image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

KNPK: Perokok Bukan Kambing Hitam Bobroknya Pengelolaan BPJS Kesehatan

Dian Rosmala

Image

Pakar Hukum Pradnanda Berbudy (kedua kiri), bersama Plt Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, dan Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) Muhammad Nur Azami (kedua dari kanan) saat Audiensi KNPK bersama Kominfo, Selasa (2/7/2019), di Gedung Kominfo, Jakarta. | AKURAT.CO/Tria Sutrisna

AKURAT.CO, Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Azami Mohammad membuat surat terbuka untuk Direktur Utama Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fahmi Idris.

Azami keberatan atas pernyataan Fahmi yang membandingkan kemampuan masyarakat membeli rokok dengan harga Rp8 ribu setiap hari, namun keberatan untuk menyisihkan Rp5 ribu per hari untuk membayar iuran BPJS Kesehatan

"Statement anda membuat saya selaku Perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung," ujar Azami dalam surat terbukanya yang diterima AKURAT.CO, Rabu (9/10/2019).

baca juga:

Azami mengatakan, Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Bahkan, kata dia, Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun.

Ia menegaskan, tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.

Azami menjelaskan, Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

"Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas," tuturnya. 

Selain itu, BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.

Azami mengungkapkan bahwa dirinya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu. Sewaktu ia hendak berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. 

"Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS," ujarnya. 

"Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami Perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, Perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan Fahmi bahwa kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan membuat rakyat marah. Ia menilai Fahmi tidak memahami beban yang ditanggung oleh rakyat saat ini. 

"Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin," tuturnya. 

"Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya," tambahnya. 

Selain itu, ia juga menyinggung mengenai rencana kenaikan cukai rokok. Kata dia, kebijakan tersebut nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan. Sebagai Perokok, ia mengaku membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS.

"Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS," katanya. 

"Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan Perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?," tambahnya. 

"Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para Perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada Perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media," katanya tegas. 

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Suntikan Dana Saja Dinilai Tak Cukup Perbaiki Defisit BPJS Kesehatan

Image

Ekonomi

Komisi XI Kecewa Sri Mulyani Keukeuh Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Ancam Tarik Suntikan Dana BPJS Kesehatan Rp13,5 Triliun, Lho Kok?

Image

Ekonomi

Komisi IX Keukeuh Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Image

Ekonomi

Dituding Langgar Kesepakatan dengan DPR soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Ini Jawaban Sri Mulyani

Image

Ekonomi

Dalam Rapat Gabungan BPJS Kesehatan, Misbakhun Minta Sri Mulyani Optimalkan Penerimaan Negara

Image

Gaya Hidup

Berhenti Merokok atau Tidak Sama-sama Berisiko Kanker Paru, Ini Kata Ahli

Image

Iptek

APPNINDO Fokus Luruskan Stigma Keliru Nikotin Elektronik

Image

Gaya Hidup

Meski Sudah Dimatikan, Rokok Tetap Bisa Melepas Racun Berbahaya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Berkas Dua Tersangka Penyiraman Air Keras Novel Baswedan P21

Kedua tersangka penyiram air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan akan diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Image
News
Wabah Corona

Wabah Virus Corona di Korsel Capai Hampir Seribu Kasus, Kondisi Daegu Kini bak Kota Mati

Dengan jumlah kasus tersebut, kini Korsel resmi berada di peringkat kedua setelah China dengan angka total mencapai 77.663

Image
News

Kejagung Masih dalami Dugaan Keterlibatan Bakrie Group dalam Kasus Jiwasraya

"Seandainya nanti ke depan ada keterkaitan juga dengan perusahaan di dalam group itu, nanti urgensinya penyidik yang akan menentukan"

Image
News
Pilkada 2020

KPU Sultra Tutup Pendaftaran Calon Perseorangan Pilkada 2020

Ketua KPU Sultra, Laode Abdul Natsir, mengungkapkan bahwa hanya dua daerah yang menerima pendaftaran calon perseorangan.

Image
News

Jakarta Dikepung Banjir, Uki Sebut Anies Gagal Total

"Saya pernah bilang upaya normalisasi naturalisasi wajib dilakukan atau DKI tamat," kata Uki

Image
News

Kebutuhan Mendesak Pengungsi Cipinang Melayu, dari Pembalut, Celana Dalam Wanita sampai Pakaian Bayi

Penanganan darurat di kelurahan ini melibatkan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, Dompet Dhuafa dan pemadam kebakaran.

Image
News

Alasan Keamanan, 385 Gardu Listrik di Bekasi Belum Beroperasi Kembali

Aprilia Susanti mengatakan, pemadaman itu untuk keamanan warga agar terhidar dari sengatan listrik

Image
News

Survei-survei Politik Mulai Mencuat, Fadli Zon: Pemilu 2024 Masih Jauh

"Pemilu 2024 masih jauh."

Image
News

Basuki: Istana Mana? Mana? Tidak Ada Banjir, Saya Pukul 06.00 WIB di Sini

"Bukan banjir, air yang mau masuk ke drainase," kata Basuki.

Image
News

Duo Penyelamat Siswa SMPN 1 Turi yang Hanyut Terima Penghargaan

Kementerian Sosial memberikan penghargaan kepada dua sosok pahlawan penyelamat puluhan siswa SMPN 1 Turi dalam tragedi susur Sungai Sempor

terpopuler

  1. Liburan Bareng, Ranty Maria- Ryan Wijaya Dikabarkan Resmi Pacaran

  2. Gegara Ketahuan Nikah Siri, Siswi Kelas 1 SMK Swasta di Depok Dikeluarkan, Orang Tua Kecewa

  3. Masyarakat Minoritas yang Dulu Dukung di Pilpres Kini Sedang Menunggu Kebijakan Jokowi untuk Lawan Intoleransi

  4. 5 Artis Indonesia yang Terima Kado Mewah di Hari Ulang Tahun, Ada Mobil Seharga Rp3,4 Miliar!

  5. Bukan karena Tidak Perawan, Siswi Kelas 1 SMK Swasta di Depok Dikeluarkan Gegara Merokok

  6. Gembong Nilai Anies Miskin Solusi, Tinjuan Banjir Hanya Buat Foto Selfie

  7. Pesan Ibu Mertua ke Shahnaz Haque: Jangan Galak-Galak Sama Suami

  8. RSCM Kebanjiran, Ferdinand: Baru di Zaman Anies Baswedan

  9. Kisah Para Malaikat Tak Bersayap Selamatkan Puluhan Siswa di Tragedi Susur Sungai Sempor

  10. Baru Mundur dari Jabatan PM, Mahathir Langsung Hengkang dari Partai BERSATU

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak