image
Login / Sign Up
Image

Damai Mendrofa

Jurnalis Akurat.co, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga Tapteng dan anggota Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab).

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Kolom

Image

Budi Sikumbang, Ketua Kelompok Konservasi Pantai Binasi saat memperlihatkan Tukik berusia dua minggu yang siap dilepaskan di pusat penangkaran Penyu di pantai Binasi, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (19/1/2019). Budi dan kelompoknya telah belasan tahun bergerak melakukan penyelamatan penyu dan telurnya. Aksi penyelamatan Penyu dan telurnya dari perdagangan bebas kerap terjadi. Monitoring di musim bertelur di pantai juga terus dilakukan. Ribuan Tukik telah diselamatkan dan kembali ke laut. | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Rentetan kemunculan Penyu di Pantai Barat Sumatera Utara: di Teluk Tapian Nauli dan sekitarnya, meliputi Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, seharusnya menggembirakan. Teluk dan hamparan pantai yang membujur di kabupaten ini berarti rumah bagi satwa langka itu.

Sebulan terakhir, sedikitnya terjadi 4 kali kemunculan Penyu dan bersinggungan dengan manusia. Berawal dari ditangkapnya seekor Penyu Lekang oleh warga di Desa Muara Nauli, Kecamatan Sorkam. Penyu itu bernasib naas. Ditangkap saat hendak bertelur, lantas oleh warga disantap beramai-ramai.

Peristiwa kedua tak kalah mendebarkan. Jenisnya Penyu Sisik berbobot 100 kilogram. Dari pengakuan, Penyu ini masuk perangkap jaring dua orang nelayan asal Desa Tapian Nauli I, saat berburu ikan di perairan Poncan Gadang Kota Sibolga. 

baca juga:

Usai terjaring, kedua nelayan ini membawanya ke darat, lantas berniat menjualnya ke warung Tuak. Informasi cepat menyebar. Sebuah komunitas menyebut diri Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) meresponnya dan mengkordinasikannya dengan lintas pihak: Kepolisian, Lanal, Pemkab dan pihak-pihak lain yang dianggap dapat membantu mencegah agar tak dijual dan dibunuh.

Hasilnya positif. Penyu yang telah diikat-posisi tubuh dibuat telentang dan diangkut menggunakan becak bermotor berhasil ditemukan. Tim yang terbentuk secara spontanitas kemudian menggiring becak bermotor itu ke tepian perairan di Desa Tapian Nauli I. Penyu kemudian dilepasliarkan.

Kemunculan ketiga datang dari testimoni para Peselancar di perairan Pelabuhan Lama Sibolga. Limansyah Tanjung, anggota Pelabuhan Lama Surf Community (PLSC) mengungkap begitu seringnya dia dan teman-temannya berpapasan dengan Penyu. Terkadang melintas seekor, tapi tak jarang melintas dua ekor sekaligus. 

Beruntung Liman menyadari bahwa Penyu masuk hewan dilindungi yang terancam kepunahan. Setiap bertemu, ia dan peselancar lain buru-buru membangun jarak dan menjauh agar tak mengganggu.

Tak butuh waktu lama. Penyu lagi-lagi masuk jaring nelayan. Kali ini di perairan Pulau Mursala. Penyu itu lantas kabarnya diselamatkan warga dan diserahkan ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sibolga. Menyusul diserahkan ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga.

Terlepas kekeliruan tentang jenis Penyu ini yang awalnya disebut Galapagos, namun terkonfirmasi berjenis Penyu Sisik, nasibnya beruntung. Sehari setelah diserahkan ke STP, Penyu ini segera dilepasliarkan ke perairan di Teluk Tapian Nauli. 

Patut diingat, secara kuantitas dan kualitas, peristiwa-peristiwa itu mungkin saja hanya sebagian kecil. Penangkapan Penyu bisa saja terjadi tanpa diketahui. Karena, bukankah aktifitas nelayan terus berlangsung, sementara musim bertelur Penyu sudah dimulai September ini dan akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan. Penyu akan semakin banyak datang untuk bertelur, sementara keterancamannya tidak berkurang. Kemungkinan penangkapan disengaja, tak sengaja terjaring dan atau berbagai jawaban lainnya akan mewarnai alasan. Ketidaktahuan aturan menjadi kambing hitam.

Benar, bahwa bukan tak ada kelompok yang bekerja untuk aksi-aksi penyelamatan Penyu. Namanya Kelompok Konservasi Pantai Binasi yang digawangi Budi Sikumbang, Nilpan Pane dan kawan-kawan.

Kelompok ini sejak 2013 lalu telah memulai aksi heroiknya menjaga Penyu. Tanpa dibayar. Berbagai aksi penyelamatan dilakukan: mulai dari monitoring Penyu bertelur dan memindahkannya ke lokasi penangkaran hingga beberapa kali melakukan pencegahan penjualan Penyu.

Komunitas ini terus bergerak, walau menghadapi tantangan eksternal maupun internal. Dari pengakuan Kelompok ini, sedikitnya terdapat sedikitnya empat jenis Penyu terdapat di teluk Tapian Nauli: Penyu Lekang, Penyu Hijau, Penyu Sisik dan Penyu Tempayan. Bahkan dalam beberapa kesempatan testimoni nelayan dan warga kepada penulis, tersebut pula nama Penyu Belimbing. Tahun lalu kabarnya sempat terpancing seorang nelayan bermarga Hutagalung di perairan Labu-labu Ketek namun dilepaskan.

Jenis-jenis Penyu yang disebut itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa masuk dalam kategori dilindungi.

Mengutip pula Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan baik penjual dan pembeli, bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Apa yang dilakukan, terutama Kelompok Konservasi Pantai Binasi dan Komantab tentu tidak cukup. Resistensi sering terjadi. Lantas, apa yang dilakukan dalam kurun waktu dua pekan terakhir bak 'pemadam kebakaran' dan belum sungguh-sungguh menyentuh akar persoalan. Buktinya, jumlah sarang telur Penyu terus berkurang dari tahun ke tahun. Dari puluhan, kini menyisakan belasan sarang saja. Bukti lain, penangkapan masih saja terjadi dan berpotensi akan terus terjadi.

Menyelamatkan Penyu di Teluk Tapian Nauli, harus diakui bukan pekerjaan ringan apalagi mengingat aktifitas menangkap, memburu, menjual dan mengkonsumsi Penyu sudah berlangsung puluhan tahun. Warga menyebutnya hal biasa. 

Menyelamatkan Penyu, berarti pula menyelamatkan habitatnya: yang akan terus bersinggungan dengan manusia dan predator lainnya. Jika habitatnya selamat, berarti pula tak ada yang mengganggu.

Langkah dan upaya pencegahan terhadap perburuan Penyu dan perdagangannya di Pantai Barat Sumatera Utara masih sangat sedikit. Sosialisasi dan upaya penyadartahuan masyarakat sangat minim, bahkan nyaris tak ditemukan, baik dalam bentuk seremoni, brosur, plank atau alat peraga lain yang mengarusutamakan himbauan dan anjuran. Konon lagi bicara soal agenda-agenda terfokus, serta aksi-aksi langsung. 

Kerjasama lintaspihak dibutuhkan untuk mendukung penyelamatan Penyu di Pantai Barat. Sebut saja bisa dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemko Sibolga dan Pemkab Tapanuli Tengah, lembaga-lembaga kampus, lembaga non pemerintah, kepolisian dan banyak pihak lainnya, termasuk individu-individu masyarakat.

Jika saja semua lembaga memainkan perannya dan kewenangannya, ekosistem ramah Penyu perlahan-lahan akan membentuk polanya sendiri, hingga tak ada lagi yang mengganggu Penyu. Praktisnya, Penyu akan berenang bebas di sepanjang Teluk Tapian Nauli, bebas naik pasir dan menggali sarang, lantas bebas kembali mengarungi samudera. Bukankah hal tersebut merupakan eksotisme yang tak akan bisa dibayar?

Menjalankan peran-peran itu tak boleh lagi menunggu lama, atau berpangku pada njlimet-nya pola birokrasi. Karena Penyu sudah mulai mencari sarang dan akan menitipkan telurnya untuk kita jaga. Semoga saja.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image

News

Kolom

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image

News

Kolom

Partai Politik Tuna Ideologi

Image

News

Kolom

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Image

Olahraga

Kolombia 0-0 Chile

Diperkuat Pemain Andalan, Chili-Kolombia Berakhir Tanpa Gol

Image

News

Kolom

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image

Olahraga

Tim Nasional Kolombia

Queiroz Perjelas Polemik James Rodriguez Tak Masuk Timnas Kolombia

Image

News

Selamatkan Pemilih dari Serangan Pasukan Siber

Image

News

Kolom

DPR Baru, Keraguan Baru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tak Tempat Untuk Penyebar Ideologi Selain Pancasila

"Tak ada kompromi terhadap kelompok maupun perorangan yang coba-coba menghasut dan menyebarkan ideologi lain selain Pancasila."

Image
News

Polisi Ungkap Suami Bakar Istri di Surabaya

"Pelaku berniat melarikan diri ke Pati, Jawa Tengah, yang merupakan tempat asalnya."

Image
News

Akunnya Dicuri Orang, Rocky Gerung: Sekedar Breaking News, Akun Twitter Saya Dicuri Si Dungu!

Ia menyebut pencuri akunnya tersebut dengan kata 'dungu'.

Image
News

Dengan Sepeda Motor, Polda Papua Gandeng TNI Cipta Kondisi di Wamena

Kami masing-masing membawa sepeda motor dan berpatroli keliling Wamena."

Image
News

Perpu KPK Kunci Keseriusan Jokowi Membenahi Sektor SDA dan Lingkungan

“Percuma investasi namun tidak memperhatikan aspek sosial lingkungan yang pasti akan mengakibatkan krisis ekologis dan memicu bencana alam.”

Image
News

Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Internasional dengan Modus Dimasukan ke Vagina

Ketika ditangkap dan diperiksa, ternyata ada 61 kapsul sabu itu di dalam perutnya,

Image
News

IGGI Minta Presiden dan Wakil Presiden Pilih Menteri Yan Paham Pesantren

"Dibutuhkan menteri pemberani dan jagoan yang berani mengambil risiko apapun untuk kepentingan rakyat."

Image
News

Pengunggah IG Story Kucing Dicekoki Miras Dipastikan Mahasiswa UIN Suka Yogyakarta

Menurut pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mahasiswa tersebut berinisial AAI angkatan 2015.

Image
News

Kematian KPK Dimulai, Pengamat Politik: Jokowi Bisa Menunda Ajal KPK dengan Perppu

Kata dia, satu-satunya caranya untuk menunda kematian KPK hanya dengan diterbitkannya Perppu oleh Presiden Joko Widodo.

Image
News

Sandi Uno Minta Presiden Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Pembicaraan saya dengan Pak Prabowo dimana posisi Partai Gerindra ingin memperkuat perlawanan anti korupsi.

trending topics

terpopuler

  1. Sertifikasi Halal Bukan di MUI, Permadi Arya: Pantesan Ayah Naen Nyinyir, Ga Ada Sabetan Amplop

  2. Said Didu Sarankan Semua ASN, TNI, Polri dan Pegawai BUMN Ditugaskan Jadi Buzzer Pemerintah

  3. Akan Ada Menteri Usia di Bawah 30 Tahun? Mpu Jaya Prema: Gibran atau Kaesang, Nggak Mungkin Jan Ethes

  4. Polling Haikal Hassan '2 Tahun Anies Memimpin', 96 Persen Jakarta Lebih Baik

  5. Dua Kali Gagal Punya Anak, Gilang Dirga Berhenti Jalani Program Bayi Tabung

  6. Tak Dilibatkan dalam Penyusunan Kabinet Jokowi, PDIP: KPK Tak Perlu Kepo

  7. Vicky Nitinegoro Bebas, Billy Syahputra: Alhamdulilah Tak Bersalah

  8. Mantan Wapres AS: Trump Presiden Paling Korup dalam Sejarah

  9. Anies Klaim Sudah Sebulan Lakukan Persiapan Pendukung Pelantikan Presiden

  10. Ulah Tetangga Jahil, Sertifikat dan Rumah Nenek Arpah Terancam Pindah Tangan

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
Ekonomi

Pernah Hampir Dibuang Ayahnya, ini 10 Fakta Menarik Orang Terkaya Dunia Jeff Bezos

Image
News

5 Capaian Menlu Retno Marsudi, Pulangkan 1.000 WNI di Yaman hingga Pimpin Sidang DK PBB

Image
News

Masa Bakti Segera Habis, 5 Fakta Sepak Terjang Susi Pudjiastuti