image
Login / Sign Up

Kenalkan Eni Saragih ke Pengusaha, Melchias Mekeng Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

Bayu Primanda

Image

Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng (kedua kiri) bersama Sekretaris Fraksi Partai Golkar Adies Kadir (kiri), Anggota Fraksi Golkar Muhidin Muhammad Said dan Hetifa Sjaifudian saat memberikan keterangan di ruang fraksi Golkar, Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Berdasarkan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) dini hari tadi, Partai Golkar memperoleh 85 kursi di DPR atau di bawah PDIP yang memperoleh 129 kursi. Selain itu Fraksi Partai Golkar juga mengucapkan selamat kepada Pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Maruf Amin yang ditetapkan menjadi pemenang Pemilihan Presiden 2019 dengan perolehan suara sebesar 85.607.362 (55,50 %) oleh KPU. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, Melchias Markus Mekeng bepergian ke luar negeri.

Pencegahan dilakukan KPK terkait penyidikan kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) yang menjerat bos PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BORN), Samin Tan.

"KPK melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap seseorang bernama Melchias Markus Mekeng, Anggota DPR-RI selama enam bulan ke depan terhitung Selasa, 10 September 2019," kata Febri melalui pesan singkat, Selasa (10/9).

Untuk diketagui, Samin Tan sendiri diduga sebagai pihak yang menyuap anggota DPR Komisi VII RI Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar. Suap dini diberikan kepada Eni untuk mengurus terminasi PKP2B PT AKT.

Dalam mengusut kasus ini, KPK pun telah memanggil Mekeng untuk diperiksa pada Rabu (11/9/2019) besok. 

"Diagendakan pemerikaaan terhadap yang bersangkutan (Melchias Markus Mekeng) sebagai saksi untuk SMT (Samin Tan)," jelas Febri.

Keterangan Mekeng diperlukan tim penyidik, karena disinyalir dirinya mengetahui ihwal kasus suap yang menjerat Eni Saragih dan Samin Tan sebagai tersangka.

baca juga:

Diketahui, dalam persidangan atas terpidana Eni Saragih terungkap bahwa Mekeng merupakan pihak yang mengenalkan Eni dengan Samin Tan.

Mekeng pernah diperiksa KPK pada 8 Mei 2019 terkait kasus tersebut. Saat itu, yang bersangkutan mengaku dikonfirmasi soal kasus Eni Saragih.

"Soal Eni Saragih, kasus dia sama Samin Tan. Ya sudah ditanyain itu saja," kata Mekeng usai diperiksa sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/5).

Samin Tan menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih sebesar Rp5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut.

KPK pada 15 Februari 2019 telah menetapkan Samin Tan sebagai tersangka. Namun sampai saat ini, KPK belum menahan yang bersangkutan.

Konstruksi perkara diawali pada Oktober 2017 Kementerian ESDM melakukan terminasi atas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Sebelumnya diduga PT BLEM milik Samin Tan telah mengakusisi PT AKT.

Untuk menyelesaikan persoalan terminasi perjanjian karya tersebut, Samin Tan diduga meminta bantuan sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih terkait permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dengan Kementerian ESDM.

Eni Maulani Saragih sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM. Posisi Eni adalah anggota Panitia Kerja (Panja) Minerga Komisi VII DPR RI.

Dalam proses penyelesaian tersebut, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suami di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pada Juni 2018 diduga telah terjadi pemberian uang dari tersangka Samin Tan melalui staf dan tenaga ahli Eni di DPR sebanyak dua kali, yaitu pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Puluhan Massa Masih Bertahan di Depan Gedung DPR Hingga Malam

Image

News

OTT Direksi Perum Perindo Diduga terkait Pengurusan Kuota Impor Ikan

Image

News

KPK Amankan Uang Ratusan Ribu US Dolar Hasil OTT Direksi Perum Perindo

Image

News

KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Suap Bupati Pakpak Bharat

Image

News

Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Depan Gedung DPR Akan Dilanjutkan Besok

Image

News

KPK Amankan 9 Orang Hasil OTT, Tiga Diantaranya Direksi Perum Perindo

Image

News

KPK Gelar OTT di Jakarta Terkait Impor Ikan

Image

News

Bareskrim Polri Didesak Segera Selesaikan Kasus Korupsi Denny Indrayana

Image

News

FOTO Mahasiswa Selimuti Gedung DPR/MPR Hingga Malam Hari

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Puluhan Massa Masih Bertahan di Depan Gedung DPR Hingga Malam

Puluhan mahasiswa masih bertahan hingga pukul 00.00 WIB, Senin (23/9/201) malam, usai menggelar aksi demonstrasi.

Image
News

OTT Direksi Perum Perindo Diduga terkait Pengurusan Kuota Impor Ikan

KPK makin gahar pasca UU KPK direvisi.

Image
News

KPK Amankan Uang Ratusan Ribu US Dolar Hasil OTT Direksi Perum Perindo

Ada sembilan orang ditangkap.

Image
News

KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Suap Bupati Pakpak Bharat

Ketiga tersangka telah ditahan KPK.

Image
News

Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Depan Gedung DPR Akan Dilanjutkan Besok

Perwakilan mahasiswa itu berjanji untuk melanjutkan aksi unjuk rasa pada Selasa (24/9/2019) esok.

Image
News

KPK Amankan 9 Orang Hasil OTT, Tiga Diantaranya Direksi Perum Perindo

Terkait impor ikan.

Image
News

KPK Gelar OTT di Jakarta Terkait Impor Ikan

Image
News

Bareskrim Polri Didesak Segera Selesaikan Kasus Korupsi Denny Indrayana

Karena sudah mangkrak empat tahun, kami minta kepolisian segera menyelesaikan perkaranya.

Image
News

Gibran: Saya Juga Baru Pulang dari Jakarta dan Dapat Laporan Soal Spanduk-spanduk Itu

"Tapi perlu digarisbawahi bahwa ini adalah sebuah bentuk inisiatif masyarakat dan maksudnya baik, tapi mungkin waktunya belum pas."

Image
News

Menkopolhukam Sarankan Mahasiswa Tidak Lakukan Aksi Demonstrasi

Demo-demo seperti ini melelahkan, mengganggu ketentraman umum, dan hasilnya kurang bagus karena proses koordinasi dan dialog gak terjadi.

trending topics

terpopuler

  1. Mantan Sesmenpora Bakal Beberkan Cara Imam Nahrawi Memperkaya Diri Sendiri

  2. Jokowi Kumpulkan Para Menteri, Jansen: Inilah Akibat Semua Masalah Tumpuk Jadi Satu

  3. Pengakuan Tjahjo Kumolo, Satu-satunya Menteri Jokowi yang Tidak Pernah ke Luar Negeri

  4. Lebih Cepat dari Barbie Kumalasari, Arief Muhammad Ngaku Bisa ke Amerika Hanya dalam 3 Jam

  5. Denny Siregar: Pemberian Gelar 'Putera Reformasi' untuk Jokowi adalah Kecentilan Politik

  6. Rachel Maryam: Kalau Merasa RKUHP Bermasalah, Batalkan Saja Bukan Hanya Menunda

  7. Ganjar Pecat 7 Kepsek Terindikasi Radikal, Teddy Gusnaidi Mention Anies Baswedan

  8. Dukung Aksi #ReformasiDikorupsi, Putri Gus Dur: The Game Has Changed Tuan Puan Penguasa

  9. Gubernur Papua: Saudara, Hentikan Seluruh Kegiatan yang Berbau Kejahatan!

  10. Romy Minta Dakwaannya Gugur Usai Kembalikan Uang Suap Jual-beli Jabatan

fokus

Bencana Lingkungan
Abortus
BJ Habibie Tutup Usia

kolom

Image
Abdul Aziz SR

DPR dan Parlemen Modern

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Dikabarkan Hengkang dari PAN, 7 Fakta Menarik Faldo Maldini

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri