image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Membunuh KPK

Image

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Semua partai politik dan semua fraksi di DPR RI, sudah menyepakati Revisi UU Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK). Akrobat politik wakil rakyat di Senayan tersebut, kini mendapat penolakan dari masyarakat.

Saya pada sabtu malam (07/09), diundang CNN TV Indonesia untuk live, dalam program Prime News, yang membahas tentang Revisi UU KPK. Saya katakan, Revisi UU KPK adalah upaya untuk membunuh KPK. Jokowi harus menolak Revisi UU KPK yang sudah diajukan DPR.

Aneh dan ajaib republik ini. Wakil rakyat, yang harusnya berjuang untuk kepentingan rakyat. Justru bertolak belakang dengan kepentingan dan aspirasi rakyat yang diwakilinya. Namun lebih enak berjuang untuk pribadi, keluarga, kelompok, dan partainya.

baca juga:

Kebijakan wakil rakyat yang bertolak belakang dengan aspirasi rakyat. Membuktikan bahwa wakil rakyat di Senayan, tidak sensitif atas kemauan rakyat. Rakyat menolak revisi. Wakil rakyat menyetujui. Rakyat mengkritik, penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang. Wakil rakyat, tetap mengeksekusi apa yang dimaunya.

Lantas, apa yang menjadi pikiran para wakil rakyat tersebut. Sehingga mereka ingin mengebiri, membonsai, bahkan membunuh KPK dengan merevisi UU KPK.

Jika revisi jadi dilakukan, maka akan mandul-lah pemberantasan korupsi di negeri tercinta ini. Jika kongkalingkong Revisi UU KPK, jadi dilaksanakan DPR dengan pemerintah, maka akan matilah, pemberantasan korupsi di negeri yang masih korup ini.

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Maka harus diberantas dengan cara luar biasa pula. Korupsi yang mewabah dan membudaya. Tidak bisa diberantas hanya dengan cara-cara biasa.

Revisi UU KPK, jelas merupakan kepentingan elite politik. Bukan kepentingan rakyat. Kepentingan wakil rakyat, yang culas dan suka main anggaran, sehingga takut ketahuan dan takut di tangkap KPK. Jika para pejabat di republik ini bersih. Mengapa harus takut pada KPK.

Selama ini, KPK sangat garang, kepada mereka yang punya kuasa dan wibawa. Sangat percaya diri, memberangus korupsi di jajaran elite politik. Sangat digdaya dalam menangkap ketua umum partai, sekjen partai, ketua DPR, menteri, anggota DPR, anggota DPRD, bupati, wali kota, gubernur, dan pejabat partai lainnya yang korup.

Elite-elite partai dan para anggota DPR, tentu tidak mau, jika dikemudian hari mereka tertangkap KPK. Oleh karena itu, sebelum mereka tertangkap, bunuh dulu KPK-nya, dengan cara merevisi UU KPK. Menyerang KPK langsung ke jantungnya.

Jika UU KPK direvisi, KPK akan menjadi kerdil, tumpul, dan tak akan berdaya, dalam menghabisi mereka-mereka yang korup.

KPK harus diselamatkan. Ya, KPK harus diselamatkan. Rakyat harus bersatu untuk menolaknya. Hak anggota DPR dengan pemerintah untuk merevisi. Namun hak rakyat juga untuk menolak. Jika rakyat menolak. Lalu anggota DPR bersama pemerintah jalan terus, untuk merevisi UU KPK. Artinya mereka bekerja untuk siapa. Mereka bekerja bukan untuk kepentingan rakyat.

Jangan sampai pemerintah dan DPR memaksakan Revisi UU KPK. Janganlah bertindak otoriter. Jangan bertindak seenaknya. Dan jangan pula, bertindak diluar keinginan rakyat. Karena jika rakyat marah. Sangat besar pertaruhannya.

Jika rakyat sudah tak percaya pada para wakilnya di Senayan. Dan jika rakyat tidak percaya pada pemerintah. Maka hanya tinggal tunggu waktu saja bencana pada bangsa ini akan melanda.  

Rakyat bukanlah orang-orang bodoh, yang menerima begitu saja keputusan DPR dan pemerintah. Rakyat tidak dungu. Rakyat tidak diam. Rakyat pasti akan bergerak untuk menolak Revisi UU KPK.

Membunuh KPK dengan merevisi UU KPK, merupakan bagian dari skenario licik, jahat, dan berlawanan dengan kehendak rakyat. Apapun alasan dan argumen yang mereka sampaikan dalam merevisi UU KPK. Bukanlah untuk memperkuat KPK. Tapi sudah sangat jelas, ingin melemahkan dan membunuh KPK.

Akankah nasib KPK mati di era pemerintahan Jokowi. Kita lihat saja akrobat politik selanjutnya, yang akan dilakukan oleh DPR dan pemerintah.

Kasihan bangsa ini. Rugi republik ini. Ngeri negara ini. Jika sampai Revisi UU KPK dilakukan. Korupsi akan merajalela kembali. Pembangunan tak akan berjalan. Dan rakyat akan bodoh dan miskin.

Bangsa ini tak boleh diurus dengan cara-cara amatiran. Bangsa ini tak boleh dikelola dengan cara ugal-ugalan. Negara ini tak boleh jalankan dengan asal-asalan. Dan republik ini juga, tak boleh dibangun dengan seenaknya.

Republik tercinta ini masih membutuhkan KPK. Rakyat Indonesia masih mencintai KPK. Hanya para koruptorlah yang membenci dan ingin membunuh KPK.

Bagi rakyat, belum ada institusi penegak hukum lain yang garang seperti KPK, dalam membasmi mereka yang korup. Rakyat masih belum percaya pada Kepolisian dan Kejaksaan.

KPK boleh bubar. Dan KPK bisa dibubarkan. Jika institusi Kepolisian dan Kejaksaan sudah baik. Sudah bersih. Sudah bekerja sesuai dengan harapan rakyat. Namun jika institusi Kepolisian dan Kejaksaannya, belum bisa dipercaya rakyat dalam memberantas korupsi, maka keberadaan KPK mutlak dibutuhkan bangsa ini.

Membunuh KPK, sama saja dengan membunuh bangsa ini. Melemahkan KPK, sama saja dengan melemahkan bangsa ini. Dan membonsai dan mengkerdilkan KPK, sama saja dengan membunuh negara ini.

Tak ada alasan untuk merevisi UU KPK saat ini. Revisi UU KPK belum diperlukan dan dibutuhkan. Dengarlah suara rakyat. Dengarlah aspirasi rakyat. Rakyat tak akan mentolerir, mereka-mereka yang ingin memberangus KPK.

Korupsi di negara ini sudah sangat memprihatinkan. Indonesia masih menjadi salah satu, negara terkorup di dunia. Jika KPK nya dibunuh. Kepada siapa lagi rakyat mengadu. Dan kepada siapa lagi rakyat berharap.

Harapan rakyat hanya ingin KPK jangan dibonsai, dilemahkan, dikerdilkan, dan dibunuh. Biarkan KPK bekerja secara profesional dalam memberantas korupsi. Jika ada yang salah dari KPK, mari kita awasi bersama-sama.

Jika KPK bekerja ugal-ugalan, mari kita luruskan. Jika KPK bekerja diluar prosedur, mari kita ingatkan.

Tugas DPR lah yang harus mengawasi KPK. Mengawasi kinerja KPK. Apakah KPK ugal-ugalan. Ataukah KPK bekerja dengan baik.

Mari kita selamatkan KPK. Jangan korbankan dan hancurkan bangsa ini, dengan membunuh KPK. Wakil rakyat yang terhormat dan pemerintah yang mulia. Jangan pernah main-main dengan persoalan korupsi.

Jika memang Jokowi, berkomitmen dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Maka Jokowi harus menolak Revisi UU KPK yang diajukan DPR.

Namun jika pemerintahnya, main mata dengan DPR dalam merevisi UU KPK. Tamatlah KPK. Tamatlah pemberantasan korupsi di republik tercinta ini.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Jokowi Ingin Menteri Milenial, Pengamat: Posisi Menteri Bukan untuk Gagah-gagahan

Image

News

Ujang Komarudin Nilai PKB Tidak Etis Minta Jabatan Menteri

Image

News

Ujang Nilai Penunjukan Bulog Impor Bawang Putih Bakal Gerus Elektabilitas Petahana

Image

News

Teror Bagi Penyelenggara Pemilu, Ujang Komarudin: Risiko Pekerjaan

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Pengamat Nilai Strategi Prabowo-Sandiaga Mudah Terbaca

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Sohibul Iman ke Jokowi: Jangan Dengarkan Orang-orang yang Hanya Mau Menjilat Bapak dan Bersikap Asal Bapak Senang!

"Jangan salah pilih penasehat di lingkaran Bapak! Salah ambil kebijakan nasib 260 juta warga RI dipertaruhkan!," tutur Sohibul Iman.

Image
News
Wabah Corona

Desak Pemerintah Beberkan Peta Penyebaran Covid-19, PAN: Ibarat Perang, Zona Tempurnya Harus Jelas

"Saya mendesak agar pemerintah memaparkan dan mempublikasikan peta persebaran virus Corona," ucap Saleh.

Image
News
Wabah Corona

TNI Bantu Distribusikan APD ke Berbagai Daerah

“Hingga tanggal 2 April 2020 tercatat 352.450 APD yang telah didistribusikan ke 34 Provinsi yang ada di Indonesia”

Image
News

Pemaparan Visi Misi Cawagub DKI Tidak Bisa Diakses Publik, PKS: Sangat Disayangkan

"Kalau seperti itu, jadinya sangat terbatas sekali yang mengetahui siapa yang akan mendampingi pak Anies," kata Suhaimi.

Image
News

Trump Perintahkan Hentikan Ekspor Masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin

Langkah Trump ini memicu konflik lain

Image
News
Wabah Corona

WHO Tinjau Kesiapan Ruang Isolasi Pasien Corona yang Dibuat TNI di Kongo

Dalam kesempatan tersebut, mereka menyatakan, WHO maupun UN akan membantu semua kebutuhan logistik.

Image
News

15 Tahanan Kabur Manfaatkan Covid-19 di Sulsel

Tersangka yang melarikan diri pada Minggu (29/3) sore itu sebanyak 15 orang dan lima di antaranya sudah diamankan kembali.

Image
News

Bela Luhut, Muannas Alaidid: Tolonglah Said Didu Jangan Memanfaatkan Situasi di Tengah Wabah

"Saya & mungkin sebagian masyarakat di luar sana lebih banyak yang mendukung langkah LBP menggunakan hak konstitusinya," kicau Muannas.

Image
News
Wabah Corona

Tagar #WeAllStandWithSaidDidu Trending Topik, Netizen Sindir Luhut Anti Kritik

"Jika anda alergi bahkan phobia kritikan, jangan duduk di posisi publik," kicau Imam Shamsi Ali.

Image
News
Wabah Corona

Rustam: Bayangkan Jika Semua Warga Meninggal Ditolak dengan Tuduhan Corona

Rustam Ibrahim menyarankan agar pemerintah, khususnya kepolisian untuk memastikan seluruh pasien Covid-19 yang meninggal dapat dimakamkan.

terpopuler

  1. Ratusan Jasad Ditemukan Tergeletak di Rumah dan Jalanan, Presiden Ekuador Bangun Penampungan Korban COVID-19

  2. Buat Onar Selama Lockdown, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tak Segan Tembak Mati Warganya

  3. Arab Saudi Minta Umat Islam Tunda Rencana Ibadah Haji sampai Pandemi Corona Berakhir

  4. Pernah Pacari Angel Lelga, 5 Fakta Tak Terduga Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana

  5. Kompak Abis, 10 Potret Akrab Lima Anak Enno Lerian dan Priambodo Soesetyo

  6. Jokowi: Guru Tak Fokus Kegiatan Belajar-mengajar, Tapi Lebih Banyak Dipakai Buat Hal-hal Berkaitan Administrasi, Ini Tolong Digarisbawahi

  7. Sering Tak Disadari, Ini 5 Kebiasaan yang Membuat Rezeki Susah Datang

  8. Doni Monardo: Para Kepala Desa, Anda Telah Lakukan Berbagai Macam Upaya, Libatkan Seluruh Komponen yang Ada

  9. Alumni PA 212: Apakah Janji Jokowi Menggratiskan Listrik kepada Rakyat Kalangan Bawah Bisa Terwujud?

  10. Tak Kalah Cantik dari Sang Ibu, 10 Potret Memesona Nysa Devgan Putri Sulung Kajol

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya