image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Sebagai Auditor, Capim KPK Ini Dinilai Tak Profesional dalam Audit Investigasi BLBI

Deni Muhtarudin

Image

Tim panitia seleksi calon pimpinan KPK saat mewawancara calon pimpinan KPK yang akan ikut tes di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Panitia Seleksi (pansel) dipimpin Yenti Ganarsih didampingi 8 pansel lainnya melakukan sesi tes wawancara. Sementara, uji publik terhadap capim KPK dilakukan oleh panelis dari pansel dan melibatkan dua ahli. Keduanya adalah sosiolog Meutia Garni Rahman dan ahli hukum Luhut MP Pangaribuan. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pernyataan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), I Nyoman Wara, di hadapan Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK dinilai tidak benar dan menunjukkan bahwa pelaksanaan Audit terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dilakukannya tidak profesional karena bertentangan dengan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

Mantan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan BPK, Eko Sembodo, mengungkapkan bahwa akibatnya, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dihasilkan I Nyoman Wara tidak dapat diyakini kebenarannya dan tidak bisa digunakan.

"Nyoman selaku Auditor BPK yang melakukan pemeriksaan investigasi terkait dengan BLBI tidak berpedoman pada SPKN yang dimuat dalam Peraturan BPK No. 1 Tahun 2017," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/9/2019).

baca juga:

Eko menjelaskan, SPKN merupakan pedoman pemeriksaan dan tolok ukur pelaksanaan pemeriksaan yang wajib digunakan oleh Auditor BPK dalam melaksanakan tugas pemeriksaan jenis apapun. Auditor yang melakukan pemeriksaan dengan cara yang bertentangan dengan SPKN, dapat dikatakan tidak profesional.

Sebelumnya, pada saat diuji oleh Pansel Capim KPK, I Nyoman Wara mengaku digugat oleh Sjamsul Nursalim terkait pelaksanaan Audit BLBI yang dilakukannya. Nyoman pun menegaskan bahwa Audit yang dilakukannya sesuai dengan aturan yang benar.

Audit investigasi BLBI 2017 menunjukkan adanya kerugian negara, berbeda dengan Audit 2002 dan 2006 yang tidak ada kerugian negara. Nyoman Wara beralasan bahwa Audit 2002 dan 2006 adalah Audit kinerja, sedangkan Audit investigatif yang ia lakukan pada 2017 untuk menghitung kerugian negara.

Nyoman mengakui bahwa dalam Audit yang dilakukannya, ia hanya menggunakan bukti-bukti dan informasi dari penyidik KPK. Ia juga mengakui tidak melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap pihak terperiksa (auditee) dengan alasan Audit investigatif bersifat rahasia sehingga tidak perlu meminta tanggapan dari auditee.

Eko yang juga seorang akademisi itu menilai bahwa I Nyoman Wara telah menyampaikan penjelasan yang tidak mencerminkan sebagai Auditor profesional, karena pelaksanaan pemeriksaan tidak berpedoman pada SPKN.

"Statement tersebut perlu dipertanyakan karena pada dasarnya, Audit keuangan, Audit kinerja, maupun Audit investigatif tidak membedakan kewajiban Auditor BPK dalam pelaksanaan pemeriksaan untuk mematuhi dan melaksanakan standar yang ditetapkan atau dijabarkan dalam SPKN, khususnya mengenai konfirmasi dan klarifikasi terhadap auditee. Proses konfirmasi atau klarifikasi terhadap auditee adalah prosedur standar pelaksanaan Audit yang harus dan wajib dilakukan. Ini adalah standar yang universal dan menjadi esensi keabsahan dari suatu Audit dengan jenis apapun juga," ujarnya.

Hanya saja, Eko mengakui, untuk hasil akhir pemeriksaan investigatif yang dituangkan dalam LHP, SPKN tidak mewajibkan Auditor untuk meminta tanggapan auditee.

"Lebih parah lagi, dalam Audit BPK 2017, pihak yang memberikan tugas pemeriksaan, pihak yang memberikan informasi/bukti yang menjadi satu-satunya sumber pemeriksaan dan pihak yang menggunakan Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut adalah pihak yang sama, yaitu pihak KPK sendiri, dengan tujuan menjustifikasi tuduhan KPK. Dengan sendirinya, Audit BPK 2017 tersebut adalah Audit yang berpihak, sehingga jelas tidak independen," katanya.

Eko yang pernah memberikan sertifikasi kepada para Auditor BPK itu mengungkapkan bahwa dalam SPKN, pada Kerangka Konseptual Pemeriksaan, paragraf 42 tentang Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan, pemeriksa harus mempertimbangkan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebelumnya yang berhubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan.

"Artinya, pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan harus melihat/merujuk juga hasil pemeriksaan terdahulu yang mempunyai hubungan keterkaitan dengan pemeriksaan yang sedang dilakukan. Dalam laporan Audit investigatif 2017, sama sekali tidak dirujuk Audit BPK tahun 2002 dan 2006," ungkapnya.

Eko menegaskan, dengan tidak dipatuhinya SPKN dalam proses pemeriksaan, menunjukkan Auditor tidak independen, tidak objektif dan tidak profesional, sehingga LHP tersebut tidak dapat diyakini kebenarannya dan tidak layak digunakan.

Hal serupa juga sampaikan oleh mantan Auditor Pricewaterhouse Sydney, H. Larson. Ia mengatakan bahwa yang namanya Audit, esensinya adalah harus ada klarifikasi dan konfirmasi terhadap informasi yang diterima oleh seorang Auditor.

"Seorang Auditor yang profesional harus selalu skeptis terhadap informasi yang diterimanya, sehingga ia perlu melakukan crosscheck atas informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Politikus Demokrat: Keputusan KPK Stop Penyelidikan 36 Kasus Cukup Mengagetkan dan Melahirkan Tanda Tanya Besar, Ada Apa KPK?

Image

News

KPK Beberkan Korupsi Besar Tidak Masuk Yang Dihentikan Penyelidikan

Image

News

Pemerintah Berdalih Salah Ketik Pasal 170 RUU Ciptaker, Benny: Sama dengan Alasan Menkumham Terkait Harun Masiku

Image

News

MAKI akan Serahkan Data Pemborong Aset Nurhadi ke KPK

Image

News

Polri akan Tindak Pihak yang Sembunyikan Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Image

News

Polri Kehilangan Jejak Harun Masiku

Image

News

Ungkap Keberadaan Nurhadi, IPW Desak Polri Periksa Kuasa Hukumnya Maqdir Ismail

Image

News

ICW Sebut Anggaran Penyidikan KPK Lebih Kecil Dibanding Kejagung dan Polri

Image

News

ICW Sebut Penegakan Hukum Belum Garap Korupsi Korporasi dan TPPU

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Philips J Vermonte Kembali Jadi Ketua Umum PERSEPI

Philips J Vermonte kembali terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) periode 2019-2024.

Image
News

Seorang Warga Ngamuk di Nagan Raya, Polisi: Saat Kami Tanya Alamatnya, Dia Menjawab Rumahnya di Rumah Sakit Jiwa

“Kasus ini masih kita selidiki, agar menjadi jelas,” kata Mahliadi.

Image
News

Gara-Gara Fim Parasite, Pemerintah Seoul Salurkan Bantuan ke Warga Berpenghasilan Rendah

Pemerintah kota Seoul menggelontorkan bantuan kepada 1.500 keluarga yang tinggal di apartemen semi-basement

Image
News

Gempa 4,6 SR Guncang Tenggara Waingapu Beberapa Menit yang Lalu

Sampai sekarang belum ada informasi terkait ada tidaknya kerusakan ataupun korban dampak dari gempa tersebut.

Image
News

Ilmuwan ini Klaim Mustahil Ada Kehidupan Setelah Mati

Pernyataan ini dibuat bukan tanpa pengujian terhadap adanya kehidupan setelah mati

Image
News

6 Potret Sandiaga Uno Kondangan ke Pernikahan Cucu PM Malaysia Mahathir Mohamad

Sandiaga berkesempatan untuk menghadiri acara pernikahan putri Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir, Meera Alyanna

Image
News

Muazin Masjid Pusat London Ditikam, Pelaku Bermodus Ikut Salat Berjemaah

Aksi ini belum disebut sebagai tindak terorisme

Image
News

Guru Besar Unibraw Apresiasi Langkah Pemerintah Ekstensifikasi Cukai

"Sehingga kemudian dikenakan cukai lebih pada pengendalian konsumsi/penggunaannya," kata Candra

Image
News

Viral, Anggota Polantas Tolong Ibu Melahirkan Dalam Bus

Aksi penolongan wanita ingin melahirkan terjadi di Jalan Tol Lingkar Luar Ring Road pada Kamis (20/2/2020) kemarin.

Image
News

Takut Tertular, Warga Ukraina Lempari Bus Berisi Pasien Virus Corona dengan Batu

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan pada rakyatnya untuk menjaga solidaritas

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. 5 Sikap Rasulullah kepada Istrinya, Pedoman Mencapai Rumah Tangga Harmonis

  3. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  4. Jarang Tersorot, 10 Potret Kehangatan Kaka 'Slank' dan Keluarga

  5. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  6. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

  7. Ramai Kasus Pinjaman Online, Ini Chat Antara DC dan Pengutang Pinjol yang Viral

  8. 5 Potret Ini Bukti Timnas Rezim Shin Tae-yong Digenjot dengan Latihan Keras

  9. Yudian Sibuk Jadi Kepala BPIP, Ijazah Wisudawan UIN Sunan Kalijaga Jogja Telat

  10. Taspen Beberkan Syarat Agar Pensiunan PNS Dapat Dana Rp1 Miliar

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

6 Potret Sandiaga Uno Kondangan ke Pernikahan Cucu PM Malaysia Mahathir Mohamad

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat