Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Gigitan Terakhir KPK

Image

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Revisi UU KPK telah disahkan. DPR dan pemerintah senang. Koruptor girang. Akademisi dan kaum intelektual gigit jari. Pejuang anti korupsi meradang, dan rakyat pun berang. Dengan disahkannya UU KPK hasil revisi, maka masa suram pemberatasan korupsi menanti.

Walaupun KPK telah dikebiri, disakiti, dikerangkeng, dan dibunuh via revisi UU KPK. Namun diakhir sisa hidupnya, KPK masih menjadikan tersangka seorang menteri. Kemarin Menpora RI, Imam Nahrawi resmi berstatus sebagai tersangka di KPK.

Mungkin atau bisa jadi, itulah gigitan terakhir KPK. Gigitan mentersangkakan seorang pejabat tinggi negara. Mentersangkakan salah satu orang penting di republik ini. Mentersangkakan orang kuat dan hebat. Dan mentersangkakan orang yang punya kuasa dan wibawa.

baca juga:

Dengan direvisinya UU KPK, maka KPK sudah disandera dan tersandera oleh elite politik. KPK kedepan tak akan efektif lagi, dalam memberantas korupsi.
KPK tidak akan independen lagi. Karena lembaga tersebut, ada dalam rumpun eksekutif. Akan ada dalam bayang-bayang presiden dan DPR.

Inilah masa terkelam, dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Masa suram dan gelap, dalam penegakkan hukum oleh KPK. Karena KPK-nya berhasil dilumpuhkan dan dibonsai.

Pembenaran dan argumen apapun, yang dikatakan DPR dan pemerintah, tidaklah cukup untuk meredam kemarahan dan kekecewaan rakyat. Rakyat sangat cerdas. Rakyat tidaklah bodoh. Rakyat bisa saja bergerak, jika DPR dan pemerintah bekerja berdasarkan kebohongan.

Rakyat ingin memperkuat KPK. Rakyat ingin KPK terus garang, dalam menangkap para koruptor. Rakyat ingin KPK tetap independen. Rakyat ingin KPK gagah dan perkasa, dalam menindak para perampok uang negara.

Namun DPR dan pemerintah berkata lain. Melakukan revisi UU KPK, yang melukai dan melawan kehendak rakyat. Rakyat tentu tak terima, dengan perbuatan para elite, yang ada di eksekutif dan legislatif tersebut.

Rakyat punya hitung-hitungan sendiri. Dan rakyat sudah mencatat, siapa sesungguhnya yang melemahkan, menghancurkan, dan membunuh KPK.

Mungkin inilah awal kekecewaan rakyat, pada pemerintah dan DPR. Adanya cover majalah tanah air beberapa hari lalu, dengan gambar Jokowi berhidung panjang bak pinokio, merupakan awal ketidakpuasan masyarakat kepada presiden, terkait dengan revisi UU KPK.

Oleh karena itu, tidak aneh dan tidak heran jika masyarakat kecewa. Bahkan pendukungnya sendiri pun ikut kecewa, karena presiden dianggap tak menepati janji.

Kita memang sedang hidup, di era kerusakan moral yang merajalela. DPR dan pemerintah tak mendengar aspirasi dan penolakan masyarakat, terhadap revisi UU KPK. Apalagi memikirkan soal nasib rakyat.

Yang dipikirkan adalah mengamankan nasib sendiri, teman, kelompok, dan partainya, agar tidak digasak KPK. Oleh karena itu, KPK harus dihabisi dengan cara direvisi UU-nya.

Kasihan nasib bangsa ini. Tragis republik ini. Jika KPK-nya lemah dan bisa dikendalikan, maka akan amanlah, mereka yang selama ini sudah banyak memainkan anggaran negara. Tak akan ada lagi OTT, yang akan menyentuh orang berpengaruh di negara ini.

Namun kita harus tetap optimis. Jangan pernah pesimis. Apa yang dilakukan oleh DPR dengan pemerintah, dalam merevisi UU KPK, catatlah sebagai sebagai bagian dari awal konsolidasi perjuangan rakyat. Rakyat yang kecewa atas pemerintah dan wakilnya yang berbuat seenaknya.

Kita beri dulu kesempatan, kepada pimpinan KPK yang baru, untuk bekerja secara profesional. Bekerja untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Bukan bekerja untuk kepentingan segelinter elite tertentu.

Jika KPK di bawah nahkoda pimpinan baru, bekerja lebih garang. Bekerja lebih baik dari pimpinan KPK yang lama, maka dugaan masyarakat selama ini salah.
Namun jika KPK bekerja minimalis, lembek, lambat, dan tidak mampu menangkap para koruptor kelas kakap, maka apa yang dicurigai publik menjadi benar. Bahwa KPK sudah dilemahkan, dibonsai, dikebiri, dan dihancurkan.

Rakyat sedang menunggu, dan akan menunggu kinerja pimpinan KPK yang baru. Sejatinya mereka harus membawa harapan baru. Nafas baru. Perubahan baru di KPK, untuk memberantas korupsi yang sudah akut. Namun jika pimpinan KPK bekerja sebaliknya, maka akan menjadi hari-hari kelabu, dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Rakyat boleh marah. Rakyat berhak marah. Dan rakyat memang harus marah, melihat KPK nya dikerdilkan. Jika rakyat sudah tak percaya lagi, dengan pemerintah dan wakilnya yang ada di DPR, maka tunggulah kehancuran bangsa ini.

Rakyat dan pimpinannya tidak sehati. Rakyat dengan elitenya tidak sejalan dan sepemikiran. Rakyat dengan pemerintahnya sudah tidak sehaluan. Jika ini terjadi, maka rakyat berhak untuk protes. Berhak untuk menggugat. Dan berhak, untuk mencabut mandat, yang telah diberikannya kepada DPR dan pemerintah.

Thomas Hobbes pernah mewanti-wanti, bahwa negara jangan menjadi Leviathan, sejenis monster yang angkuh, bengis, dan menindas. Tidak aspiratif. Tidak mendengar dan abai. Bahkan cendering bertolak belakang dengan keinginan rakyatnya.

Revisi UU KPK sudah disahkan. Lima pimpinan KPK yang baru juga akan dilantik. Jangan sampai UU nya baru. Pimpinan KPK-nya baru. Namun kinerjanya diragukan. Kinerjanya memble. Agar KPK tetap menggigit, garang, dan ditakuti, oleh para koruptor kelas kakap, maka buktikanlah. Buktikan bahwa KPK yang baru, tidak seperti yang dituduhkan oleh rakyat.

Buktikanlah, bahwa selama ini tuduhan rakyat, tidaklah banar. Buktikan, bahwa lima pimpinan KPK bekerja hanya untuk rakyat, bangsa, dan negara. Bukan bekerja demi selera penguasa. Dan demi menyenangkan yang telah memilihnya.

Rakya ini. Bangsa ini. Sedang menunggu langkah-langkah besar, yang akan dilakukan oleh KPK, di bawah pimpinan barunya. Jangan khianati amanat rakyat. Hajar para koruptor. Agar republik ini tidak kotor. Jangan sampai, status tersangkanya Imam Nahrawi, menjadi gigitan terakhir KPK, dalam membasmi para koruptor. Bukankah begitu!

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Klaim Dapat Dukungan Parlemen, Anwar Ibrahim Ingin Gulingkan PM Malaysia

Image

News

Buka Konbes NU, Ma'ruf Amien Minta Keselamatan Jiwa Masyarakat Didahulukan

Image

News

Didakwa Terima Suap USD500 Ribu, Jaksa Pinangki Ajukan Keberatan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Pergantian Cuaca Pengaruhi Penyebaran COVID-19? Begini Penjelasannya

Image

Ekonomi

Perum Bulog Klaim Beras Bansos Lewati Kontrol Kualitas

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Juventus Umumkan Resmi Mengontrak Kembali Morata

Image

Hiburan

7 Potret Kedekatan Ria Ricis dan Reza Surya, Bikin Iri Warganet

Image

rahmah

Ibadah

Hukum Salat dengan Pacar Menurut Islam

Image

Ekonomi

100 Juta Masyarakat di Vaksin COVID-19, Ferdinand: Ini Harapan Baru!

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

jangan khianati bangsa sendiri

terkini

Image
News

Klaim Dapat Dukungan Parlemen, Anwar Ibrahim Ingin Gulingkan PM Malaysia

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengaku telah mendapat dukungan dari 'mayoritas kuat' di parlemen untuk membentuk pemerintah baru

Image
News

Buka Konbes NU, Ma'ruf Amien Minta Keselamatan Jiwa Masyarakat Didahulukan

Kesehatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi harus berjalan seimbang ibarat gas dan rem pada sebuah mobil.

Image
News

Didakwa Terima Suap USD500 Ribu, Jaksa Pinangki Ajukan Keberatan

Tim kuasa hukum mengajukan waktu 1 minggu untuk menyusun nota eksepsi

Image
News

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DKI: 80 Persen di Tangan Masyarakat

Pemprov DKI hanya mampu membantu 20 persen pencegahan penularan virus Covid-19 di Ibu Kota.

Image
News

Bantu Pembelot hingga Cetak Foto Korsel, Pria Korut Terancam Dieksekusi Mati

Dalam laporan terbaru, Kim Jong-Un dikatakan menangkap warga yang ketahuan bekerja sama dengan pembelot

Image
News

Curhat Istri Yang Suaminya Dikubur dengan Protokol Covid-19: Suami Saya Hanya Diare

Suami wanita itu awalnya berobat ke Rumah Sakit Pasar Rebo karena diare. Namun setelah itu ia dirawat di ruang isolasi lantai 5

Image
News

Oknum Polisi Gagahi Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Mustofa: Kurung Aja Biar Kapok!

Penetapan tersangka terhadap DY dilakukan setelah penyidik mendapatkan hasil visum korban dari dokter.

Image
News

Tak Becus Urus Covid-19 DKI, Arief Poyuono Tuding Anies Baswedan Biang Kerok Resesi

Harus diakui Jakarta menjadi salah satu penyumbang kasus corona terbanyak di Indonesia.

Image
News
Wabah Corona

Kinerjanya Kurang, Menkes Terawan Dikritik Pedas oleh Media Asing

Media asal Hong Kong itu mempertanyakan mengapa Presiden Joko Widodo masih percaya pada Terawan

Image
News
DPR RI

Ketua DPR: Revolusi Mental Belum Selesai, Khususnya Bagi Generasi Muda

Presiden Pertama RI Soekarno memperkenalkan konsep Revolusi Mental kepada bangsa Indonesia.

terpopuler

  1. Kwik Kian Gie Kutip Pernyataan UAS Soal Penanganan Covid-19

  2. Baca Doa ini Agar Terhindar dari Virus Seperti Covid 19

  3. Sindir KAMI, Ferdinand: Desak Pemerintah Tunda Pilkada, tapi Ormas Ini Selalu Buat Kerumunan

  4. Pembangunan Trotoar Biang Kerok Banjir Jakarta, Anies Baswedan Kena Omel DPRD 

  5. 5 Fakta Lika Liku Hidup Benyamin Sueb, dari Pengamen hingga Raih Piala Citra

  6. Hukum Menahan Kentut saat Salat

  7. Ruhut: Tolong Jangan Ngeyel, Virus Corona Itu Memang Ada

  8. Junimart Girsang: Pesta Demokrasi Tidak Boleh Ditunda Hanya Karena Covid-19

  9. Demi Anak Istri, Driver Ojol Ini Tak Pernah Tolak Orderan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet

  10. Habis Pamer Program Andalan, Wagub Riza Malah Minta Warga Bersiap Hadapi Banjir

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!