Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Demokrasi Yang Tak Direstui

Kolom

Image

Massa aksi yang terdiri dari sejumlah mahasiswa melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (23/9/2019). Para mahasiswa menyampaikan aspirasi soal Revisi KUHP yang kini tengah dibahas oleh DPR, menyerukan penolakan terhadap RUU KPK serta isu kontroversial yang mendorong mundur demokrasi. Demonstrasi tersebut pun dilakukan hingga sekitar pukul 21.00 WIB. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Demokrasi itu anugerah. Dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki. Demokrasi masih tetap menjadi sistem pemerintahan yang terbaik. Demokrasi masih menjadi andalan, bagi negara-negara yang ingin mensejahterakan rakyatnya. Demokrasi juga dipuji karena mampu memberikan kebebasan pada warganya untuk berekspresi. Baik secara individu maupun kolektif.

Menjadi negara demokratis juga harus disyukuri. Dimana setiap kepentingan dapat bertemu. Setiap perbedaan dapat menjadi satu. Dan setiap permusuhan dan konflik dapat diselesaikan dengan musyawarah.

Sistem demokrasi masih menjadi sistem yang tebaik untuk republik ini. Belum ada sistem pemerintahan lain, yang bisa diterima dan lebih baik dari demokrasi. Demokrasi dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. Karena demokrasi bersifat evolutif dan dinamis. Demokrasi tidak statis. Dan di negara demokrasi, kebebasan individu sangat dijamin.

baca juga:

Pasca reformasi 1998, demokrasi mulai tumbuh dan bersemai di negara tercinta ini. Namun akhir-akhir ini, demokrasi mulai direduksi dan dikebiri. Saat ini, elite lebih banyak menentukan arah demokrasi. Padahal seharusnya rakyatlah yang harus menentukan maju-mundur, bulat dan lonjongnya demokrasi Indonesia ke depan.

Jika demokrasi dimaknai pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, maka sejatinya rakyatlah yang harus menentukan dan mendapatkan anugerah dalam berdemokrasi.

Saat ini rakyat merasa ketakutan jika harus bicara lantang kepada penguasa, gerakan buruh dikooptasi, demonstrasi mahasiswa digembosi, dan gerakan pelajar diintimidasi.

Demokrasi sedang mengalami masa-masa kelabu. Demokrasi sedang menghadapi tantangan dari penguasa, yang menafsirkan demokrasi dari kaca-mata kekuasaan. Penguasa dan siapapun dia, tak boleh dan tak berhak, untuk menafsirkan demokrasi dengan tafsir tunggal. Demokrasi tidak boleh ditafsirkan, dengan kebenaran tunggal dari yang punya kuasa dan wibawa.

Reformasi yang kita nikmati ini. Jangan sampai mengembalikan demokrasi ke otoritarianisme. Elite yang merasa hebat itu, jangan biarkan mereka menafsirkan demokrasi dengan seenaknya. Karena demokrasi bukan hanya milik mereka yang punya kuasa. Tetapi milik kita semua, rakyat Indonesia.

Masa depan demokrasi Indonesia, ada di tangan kita semua sebagai warga negara. Bukan ada di tangan para pejabat. Demokrasi akan berjalan dengan baik, jika para penguasa memiliki kesadaran bahwa rakyat sang pemilik kedaulatan. Bahwa rakyatlah pemilik saham di republik ini.

Lunturnya Demokrasi

Demokrasi di Indonesia tak boleh luntur dan hancur. Apalagi sampai runtuh. Mati-nya sendi-sendi demokrasi hanya akan melahirkan dan memuluskan jalan otoritarianisme. Negara harus menjamin agar demokrasi tetap berjalan. Dan dapat dinikmati oleh seluruh warga negara.

Kejadian di Wamena Papua, dimulai dengan kerusuhan, lalu terjadi korban meninggal 33 orang, ribuan orang mengungsi, ini semua merupakan tragedi. Bukan hanya tragedi kemanusiaan. Tetapi tragedi negara tidak mampu hadir, dan tidak mampu melindungi warga negaranya, dari ancaman-ancaman yang mematikan.

Keruntuhan demokrasi itu telah terjadi. Karena pemerintah tidak mampu menjaga demokrasi. Pemerintah tidak mampu menanggulangi konflik, yang memakan banyak korban. Pemerintah tidak mampu, menjaga warga negaranya, dari kekerasan yang dilakukan sesama warga negara lainnya.

Jika menjaga warga negara saja tidak bisa, lalu kemana lagi masyarakat harus berlindung. Pemerintah jangan abai dan tak boleh abai atas hak setiap warga negara. Setiap warga negara berhak untuk hidup. Berhak untuk hidup aman, nyaman, dan damai. Dan pemerintahan yang demokratis harusnya menyediakan itu semua.

Setiap hak warga negara harus dijamin oleh negara. Negara dan pemerintahan yang demokratis dan baik, akan memberi hak-hak penuh kepada warganya untuk tidak terusir, terasing, dan terbunuh di negerinya sendiri.

Buktikan bahwa negara hadir di setiap persoalan yang dihadapi masyarakat. Jika ada konflik di masyarakat, negara harus hadir. Jika ada pembunuhan yang menelan 33 jiwa di Wamena, maka negara harus hadir. Jika ada warna terkena bencana, negara harus hadir. Jika ada warga negara yang kelaparan, negara juga harus hadir. Negara hadir untuk warganya. Negara bukan hadir, untuk para penguasanya. Atau untuk elite politiknya yang merasa paling hebat.

Seperti apa yang pernah dikatakan Thomas Hobbes bahwa negara jangan sampai menjadi Leviathan. Monster bengis yang menindas dan kejam. Nagara jangan sampai bertindak bengis, menindas, dan kejam terhadap rakyatnya.

Pilpres 2019 memang telah beres. Tetapi Pilpres telah meninggalkan residu yang mengganggu bagi rakyat. Pasca Pilpres rakyat dibuat ketakutan untuk bersuara, berserikat, dan menyampaikan pendapat. Suara-suara kritis dan lantang ditertibkan. Instrumen hukum digunakan untuk mengancam mereka yang kritis.

Jangan biarkan demokrasi dibajak oleh elite. Demokrasi seolah-olah mereka yang miliki. Rakyat hanya menjadi objek penderita. Demokrasi mereka yang menikmati. Rakyat tetap tak bisa bergerak, dengan kemiskinan dan kesulitan yang menimpa. Demokrasi digunakan sebagai alat legitimasi dan pembenaran, untuk mengelabui dan membohongi rakyat.

Walupun presiden telah menjamin, bahwa demokrasi akan berjalan. Tetapi banyak demonstran yang ditangkap, dan dijadikan tersangka oleh penegak hukum. Demokrasi ada, bukan untuk memberangus, mereka yang menyuarakan suara hati rakyat. Demokrasi disepakati, juga bukan untuk membuat rakyat ketakutan, untuk menyatakan pendapatnya. Baik lisan maupun tulisan.

Demokrasi juga bisa runtuh jika penegakan hukumnya kacau. Tebang pilih. Tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Demokrasi berkoneksi dengan penegakan hukum. Paralel dengan penegakan hukum. Jika penegakan hukumnya hancur, maka demokrasi tak akan berjalan.

Tidak ada negara demokrasi di dunia ini. Yang penegakan hukumnya tidak jalan. Dari mulai Amerika, Australia, atau Eropa, negara-negara tersebut konsisten dalam penegakan hukum. Hukum tak dimainkan untuk kepentingan penguasa atau elite. Hukum, hanya ditegakkan untuk kepentingan mengayomi dan melindungi masyarakat.[]

 

 

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

negara dikuasai elite, bangsa ini menjajah bangsanya sendiri

terkini

Image
News

KPK OTT Edhy Prabowo, Benny: Sungguh Mengagetkan Seperti Halilintar di Siang Bolong

Benny Kabur Harman menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada Edhy Prabowo sungguh mengagetkan.

Image
News

Diduga Depresi, Wanita Ini Sudah Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Seorang wanita berinisial AR (26) diduga ingin bunuh diri dari lantai 10 Apartemen Denpasar.

Image
News

Polda Jabar Naikkan Status Perkara Kegiatan Rizieq Shihab Ke Tahap Penyidikan

Kegiatan yang dihadiri Rizieq Shihab itu berlangsung dengan berkerumunnya warga dan tidak mengindahkan protokol kesehatan

Image
News

Bawaslu Banten Minta Pemilih Patuhi Jam Kedatangan ke TPS

Antisipasi adanya kerumunan, Bawaslu minta pemilih patuhi jam kedatangan

Image
News

Anak Buah Anies Optimis Sumur Resapan Bisa Sedot Banjir 6 Jam

Pemprov DKI Jakarta membangun sumur resapan untuk mengantisipasi banjir.

Image
News

Kementan Gelontorkan 53 Unit Hand Traktor untuk Petani Toba

Bantuan ini diharapkan bisa semakin memotivasi petani

Image
News

Pengamat: Punya Rekam Jejak Baik, Elektabilitas Eri-Armuji Terus Meroket

Sikap santun Eri juga menarik perhatian warga Kota Surabaya.

Image
News

Namanya Disebut di Persidangan, Kabareskrim: Dia Jenderal Bintang Dua Seharusnya Crosscheck

Soalnya, Bareskrim tidak bisa memerintahkan Kadiv Hubinter untuk menghapus red notice

Image
News

Pengangguran Jakarta Tertinggi di Indonesia, Anak Buah Anies: Kan Karena Pandemi

Pandemi kini jadi alasan tingginya angka PHK

Image
News

DPRD dan Pemkab Klungkung Sepakati APBD 2021

DPRD dan Pemkab Klungkung menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang RAPBD

terpopuler

  1. Mengingat Janji Prabowo: Kalau Anggota Gerindra Korupsi, Saya Akan Masukin ke Penjara Sendiri

  2. Dari Rumah Bordil hingga Museum Erotis, Ini 5 Penemuan Peninggalan Pompeii Paling Bikin Heboh

  3. Arief Poyuono: Tamat Sudah Cita-cita Prabowo Jadi Presiden, Karena Diamkan Izin Ekspor Lobster

  4. Dukung Pangdam Jaya, Pengamat: Narji Bisa Perkeruh Strategi Kampanye Azizah-Ruhama

  5. Unggah Potret Dibaptis, Rafael Tan: Gak Akan Pernah Lupa, Terlalu Indah

  6. Permintaan Kredit Lesu, Bos BRI: Uang Rp1.200 Triliun Mengendap di Bank

  7. 5 Artis Tanah Air Ini Ternyata Juga Berprofesi Menjadi Guru

  8. Rencanakan Peledakan Bom, Kewarganegaraan Australia Milik Pemimpin Teroris ini Dicabut

  9. Tutup Jalan Demi Nikahan Anak Rizieq, Anak Buah Anies: Itu Kewenangan Polisi

  10. Bikin Ngakak, Pemilik Toko Ini Salah Tulis Hand Sanitizer jadi 'Henzezezezer'

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Sosok

Image
Ekonomi

5 Sumber Kekayaan Iis Rosita Dewi, Capai Rp7 Miliar!

Image
Ekonomi

Perjalanan Karir Maradona Hingga Bangkrut Setelah Bergelimang Harta

Image
News

5 Fakta Penting Tino Sidin, Pelukis Hebat Tanah Air yang Jadi Google Doodle Hari ini