image
Login / Sign Up
Image

Alfarisi Thalib

Direktur Eksekutif Indonesian Political Studies (IPS)

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto berpidato saat kampanye akbar partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). Dalam kampanye akbar ini dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Tokoh Nasional dari partai Golkar, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang atau TGB, tokoh politik, serta caleg Partai Golkar dari kalangan artis. Dalam acara ini juga mengenalkan aplikasi swafoto, G4AR. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Di era demokrasi digital saat ini, seluruh tindakan kekuasaan, penegakkan hukum, dan perilaku partai politik dibaca dan terlihat sangat transparan oleh publik. Dalam kondisi ini, seluruh kehidupan politik dan kebangsaan kita ibarat berada dalam ruang kaca yang transparan, dimana setiap orang dapat melihat, mendengar dan menilainya.

Dalam lanskap politik semacam itu, elit kekuasaan, partai politik, khususnya partai Golkar harus secara serius melakukan inovasi, modernisasi, dan terbuka dengan hal-hal baru dalam gerakannya. Elit partai yang tidak mampu mengadaptasikan organisasinya dengan situasi sosial yang berkembang, maka ia akan memiliki kecenderungan feodal dan menjadi apa yang disebut Robert Michels (1911) sebagai oligarkis.

Pada prinsipnya, feodalisme politik dalam partai adalah sikap pemimpin partai yang menjalankan kekuasaan sesuai dengan kehendaknya sendiri, mengabaikan aturan-aturan hukum yang ditetapkan partai, mereka sangat anti kritik, berpikiran eksklusif, dan otoriterianitik dengan pola penyingkiran (exclusionary) terutama terhadap mereka yang memiliki pandangan berbeda.

baca juga:

Sedangkan dalam kecenderungan oligarkis partai politik seperti dijelaskan Michels dalam karyanya “Partai Politik”, secara kontekstual dapat dilihat dari gimik politik yang ditunjukkan Partai Golkar di bahwa Airlangga Hartarto saat ini. Yaitu, dimana terdapat kelompok kecil yang selalu ingin mendominasi kekuasaan dan berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan cara-cara pragmatis.

Dalam konteks ini, perilaku elit oligarkis dan feodal selalu muncul dalam empat dimensi, yaitu dalam struktur organisasi kepartaian, dimana , kepemimpinan politik, dan hubungan kelembagaan dengan kader partai. Artinya, jika dua hal tersebut semakin menguat dalam tubuh partai, menurut Michels, maka itu petanda bahwa demokrasi mengalami devisit.

Studi Adam Przeworski dalam bukunya “Sustainable Democracy” (1999), memperlihatkan bahwa kontrol terhadap dominasi politik melalui birokrasi oligarki, secara terselubung membentuk kartel yang berfungsi menentang para pesaingnya sekaligus untuk membatasi kompetisi, menghalangi akses, dan mendistribusikan keuntungan kekuasaan politik antar anggota kartel.

Mereka inilah sangat berbahaya bagi demokrasi, karena menjadikan partai hanya sebatas alat komersil, yaitu menumpuk kekuasaan dan mengkalkulasi finansial. Ia tidak mengerti fungsi partai, buta huruf dengan ideologi, dan miskin gagasan tentang good party governance.

Walaupun dalam kepemimpinannya, saat terpilih jadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto pada tahun 2017, Airlangga mengeluarkan tagline “Golkar Bersih”, sebagai upaya menghilangkan image buruk terhadap partai. Secara konsep “Golkar Bersih” indah di dengar, tapi dalam praktiknya sangat mengecewakan dan basa-basi.

Sebab pada saat yang sama, ia justru mendukung Pansus Angket KPK di DPR RI dan Revisi UU KPK. Dan satu persatu elit partai ditetapkan tersangka korupsi, mulai dari Eni Maulani Saragih, Idrus Marham, dan Melcias Markus Mekeng (kena cekal kpk). Hal ini kontradiktif dengan filosofi “bersih”, sehingga secara pesimis, bisa jadi slogan "Golkar Bersih" itu artinya bersih-bersihkan jejak korupsi.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

DPR RI

Sambangi Golkar, PKS: Kita Harus Mengedepankan Persatuan

Image

Ekonomi

Menperin Beberkan 'PR' untuk Tingkatkan Daya Saing di Kancah Global

Image

News

Pilkada 2020

Golkar Papua Buka Pendaftaran Calon untuk Maju Pilkada 2020

Image

News

Bila Gerindra Masuk Kabinet Jokowi, Akbar Tanjung: Enggak Ada Masalah

Image

News

Kedewasaan Politik Para Elit Menjadi Nilai Positif Bagi Demokrasi Indonesia

Image

News

Golkar Jawab Polemik Anggota DPRD DKI Minta Gaji Rp500 Juta

Image

News

Prabowo dan Airlangga Sama Sekali Tak Bahas Soal Koalisi

Image

News

FOTO Prabowo Subianto Bertemu Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Image

News

Prabowo-Airlangga Bahas Stabilitas Politik di Parlemen Hingga Sistem Pilkada

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Ungkap Suami Bakar Istri di Surabaya

"Pelaku berniat melarikan diri ke Pati, Jawa Tengah, yang merupakan tempat asalnya."

Image
News

Akunnya Dicuri Orang, Rocky Gerung: Sekedar Breaking News, Akun Twitter Saya Dicuri Si Dungu!

Ia menyebut pencuri akunnya tersebut dengan kata 'dungu'.

Image
News

Dengan Sepeda Motor, Polda Papua Gandeng TNI Cipta Kondisi di Wamena

Kami masing-masing membawa sepeda motor dan berpatroli keliling Wamena."

Image
News

Perpu KPK Kunci Keseriusan Jokowi Membenahi Sektor SDA dan Lingkungan

“Percuma investasi namun tidak memperhatikan aspek sosial lingkungan yang pasti akan mengakibatkan krisis ekologis dan memicu bencana alam.”

Image
News

Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Internasional dengan Modus Dimasukan ke Vagina

Ketika ditangkap dan diperiksa, ternyata ada 61 kapsul sabu itu di dalam perutnya,

Image
News

IGGI Minta Presiden dan Wakil Presiden Pilih Menteri Yan Paham Pesantren

"Dibutuhkan menteri pemberani dan jagoan yang berani mengambil risiko apapun untuk kepentingan rakyat."

Image
News

Pengunggah IG Story Kucing Dicekoki Miras Dipastikan Mahasiswa UIN Suka Yogyakarta

Menurut pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mahasiswa tersebut berinisial AAI angkatan 2015.

Image
News

Kematian KPK Dimulai, Pengamat Politik: Jokowi Bisa Menunda Ajal KPK dengan Perppu

Kata dia, satu-satunya caranya untuk menunda kematian KPK hanya dengan diterbitkannya Perppu oleh Presiden Joko Widodo.

Image
News

Sandi Uno Minta Presiden Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Pembicaraan saya dengan Pak Prabowo dimana posisi Partai Gerindra ingin memperkuat perlawanan anti korupsi.

Image
News

Jika Jadi Menteri BUMN, Erick Tohir Dinilai Rentan Konflik Kepentingan

Calon Menteri BUMN harus memiliki rekam jejak yang bersih. Artinya tidak memiliki catatan masalah seperti kasus korupsi.

trending topics

terpopuler

  1. UU KPK Berlaku Besok, Ichsanuddin Noorsy: Jokowi Dalam Posisi Gerakan Partai

  2. Sertifikasi Halal Bukan di MUI, Permadi Arya: Pantesan Ayah Naen Nyinyir, Ga Ada Sabetan Amplop

  3. Said Didu Sarankan Semua ASN, TNI, Polri dan Pegawai BUMN Ditugaskan Jadi Buzzer Pemerintah

  4. Akan Ada Menteri Usia di Bawah 30 Tahun? Mpu Jaya Prema: Gibran atau Kaesang, Nggak Mungkin Jan Ethes

  5. Polling Haikal Hassan '2 Tahun Anies Memimpin', 96 Persen Jakarta Lebih Baik

  6. Besok Revisi UU KPK Berlaku, Ferdinand: Tak Ada Kewenangan KPK yang Dipreteli

  7. Dua Kali Gagal Punya Anak, Gilang Dirga Berhenti Jalani Program Bayi Tabung

  8. Tak Dilibatkan dalam Penyusunan Kabinet Jokowi, PDIP: KPK Tak Perlu Kepo

  9. Vicky Nitinegoro Bebas, Billy Syahputra: Alhamdulilah Tak Bersalah

  10. Mantan Wapres AS: Trump Presiden Paling Korup dalam Sejarah

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
Ekonomi

Pernah Hampir Dibuang Ayahnya, ini 10 Fakta Menarik Orang Terkaya Dunia Jeff Bezos

Image
News

5 Capaian Menlu Retno Marsudi, Pulangkan 1.000 WNI di Yaman hingga Pimpin Sidang DK PBB

Image
News

Masa Bakti Segera Habis, 5 Fakta Sepak Terjang Susi Pudjiastuti