Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pakar Nasional Strategis: Indonesia Punya Konsep Daya Saing Lebih Dulu Dibanding Amerika

Dian Rosmala

Pakar Nasional Strategis: Indonesia Punya Konsep Daya Saing Lebih Dulu Dibanding Amerika

Diskusi “Konsep Daya Saing Berbasis Nilai Kebangsaan” dalam acara Gus Dur Studies di Jakarta | Istimewa

AKURAT.CO, Pakar nasional strategis Haryo B. Rahmadi mengatakan Indonesia ternyata memiliki konsep daya saing lebih dulu dibanding Amerika Serikat. Hal itu disampaikan dalam diskusi “Konsep Daya Saing Berbasis Nilai Kebangsaan” dalam acara Gus Dur Studies di Jakarta, pada akhir pekan kemarin.

Haryo mengetengahkan bela negara yang memiliki korelasi dengan daya saing suatu bangsa. Dimana, setiap warga negara yang menggeluti bidang apapun secara alamiah harus memiliki sedikitnya empat modal dasar dalam kehidupannya.

“Banyak teori yang menjelaskan hal ini, misalnya Michael Porter yang mengemukakan diamond model, bahwa ketahanan suatu usaha sangat tergantung kondisi sumber daya, kecerdasan produsen dan konsumennya yang saling mengasah, serta jaringan usaha yang saling mengisi, dan harus mampu menjamin keberlangsungan usahanya,” kata Haryo Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI) bekerjasama dengan Pojok Gusdur.

baca juga:

Dalam urutan logika yang berbeda, lanjut Haryo, kemampuan untuk mengembangkan sumberdaya juga sangat tergantung dari ketahanan dan keamanan berbisnis, kecerdasan produsen dan konsumennya, serta jaringan usaha yang saling mengisi. Teori lain yang berkembang dari AS, adalah konsep strategis yang sejak 1960 digunakan pemerintah AS, disebut pendekatan DIME. DIME singkatan dari Diplomacy, Informational, Military, dan Economy.

“Keempatnya dianggap sebagai representasi pokok dari instrumen kekuatan nasional AS yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” kata Haryo.

Lebih jauh Haryo menjelaskan konsep Porter dan DIME sebenarnya ekuivalen. Yakni, Diplomacy menjadi representasi jaringan bisnis, Informational menjadi reresentasi kecerdasan, Military menjadi representasi keamanan berbisnis, dan Economy merperesentasi faktor sumberdaya.

“Keempat elemen instrumen kekuatan nasional AS tersebut sama pentingnya satu sama lain, sehingga kehilangan satu instrumen akan menghilangkan instrumen yang lain secara simultan,” tegasnya.

Pendekatan DIME, sebagaimana dijelaskan teori Porter Diamond, mensyaratkan adanya partisipasi warga AS di berbagai bidang untuk menjamin tercapainya kepentingan nasional. Hal ini bisa jadi merupakan cerminan sifat-sifat kepahlawanan. Di tengah arus informasi global yang semakin cepat dan meluas, dinamika persaingan di berbagai bidang dan tataran pun meningkat.

“Di situ lah relevansi transformasi daya gempur menjadi daya saing sebagai perwujudan semangat kepahlawanan,” tegasnya.

Pada konteks Indonesia, jika masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tahun 1945 sangat dekat generasi orang tua kita, maka generasi sekarang haruslah mewarisi nilai-nilai kepahlawanan yang sama, dan mengalami perjuangan itu sendiri.

 Dalam era globalisasi ini, perjuangan menciptakan daya saing dan kemampuan memaksimalkan kekuatan nasional merupakan pokok bahasan utama demi mengatasi musuh alami generasi sekarang.

“Kita berada pada zaman di mana cita-cita para pendahulu kita harus bisa diwujudkan, yaitu masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ungkap Haryo yang juga merupakan pakar tetap Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Secara konsepsi, kata Haryo, Indonesia telah merumuskan konsep daya saing tersebut dengan Tujuan Negara yang diamanatkan kepada bangsa ini. Yakni, dituangkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-empat. Yakni, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Ini adalah konsep daya saing sebagaimana DIME yang menjadi konsep nasional strategis AS atau sama halnya dengan Porter Diamond ketika diturunkan menjadi teori bisnis,” ungkap dia.

Haryo memerinci kemiripan konsep dalam pembukaan UUD 1945 tersebut dengan teori AS. Kesamaan yang dimaksud adalah: memajukan kesejahteraan umum sama dengan Economy-DIME dan faktor sumberdaya-Porter; mencerdaskan kehidupan bangsa sama dengan Informational-DIME dan representasi kecerdasan-Porter; ikut melaksanakan ketertiban dunia sama dengan Military-DIME dan keamanan berbisnis-Porter; serta berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sama dengan Diplomacy-DIME dan jaringan bisnis-Porter.

Oleh karena itu, menurut Haryo, konsep bela negara yang kini terus dikembangkan Indonesia, harus dikembalikan pada Tujuan Negara yang diamanatkan kepada bangsa ini, sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD 1945. Dalam aplikasinya, bela negara harus dikontekstualisasi dengan masing-masing bidang yang digeluti oleh semua komponen bangsa.

“Jadi bela negara tidak boleh seperti latihan semi militer saja. Warga negara yang menggeluti olahraga harus mewujud berdaya saing dalam bidang olahraga. Hal yang sama berlaku bagi pedagang, bela negaranya harus mewujud dalam perdagangan yang berdaya saing. Begitupun dalam bidang-bidang lainnya,” pungkas Haryo.

Hadir dalam acara Gus Dur Studies adalah perwakilan dari Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) diwakili oleh Brigjen TNI Ridho Hermawan, Abdul Sofa, dan Kol. INF Judi Firdaus. Dalam kesempatan tersebut juga Wantannas menjajaki kerjasama dengan AWCPH UI.

AWCPH UI merupakan lembaga riset dan pengabdian masyarakat yang secara resmi berada di bawah Rektorat Universitas Indonesia. Ahmad Syafiq, Ph.D selaku Direktur AWCPH UI mengungkapkan keberadaan lembaga ini serupa dengan Kennedy Center for Governance yang berada di Harvard University 

AWCPH UI selama ini telah mengirim pakar-pakarnya untuk berkontribusi dalam berbagai program yang dikawal oleh Wantannas seperti Aksi Nasional Bela Negara.

Pembicaraan kerjasama berlangsung sebelum acara Gus Dur Studies yang mengangkat Konsep Daya Saing berbasis Nilai Kebangsaan dan dibawakan oleh Haryo B.Rahmadi, Associate Researcher AWCPH-UI yang juga Pakar Wantannas.

Kerjasama Wantannas dengan AWCPH-UI diarahkan untuk mengembangkan dialog dan program-program terobosan yang dapat semakin memperkokoh semangat persatuan dan kebangsaan dalam aktifitas positif. Acara ini juga dihadiri oleh banyak peminat dan pemerhati dari berbagai kalangan seperti dari GP Ansor, Ikatan Alumni Unhan, dan bahkan dari kalangan politik seperti perwakilan Partai Nasdem dari DPW DKI Jakarta. 

Editor: Dian Rosmala

Sumber: Siaran Pers

berita terkait

Image

Olahraga

Indonesia U-19 1-1 Qatar U-19

Indonesia U-19 vs Qatar U-19: Penalti Gagalkan Kemenangan "Garuda Muda"

Image

Olahraga

Madura United

RD Sebut Jacob Pepper Bertanggung Jawab Semasa Libur

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Tiga Pemain Persib Bandung Dapat Panggilan TC untuk Timnas U-16

Image

News

Marissa Hutabarat, Wanita Keturunan Indonesia Menangi Pemilihan Hakim di AS

Image

News

Update Covid-19 Tanggal 20 September: Pasien Sembuh Bertambah 2.977 Total 177.327

Image

Olahraga

FOTO Pemusatan Latihan Timnas Indonesia U-19 Jelang Hadapi Qatar di Kroasia

Image

Hiburan

7 Potret Gagah Gunawan Sudrajat, Makin Awet Muda di Usia Hampir Setengah Abad

Image

Iptek

TikTok dan WeChat Bakal Dilarang dari Toko Aplikasi AS Minggu Ini

Image

Olahraga

Lechia Gdansk

Akhirnya, Egy Beri Kemenangan Perdananya untuk Lechia Gdansk

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Prakiraan Cuaca: Jakarta dan Kota Penyanggah Bakal Diguyur Hujan, Waspada Petir

Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Image
News

Protes Kewenangannya Dilucuti di RUU Omnibus Law, Asosiasi Pemda Protes

Kewenangan daerah yang dilucuti dalam dua RUU itu misalnya, izin lokasi hanya melalui RDTR digital.

Image
News

Teler Habis Tenggak Miras, Polisi Tangkap Tiga Pemuda Sentani Keroyok Seorang Guru

Anggota polisi saat ini masih mencari tersangka yang belum ditangkap yakni IE, aku AKBP Mackbon.

Image
News

Hasil Operasi Yustisi di Jakarta: 119 Restoran dan Dua Perkantoran Ditutup

Seluruh anggota Polda Metro Jaya dan masyarakat untuk tidak lalai menerapkan protokol kesehatan.

Image
News

Misteri Penemuan Mayat Pria Dekat Galian Pasir, Kondisinya Membusuk

Polisi mengamankan satu unit sepeda motor merek Honda Karisma warna hitam dengan nomor polisi KH-2796-DA.

Image
News

Suara Dentuman di Jaksel dan Jaktim, BMKG Catat Ada Kejadian Petir dan Gempa

Ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir.

Image
News

Mendagri Dukung Konser Virtual saat Kampanye Pilkada

Mendagri mengusulkan agar konser nonfisik dilakukan secara daring atau melalui siaran radio dan televisi melibatkan TVRI dan RRI.

Image
News

Permintaan Istri, Jenazah Korban Mutilasi Kalibata City Dimakamkan di Sleman

Keputusan untuk memakamkan korban di Sleman berdasarkan keinginan dari keluarga, khususnya sang istri.

Image
News

KPU Disarankan Manfaatkan Sistem Virtual untuk Penghitungan Suara

Di tengah pandemi Covid-19 penggunaan sistem virtual sangat mudah digunakan.

Image
News

Geger, Terdengar Suara Dentuman di Jakarta

Suara dentuman yang terdengar volumenya kecil seperti suara meriam.

terpopuler

  1. Tunda Pergi Haji Demi Temani Valentino Rossi, Komeng: Dia Itu Anak Tongkrongan

  2. Viral, Foto KTP Wanita Ini Sukses Bikin Iri Warganet karena Kelewat Cantik

  3. Wabup Mabuk dan Tabrak Polwan Hingga Tewas, Fahira Idris: Hancur Hati Ini

  4. Polling Soal Vaksin Covid-19, Netizen: Saya Ingin Sehat, Halal-Haram Biar Urusan Saya dan Tuhan

  5. Niat Jadikan Kawasan Hijau, Hutan Mini di Apartemen China Justru Jadi Ladang Nyamuk

  6. Misteri Sosok 'King Maker' di Balik Andi Irfan, Perantara Suap dari Djoko Tjandra ke Pinangki

  7. Napi Asal China Lapas Tangerang Kabur, Kapolda : Kita Akan Kejar

  8. Ferdinand ke Tengku Zulkarnain: Jangan Identikkan Kadrun dengan Umat Islam

  9. Telah Bercerai, Song Hye Kyo Diduga Masih Rayakan Ulang Tahun Song Joong Ki

  10. Ariel NOAH Didoakan Tambah Soleh oleh Putrinya, Alleia Anata

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!