image
Login / Sign Up
Image

ABDUL AZIZ SR

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya dan Senior Researcher pada Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP UI.

KPK di Ujung Tanduk

Image

Aktivis Pegiat Anti Korupsi melakukan aksi bagi bunga saat hari bebas kendaraan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu, (8/9/2019). Aksi ini dalam rangka menyampaikan pesan kepada Presiden Joko Widodo agar menolak revisi Undang-Undang KPK yang diajukan DPR. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Hari-hari belakangan ini setidaknya dua “gumpalan” yang hadir sebagai mendung tebal menyelimuti langit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertama, sepuluh Calon Pemimpin (Capim) KPK yang diserahkan kepada Presiden Joko Widodo oleh Tim Seleksi dipertanyakan berbagai kalangan soal kualitas dan integritas calon komisioner. Kedua, ambisi DPR mengamandemen UU KPK yang sangat dikhawatirkan banyak pihak justru sebagai upaya politik terencana melemahkan KPK.

KPK lahir selain sebagai buah reformasi, juga sebagai antitesa terhadap lembaga-lembaga penegak hukum konvensional (Kepolisian dan Kejaksaan) yang gagal melakukan pemberantasan korupsi. Jangankan memberantas korupsi, namun justru lembaga-lembaga itu menjadi sarang korupsi itu sendiri.

Ketidakmampuan, ketidakseriusan, dan kecilnya komitmen Kejaksaan dan Kepolisian memberantas korupsi selama berbilang dekade tidak saja membuat korupsi semakin membudaya di kalangan pejabat pemerintah di semua lini, juga telah membuat kerusakan yang luar biasa pada seluruh sistem dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.  

Belum lagi kerugiaan negara secara material yang tak terhitung jumlahnya akibat korupsi. Kekayaan negara beralih secara haram dan ilegal menjadi milik pribadi-pribadi pejabat negara pelaku tindak kejahatan korupsi, dan dengan itu mereka pun kaya raya. Tak heran jika banyak sekali pejabat negara/pemerintah yang memiliki kekayaan berlimpah –dalam berbagai wujud– secara tidak rasional.

Kepolisian dan Kejaksaan tidak bisa berbuat banyak terhadap kenyataan tersebut. Tetapi memang bagaimana sanggup berbuat banyak jika dirinya sendiri juga tidak bersih dari kejahatan korupsi. Ibarat, kata orang, maling teriak maling. Tentu mustahil maling tertangkap. Ibarat yang lain, sapu yang kotor tak layak dipakai membersihkan lantai. Kenyataannya, Kepolisian dan Kejaksaan menjadi lembaga penegak hukum yang tidak mendapat kepercayaan publik.

Di sinilah kemudian lembaga superbodi dan independen bernama KPK diperlukan. Ia hadir dan didirikan untuk mendobrak segala macam kemacetan, kebuntuan, dan kerusakan di Kepolisian dan Kejaksaan untuk konteks pemberantasan korupsi.

Satu hal, ketika KPK hadir dan mampu menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik, Kepolisian dan Kejaksanaan tidak pula beranjak dari tempatnya. Stagnan bahkan cenderung menunjukkan kemunduruan-kemunduran. Tidak terdorong melakukan perbaikan-perbaikan. Ironisnya, jutru KPK dicurigai, dicemburui, dan berusaha dikriminalisasi. Salah satu penyebabnya, banyak pejabat dari kedua lembaga itu, terutama Kepolisian, yang ditangkap KPK karena menjadi pelaku kejahatan korupsi.

baca juga:

Kini, semakin kuat upaya dari lembaga-lembaga negara yang ingin mengebiri KPK. Parlemen, misalnya, berusaha memotong kekuatan KPK dengan menghilangkan sejumlah kewenangan yang selama ini melekat pada lembaga antirasuah itu. Juga berusaha mereduksi independensi KPK.

Kewenangan penyadapan dipersulit dan jika perlu dihilangkan sama sekali. Kewenangan mengangkat penyidik independen dihilangkan. Menutup kemungkinan KPK membuka perwakilan di daerah-daerah. Pemimpin KPK dipersyaratkan minimal 50 tahun. Ada kewajiban berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam melakukan penuntutan. Namun, justru diberi kewenangan  menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). 

Jika kekuatan yang dimiliki KPK dihilangkan bagaimana mungkin ia efektif memberantas korupsi? Lalu, apa bedanya KPK dengan Kepolisian dan Kejaksaan (yang antitesa KPK)? Jika demikian, buat apa lagi ada KPK? Dengan KPK yang selama ini kuat saja, para pejabat seakan tak takut dan tidak jera melakukan kejahatan korupsi. Apalagi jika KPK lemah dan lumpuh, tentu tambah berani dan brutal.

Parlemen, katakanlah sejumlah politisi di parlemen, begitu berambisi mengebiri KPK. Sejak KPK dibentuk tahun 2003 hingga saat ini sudah sangat banyak anggota parlemen baik pusat maupun daerah yang ditangkap dan dipenjarakan oleh KPK. Bersamaan dengan itu juga sudah ratusan kepala daerah yang dijebloskan KPK ke balik jeruji besi.  

Anggota parlemen dan kepala daerah itu sesungguhnya adalah kader-kader partai politik. Mereka direkrut oleh partai politik untuk menjadi anggota parlemen dan kepala daerah. Dalam konteks ini, sesungguhnya partai politiklah yang sangat berkepentingan dan berambisi melumpuhkan KPK. Partai politik ingin lebih leluasa mempermainkan anggaran negara, memanfaatkan proyek-proyek pemerintah, dan berkolusi dengan pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.   

Manakala secara regulasi KPK lemah dan banci, maka komisioner kelas “dewa” sekalipun yang dikirim untuk memimpinnya tidak akan punya arti apa-apa. Tidak akan efektif melakukan pemberantasan korupsi. Terlebih ketika figur-figur yang (pura-pura) diseleksi untuk menjadi pemimpin KPK meragukan serta dipertanyakan kualitas, integritas, rekam jejak, dan sebagainya tentu semakin tidak punya arti. 

Saat ini, hasil kerja Tim Seleksi Capim KPK dengan sepuluh figur yang direkomendasi sebagian di antaranya sangat meragukan. Tim Seleksi tampaknya tak mau tahu dan tak mau mendengarkan masukan-masukan dari berbagai kalangan masyarakat. Sehingga beberapa di antara sosok itu justru berpotensi memperlemah bahkan merusak KPK dari dalam. Wajar ketika banyak orang bertanya-tanya; Tim Seleksi bekerja untuk siapa dan untuk apa? 

Dalam kondisi demikian, jangan pernah heran jika KPK periode berikut hanya menjadi lembaga negara yang biasa-biasa saja. Kerja dan kinerjanya datar-datar saja. Tak bedanya dengan si kakak tua (Kepolisian dan Kejaksaan) yang hanya begitu-begitu saja. Nyaris tak ada yang bisa diharapkan. 

Memang, KPK selama ini tidak bisa dikatakan telah berbuat sempurna dan serba suci. Tidak sama sekali. Karena itu, tidak perlu dipuji-puji setinggi langit. Tetapi, keberadaan dan kinerjanya telah menunjukkan nilai yang signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi. KPK telah menjadi harapan baru.

Namun kini, nasib KPK justru di ujung tanduk. Dibubarkan tak mungkin, diperkuat jangan. Maka, tetap dipertahankan tetapi dibikin lemah, banci, dan tak bertaring. Jika begitu, maka selamat berkibar bendera busuk kaum koruptor. Wallahu’alam. []

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

DPR RI

DPR Ingatkan Hadi Pranoto dan Anji Soal Penyesatan Informasi Publik

Image

Ekonomi

Ramai BUMN Bermasalah, Misbakhun: Apakah Kuat Jadi Sandaran Hadapi Resesi?

Image

News

Fadli Zon: Perdana Sembelih Hewan Kurban, Darahnya Muncrat Kemana-mana

Image

News

Komisi III Bakal Kawal Kasus Djoko Tjandra Hingga Tuntas

Image

News

Bekuk Djoko Tjandra, Herman Herry: Angkat Topi Buat Kabareskrim

Image

News

DPR RI

Anggota DPR Ini Tak Tahu Soal Isu Bantuan Rp30 M untuk Pembangunan Islamic Center

Image

News

Cucun: Belasan Tahun Kasus Bank Bali Tak Tuntas, Djoko Tjandra Harus Tanggungjawab

Image

Iptek

Komisi I DPR Kritik Campur Tangan Asing dalam Pembangunan Pusat Data Nasional

Image

News

Tolak Omnibus Law, Buruh Bakal Gelar Aksi Tiap Pekan di Depan DPR

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Survei Akurat Poll: 67.2 Persen Publik Puas  Kinerja Presiden Jokowi

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden Maruf Amin hanya 47.5 persen.

Image
News

Diseret ke Pidana, Kejagung Beberkan Bukti Jaksa Pinangki Terlibat Skandal Kasus Djoko Tjandra

Ditemukan bukti permulaan yang cukup, jaksa Pinangki langgar tindak pidana.

Image
News
Wabah Corona

Akhirnya, WHO Sukses Rampungkan Penyelidikan Awal Asal-Usul Corona di China

Setelah hampir satu bulan berselang, kini WHO dilaporkan telah berhasil merampungkan fondasi untuk misi penyelidikan tersebut

Image
News

TMMD di Tengah Lesunya Kehidupan Masyarakat Teluk Mayalibit Raja Ampat

Sekolah PAUD semakin menambah semangat warga untuk dapat menjadikan anak-anak mereka menikmati pengajaran dan pengetahuan.

Image
News

Nasib Jaksa Pinangki Usai Dicopot, Dugaan Cipratan Dana dari Djoko Tjandra Bakal Dibongkar

Beberapa kali bertemu Djoko Tjandra di luar negeri.

Image
News
Wabah Corona

Survei, Pemerintah Dinilai Lambat Sampaikan Info Soal Covid-19

32,4 persen responden menilai bahwa pemerintah lambat dalam mengambil tindakan terkait penanganan Covid-19.

Image
News

Padat Karya Tunai Desa Diprediksi Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Insya Allah mengurangi angka kemiskinan.

Image
News

Hadi Pranoto Rencana Tuntut Balik Muannas Alaidid

Hadi menegaskan, apa yang dibicarakan di Youtube Anji bertujuan untuk kepentingan Bangsa dan Negara, bukan kepentingan pribadi.

Image
News

Alasan Sibuk, Eks Pengacara Djoko Tjandra Mangkir Pemeriksaan Penyidik Bareskrim Polri

Anita mangkir pemeriksaan penyidik karena sibuk dengan urusan lain.

Image
News

Jalan Tengah Penyelesaian Sawit Rakyat dalam Kawasan Hutan

Menurut Hifdzil, pemerintah telah menerbitkan kebijakan dan regulasi sebagai jalan keluar.

terpopuler

  1. Otto Hasibuan Sebut Jadi Pengacara Djoko Tjandra, Polisi Beberkan Fakta Lain

  2. Tengkuzul Menggebu-gebu Tanya Kapan Indonesia Umumkan Krisis, Staf Menkeu: Sabar Sikit Ustadz!

  3. Bungkam Anji-Hadi Pranoto, Video Dokter Wisma Atlet Bikin Terenyuh

  4. Cerita Traveler Indonesia Pura-pura Jadi Pacar Demi Selamatkan Gadis Jepang dari Penguntit

  5. Kasih Kejutan Cake Sepatu Emas, Istri Immobile Tulis Pesan yang Bikin Haru

  6. Gerindra Tak Ragu Usung Denny Indrayana karena Alasan ini

  7. Komentari Soal Video Anji, Tompi Pertanyakan Obat Herbal Hadi Pranoto

  8. Jadwal Lengkap Liga Champions dan Liga Europa, 5–9 Agustus 2020

  9. Mengenal Swinger, Penyimpangan Seks yang Dilakukan Bambang Arianto

  10. Hari ini Pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking Diperiksa Bareskrim

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Image
Lasmardi Iswondo

Meraih Keutamaan Hari Tasyrik

Image
Achsanul Qosasi

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet

Image
Ekonomi

Ada yang Hartanya Tembus Rp19 T! Ini 7 Penulis Terkaya di Dunia

Image
Hiburan

5 Fakta Menarik Mendiang Ajip Rosidi, dari Sastrawan hingga Nikahi Artis Nani Wijaya