image
Login / Sign Up

Cerita dari Istana, Jokowi Telepon Para Petinggi sampai Turun ke Bekas Lahan Terbakar

Maidian Reviani

Bencana Lingkungan

Image

Presiden Joko Widodo di lokasi bekas kebakaran | Dokumentasi BNPB

AKURAT.CO, * Data yang diumumkan BNPB pada Jumat 20 September 2019, luas hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia selama Januari sampai Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare. Luas lahan terbakar terbanyak ada di Provinsi Riau, yaitu mencapai 49.266 hektare.
* Pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan, kata Jokowi.
* Keberadaan perangkat-perangkat yang dimiliki baik oleh pemerintah sebenarnya mampu melakukan segala upaya pencegahan kebakaran. Namun, kerjasama yang kurang efektif dan inisiatif yang tidak maksimal mengakibatkan kebakaran kembali terulang.

 
***

Fatimahtuzzuhra El-Karim, warga Jalan Suka Karya Perumahan Puri Indah Kualu, Kelurahan Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, hari itu dilaporkan kantor berita Antara terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke Kota Medan, Sumatera Utara.

baca juga:

Fatimahtuzzuhra dan sebagian warga sudah tidak kuat berlama-lama di Tarai Bangun karena setiap hari menghirup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Karena asap di sana semakin tebal, kami terpaksa mengungsi ke Medan, mengingat kami punya anak yang masih kecil," katanya.

Fatimahtuzzuhra membawa anaknya yang masih berumur 1,5 tahun untuk mengungsi. Sesampai di Kota Medan, dia langsung membawa anaknya ke pusat kesehatan karena khawatir terserang penyakit akibat kabut asap.

"Alhamdulillah, keadaan anak saya tidak apa-apa. Kami juga masih menunggu apakah asap di sana sudah benar-benar tidak berbahaya. Kalau tidak berbahaya kemungkinan kami akan kembali ke Kampar," ujarnya.

Fatimahtuzzuhra dan warga Kelurahan Tarai Bangun sebenarnya sudah merasakan kabut asap sejak Juli 2019. Tetapi ketika itu kabut asapnya masih tipis. Baru mulai Agustus, asap semakin pekat dan berdampak pada kesehatan warga.

Riau Terbakar Lagi, Kabut Asap Selimuti Kabupaten . ANTARA FOTO/Rony Muharrman

"Karena itu kami lebih memilih di dalam rumah. Apalagi di luar rumah masih ada lahan dan sudah ada yang terbakar," ujarnya.

Jumlah warga Riau yang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut semakin meningkat belakangan ini seiring dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Pada bulan Juli, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 27.563 warga, bulan Agustus jumlah kasus meningkat: 29.346 warga, dan hingga 11 September lalu, jumlah warga yang terkena ISPA sudah mencapai 9.931 orang dan diperkirakan akan meningkat terus kalau tak ada pengendalian.

“Asap mulai pekat pada akhir Juli dan mulai Agustus jumlah pasien ISPA meningkat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Nazir di Pekanbaru.

Tak hanya warga Kota Pekanbaru, warga kota-kota lain di Pulau Sumatera juga merasakan hal yang sama sebagai akibat polusi udara yang makin memburuk. Misalnya di Palembang (Sumatera Selatan) dilaporkan sebanyak 2.188 balita terkena ISPA.

Kebakaran hutan lahan yang terjadi di Kalimantan, bahkan beberapa daerah di Pulau Jawa dan Indonesia bagian timur (tapi di Jawa keadaannya tidak separah di Sumatera dan Kalimantan), juga mengakibatkan hal yang sama.

Masyarakat Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diimbau dinas kesehatan daerah itu meningkatkan kewaspadaan karena kualitas udara pusat kota itu kembali masuk dalam kategori berbahaya akibat pekatnya asap dan debu kebakaran lahan.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Faisal Novendra Cahyanto sampai meminta masyarakat memakai masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan karena asap dalam beberapa hari itu kembali pekat dan rawan mengganggu kesehatan.

Kebakaran Lahan Gambut di Banjarbaru Mengenai Ruma. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Gambaran keadaan di Palangka Raya hari Minggu itu diceritakan oleh warga bernama Lilis Alice – informasi ini dikutip dari laporan BBC News Indonesia. Lilis Alice mengatakan untuk meminimalisir dampak polusi udara, dirinya terpaksa menutup semua ventilasi udara rumah dengan karton sejak awal September.

Lilis sudah dua pekan takut membuka jendela dan pintu rumah. Soalnya, kalau dibuka, lantai rumahnya bakal menjadi licin dan agak berminyak. Kain gorden yang dulu putih, sekarang berubah agak kecoklatan.

Dia menggambarkan keadaan di daerah sekitarnya kalau pagi sudah seperti negeri di atas awan. “Gelap-gelapan. Jadi kalau di dalam rumah, saya nyalakan lampu, saking gelapnya,” kata Lilis Alice.

Terutama di Sumatera dan Kalimantan, polusi udara yang makin memburuk pada pertengahan September tak hanya mengganggu sektor kesehatan (manusia, bahkan satwa), sektor pendidikan dan ekonomi pun ikut terganggu. Media-media melaporkan, sebagian sekolah meliburkan murid, kemudian layanan transportasi darat, terutama udara terhambat.

Menurut laporan yang saya kutip dari Sindonews, Senin 16 September, customer service PT. Angkasa Pura 1 Surabaya menyebutkan akibat kabut asap sebanyak 43 penerbangan dari empat maskapai tujuan Kalimantan terganggu jadwalnya. Akibatnya, sebagian besar calon penumpang tidur di bandara untuk menunggu jadwal keberangkatan keesokan harinya.

Belakangan, pekatnya asap dihirup sebagian warga Singapura dan Malaysia. Media-media internasional pun gencar memberitakan isu pengelolaan hutan dan lahan di Indonesia serta dampak kebakaran yang terjadi setiap tahun di musim kemarau.

***

Barangkali setelah mendapatkan berbagai laporan dampak kebakaran, Jumat, 13 September 2019, malam, melalui sambungan telepon, Presiden Joko Widodo berbicara kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Monardo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Jokowi memerintahkan kepada mereka untuk berkoordinasi menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau (wilayah ini terparah).

Usai mendapat perintah presiden, Hadi menjelaskan kepada media bahwa sebelumnya sudah melakukan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan di wilayah yang terkena kebakaran.

“Hasil hujan buatan hari ini (Jumat) hujan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau,” kata Hadi kepada Biro Pers Sekretariat Presiden.

Hadi menambahkan akan mengirim tambahan pesawat CN-295 dan Hercules untuk kembali membuat hujan buatan dengan skala yang lebih besar.

“Besok (Sabtu) kita tambah pesawat untuk menebar garam langsung 3,5 ton sekaligus dengan pesawat CN,” ujarnya.

Hadi dan Tito sudah terjun langsung ke lapangan untuk menangani kebakaran beberapa waktu yang lalu.

Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Tito Karnavian. ANTARA FOTO

Sehari setelah mendapat perintah Jokowi, Sabtu 14 September, BMKG dan BNPB menyelenggarakan konferensi pers bersama terkait langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya pemadaman kebakaran.

Dwikorita mengatakan ada potensi hujan di Provinsi Riau untuk hari Sabtu (14 September itu).

Doni Monardo meminta kepada seluruh elemen, khususnya pada pejabat-pejabat daerah mulai dari bupati-wali kota, camat, lurah, hingga RT, dan RW bersinergi melakukan upaya pengendalian kebakaran di wilayah masing-masing.

"Kita tidak ingin kehabisan tenaga, energi, uang, biaya dan sebagainya hanya karena penanganan belum optimal. Sekali lagi saya berharap bupati, wali kota, camat, lurah lebih peduli," ujar Doni.
Hari Sabtu itu, Hadi dan Doni Monardo terang ke Pekanbaru untuk memimpin langsung pengendalian kebakaran.

***

Pada 16 September 2019, sore, Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Riau untuk berkoordinasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 17.00 WIB.

Presiden Joko Widodo di bandara. Dokumentasi BNPB

Ketika itu, Jokowi didampingi, antara lain Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.

Selain itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Adita Irawati, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Sekretaris Militer Presiden Brigjen TNI Suharyanto.

Pesawat itu tiba di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, pada pukul 18.28 WIB.

Malam harinya, Jokowi bersama jajaran terkait diagendakan untuk langsung rapat terbatas mengenai kebakaran hutan dan lahan. Rapat diselenggarakan di Hotel Novotel Pekanbaru.

Kunjungan Jokowi hari itu merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, yang diselenggarakan Selasa, 6 Agustus 2019.

Dalam rapat itu, Jokowi meminta kepada para aparat untuk bersiaga mulai dari tingkat yang paling bawah dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan lebih lanjut.

"Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat. Ada api sekecil apapun segera selesaikan, sudah. Kita ini kan punya infrastruktur organisasi sampai ke bawah. Desa ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, ada semuanya. Mestinya begitu muncul kecil sudah ketahuan dulu," kata Jokowi ketika itu.

Seusai agenda, malam hari setelah tiba di Kota Pekanbaru, Jokowi memimpin rapat terbatas bersama dengan jajaran terkait pembahasan langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Negara menegaskan pencegahan merupakan sebuah hal yang mutlak dalam suatu proses penanganan kebakaran.

"Pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan," kata Jokowi dalam situs Sekretariat Kabinet.

Presiden menilai keberadaan perangkat-perangkat yang dimiliki baik oleh pemerintah di tingkat pusat, daerah, maupun aparat keamanan, sebenarnya mampu untuk melakukan segala upaya pencegahan kebakaran.

Namun, kerjasama yang dirasa kurang efektif dan inisiatif yang tidak maksimal mengakibatkan peristiwa kebakaran kembali terulang.

Presiden Joko Widodo. Dokumentasi BNPB

"Gubernur memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah: bupati, wali kota, camat, kepala desa. Pangdam juga punya perangkat dari danrem, dandim, sampai koramil, babinsa, semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat dari kapolres, kapolsek, sampai bhabinkamtibmas," kata Jokowi.

"Tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik," Jokowi menambahkan.

Maka itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak mulai dari pusat hingga ke daerah untuk melakukan konsolidasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh. Seluruh pihak terkait juga dimintanya bergerak aktif dalam menangani karhutla yang terjadi saat ini.

"Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik saya yakin yang namanya satu titik api sudah pasti ketahuan dulu sebelum sampai menjadi ratusan titik api. Itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini," kata Presiden.

Adapun upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau yang saat ini berstatus siaga darurat, Jokowi memberi sejumlah arahan untuk memastikan penanganan tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

Pertama, dia meminta Badan Nasional Penanggulanan Bencana untuk melakukan proses hujan buatan dengan cakupan yang lebih luas. Selain itu, penambahan pasukan maupun petugas pemadam juga harus dilakukan.

"Kita harapkan besok (Selasa) dilakukan hal yang sama (hujan buatan) dalam jumlah yang lebih besar. Pasukan pun juga sudah kita tambahkan. Saya perintahkan hari Jumat lalu untuk ditambahkan ke sini," kata dia.

Kedua, tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan baik yang berasal dari kalangan korporasi maupun individu.

"Saya minta juga aparat penegak hukum bertindak tegas baik kepada perusahaan maupun pada perorangan," ujar Presiden.

Ketiga, lakukan pencegahan di lokasi-lokasi sekitar maupun lainnya agar titik api yang telah diketahui tidak membesar dan menyebabkan meluasnya kebakaran.

"Jadi kuncinya ada di pencegahan. Jangan sampai ada titik api satu pun muncul dan dibiarkan," katanya.

Presiden menegaskan upaya pencegahan dengan terus melakukan pemantauan terhadap titik api yang muncul merupakan hal yang harus dilakukan sebelum terlanjur meluas.

"Pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan."

***

Selasa, 17 September 2019, pagi, Jokowi meninjau dua lokasi kebakaran hutan dan lahan, yaitu di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, dan Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Sebelum melakukan peninjauan, Jokowi mengawali kegiatan dengan melaksanakan ibadah salat Istisqa di Masjid Amrullah, Kompleks Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru.

Presiden Joko Widodo. Dokumentasi BNPB

Salat Istisqa ini dilakukan untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Yang menjadi imam salat adalah Khairunnas Jamal. Sementara khatibnya M. Fakhri.

Selepas ceramah, khatib memimpin doa untuk memohon hujan agar kebakaran yang melanda hutan dan lahan di Provinsi Riau dan wilayah lainnya lekas padam.

"Insyaallah hujan akan turun. Semoga dalam waktu yang singkat Allah turunkan hujan. Hujan yang menghilangkan kabut asap ini. Hujan yang mendatangkan rahmat," kata Fakhri.

Wiranto, Basuki Hadimuljono, Agus Gumiwang Kartasasmita, Pramono Anung, Hadi Tjahjanto, Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan Doni Monardo, dan sejumlah pejabat lainnya, mengaminkan doa-doa itu.

Usai salat, Jokowi dan rombongan persiapan menuju Desa Merbau, Kecamatan Bunut. Mereka akan pergi ke sana dengan menggunakan helikopter Superpuma TNI AU dari Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin.

Tetapi sebelum berangkat ke desa, Jokowi menekankan pemerintah mengerahkan segala upaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

"Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin datang totalnya 5.600 (pasukan)," ujar Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin.

Selain itu, juga terus dilakukan water bombing di lokasi kebakaran. Setidaknya, sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut.

Sebelum helikopter betolak ke Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Jokowi meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai yang hari itu akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.

"Ini mau berangkat (pesawat penyemai) hujan buatan. Hari Jumat lalu juga sudah kita perintahkan, sudah diterbangkan dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. Ini sekarang kita lakukan lagi menabur garam," kata Jokowi.

"Karena awannya ada kita berdoa semoga nanti juga jadi hujan, insyaallah di hari ini," Jokowi menambahkan.

Meski upaya maksimal telah dilakukan untuk memadamkan api yang terlanjur membesar dan meluas, kepala negara kembali menegaskan bahwa langkah terbaik ialah dengan melakukan pencegahan agar titik api tidak semakin membesar.

"Segala upaya kita lakukan. Tetapi memang yang paling benar itu adalah pencegahan sebelum kejadian. Ini api satu (terdeteksi) langsung padamkan, satu padam. Itu yang benar," tuturnya.

Kepala negara sekaligus mengimbau seluruh pihak untuk tidak melakukan pembakaran lahan gambut maupun hutan yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.

Terkait hal itu, presiden sudah menginstruksikan diambilnya tindakan tegas bagi para pelaku pembakaran baik dari kalangan korporasi maupun individu.

"Upaya hukum sudah kita lakukan. Baik yang perorangan baik korporasi semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," katanya.

***

Di Desa Merbau, Jokowi meninjau sejumlah titik kebakaran. Setelah itu, dia kembali menegaskan pentingnya menjaga komitmen dari seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Pencegahan itu lebih efektif. Pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak. Lebih efektif. Tapi kalau sudah kejadian seperti yang kita lihat sekarang ini, sudah kerja yang luar biasa (sulitnya)," ujarnya.

Jokowi kemudian bertanya sejumlah hal kepada beberapa aparat yang bertugas memadamkan kebakaran di lokasi. Menurut para petugas api yang telah membesar membuat penanganan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Presiden Joko Widodo. Dokumentasi BNPB

"Saya tanya tadi TNI dan Polri yang ada di sini sudah berapa hari (bertugas). Sudah lebih dari satu bulan. Lebih dari satu bulan," kata Jokowi.

Apalagi, kata Jokowi, lahan yang masih terus diupayakan pemadamannya tersebut merupakan lahan gambut yang memang relatif lebih sulit untuk ditangani.

"Apalagi di daerah gambut seperti sekarang ini. Lebih sulit lagi. Kelihatan sudah padam, (tapi) api di bawahnya masih menganga," katanya.

Pemerintah sendiri, melalui Polri, akan melakukan upaya penindakan hukum bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan.

"Kalau kita lihat luasannya (lahan) besar sekali. Ini terorganisasi. Nanti coba ditanyakan Pak Kapolri penanganannya secara detail," kata Jokowi.

Ke depannya, Jokowi berharap agar masing-masing pihak menjalankan komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar peristiwa yang terjadi saat ini tak terulang kembali.

"Perlu kita ingatkan agar pencegahan oleh desa, camat, bupati, bhabinsa, bhabinkamtibmas, polsek, koramil adalah yang pertama harus dikerjakan. Kalau sudah kejadian akan sulit," katanya.

***

Di lapangan, kebakaran hutan dan lahan terus terjadi. Asap terus mengepul dan mengganggu kehidupan.

Data yang diumumkan BNPB pada Jumat 20 September 2019, luas hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia selama Januari sampai Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare.

"Luas lahan terbakar terbanyak ada di Provinsi Riau, yaitu mencapai 49.266 hektare," kata pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo dalam siaran pers.

Kebakaran Hutan di Kalimantan Masuki Masa Darurat . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kalimantan Tengah dan mencakup area seluas 44.769 hektare.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan meliputi area seluas 25.900 hektare di Kalimantan Barat, area seluas 19.490 hektare di Kalimantan Selatan, 11.826 hektare lahan di Sumatera Selatan, dan 11.022 hektare lahan di Jambi.

Jumlah titik panas pada Jumat kemarin pada pukul 09.00 WIB dilaporkan 5.086, paling banyak di Kalimantan Tengah dengan 1.443 titik panas disusul Kalimantan Barat (1.384), Jambi (695), Sumatera Selatan (532), Riau (187), dan Kalimantan Selatan (169). []

Baca juga:

Tulisan 1: Sejarah Kebakaran Lahan: Kearifan Lokal Peladang sampai Belanda Ikut Kembangkan Dongeng untuk Lindungi Hutan

Tulisan 2: Ibu-ibu Hamil Pusing Tujuh Keliling sampai Ular Piton Menggelepar Kepanasan: Indonesia Darurat Asap

Tulisan 3: Cerita dari Istana, Jokowi Menelepon Para Petinggi sampai Turun ke Bekas Lahan Terbakar

Tulisan 4: Polusi Asap Kebakaran Lahan Ganggu Kehidupan, Siapa Tanggungjawab?

Tulisan 5: Peladang Selalu Dituduh di Balik Kebakaran Lahan, Siapa Lindungi Korporasi?

Tulisan 6: Puisi Halau Jerebu sampai Korporasi Manfaatkan Kelemahan: Kebakaran Lahan Jadi Langganan

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Bencana Lingkungan

Puisi Halau Jerebu sampai Korporasi Manfaatkan Kelemahan: Kebakaran Lahan Jadi Langganan

Image

News

Bencana Lingkungan

Peladang Selalu Dituduh di Balik Kebakaran Lahan, Siapa Lindungi Korporasi?

Image

News

Bencana Lingkungan

Polusi Asap Kebakaran Lahan Rusak Kehidupan, Siapa Tanggungjawab?

Image

News

Bencana Lingkungan

Ibu-ibu Hamil Pusing Tujuh Keliling sampai Ular Piton Menggelepar Kepanasan: Indonesia Darurat Asap

Image

News

Bencana Lingkungan

Sejarah Kebakaran Lahan: Kearifan Lokal Peladang sampai Belanda Ikut Kembangkan Dongeng untuk Lindungi Hutan

Image

News

Penggunaan Pestisida Sebabkan 500 Juta Lebah Mati di Brasil dalam Tiga Bulan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mantan Ketua GPII Diisukan Jadi Wakil Menteri

Hal ini merebak setelah Karman bersama beberapa tokoh muda lainnya diundang ke Istana oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu

Image
News

Stasiun Palmerah dan Tanah Abang Kembali Beroperasi Usai Pelantikan Presiden

"KRL Commuter Line kembali melayani naik-turun penumpang di Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang."

Image
News

Seorang Guru di Amerika Serikat Lumpuhkan Murid Bersenjata dengan Cara Tak Terduga

Bukan dengan kekerasan namun dengan kelembutan khas seorang ibu.

Image
News
Pelantikan Presiden

Gerindra Nilai Target Capaian Jokowi Tak Semua Realistis

Ya kita lihat implementasinya seperti apa.

Image
News

6 Kepala Negara Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, PM Australia Ingin Pererat Kerja Sama

Sebelum dilantik, Jokowi sempat mengadakan pertemuan masing-masing dengan PM Kamboja Hun Sen dan Raja Swaziland Mswati III di Istana Merdeka

Image
News
TMMD 106

Dandim Pwk: TMMD Tak Hanya Membangun Desa, Tapi Juga SDM

"Agar timbul karakter dan semangat juang yang tinggi terhadap bela negara apabila ada ancaman"

Image
News
Pelantikan Presiden

PDIP Gelar Doa Bersama Syukuran Pelantikan Jokowi- Ma'ruf

Semoga terpilihnya dan dilantiknya Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, semakin membawa kemajuan bagi indonesia Raya.

Image
News
Pelantikan Presiden

Sukses Gelar Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Kerja Ketua MPR Diapresiasi

Yang patut juga diapresiasi adalah kerja TNI, Polri dan BIN.

Image
News

Gibran Tegaskan Maju Pilwalkot Solo Lewat PDIP

"Kemarin sudah saya katakan maju lewat PDIP, itu saja."

Image
News

Jatuh di Rel, Wanita ini Berhasil Diselamatkan Warga dari Tabrakan Kereta

Wanita malang tersebut jatuh akibat dorongan dari penumpang laki-laki yang pingsan dan jatuh mengenai tubuhnya.

trending topics

terpopuler

  1. Ramai #BesokMatikanTVSeharian, Ferdinand: Kalian Pikir Pelantikan Presiden Akan Batal?

  2. Tengku Zulkarnain: Apakah Ada Pelantikan Pejabat Dilakukan di Hari Libur?

  3. Analis Geopolitik: Erick Thohir Jadi Menteri Berbahaya akan Mewakili Kepentingan Korporasi

  4. 32 Tahun Berlalu, Ini 4 Fakta Tragis Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Bintaro

  5. Miliki Setelit Bank Pertama di Dunia, BRI Sempat 'Dinasihati' Habibie

  6. Hajatan Warga di Sragen Diboikot Tetangga, Ganjar: Selesai Kontestasi Segera Bersalaman

  7. Jika Jokowi Angkat Prabowo Jadi Menhan, Rustam akan Komentar I Wish You Luck

  8. Irwansyah Diancam 5 Tahun Penjara, Zaskia Sungkar: Time Will Tell

  9. Andre Goda Ferdinand Dengan Undangan Pelantikan Presiden: Lae Mau Ikut Nggak?

  10. Gerindra: Dibawah Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin, Indonesia Jauh Lebih Baik

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Wawancara

Image
News

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
News

Kerap Tampil Sederhana, ini 6 Adu Gaya Iriana vs Wury Estu Handayani

Image
News

Capai Rp15,5 Miliar, Ini 5 Sumber Kekayaan Mulan Jameela

Image
News

Dari Susi hingga Sri Mulyani, 8 Potret Kenangan Menteri Srikandi saat Jalankan Tugas