image
Login / Sign Up
Image

Hasan Aoni

Pendiri Omah Dongeng Muria - Kudus

Menonton Bakat Anak Dalam Imajinasi Eksploitasi

Image

Djarum Foundation kembali menyelenggarakan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis untuk para atlet muda Indonesia. | Djarum Foundation

AKURAT.CO, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuduh Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum telah mengeksploitasi anak dalam audisi calon-calon atlet bulutangkis di beberapa kota. Atas asumsi itu KPAI memerintah PB Djarum untuk menghentikan audisi. Saya mencari sumber-sumber media dan belum menemukan alasan dan bukti untuk apa yang dituduhkan KPAI sebagai eksploitasi. Karena itu saya menyebut putusan itu sementara sebagai tuduhan dengan alasan masih asumsi.

Saya coba memahami jalan pikiran KPAI dengan membandingan putusan lembaga peradilan di Indonesia yang secara hukum berwenang memroses dan menghukum tindak pidana, mulai Polri, Kejaksaan RI, Pengadilan Negeri, bahkan KPK. Coba bayangkan mereka menghukum masalah pidana dengan satu asumsi seperti KPAI menghukumi PB Djarum, bolehkah?

Di tengah memahami sikap KPAI, tiba-tiba seorang teman memberitahu saya sesuatu yang akan mengejutkan kita semua. Pernah dalam rentang tiga tahun KPAI atau National Commission for Children Protection (NCCP) mendapatkan support dari lembaga anti rokok dunia yang dananya bersumber dari perusahaan farmasi global bernama Bloomberg Initiative. Tercatat dalam laporan lembaga itu KPAI disupport untuk tiga program berkaitan dengan kampanye larangan total (langsung/tidak langsung) industri rokok, baik iklan, promosi maupun sponsor, demi perlindungan hak anak. KPAI juga meminta dukungan politik dan masyarakat untuk kepentingan itu.

baca juga:

Bloomberg Initiative adalah lembaga semacam LSM atau yayasan berkantor pusat di Amerika. Bloomberg sendiri diambil dari nama mantan walikota New York tiga kali. Teman saya yang lain memberi tahu melalui buku hasil risetnya, Bloomberg pemilik saham salah satu perusahaan farmasi global, penyokong lembaga itu.

Atas dua sikap KPAI itu, muncul berbagai pertanyaan di kepala saya: apakah yang dilakukan KPAI murni sebagai gerakan perlindungan anak atau untuk kepentingan (perusahaan) asing? Bolehkah KPAI sebagai lembaga negara menerima dana dari lembaga (semacam LSM) luar negeri dalam menjalankan fungsi-fungsi kenegaraannya? Sebuah pertanyaan hanya KPK yang paling berhak menjawabnya.

Bolehkah sebuah lembaga pelindung membuat keputusan tanpa dia sendiri melindungi dirinya dengan alasan dan bukti yang berpeluang digugat secara hukum di negara yang menjunjung tinggi hukum dan keadilan? Sebagai lembaga yang memiliki ijin berbeda, bisakah disamakan antara PB Djarum, Djarum Foundation dengan PT Djarum?

Di layar televisi yang dipasang di gazebo tempat saya dan para petani bercengkerama, saya menonton adegan anak-anak dalam iklan dan film. Muncul di kepala saya berbagai pertanyaan baru: termasuk adegan eksploitasikah anak-anak yang menerima uang dari peran profesional mereka sebagai bintangnya? Sebab, saya tahu para talenta yang belum wajib mencari nafkah itu di hadapan DoP dan sutradara wajib bersikap profesional sesuai tuntutan peran, termasuk antara lain mengikuti pola-pola profesionalisme orang dewasa dalam membuat iklan dan film. Posisi mereka di depan kamera dapatkah dikategorikan eksploitasi? Siapa yang pernah bergelut di dunia iklan dan film akan paham situasi itu.

Di tevisi di dalam gazebo itu juga saya dan para petani menonton liputan audisi sepak bola untuk kategori usia anak dan remaja dengan pengaturan waktu yang sangat ketat. Apakah kami juga bisa menyebut itu adegan eksploitasi? Di televisi yang kadang layarnya mati tiba-tiba itu saya dan para petani menghibur diri dengan menonton audisi para talenta penyanyi Indonesian Idol, X-Factor, D'Academy, dan semacamnya yang usianya 17 tahun ke bawah. Apakah ini juga eksploitasi?

Saya membuka sumber-sumber media untuk mengetahui adakah sikap kritis dan kesetaraan KPAI untuk berbagai auidisi itu, dan ternyata sunyi. Kita tahu belum ada LSM atau yayasan di dunia dengan dana cukup memadai menyupport untuk setiap masalah yang muncul di sepak bola, iklan dan lomba menyanyi anak-anak ini kecuali yang berhubungan dengan rokok.

Terbayang di tengah berbagai pertanyaan itu muncul wajah Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, Susi Susanti, Tontowi Ahmad, Kevin Sanjaya dengan cucuran keringat saat bertanding, juga nama-nama terkenal lain yang masih hidup dan dulu semasa kecil dengan penuh ceria berlatih bulu tangkis, saat dewasa membawa harum nama Indonesia dengan dukungan profesional PB Djarum. Mereka mungkin tidak bisa lagi melihat anak-anak kecil di berbagai kota ceria mengikuti audisi PB Djarum dan menikmati masa berlatih dan bertanding setelah itu.

Hari ini media nasional memberitakan pengakuan mantan atlet bukutangkis PB Djarum Haryanto Arbi, yang makin mengagetkan saya akan imajinasi eksploitasi. Oke, kita tahu dia kaya oleh prestasi dan bisnisnya. Tapi, apa kesimpulan Anda atas pengakuan ini: "Saya sering membawa pulang ransum atlet yang sangat bergizi semasa latihan untuk dimakan bersama keluarga saya yang miskin. Dan, "Pecat!" katanya menceritakan atlet anak yang ketahuan merokok setelah sebelumnya diperingati.

Di luar negeri yang sangat ketat memagari pengaruh rokok, kata Arbi, mereka bisa membedakan antara PB dan pabrik rokok, dan tidak menganggap keduanya identik. Karena itu, PB Djarum dibolehkan memampangkan namanya dan diberi vanue untuk memromosikan diri.

Sebelum Anda menolak cerita saya, ada baiknya lebih dulu mengamati dunia musik kita. Sejak industri rokok dilarang mendukung promosi dan sponsor oleh Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012, sejak itu dinamika musik di Indonesia turun. Dulu semua pihak dengan berbusa-busa meyakinkan publik, peran industri rokok pasti akan digantikan oleh industri lain. Tetapi, tujuh tahun sudah busa-busa itu tidak berbuih sama sekali, dan hilang sekarang panggung musik di kota-kota.

Kita semua setuju upaya perlindungan anak dari eksploitasi, tetapi sekaligus setuju dengan kemerdekaan anak dan keluarganya memilih talent, bakat dan passion untuk apapun olah raga termasuk bulutangkis. Tepukan yang sudah mengharumkan nama bangsa lebih setengah abad ini oleh yang dulu pemenangnya direkrut dengan audisi sederhana saat anak-anak.

Atau mungkin saya salah. Jangan-jangan saya tidak tahu KPAI sedang menyusun ide brilian selain sekedar melarang dan menghentikan melalui asumsi dan imajinasi pengembangan bakat anak ini. Melalui KPAI perlindungan dan pengembangan bakat anak mungkin sedang diperjuangkan dan bisa menggantikan peran audisi.

Tetapi, kalau KPAI hanya menjawab, "Saya sekedar menjalankan UU," yang sebetulnya hanya tepat diberlakukan bagi pabrik rokok, bukan PB Djarum, saatnya saya dan para petani di gazebo ini mengucapkan bye bye kejayaan bulutangkis Indonesia.

Salam dongeng!

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Imbas Bencana Kabut Asap, KPAI Sarankan Siswa yang Libur Belajar Secara Online

Image

News

KPAI dan PB Djarum Tetap Lanjutkan Audisi, Denny Siregar: Alhamdulillah, Saya Angkat Secangkir Kopi

Image

News

Moeldoko Berharap Audisi Umum Bulu Tangkis PB Djarum Diteruskan

Image

Gaya Hidup

Ditengahi Kemenpora, Djarum Foundation dan KPAI Lanjutkan Audisi pada 2020

Image

Olahraga

Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum

KPAI-Djarum Berdamai, Audisi Dilanjutkan tanpa Menyebut Nama Produk

Image

News

Moeldoko Mendukung Audisi PB Djarum: Jadi Audisi Tetap Berlanjut

Image

News

KPAI: Anak Indonesia Harus Teladani Habibie

Image

Gaya Hidup

Petani Tembakau Curigai KPAI Disokong Asing untuk Hantam Djarum

Image

Gaya Hidup

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Siap Dukung Djarum Kembali ke Bulutangkis

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Nila Minta Siaga Ambulans di Wilayah Kebakaran Hutan dan Lahan

PSC 119 merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan.

Image
News

Imam Nahrawi TSK, Musni: Publik Apresiasi, Tapi Amat Prihatin Revisi UU Diduga Keras Buat Lemahkan KPK

"Bagai kata pepatah ┬┤anjing menggonggong kafilah berlalu┬┤ UU KPK tetap dilakukan," kata dia.

Image
News

Tsamara: Karhutla Permainan Korporasi yang Wajib Ditindak, Masa Begitu Saja Tidak Paham?

Pendapat Tsamara didukung oleh sejumlah netizen.

Image
News

Pagi Ini, Manokwari Kondusif

Ia mengimbau seluruh personel bersikap humanis dalam mengamankan kegiatan tersebut.

Image
News

Tsamara: Pengen Marah dan Nangis Rasanya Baca Kayak Gini

Padahal, menurut politikus Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany Alatas, terdapat pasal-pasal kontroversial.

Image
News

Aktivis: Regenerasi Pegiat Antikorupsi dari Kalangan Muda

regenerasi para pegiat antikorupsi dari kalangan muda akan efektif

Image
News

Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Rocky Gerung: Bong, Hidung Kalian Pasti Makin Panjang

"Maju terus @KPK_RI," demikian tweet Syamsuddin.

Image
News

Pemprov DKI Menang Gugatan Reklamasi Pulau M

Pemprov DKI masih harus menyelesaikan sengketa yang sama di Pulau I dan F dan banding mereka atas Pulau H.

Image
News

Hindari Bahaya Asap, Kota Singkawang Perpanjang Libur Siswa sampai 21 September

Najib menjelaskan siswa akan masuk kembali pada Senin tanggal 23 September 2019 seperti biasa.

Image
News

Syamsuddin: Pengesahan Revisi UU MD3 dan KPK Benar-benar Bikin Negeri Ini Mundur 20 Tahun

"Betapa tidak, moralitas politik dan akal sehat publik dicampakkan demi rekonsiliasi semu para elite koruptor."

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Burhanuddin: yang Bilang KPK Gagal Turunkan Tingkat Korupsi Itu Kufur Nikmat

  2. 5 Potret Nikita Willy Liburan ke Namibia, Bersuka Ria dengan Anak-anak Suku Himba

  3. Tak Diusung PDIP, Gerindra Nyatakan Siap Antarkan Gibran Rakabuming Maju Pilwalkot Solo

  4. Penyakit Ini Intai Kamu yang Kebiasaan Makan Berlebihan

  5. Kekayaan Pengusaha AS Ini Bertambah Rp28,2 Triliun Tiap Hari Karena Kisruh Minyak

  6. 8 Status Medsos Ngenes Fahri Skroepp, Sadboi Cilik yang Bikin Gempar

  7. Dapur Menyatu dengan Toilet! Gambaran Kesenjangan Ekonomi di Hong Kong

  8. Pernah Jadi Artis dengan Bayaran Tertinggi hingga Meninggal Penuh Misteri, Ini 5 Fakta Sridevi

  9. 10 Potret Harmonis Afdhal Yusman dan Keluarga yang Jarang Terekspos

  10. Jarang Tersorot, 10 Potret Mesra Mumuk Gomez dan Kekasih yang Bikin Gemas

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru

Image
News

Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola