breaking news: Berjaket Ojol, Dua Orang Ledakkan Diri di Polrestabes Medan

image
Login / Sign Up

Perdebatan Gerindra Vs Najwa Shihab di Instagram Dilanjutkan Warganet di Twitter

Arief Munandar

Image

Pembawa acara Najwa Shihab saat membuka acara talkshow Mata Najwa yang disiarkan langsung dari Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (10/1). Acara Mata Najwa yang dibawakan oleh Najwa Shihab, kini menyapa kembali kerinduan pemirsa yang ditayangkan di salah satu televisi swasta dengan konsep dan penampilan yang berbeda. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Akun Instagram Partai Gerindra menjadi sorotan warganet karena saling berbalas komentar dengan jurnalis Nazwa Shihab.

Mulanya, akun Instagram @gerindra memposting sebuah cuplikan video yang menyajikan pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Dalam narasi video, Surya Paloh terkesan tidak mendukung Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perppu KPK. Tidak hanya itu, ada keterangan yang menyinggung Presiden Joko Widodo.

"RUU KPK, Presiden @Jokowi Pilih Partai Pendukung Atau Rakyat?" tulis akun Instagram @gerindra.

baca juga:

Postingan mendapat komentar dari Najwa Shihab. Dia mempertanyakan keterangan Partai Gerindra yang menyertakan istilah ‘rakyat’.

Padahal, kata Najwa, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas yang merupakan kader Gerindra menolak masukan publik tentang RUU KPK.

“Fraksi anda secara resmi setuju terhadap revisi UU KPK. Kader anda ketua baleg yg memimpin pembahasan revisi UU secara kila dan menolak masukan publik. Lalu publik/ rakyat mana yang anda maksud? " timpal Nana -sapaan akrab Najwa Shihab- di kolom komentar.

Admin akun Instagram Partai Gerindra kemudian membantah tudingan Najwa Shihab. Dia menegaskan bahwa Partai Gerindra selalu mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi publik. Termasuk saat Baleg atas RUU KPK.

Gerindra beralasan bahwa keputusan Baleg RUU KPK dibuat melalui musyawarah. Sedangkan, penolak Revisi RUU KPK hanya dua partai, yakni Partai Gerindra dan PKS.

“Baik Kak @najwashihab, pengambilan keputusan Baleg Revisi RUU KPK adalah kolektif kolegial. Anggota legislasi FPDIP 14 orang, Golkar 11 orang, Gerindra 9 orang, Nasdem 5 orang, PKB 6 orang, PPP 5 orang, dan PAN 5 orang. Dalam hal ini Gerindra dan PKS menolak, namun karena mayoritas fraksi (8 dari 10) menyetujui, akhirnya Fraksi Gerindra harus menghormati keputusan mayoritas fraksi," jawab @gerindra.

"Presiden meminta DPR untuk melakukan revisi UU KPK, RUU KPK dirancang dan keluarlah ANPRES dari Presiden dan dibahaslah RUU ini. Berjalannya waktu, Fraksi Gerindra dan PKS jelas menyatakan penolakan, tapi 8 fraksi lain menyetujui dan akhirnya disahkan dengan catatan-catatan yang telah fraksi ini berikan. Salam Indonesia Raya," imbuhnya.

Tidak tinggal diam, Nana membalas alasan Partai Gerindra. Dia justru menyimpulkan bahwa Partai Gerindra menyetujui RUU KPK dengan catatan bahwa dewan pengawas KPK tidak ditunjuk Presiden.

"Fraksi Gerindra bukan menolak, tapi menyetujui Revisi UU KPK dengan catatan. Gerindra tidak setuju Dewan Pengawas KPK ditunjuk Presiden, bukan tidak setuju soal Dewan Pengawas. Hanya satu itu saja. Kewenangan Dewas memberikan izin penyadapan juga tidak dipersoalkan oleh Fraksi Gerindra. Bisa disimak ulang pidato ketua fraksi anda yg membacakan sikap ini di sidang paripurna. Sila tonton juga @matanajwa eps KPK, ada kader anda Supratman, Ketua Baleg yang juga menyampaikan hal ini," tutur @najwashihab.

Perdebatan Partai Gerindra kemudian berlanjut ke Twitter. Kali ini, Partai Gerindra menyesalkan adanya warganet dengan akun @imanlagi yang terkesan menutup fakta perdebatannya dengan Nana. Pasalnya akun @imanlagi memposting screenshot komentar Nana tanpa menyertakan jawaban Partai Gerindra.

“Memframing Gerindra tidak bisa menjawab?” cetus akun @Gerindra dengan menautkan akun Twitter @NajwaShihab.

Pernyataan Partai Gerindra itu ditanggapi beragam komentar dari warganet. 

“Admin baper. Politik ga boleh baper min,” balas akun @Jose25Leonardo.

“Buktikan kalau memang kalian menolak,” ujar akun @fajarwahyu99.[]

View this post on Instagram

RUU KPK, Presiden @Jokowi Pilih Partai Pendukung Atau Rakyat?

A post shared by Partai Gerindra (@gerindra) on

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

Hiburan

Cerita Najwa Shihab Melihat Perjuangan Sutopo Melawan Penyakit Kanker Paru-Paru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

PPP Gembleng Kader se-Indonesia untuk Persiapan pemilu 2024

Kader harus bisa menjadi agen partai dan berkontribusi di di tengah-tengah masyarakat.

Image
News

Pengamat: Prabowo Subianto Tunjukan Kepiawaiannya Sebagai Menhan Dalam Merespon Anggota Komisi I DPR

"Saya mendukung pandangan Menhan agar dibahas dalam sidang tertutup di Komisi I DPR-RI."

Image
News

Demi Kesejahteraan Rakyat, Kemenkominfo Diminta Optimalkan Pemanfaatan Frekuensi

"Optimalisasi frekuensi dapat menciptakan ketersediaan tarif akses internet yang terjangkau/murah"

Image
News

Matakin Minta Masyarakat Tidak Sebarkan Foto dan Video Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

"Biarkan aparat kepolisian bekerja melakukan penanganan, mudah-mudahan segera diungkap motif dan identitas pelakunya,"

Image
News

Pusjarah TNI Gelar Lomba Lukis SMA Tingkat Nasional

"Dengan adanya lomba melukis ini, diharapkan bisa menjadi semangat bagi generasi muda untuk berkreasi"

Image
News

Dharma Pertiwi Luncurkan 'Ladara Indonesia'

"Ibu-ibu muda Dharma Pertiwi harus berani berkarya"

Image
News

Bom Bunuh Diri di Medan, Surya Paloh: Ini Peringatan Bagi Kita Semua

Saya minta kawan-kawan, saudara-saudara sebangsa kita setanah air tingkatkan kewaspadaan kita.

Image
News

Larangan Mantan Koruptor Maju Pilkada, Pakar Minta KPU Berkaca dengan Putusan MK dan MA

"Apa undang-undang ini dibikin oleh KPU? Yang benar aja. Nggak bisa."

Image
News

Golkar Gelar Rapat Pleno Jelang Rapimnas

Rapat Pleno tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto

Image
News

Mahfud MD: Program Deradikalisasi Bukan Dievaluasi, Tapi Diperkuat

Jumlah teror artinya tingkat antisipasinya sudah oke, tetapi sekarang terjadi perluasan subjek

trending topics

terpopuler

  1. Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Ruhut: Segera Bubarkan Lembaga-lembaga Ekstrem Kanan dan Kiri

  2. Celoteh Keras Said Didu, Dengar Ahok Ditunjuk Jadi Direksi BUMN

  3. Foto Dipeluk Vicky Prasetyo Tuai Komentar, Sarita Abdul: Bismillah Gak Kena Rayu

  4. Benzema Pilih Bekam sebagai Metode Pemulihan Fisik, Khabib Nurmagomedov Berikan Komentar Mengejutkan

  5. Curi Rahasia Produk Perusahaan Minyak Senilai Rp14 Triliun, Ilmuwan China ini Diadili Pemerintah AS

  6. Temui Erick Thohir, Ahok Bakal Jadi Bos Perusahaan Ini

  7. Manfaat Kacang Hijau, Penangkal Ampuh Penyakit Kronis

  8. Jansen Demokrat: Marah-marahnya Ahok Dibutuhkan, Dirut PLN Cocok!

  9. Daripada Jadi Direksi BUMN, Ahok Lebih Cocok Jadi Ini

  10. Pemerintah Sepakat Soal Habib Rizieq akan Disampaikan Satu Pintu

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Image
Rozi Kurnia

Polemik Sinema atau Bukan Sinema ala Martin Scorsese

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
Ekonomi

Ahok, Bakal Bos BUMN yang Terkenal Saat Memimpin Jakarta

Image
News

10 Potret Hangat Menhan Prabowo Subianto Jamu Dubes dari Berbagai Negara

Image
News

Dikabarkan Bakal Pimpin Perusahaan BUMN, 8 Potret Terbaru BTP di Berbagai Kegiatan