breaking news: Jadi Kawasan Zona Merah Lagi, Polda Lampung Imbau Masyarakat Untuk Tidak Liburan

Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Solusi Bambang Soesatyo untuk Menyelesaikan Persoalan Papua

Dian Rosmala

DPR RI

Solusi Bambang Soesatyo untuk Menyelesaikan Persoalan Papua

Ketua DPR Bambang Soesatyo Bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang di Menara Kompas | Istimewa

AKURAT.CO, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan perlu dibuat solusi jangka pendek, menengah dan panjang dalam menyelesaikan permasalah di Papua. Salah satu solusi jangka pendek adalah melalui dialog dengan pendekatan hati. Karena yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini adalah kehadiran negara dan pemerintah yang menyentuh hati mereka sebagai sesama anak bangsa, setelah beberapa waktu lalu sempat terlukai hati dan harga dirinya.

"Presiden Joko Widodo kabarnya akan menyelenggarakan dialog dengan masyarakat Papua. Saya usulkan dalam dialog tersebut menyertakan 7 wilayah budaya terdiri dari Mamta/Tabi, Seireri, Bomberai, Doberai, Meepago, Haanim dan Lapago. Masing-masing wilayah budaya bisa mengirimkan 3 orang wakilnya, ditambah perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP), DPRP Papua dan DPRP Papua Barat, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Papua dan Papua Barat. Tak lupa juga tokoh agama, tokoh perempuan, serta tokoh pemuda," ujar Bamsoet saat mengisi diskusi 'Mencari Solusi Permanen Atas Persoalan Papua', di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (06/09/19).

Turut hadir antara lain Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Staf Khusus Ketua DPR RI bidang Politik dan Keamanan Yorrys Raweyai, dan Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Romo Benny Susetyo serta Farid Husain.

baca juga:

Legislator Dapil VII Jawa Tegah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menambahkan, dalam jangka menengah perlu ada affirmative action menempatkan putra-putri Papua yang memenuhi syarat untuk mengisi posisi Eselon II dan Eselon I di berbagai pos kementerian/lembaga negara. Begitu juga dalam seleksi TNI/Polri, baik dalam penerimaan Tamtama, Bintara atau Perwira. 

"Sehingga semua prasangka buruk tentang perlakukan terhadap masyarakat Papua bisa dikikis. Dengan menduduki jabatan prestige di kementerian/lembaga ataupun TNI/Polri, bukan hanya menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, melainkan juga bagi keluarga besarnya yang berada di Papua," tambah Bamsoet.

Tak hanya itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memandang, setelah beroperasi lebih dari 52 tahun dan pemerintah Indonesia menguasai 51 persen saham Freeport, maka sudah waktunya memberikan kesempatan kepada putra-putri Papua menjabat posisi Direktur di PT Freeport Indonesia. Begitupun dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perlu memberikan kesempatan kepada masyarakat Papua menunjukan kebolehannya. 

Berbagai perusahaan yang beroperasi di Papua seharusnya juga diwajibkan mempekerjakan masyarakat Papua. Setidaknya, 80 persen pekerja dari Papua dan 20 persen dari luar wilayah Papua.

"Pembatasan migrasi tenaga kerja dari luar Papua perlu dilakukan agar jangan sampai masyarakat Papua terpinggirkan. Padahal berbagai perusahaan tersebut beroperasi di tanah Papua. Maka sudah selayaknya masyarakat Papua yang harus menikmati hasil tambah keekonomiannya," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjelaskan, dalam jangka panjang, pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) juga perlu disempurnakan dan diperkuat sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Papua. Dengan dana Otsus yang digelontorkan hingga tahun 2019 mencapai Rp 115 triliun, belum memperlihatkan peningkatan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat Papua. Ini bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua 60,06 di posisi terendah nasional, dan Provinsi Papua Barat 63,74 menempati posisi terendah kedua dibandingkan angka nasional sebesar 71,39.

"Pemerintah pusat hingga daerah dan DPR RI serta semua pihak perlu melihat kembali tujuan dari UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Dimana masalah yang hendak diatasi yaitu mewujudkan keadilan, penegakan supremasi hukum, penghormatan HAM, percepatan pembangunan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Papua, dalam rangka kesetaraan dan keseimbangan dengan kemajuan provinsi lain," jelas Bamsoet.

Alat untuk mencapai tujuan Otsus tersebut, lanjut Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar ini, juga telah diberikan. Yaitu berupa Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi), Peraturan Daerah Khusus (Perdasus); hingga hadirnya Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP).

"Sejak tahun 2009, DPR RI membentuk tim khusus yang melakukan berbagai kegiatan untuk memantau pelaksanaan UU Otsus Papua. Berbagai rekomendasi untuk pembangunan Papua di jangka panjang sedang disiapkan oleh Tim ini, sehingga bisa membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua," tandas Bamsoet.

Lebih dari itu, Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini menggarisbawahi, kejadian di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu telah menjadi pelajaran besar bagi Bangsa Indonesia. Sebagai sesama anak bangsa, tidak ada yang lebih unggul antara satu dan lainnya. Karenanya tidak ada yang boleh melakukan penghinaan maupun tindakan rasial terhadap siapapun.

"Jika kita ingin Indonesia kuat, maka sebagai sesama anak bangsa kita juga harus saling menguatkan. Jangan ada yang merasa lebih unggul antara satu dengan lainnya. Mari bergandengan tangan, berbuat sebaik mungkin untuk kemajuan bersama, kemajuan Indonesia," pungkas Bamsoet. (*)

Editor: Dian Rosmala

Sumber: Siaran Pers

berita terkait

Image

News

Wagub Ariza Mau Tertibkan Rumah Mewah, PDIP: Orang Kaya Nggak Tinggal di Pinggir Kali

Image

Ekonomi

DPR RI

Ibas Sesumbar Bakal Terus Desak Pemerintah Agar Konsisten Perhatikan UMKM

Image

Olahraga

PON Papua 2020

Yunus Wonda Optimis Papua Mampu Untuk Gelar Event Olahraga Nasional

Image

News

Pemkab Penajam Diminta Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah

Image

News

Anggota DPR Aceh Dukung Pemain Game PUBG Dihukum Cambuk

Image

Ekonomi

DPR Desak Kementan Tambah Kuota Pupuk Bersubsidi

Image

News

Politisi PAN Sarankan Anies Baswedan Koordinasi dengan Pemerintah Pusat Soal Pencabutan Tiang Monorail

Image

News

MPR RI

Ketua MPR Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Image

Ekonomi

PP Klaim Stadion Papua Bangkit Terbaik dan Termegah Setelah GBK

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Banjir Bogor, Ade Yasin Desak BBWS Segera Bertindak

Ade Yasin berharap BBWS segera merealisasikan pembangunan Waduk Narogong di Klapanunggal.

Image
News

Pengamat Sebut PDIP Solid Menangkan Eri-Armuji di Pilkada Surabaya

Mesin PDI Perjuangan Surabaya sangat solid.

Image
News
Lawan Covid-19

54 Pasien Covid-19 Jambi Dinyatakan Sembuh

Penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jambi sebanyak 22 orang.

Image
News

Prostitusi Online di Aceh Menjamur Selama Pandemi Covid-19

Selama pandemi COVID-19 melanda dunia termasuk di Tanah Air, telah menyebabkan lemahnya kondisi ekonomi masyarakat termasuk di Aceh.

Image
News

Peniadaan Ganjil Genap di Jakarta Diperpanjang hingga 8 November

Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan pembatasan ganjil-genap hingga 8 November 2020 seiring dengan PSBB transisi.

Image
News

Gempa Pangandaran 5,5 Magnitudo Sebabkan Kerusakan Rumah Warga

Kerusakan terjadi di wilayah-wilayah tetangga Pangandaran.seperti Ciamis dan Garut.

Image
News

Survei PusdeHAM, Paslon Eri-Armuji Unggul 6 Persen

Ada effect Risma yang masih menjabat sebagai wali kota Surabaya berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk memilih Eri-Armuji.

Image
News

Temuan Indikator, Publik Ingin Cakada Langgar Prokes Didiskualifikasi

50 persen responden sanksi bagi Cakada yang melanggar adalah membatalkan pencalonannya.

Image
News

FSGI Dorong Kemendikbud Tetapkan Satu Kurikulum Khusus Kondisi Bencana

FSGI mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menetapkan satu kurikulum dalam masa pandemi Covid-19.

Image
News

Ketimbang Blokir Medsos, Jubir PSI Sarankan Kominfo Cek Fakta

Berita bohong alias hoax sulit diatasi dengan pemblokiran akun media sosial.

terpopuler

  1. Terlibat Kasus Sabu 16 Kg, Ini Peran Kompol Imam Zaidi Zaid

  2. Gus Nur Jadi Tersangka Hina NU, Habiburokhman: Aneh Kalau Bapak Berseteru dengan Anak

  3. Polisi Terbitkan DPO Arifin Widjaja

  4. Galaxy M51 Laris Manis, Samsung Buka Penjualan Lagi Mulai Tanggal Segini

  5. KSPI Bakal Demo Besar-besaran, Ferdinand Hutahaean: Negara Tidak Akan Tunduk

  6. Mantap Jiwa, 5 Zodiak Ini Beruntungnya Enggak Main-main Lho!

  7. Dua Pemuda di Kendari Bakal Menua di Penjara Gara-gara Jual Barang Terlarang

  8. Jakarta Banjir Lagi! 72 RT Terendam Sejak Tadi Malam

  9. 5 Zodiak Ini Diramal Gampang Kaya di Usia Muda, Zodiakmu Termasuk?

  10. Perwira Polisi Terlibat Narkoba, Mabes Polri: Harus Dihukum Mati

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Iptek

Lee Kun-Hee, Sosok Luar Biasa di Balik Kejayaan Samsung Meninggal Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Wali Kota Tasikmalaya, Bos Angkot hingga Jadi Tersangka KPK

Image
News

5 Gaya Politisi Budisatrio Djiwandono saat Olahraga, Bersepeda hingga Berkuda