Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Politisi PPP Kritisi Kebijakan Bima Arya Soal Penggunaan Batik

Rizky Dewantara

Politisi PPP Kritisi Kebijakan Bima Arya Soal Penggunaan Batik

Lounching Batik ASN Kota Bogor beberapa waktu lalu | AKURAT.CO/Rizky Dewantara

AKURAT.CO, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Saeful Bakhri mengkritisi kebijakan Penggunaan Pakaian Dinas Harian berupa Batik ASN Kota Bogor di Lingkungan Pemerintahan Kota Bogor pada 29 Agustus 2019.

Kebijakan ini menjadi peraturan setelah ditandatangani Walikota Bima Arya. Menurut Saeful kebijakan ini terkesan aneh lantaran PNS harus membeli secara masing-masing batik tersebut seharga Rp225.000 per dua meter.

"Kalau ditotal setiap ASN harus mengeluarkan uang Rp400 ribu dengan ongkos jahitnya. Apa itu tidak memberatkan pegawai? Kami sih mendukung saja, kalau tidak terlalu membebani dan membantu pengusaha kecil menengah. Tapi kan masalahnya bagaimana dengan ASN yang golongannya rendah," ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

baca juga:

Saeful juga mempertanyakan mengapa usul Dekranasda seputar batik ASN serta merta disetujui. "Apa latar belakangnya? Menghidupkan ekonomi usaha batik? Pengusaha yang mana? Ada berapa produsen batik itu? Kalau cuma segelintir ya tidak fair," ucapnya.

Meski demikian, ia menyatakan, pihaknya mendukung apabila penggunaan batik tersebut untuk identitas ASN Kota Bogor dan memajukan pengusaha kecil.

"Kalau untuk identitas ASN bagus, tapi jangan dijadikan sebagai politik identitas," akunya. Ia juga menegaskan, apabila melihat kondisi perekonomian yang cenderung lesu, alangkah baiknya pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut. "Dikaji ulang dulu sambil melihat perkembangan ekonomi ke depannya. Saat ini pakai saja batik KORPRI," pungkasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Hari Batik Nasional

Awal Mula Batik di Indonesia

Image

Gaya Hidup

Hari Batik Nasional

Malu Jika Tak Kenal, Mari Lebih Dekat dengan Batik

Image

News

DPR RI

PBB Diminta Ikut Selidiki Asal-usul Virus Covid-19

Image

News

Ketua DPRD Positif Covid-19, Seluruh Gedung DPRD Bogor Disteril

Image

News

FOTO Presiden Jokowi Buka Muktamar IV Parmusi di Istana Bogor

Image

News

Kasus ASN DIY yang Meninggal Usai Terkonfirmasi COVID-19 Diduga Terkait Klaster Besar

Image

News

Suami Bupati Bogor Ade Yasin Meninggal Dunia

Image

Ekonomi

Mandiri Kucurkan Kredit PEN Ke Supplier Adhi Karya

Image

News

ASN DIY Meninggal Dunia Usai Terkonfirmasi COVID-19, Istri dan Anak Juga Positif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Prof Mahfud Minta Pemuda Muhammadiyah Terus Perjuangkan Nilai-nilai Islami

Pemuda Muhammadiyah di level apapun dalam kehidupan bernegara harus terus berdakwah jalan tengah.

Image
News

Blusukan Online, Cara Gibran Sapa Warga Solo di Tengah Pandemi

Cara kreatif putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut untuk tetap dapat melakukan kampanye.

Image
News

RUU Kejaksaan Kembali ke Hukum Masa Kolonial jika Jaksa Diberi Kewenangan Penyelidikan

RUU Kejaksaan memuat pasal yang memberi kewenangan penyelidikan dan penyidikan kepada Jaksa.

Image
News

LPI Tegaskan Bahwa BIN Punya Komitmen Bantu Bangsa dan Negara

Oleh karena itu sepatutnya usaha BIN diapresiasi

Image
News

Eri Cahyadi Ingin Pemberdayaan UMKM Dilakukan Berkelanjutan

Pemkot Surabaya selama ini memiliki berbagai program untuk memberdayakan UMKM.

Image
News

Bersama Anggota TNI, Polres Barito Selatan Gelar Patroli Gabungan

Patroli ini bertujuan untuk memantau situasi serta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat

Image
News

Organisasi Tenaga Medis Keluarkan Seruan: Selamatkan 25 Juta Anak Akibat Pandemi

Lima organisasi profesi tenaga kesehatan mengeluarkan seruan nasional.

Image
News

RUU Cipta Kerja Lindungi Buruh sekaligus Investor

Regulasi sapu jagat ini diyakini akan menghandirkan perlindungan lebih bagi para pekerja.

Image
News

Kok DPR Kebut Pembahasan Kluster Ketenagakerjaan, Ada Apa?

Kluster ketenagakerjaan masih bermasalah dan mendapat penolakan mayoritas buruh.

Image
News

Alat Deteksi Tsunami di Pantai Selatan Cianjur Rusak

BPBD tidak bisa perbaiki alat deteksi tsunami yang rusak.

terpopuler

  1. Tayangkan Film G30S/PKI, Mustofa: Hallo SCTV Mohon Siap-siap Jika Nanti Dibully

  2. Paranormal Kicau '20201122 Tragedi', Warganet Kaitkan dengan Potensi Tsunami 20 Meter

  3. Meghan Markle Berambisi Jadi Presiden AS, Pengamat: Dia Akan Dimakan Hidup-hidup!

  4. Minta Jokowi Siarkan Film G30S/PKI, Ferdinand Sebut Deklarator KAMI 'Caper'

  5. Putra Din Minimi Lulus Secaba TNI AD: Ini Harapan Baru Bagi Saya

  6. Sri Mulyani Bebaskan Pajak Mobil Baru, Ferdinand Hutahaean: Jangan Begitu Bu!

  7. Klasemen Sementara Liga Inggris: Everton Duduk Nyaman di Puncak

  8. Pemutaran Film G 30S/PKI Dinilai Penting, Pengamat: Putra-putri Zaman Now Harus Tau Sejarah Itu

  9. Tolak Pilkada 2020 Digelar Desember, Uki: Saya Tidak Mau Ikut Kampanyekan Salah Satu Kandidat

  10. Tifatul Sembiring: Putar Ulang Film G30S/PKI Agar Generasi Bangsa Tidak Mudah Terdoktrin

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Shanaya Arsyila Pramana, Cucu Pramono Anung yang Menggemaskan

Image
News

5 Gaya Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Pakai Kebaya, Memesona!

Image
News

Ulang Tahun Pernikahan ke-35, KSP Moeldoko Beri Kejutan Manis Kepada Istri