Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Ahada Ramadhana

Jurnalis AKURAT.CO

Mengulik Gagasan Thales si Bapak Filsafat Yunani, Geser Mitologi Menjadi Logika

Ahada Ramadhana

Image

Thales of Miletus | Famous Mathematicians

AKURAT.CO, Celetukan seperti ‘tergantung amal ibadah’ atau ‘kurang sedekah sih...’ barangkali masih sering kita dengar sampai hari ini. Biasanya, seloroh itu muncul dari para rekan saat kita menemui ganjalan-ganjalan kecil dalam menjalani berbagai aktivitas.

Bagi sebagian orang, cara berpikir mitosentris seperti itu dilontarkan hanya sebagai candaan. Tapi sebagian lainnya menetapkan yang demikian sebagai cara pikir yang ‘benar’.

Cara berpikir mitosentris biasanya tidak mengedepankan daya kritis dan penyelidikan, alias menerima begitu saja. Mitosentris cenderung mengaitkan segala sesuatu pada dongeng dan simbol, termasuk kepada dewa-dewa, seperti yang dilakukan masyarakat Yunani dahulu. Misalnya, orang Yunani dulu menganggap gempa bumi adalah karena Dewa Zeus sedang marah.

baca juga:

Cara pikir tersebut coba digeser oleh Thales (624-546 SM) dari Miletos. Sosok filsuf ini menjadi bahasan 'Ngaji Filsafat' pekan pertama bulan ini (sesi 241) di Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta. Tema besar edisi Oktober 2019 dari ngaji yang telah digelar sejak April 2013 ini adalah “Kembali ke Yunani Lagi”.

Dalam ejaan Inggris, namanya dibaca ‘tales’. Tapi di lidah Yunani dibaca ‘talis’. Thales mendapat julukan bapak filsafat. Dialah orang pertama yang berfilsafat, sekaligus orang di urutan pertama dari The Seven Sages atau Seven Wise Men, yakni gelar yang diberikan oleh tradisi Yunani klasik pada filsuf abad ke-6 SM.

Beberapa nama filsuf Yunani kondang merupakan generasi di bawahnya. Misalnya Socrates, baru lahir 70an tahun setelah kematian Thales. Plato (427-347 SM) baru lahir 119 tahun setelah wafatnya Thales, sedangkan Aristoteles (384-322 SM) lahir 162 tahun usai kematian Thales.

Oleh Aristoteles, Thales disebut sebagai orang pertama yang mempertanyakan bagaimana terbentuknya alam semesta. Dalam ilmu astronomi, Thales berjasa besar lantas terkenal karena memprediksi secara tepat terjadinya gerhana matahari yakni pada 29 Mei 585 SM. Di bidang ilmu ukur, ia juga mampu mengukur tinggi piramida hanya dengan menghitung bayangannya.

Filsuf asal Kota Miletos (kini Anatolia di Turki), tanah perantauan orang-orang Yunani kala itu, dikenal lewat tulisan-tulisan filsuf generasi setelahnya sebab konon dia tak meninggalkan jejak pemikirannya dalam bentuk tulisan. Ada pula yang menyebut Thales menulis dua buku tapi tak terlacak.

Thales dianggap sebagai pendobrak mitos dengan cara menggeser cara berpikir mitosentris menuju logosentris (berbasis ilmu dan logika). Dialah pemikir pertama dalam sejarah filsafat Barat yang membaca gejala alam tanpa menghubungkan dengan dewa-dewa dan lebih memilih pendekatan yang kita kenal dengan ‘metode ilmiah’.

Apakah berarti orang Yunani sebelum itu tidak bisa berpikir secara logis? Tentu semua orang bakal berpikir dalam menjalani hidup. Akan tetapi peradaban sebelum itu menempatkan para dewa sebagai sumber segala penyebab yang utama.

Poin kunci dari Thales dalam menggeser cara pandang mitos ke metode logos adalah mengedepankan pertanyaan ‘bagaimana kita mengetahui’, bukan ‘apa yang kita ketahui’. Misalnya ada seorang teman menyebarkan sebuah artikel, yang perlu pertama kali ditanya adalah ‘dari mana sumbernya’, bukan ‘apa isinya’. Bagaimana atau dari mana kita mengetahui sesuatu itu menentukan hasil. Ini yang kemudian dinamakan metode ilmiah.

Thales punya beberapa karakter layaknya ilmuwan, yakni sebagai berikut. Pertama, rasionality, maksudnya berargumen berdasarkan akal sehat. Kedua, curiousity yakni mempertanyakan apa saja, misalnya ‘mengapa begitu’, ‘pantas atau tidak’, ‘penting atau tidak’. Jangan biasakan berpikir bahwa segala hal biasa saja atau normal-normal saja sehingga merasa tidak ada hal yang perlu dibahas.

Ketiga, tentativity, maksudnya adalah terbuka untuk kebenaran baru. Hari ini kita meyakini kebenaran versi kini, tapi besok kebenaran itu mungkin kita perbarui. Karakter ini membuat seseorang berkembang. Keempat, objectivity. Maksudnya, apa yang benar disebut benar, yang salah dikatakan salah. Kelima, creativity yang berarti berpikir produktif, menemukan yang baru alias tidak mengulang yang sudah-sudah.

Thales yang hidup pada tahun 624-546 SM, mengemukakan teori “semua berasal dari air dan akan kembali ke air”. Menurutnya, air adalah pangkal dari segalanya di alam semesta sekaligus menjadi sumber kehidupan di mana segala bahan makanan yang dibutuhkan makhluk hidup memiliki unsur air. Ini ternyata sejalan dengan Alquran yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad yang hidup pada 570-632 M. Dalil tersebut terdapat dalam Surah al-Anbiya ayat 30 yang berbunyi,”... Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup...”.

Tentu saja teori ini mendapat penolakan pada masanya. Namun, jika melihat masa saat Thales hidup, gagasan ini-termasuk pula lima karakternya tersebut di atas-tentu terbilang brilian dan patut diapreasi.

Filsuf asal Inggris Bertrand Russell (1872-1970) adalah salah seorang yang menganggap penting teori ini berdasarkan tiga alasan. Pertama, teori ini mengajarkan adanya asal-usul segala sesuatu. Kedua, adanya penalaran yang menghindari dongeng dan mitos. Ketiga, terkandung gagasan bahwa segala hal itu satu (all things are one). []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Bukannya Dijauhi, Virus Corona Justru Dipuja di Kuil India ini

Image

News

Kunjungi Pabrik Ranpur Thales, Wamenhan: Kita Mau Lihat Peluang Kerja Sama

Image

Gaya Hidup

Sering Tak Ditepati Janjinya, Benarkah Anak Bisa Sakit?

Image

Gaya Hidup

Ayah dan Bunda, Sudah Tahukah Kepribadian Anakmu Seperti Apa?

Image

Video

VIDEO ‘Re-Mitologisasi’ Lewat Karya Seni

Image

Ekonomi

'Maneki Neko' Patung Kucing Lucu yang Dipercaya Bawa Peruntungan Bisnis

Image

Ekonomi

Benda-benda yang Bawa Hoki dalam Berbisnis Menurut Keyakinan Tionghoa

Image

Hiburan

JK Rowling Sebut Casting Nagini dalam Fantastic Beasts Mirip Mitologi Naga Indonesia

Image

Hiburan

Bikin Bingung, Cangkir Kopi Mana yang Terisi Duluan?

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

filsafat itu menarik buat dibahas, tapi harus hati-hati juga

terkini

Image
News

Setelah Uighur, China Mulai Persekusi Muslim Utsul di Sanya

Utsul merupakan komunitas kecil Muslim kecil yang tak terlalu terkenal di Sanya, Pulau Hainan

Image
News

Anggota Dewas KPK Positif Covid-19, Sidang Etik Terpaksa Ditunda

Diharapkan 12 Oktober 2020 mendatang, Syamsuddin Haris bisa sembuh

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi

Keterbatasan biaya dan jarak yang jauh tak menyurutkan dirinya untuk mengenyan pendidikan tinggi.

Image
News

Massa AMP3 Unjuk Rasa Depan Mabes Polri

Kasus tersebarnya video mesum mantan anggota DPRD Kabupaten Mimika dianggap tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Image
News

Anies Sulap Kawasan TMII dan Ragunan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Ini berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 979 Tahun 2020 tentang Lokasi Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI Jakarta

Image
News

Eri Cahyadi Siap Wujudkan Lingkungan Bisnis Berkelas Dunia Lewat Pengembangan Pelabuhan

Pelabuhan Tanjung Perak berperan sentral bagi ekonomi.

Image
News

 11 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Longsor di Tarakan

Proses evakuasi korban pun masih terus dilakukan

Image
News

Mardani Ali Sera Usul Paslon Pelanggar Prokes Covid-19 Langsung Dicoret

Kalau bisa pelanggar tidak diberi kesempatan untuk melanggar yang kedua kalinya

Image
News

China Minta Importir Makanan Beku Hindari Negara dengan Kasus Corona Tinggi, Termasuk Indonesia

China bulan ini menangguhkan impor dari produsen makanan laut di Brasil, Indonesia, dan Rusia

Image
News

Mengandung Bahan Berbahaya, Sri Lanka Kembalikan Kiriman Sampah ke Inggris

Pengirimannya berkedok kasur bekas, karpet, dan permadani untuk potensi daur ulang

terpopuler

  1. Kisah Eks Pasien Covid-19: Teman Paling Setia di Wisma Atlet adalah Kesepian

  2. Pengkhianatan G30S/PKI, Adi Prayitno: Saya Tidak Melihat Ada Propaganda

  3. Meski Pandemi, 5 Zodiak Ini Justru Jadi Magnet Uang Lho!

  4. Pemprov DKI Kremasi Ratusan Jenazah yang Diduga Terpapar Corona 

  5. Sindir Tito Karnavian Soal Pilkada, Sudjiwo Tedjo Ujung-ujungnya Malah Begini!

  6. Reza Artamevia Terlibat Narkoba Lagi, Aaliyah Massaid: Ibu yang Pertama Kali Minta Maaf

  7. Tengku Zul: Perkebunan Negara Tidak Bayar Sewa Sama Sekali Malah Rugi, Gila!

  8. Protokol Kesehatan Covid-19 Anies Baswedan Dicuekin Pedagang Binaan

  9. Perubahan Wajah 4 Bintang Sepak Bola saat jadi Orang Asia hingga India, Masih Kenal?

  10. Wanita 14 Tahun Tewas Nabrak Trotoar dan Tiang di Gambir

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi

Image
News

Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda

Image
News

5 Fakta Penting Silvany Austin Pasaribu, Diplomat Muda yang 'Lawan' Vanuatu di Sidang Umum PBB