image
Login / Sign Up

Dua Kelompok Mahasiswa Ini Dukung Adanya Revisi UU KPK

Deni Muhtarudin

Image

KOMPI dan AMUK KPK menggelar aksi mendukung Revisi UU KPK di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019) | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Penolakan terhadap Revisi UU KPK yang dilakukan oleh sekelompok pihak dinilai sebagai sebuah tindakan yang tidak berwibawa dan terkesan politis.

Komite Mahasiswa Peduli KPK (KOMPI-KPK), Ibrahim Budi Mansyur, mengungkapkan bahwa adanya revisi UU KPK justru akan memperkuat institusi KPK itu sendiri.

"Sehingga kami mempertanyakan kelompok yang menolak RUU KPK, dimanakah letak independensi pihak internal KPK yang menolak tersebut? Apakah pantas? atau mungkin karena adanya desakan pihak yang ada di balik semua itu," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

baca juga:

Untuk itu, Ibrahim mengatakan, pihaknya bersama Aliansi Mahasiswa untuk Keadilan KPK (AMUK-KPK) hadir untuk memberikan dukungan terhadap Revisi UU KPK, sebagai wujud demokrasi yang sehat.

Menurut Ibrahim, KPK sebagai lembaga superbody yang fokus menangani kasus korupsi yang merupakan kejahatan yang luar biasa atau extra ordinary crime.

"Melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, telah banyak berkiprah dalam menangani kasus-kasus kejahatan Tindak Pidana Korupsi, namun Undang-Undang tersebut diterapkan secara sewenang-wenang," katanya.

Ibrahim menyampaikan, upaya merevisi UU KPK adalah langkah yang tepat demi memperkuat kedudukan dan profesionalitas KPK agar pada saat menjalankan tugasnya, KPK tidak melanggar HAM dan tetap memperhatikan asas-asas hukum pidana.

Kemudian, tidak hanya asas independensi yang harus dimiliki KPK, akan tetapi KPK juga harus profesional, adil dan tidak boleh subyektif serta bertindak sesuai kehendak sendiri dalam melakukan penyelidikan suatu kasus.

"KPK harus mengedepankan asas Equality Before The Law, sehingga dengan merevisi UU KPK adalah langkah untuk menjadikan KPK lebih objektif dan berkeadilan," ujarnya.

Ibrahim menegaskan, meskipun KPK merupakan lembaga yang khusus menangani perkara pidana khusus, namun seharusnya KPK tetap mengedepankan aturan hukum secara lex generalis yang ada di KUHAP dalam melakukan penyelidikan dan tidak sewenang-wenang serta melanggar HAM.

"Karena Independen ataupun tidaknya penyidik maupun penuntut umum KPK tergantung dari mereka sendiri dalam melaksanakan tugas tanpa pandang bulu, objektif dan bertanggungjawab kepada masyarakat serta tidak melanggar aturan hukum lainnya yang berlaku di NKRI. Harapannya KPK seharusnya tidak terpengaruh oleh kelompok manapun dan tetap menjunjung tinggi supremasi penegakan hukum," ungkapnya.

Kini, Ibrahim menuturkan, DPR RI pun telah menyetujui Revisi UU KPK dan tinggal ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, hal itu bukan berarti akan menghilangkan independensi dan melemahkan KPK seperti pandangan kelompok yang berpikir subyektif.

"Justru revisi UU KPK akan memberikan penguatan dalam prinsip pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi dengan tetap memperhatikan Hak Asasi Manusia dan persamaan hak di mata hukum," ujarnya.

Dengan demikian, Ibrahim menilai, kelompok yang menolak revisi UU KPK berarti telah berpikir politis dan berupaya untuk menghegemoni jabatan di internal KPK itu sendiri.

Sementara itu, Koordinator AMUK-KPK Zaki, mengatakan bahwa ada 5 pernyataan sikap dari pihaknya. Pertama, meminta dan mendukung Presiden Jokowi untuk secepatnya menandatangani Revisi UU KPK.

"Kedua, mendukung DPR RI yang telah sukses menjalankan agenda revisi UU KPK. Ketiga, mendukung penuh Revisi UU KPK demi menyelamatkan wibawa KPK dalam menegakkan keadilan agar tidak tebang pilih. Keempat, Revisi UU KPK adalah wujud demokrasi yang sehat. Kelima, kelompok penolak RUU KPK sampai dengan Anti HAM," katanya menambahkan.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Mahasiswa Siapkan Puncak Demonstrasi di Depan DPR dan Istana Besok

Image

News

FOTO Aksi Mahasiswa Tolak RKUHP dan UU KPK Padati Depan Gedung DPR

Image

News

Demo Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP di DPRD Kalimantan Timur Juga Ricuh, 20 Mahasiswa Jadi Korban

Image

News

KPK Telisik Kesesuaian Spek QCC yang Dikorupsi Eks Dirut Pelindo II

Image

News

Moeldoko Sebut KPK Hambat Investasi, Said Didu: Izinkan Saya Tertawa

Image

News

Kembali Demo, MPK Seret Agus cs Keluar dari Gedung Merah Putih

Image

News

Bacakan Eksepsi, Romi: KPK Seperti Hypermart, Heboh OTT yang Jumlahnya Kecil

Image

News

Mahasiswa Makassar Bakar Ban, Besok aksi Lebih Besar Lagi

Image

News

Koalisi Masyarakat Madani Anti Korupsi: KPK Akan Semakin Kuat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Gedung Sekolah di Kenya Roboh, 7 Pelajar Tewas dan 57 Orang Terluka

Image
News

Mahasiswa Siapkan Puncak Demonstrasi di Depan DPR dan Istana Besok

Aksi mahasiswa pada Selasa, akan diselenggarakan di depan Istana Merdeka pada pagi dan sore hari di depan Gedung DPR.

Image
News

KPU Baru Catat 12 NPHD untuk Anggaran Pilkada 2020

"Kami berharap kabupaten kota dan provinsi bisa segera melakukan penandatanganan NPHD dengan pemerintah daerah setempat," imbuhnya

Image
News

5 Tokoh Bersejarah Ini Harus Kehilangan Anggota Badannya Setelah Mati, Ada yang Diambil Otaknya

Image
News

Ribuan Warga Asli dan Pendatang di Jayawijaya Ngungsi ke Polres dan Kodim

"Ini bukan demonstrasi lagi, ini aksi anarkis dan terjadi di mana-mana terjadi pembakaran, pelemparan," katanya.

Image
News

Rusuh di Wamena, Dandim: 17 Warga Meninggal, 65 Orang Luka-luka

Chandra mengatakan sekarang relatif sudah kondusif, namun anggota TNI-Polri masih berjaga-jaga di sejumlah kawasan.

Image
News

Demo Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP di DPRD Kalimantan Timur Juga Ricuh, 20 Mahasiswa Jadi Korban

"Ada yang luka di dada akibat lemparan batu. Keduanya saat ini sedang jalani perawatan," ucapnya.

Image
News

Cari Solusi Perubahan Iklim, Ilmuwan Berencana Bor Es di Antartika

Image
News

NJ Mania Mengendus Ada Mafia Pertandingan di Liga 3 Asosiasi Provinsi

Parid meminta Asprov PSSI DKI Jakarta mengusut tersebut dan mendiskualifikasi bila ada tim yang terbukti melakukan pengaturan pertandingan

Image
News

Demo di Depan DPRD Jawa Barat Ricuh Ketika Mahasiswa Ingin Masuk Gedung

Hingga kini polisi masih berupaya untuk menyisir massa hingga bisa dinyatakan kondusif.

trending topics

terpopuler

  1. Lebih Cepat dari Barbie Kumalasari, Arief Muhammad Ngaku Bisa ke Amerika Hanya dalam 3 Jam

  2. Dinilai Kaitkan Masalah Karhutla dengan Agama, Cuitan Fahri Hamzah di Twitter Dikecam Warganet

  3. Sindir Pemerintah Soal Karhutla, Rocky Gerung Tunjukkan Foto Sepatunya yang Kotor

  4. Alasan Kenapa Rumah Enggak Laku-laku! Salah Satunya Karena Berhantu?

  5. Berhenti Berpikir Menyimpan Uang, Berpikirlah Beternak Uang!

  6. Jokowi Akan Diberi Gelar Putera Reformasi, Teddy: Tidak Perlu, Dia Sudah Punya Gelar Tertinggi

  7. Sejumlah Perempuan Gelar Aksi Sikapi Asap Riau, Politikus PSI Curigai Ideologi Tertentu

  8. Pembodohan Terhadap Konsumen Jadi dampak Utama Jastip

  9. 5 Keluarga Paling Sadis di Dunia, Ada yang Korbannya Sampai 90 Orang Lebih

  10. Jokowi Posting Video Jalan-Jalan Bersama Jan Ethes, Warganet: Punya Hati Nggak?

fokus

Bencana Lingkungan
Abortus
BJ Habibie Tutup Usia

kolom

Image
Abdul Aziz SR

DPR dan Parlemen Modern

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Dikabarkan Hengkang dari PAN, 7 Fakta Menarik Faldo Maldini

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri