi Soal Aset First Travel

Negara harus hadir.

Image
News

Rodrigo Duterte Sebut Wakilnya 'Otak Udang' dan Telah Membahayakan Negara

Wapres Leni Robredo telah mendiskusikan perang narkoba mereka dengan orang luar. Menurut Duterte, bocornya informasi ini bisa membahayakan.

Image
News

Palsukan Catatan, 2 Penjaga Penjara Didakwa dalam Kasus Kematian Jeffrey Epstein

Menurut dakwaan, kedua penjaga bernama Tova Noel dan Michael Thomas itu tidur dan sibuk mengakses internet alih-alih memantau Epstein

Image
News

Program Deradikalasi Dikritik, BNPT Sebut Sudah Sesuai Perencanaan

Semua komponen masyarakat harus ikut terlibat menangkal paham-paham radikal.

trending topics

terpopuler

  1. Gusur Bangunan Liar, Pengamat: Anies Baswedan Potensi Ditinggal Pendukung

  2. Beberkan Produk Berbahan Merkuri, Pemilik Singgung Attitude Nikita Mirzani

  3. Erick Tunjuk 5 Deputi dan 1 Sesmen Jadi Direksi BUMN, Ini Susunan Resminya!

  4. Gara-gara Hal Ini, Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan Dunia?

  5. Satu Terduga Teroris Ditangkap di Solo, Tetangga: Setiap Pulang ke Rumah Selalu Bawa Masalah

  6. Penampakan Potret Lawas Ariel 'NOAH' Semasa SMP yang Diunggah Sang Guru

  7. Begini Komentar Anies Soal Penggusuran Sunter

  8. Pemeran Bombom di Sinetron Bidadari, Cecep Reza Meninggal Dunia

  9. Ratusan Ribu Warga Jateng Mundur Sebagai Penerima PKH, Ganjar: Mereka Sudah Merasa Mampu, Saya Bangga!

  10. Jawab Tantangan "Ribut" Cavani, Messi Semakin Seperti Maradona?

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan

kolom

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Tulisan 2 Praktik Penetapan, Perlindungan dan Penghargaan Justice Collaborator di Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Mengurai Beberapa Masalah Justice Collaborator dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Image
Abdul Aziz SR

Benarkah Bersistem Presidensial?

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Video 'Panitia Hari Kiamat' Viral, 5 Fakta Menarik Ustaz Das'ad Latif

Image
News

7 Potret Bahagia Keluarga Menparekraf Wishnutama Sambut Kelahiran Salima Putri Tama

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek