Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Khalishah Salsabila

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Wawancara khusus anggota DPR termuda dari fraksi PAN di Museum DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2019). Farah Puteri Nahlia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 termuda dengan usia 23 tahun. Farah Puteri Nahlia merupakan gadis yang lahir di Semarang, pada 2 Januari 1996 dari pasangan H. M. Fadil Imran dan Ina Adiati. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Komisi Pemulihan Umum (KPU) resmi menetapkan 575 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 hasil pemilihan legislatif (Pileg) yang digelar pada bulan April 2019 lalu.

Keseluruhan anggota DPR tersebut resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatannya pada Selasa, 1 Oktober 2019 lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Selain dinamika soal bertambahnya Anggota DPR RI dari sebelumnya 560 orang dan kini menjadi 575 orang dan ramainya penetapan pimpinan parlemen, publik juga menyoroti kehadiran para generasi milennial di parlemen. Dimana, setidaknya ada 52 caleg milenial dengan rentang waktu kelahiran tahun 1980-2000an yang kini menduduki kursi DPR.

baca juga:

Dari sekian banyak anggota DPR milenial, tim AKURAT.CO berhasil menemui Farah Puteri Nahlia di Kompleks Parlemen pada Senin 7 Oktober 2019, untuk berbincang mengenai motivasi dan rencana ke depannya selama menjabat menjadi anggota Dewan.

Farah Puteri Nahlia lahir di Semarang, 2 Januari 1996 dari pasangan H. M. Fadil Imran dan Ina Adiati. Sang ayah merupakan seorang Brigadir Jenderal Polisi yang kini menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri.

Meski terbilang masih muda, Farah ternyata mempunyai riwayat pendidikan yang mengagumkan. Setelah lulus dari Sinarmas World Academy, Farah melanjutkan pendidikannya dan mendapat gelar D3 dari University Foundation Programme di David game College, London. Tidak berhenti di situ, Farah kemudian menamatkan pendidikan S1 dan S2-nya dalam bidang politik hubungan internasional di Royal Holloway, University of London.

Gadis berusia 23 tahun ini mantap maju dalam Pileg 2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) dengan daerah pemilihan Jawa Barat IX yang meliputi daerah Subang, Majalengka, Sumedang.

Berikut hasil wawancara Tim AKURAT.CO dengan politisi muda ini:

Anggota DPR Termuda Farah Putri Nahlia. AKURAT.CO/Sopian

Apa sih yang membuat Farah berkeinginan menjadi anggota DPR?

Sejak dulu memang saya ingin sekali bisa bekerja di pemerintahan, memang passion saya disana, dari kuliah pun ambil jurusannya itu Ilmu Politik dan Hubungan Internasional. Jadi memang sudah ada rencana 'Nanti kalau kerja, maunya kerja di pemerintahan'. Hal itu juga didorong sejak SMA saya sudah sering aktif di organisasi dan beberapa kegiatan sosial.

Saya juga tipe yang senang memotivasi diri saya untuk bisa berbuat lebih banyak lagi  untuk orang lain. Jadi kalau ditanya ‘Kenapa mau jadi Caleg?’ ya, karena ini ujung-ujungnya juga berkaitan dengan pemerintah juga kan, khususnya di mitra kerja. Karena kan kalau saya pikir di DPR ini sesungguhnya wakil rakyat itu tugas yang sangat mulia, apabila dikerjakan dengan baik dan benar. Di sini kan juga ruang lingkupnya besar, mitra kerjanya banyak, dan jaringannya juga luas. Jadi insya Allah dengan menjadi anggota DPR ini bisa jadi media saya untuk membantu orang lebih banyak lagi.

Bagaimana tanggapan orang tua saat tahu Farah mau jadi anggota legislatif? Apakah ada dorongan dari Sang Ayah yang merupakan anggota kepolisian?

Kalau orang tua sama sekali lepas tangan, Ayah saya kalau ketemu di rumah, ya, layaknya ayah sama anak saja, tidak ada pembicaraan yang menunjukkan kalau bapak saya itu abdi negara atau apa pun jadi harus saya ikuti gitu, enggak. Sebagai orang tua dukungannya cuma satu, “Kalau kamu mau melakukan sesuatu, jangan setengah-setengah”. Jadi itu semangat yang saya ingat dari orang tua saya sebelum melakukan kegiatan apa pun.

Setelah masuk jadi anggota Dewan, Farah ingin ditempatkan di komisi berapa?

Insya Allah, kalau diberikan kesempatan, saya ingin sekali bisa ada di Komisi I, sesuai latar belakang pendidikan saya yaitu Ilmu Politik dan Hubungan Internasional. Komisi I DPR itu kan membawahi pertahanan, hubungan luar negeri, juga komunikasi informasi.

Sudah ada pembicaraan dengan pimpinan fraksi soal ini?

Sudah, jadi kita dikasih pilihan sama fraksi minatnya dimana, nah, setelah itu baru bagian ketua fraksi lah yang menentukan penempatan kita dimana. Kalau Ketua Fraksi sih sudah tahu saya maunya dimana, juga maunya kawan-kawan lain dimana. Karena penempatan itu kan tidak hanya asal ditempatkan saja, tapi pimpinan fraksi juga mempertimbangkan dulu latar belakangnya, kapabilitasnya, dan lain-lain. Ya, doain saja tembus ke Komisi 1.

Anggota DPR Termuda Farah Putri Nahlia. AKURAT.CO/Sopian

Lalu, target undang-undang apa yang mau diperjuangkan Farah jika nanti ditempatkan di Komisi I DPR?

Kalau untuk undang-undang yang diperjuangkan, saya ini paling semangat sama Rancangan Undang-undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS), menurut saya ini nggak kalah penting dari RUU KUHP. RUU KKS ini kan memang sudah ada bahasannya kemarin, tapi akhirnya diserahkan kepada DPR periode yang sekarang.

Kenapa harus perjuangkan RUU KKS?

Karena gini, saya yakin mbak dan masnya main media sosial kan? Saya rasa sekarang tuh norma-norma di sosial media kerap kali dikucilkan. Orang-orang sudah tidak menganggap media sosial itu ada batasannya. Maka dari itu, saya ingin media sosial kemudian dibatasi, mana yang harus kita unggah, mana yang harusnya tidak kita unggah, soal bagaimana mengkritik suatu unggahan tapi tetap tidak menghina atau mem-bully. Saya ingin hal-hal seperti ini diawasi oleh negara, tetapi jangan juga terlalu diawasi  yang akhirnya kita nggak punya privasi.  

Maka dari itulah, saya merasa ingin turut andil dalam RUU KKS ini, saya ingin RUU KKS ini bisa dievaluasi kembali, bagaimana tolak ukurnya, poin-poinnya juga harus secara jelas dipaparkan kepada masyarakat. Penting juga kemudian ada sosialisasi edukasi pada masyarakat agar ketika disahkan nanti, tidak ada lagi mereka yang salah menafsirkan dan ujungnya malah jadi meributkan sesuatu yang tidak sebenarnya terjadi. Itu aja sih, saya semangat sekali soal RUU itu.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Ekonomi

Wakil Rakyat Minta Satgas Pangan Aktif Temukan Para Spekulan

Image

News

Haji Lulung Ajak Anak Bangsa Tobat Nasional

Image

Ekonomi

Pemerintah Genjot Terus Pertanian Demi Kebutuhan Pangan, Lalu Nasib Petani?

Image

News

Kunjungi Korban Banjir Ligung-Majalengka, PKB Perjuangkan Normalisasi Sungai

Image

Ekonomi

DEN Gandeng BRI dan Len Industri Realisasikan Penggunaan PLTS Atap

Image

News

Komisi IX Pastikan Penyediaan Vaksin Covid-19 Gratis untuk Masyarakat

Image

News

DPR Harap Opsi Vaksin Covid-19 Mandiri Tak Jadi Blunder

Image

News

Komisi IV: Banjir di Kalsel Akibat Hutan yang Terlalu Masif

Image

News

Polda Riau Selidiki Kasus Pengusaha Tewas, Enam Petugas Bea Cukai Mangkir

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Tangkap 4 Pengedar Sabu di Mataram

Empat pria yang diamankan berinisial IMD, MB, NAP, dan RM.

Image
News

Trauma Erupsi Merapi 2010, Warga Rentan Asal Turgo Pilih Tidur di Ruang Sekolah

Aktivitas guguran pada Gunung Merapi membangkitkan trauma mereka pada peristiwa erupsi 2010 silam.

Image
News

Kasus COVID-19 di Klaten Capai 4.140 Orang

Per hari ini ada penambahan 53 pasien terkonfirmasi COVID-19

Image
News
Lawan Covid-19

Pemkab Garut Agendakan Vaksinasi Covid-19 Februari 2021

Jumlah vaksin yang akan didistribusikan ke Garut sebanyak 14 ribu dosis.

Image
News

Cegah COVID-19, Kota Kupang Perpanjang Pemberlakuan PPKM

Pelaksanaan PPKM tahap I yang berlangsung sejak 15 Januari 2021 lalu itu dinilai belum efektif

Image
News

Haji Lulung Ajak Anak Bangsa Tobat Nasional

Haji Lulung mengajak seluruh umat beragama untuk memanjatkan doa memohon keselamatan untuk bangsa dan negara.

Image
News

Kasus Positif COVID-19 di Kota Tasikmalaya Melandai Selama PPKM

Pemkot Tasikmalaya sedang menerapkan PPKM selama dua pekan sampai 25 Januari 2021 untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19

Image
News

Pengusaha Gilang Widya Pramana Ikut Turun Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel

Bantuan akan disalurkan Gilang melalui J99 Corps senilai Rp500 juta

Image
News

Kunjungi Korban Banjir Ligung-Majalengka, PKB Perjuangkan Normalisasi Sungai

Anggota DPR RI Maman Imanulhaq melakukan kunjungan ke lokasi banjir di Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Majalengka.

Image
News

Syahbandar: Cuaca Laut di Jepara Tidak Aman untuk Melaut

Hingga kini, gelombang air laut di Perairan Jepara masih cukup tinggi, prediksinya di atas 2 meter

terpopuler

  1. Penduduk Mulai Tinggalkan Pulau Jawa, Apa yang Terjadi?

  2. Sudjiwo Tedjo Usulkan Mahfud MD Perintahkan Kapolri Baru untuk Larang Istilah Kadrun dan Cebong

  3. Viral Reaksi Haru Suami Mengetahui Istrinya Hamil Setelah Menanti 5 Tahun

  4. Humor; Ketika Raja Arab Dibuat Ketawa oleh Gus Dur

  5. Dijamin Ngakak; Humor Ketika Gus Dur Ditanya Soal Otak Presiden

  6. Gembong: Anies Bikin Kebijakan Diskriminatif, Oportunis, dan Egois

  7. Dituduh Pendukung Trump karena Nggak Mengakui Joe Biden Sebagai Presidennya, Jawaban Warganet Ini Bikin Ngakak

  8. Wirda, Putri Ustaz Yusuf Mansur Dambakan Punya Suami Banyak Uang

  9. 7 Fakta Menarik Aletta Molly, Cicit Pahlawan Cut Nyak Meutia yang Berkarier Jadi Artis

  10. Jangan Sampai Tidak Tahu, ini 4 Zikir Paling Allah Sukai

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot