image
Login / Sign Up

Ada yang Panas dengan Komentar Nadirsyah terhadap Karikatur Wajah Jokowi di Majalah Tempo

Siswanto

Image

Nadirsyah Hosen di Taipei | TWITTER Nadirsyah Hosen

AKURAT.CO, Komentar tokoh Nadlatul Ulama yang juga dosen di Fakultas Hukum Monash University Australia Nadirsyah Hosen tentang karikatur gambar wajah Presiden Joko Widodo di cover Majalah Tempo berjudul  Janji Tinggal Janji membuat sejumlah netizen panas.

Komentar Nadirsyah Hosen yang disampaikan lewat Twitter @na_dirs sebagai berikut: "Cover majalah Tempo ini artistik. Yang hidungnya panjang kayak Pinokio adalah bayangan Jokowi, bukan gambar Jokowinya. Ada mesej yang kuat, tanpa melecehkan. Saya yakin Pak @jokowi tidak perlu tersinggung. Kritikan yang artistik dan argumentatif itu perlu dalam demokrasi." 

Di bawah judul utama majalah, diberi summery berupa pertanyaan: "para pegiat anti korupsi menuding Presiden ingkar janji perihal penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi. Benarkah sejak awal Jokowi mendukung ketua komisi terpilih?"

baca juga:

Mantan Direktur Freedom Institute Akhmad Sahal berbeda pendapat dengan Nadirsyah. Menurut dia cover tersebut cenderung melecehkan Jokowi.

"Twit Gus @na_dirs ini secara normatif ok, tetapi untuk kasus ini ga tepat. Emang sih bayangan saja, tetapi bayangan tersebut asosiasinya ke gambar Jokowi sebagai Pinokio, yang dulu disebarluaskan Obor Rakyat. Cover bayangan dari gambar Obor Rakyat, itu ga artistik blas! Sekali-sekali kita beda ya Bro," kata AKhmad Sahal.

Nadirsyah Hosen menerima perbedaan pendapat dari Akhmad Sahal. Menurut dia, sebenarnya menerima atau tidak menerima kritik, tergantung jiwa yang mendapatkan pesan karikatur itu.

"Ini bukan pertama dan terakhir kita berbeda, Kiai @sahaL_AS Toh, kita sepakat: ikhtilafu ummatiy rahmah. Kritikan sekarikatur apapun itu tetap enak dibaca dan perlu, asalkan jiwa kita lapang. Tempo hari kita sudah ngopi, kapan lagi nih?" kata dia.

Netter dengan akun @Djunaedi2203 mengkritik Nadiryah Hosen dengan mengaitkan ke ranah personal, tetapi Nadirsyah Hosen menanggapi dengan meluruskan cara berpiki Djunaedi.

"Ini kenapa yah banyak yang logikanya model @Djunaedi2203 mengaitkan posisi Jokowi yang pejabat publik ke ranah personal? Ini kesalahan berpikir yang amat mendasar: kok jabatan publik seolah milik bapaknya sehingga gak boleh dikritik. Atau alam bawah sadar mereka seperti itu: jabatan itu milik keluarga?" kata Nadirsyah Hosen.

Kritik netter @mq_lvr juga begitu. Dia mengatakan: "Jika itu yang dijadikan cover ayahmu itu gimana gus?"

Nadirsyah Hosen mengatakan pertanyaan tersebut tidak relevan. "Pak Jokowi pejabat publik. Almarhum abah saya bukan. Setiap pejabat publik ketika dikritik kebijakannya, maka keluarganya harus paham bahwa yang sedang dikritik itu bukan ayahnya semata, tapi seorang pejabat publik. Jadi jangan melulu dibawa ke personal," kata Nadirsyah.

Netter @bigggsale menyatakan suka dengan perspektif Nadirsyah Hosen dalam memandang cover Majalah Tempo

"Sampean orang hebat Gus... disaat orang lain membaca langsung cover Tempo tersulut, masih marah, kemudian membaca narasi Gus @na_dirs bisa mengambil dari sisi yang lain yang tidak menjadikan panas hati dan membuat adem... semoga Indonesia banyak orang kaya sampean," kata dia. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Siapkan Master Trainer SDC, Korlantas Polri Lakukan Studi ke Australia

Image

News

5 Negara Ini Paling Banyak Membuang Makanan, Indonesia Peringkat Berapa?

Image

News

Kerap Lari Pagi, Wanita ini Terekam Kamera Berkali-kali BAB di Jalanan Perumahan

Image

Gaya Hidup

Taman Wisata Air di Australia Larang Wisatawan Pakai Bikini Seksi

Image

News

Ular Berbisa Muncul, Pemakaman Warga Australia Ini Terpaksa Dihentikan

Image

News

Gandeng Griffith University, Pemerintah Bakal Bangun Ibu Kota Baru dengan Konsep SDGs

Image

News

Culik dan Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria Australia Ditangkap

Image

Olahraga

Kualifikasi Piala Dunia 2022

Hasil Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2022, 10-11 Oktober

Image

News

Anjing Selamatkan Majikannya dari Kebakaran Rumah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Pengamat Anggap Erick Thohir Tak Pantas Jadi Menteri BUMN

Erick Thohir yang dinilai tidak bebas dari kepentingan bisnis

Image
News

Rayakan HUT ke-55, Golkar Gelar Renungan Suci di TMP Kalibata

Acara ziarah ini merupakan acara yang setiap tahun dilakukan partai Golkar.

Image
News

Siswa Sukabumi Ikut Unjuk Rasa Ke Jakarta, Siap-siap di DO

langkah ini merupakan antisipasi sejak dini agar tidak ada pelajar Sukabumi yang nekat bergabung untuk ikut unjuk rasa.

Image
News

Terkait Pelemparan Molotov ke Kantor LBH Medan, Polisi: Masih Kita Dalami

"Ini kan kantor rakyat untuk mendapat keadilan, kita minta polisi bisa secepatnya menangkap para pelaku," ujarnya.

Image
News

Geledah Kantor Dinas PU Medan, KPK Bawa Dua Koper Berisi Dokumen

Penyidik KPK keluar dengan membawa dua koper besar diduga berisi dokumen penting.

Image
News

Sudin PKP Jaktim, Pastikan Kebakaran di Saluran Air Pulomas Karena Sampah

kepulan asap berwarna hitam dan abu-abu pekat itu sudah tidak tampak hari ini.

Image
News

Pengamat: Menko Polhukam Pengganti Wiranto Harus Mengerti Berbagai Pendekatan Penyelesaian Konflik

Menko Polhukam harus mengerti berbagai pendekatan problem solving terhadap persoalan konflik yang terjadi di negeri ini.

Image
News

Jajaran Terlibat Suap Lapas Sukamiskin, Dirjen Pas Bantah Akan Audit Internal

Sri mengaku sudah membicarakan perihal audit dengan atasannya, agar hal itu tidak dilakukan segera.

Image
News

Selain Bikin Kecanduan, Game OnlineĀ Bisa Jadi Pintu Masuk Menyebarkan Paham Terorisme

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Sosial, Devie Rahmawati.

Image
News
Pelantikan Presiden

Sebelum Dilantik, Jokowi Datangi Gedung Parlemen

Keamanan pun diperketat.

trending topics

terpopuler

  1. Akun Rocky Gerung Diretas, Roy Suryo: Jelas-jelas Twitnya untuk Memberi Pandangan Demokrasi

  2. Staf Protokoler Wali Kota Medan yang Tabrak Petugas KPK Akhirnya Serahkan Diri

  3. 12 Jam Digeledah, KPK Angkut Empat Koper Berkas Dari Ruangan Wali Kota Medan

  4. Tifatul Sembiring: Kenapa UAS Terus Dilarang? Apakah Sikap Ini Dilatari Islamphobia?

  5. Hamil Besar, Selvi Ananda Tak Ikut Pelantikan Jokowi, Gibran: Jan Ethes Jagain Ibunya

  6. Analis Geopolitik: Erick Thohir Jadi Menteri Berbahaya akan Mewakili Kepentingan Korporasi

  7. 32 Tahun Berlalu, Ini 4 Fakta Tragis Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Bintaro

  8. KPK Peringatkan Gubernur Sumut Tak Halangi Proses Hukum

  9. Polisi Bekuk 22 Orang Rencanakan Teror Pelantikan Presiden

  10. Analis Geopolitik: Hubungan Mesra Prabowo-Megawati Jadikan Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden Bayangan

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Wawancara

Image
News

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
News

Capai Rp15,5 Miliar, Ini 5 Sumber Kekayaan Mulan Jameela

Image
News

Dari Susi hingga Sri Mulyani, 8 Potret Kenangan Menteri Srikandi saat Jalankan Tugas

Image
News

Ciri Khas 7 Presiden RI dari Soekarno hingga Jokowi, Ada yang Lebih Suka Batik daripada Jas