image
Login / Sign Up

PBNU Percaya Integritas Pansel Capim KPK Dalam Jalankan Tugasnya

Yudi Permana

Image

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK Yenti Ganarsih (ketiga kiri) bersama Anggota Pansel KPK Harkristuti Harkrisnowo (ketiga kanan), Mualimin Abdi (kedua kiri), Marcus Priyo Gunarto (kedua kanan), Hendradi (kanan) dan Al Araf (kiri) saat memberikan keterangan mengenai tahap seleksi Capim KPK 2019-2023 di Kementerian Sekretariat Negara, Komplesk Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019). Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan sebanyak 192 pendaftar lolos seleksi administrasi Capim KPK 2019-2023. Adapun komposisi berdasarkan latar belakang profesi, akademisi atau dosen yang lulus sebanyak 40 dari 76 orang, advokat atau konsultan hukum yang lulus 39 dari 63 pendaftar, korporasi (swasta, BUMN, BUMD) yang lulus 17 orang dari 40 pendaftar. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih percaya dengan integritas Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan proses seleksi calon pimpinan lembaga anti rasuah tersebut.

"Saya percaya integritas Pansel Capim KPK," kata Ketua PBNU bidang Hukum dan Perundang-undangan Robikin Emhas saat dihubungi di Jakarta, Minggu (25/8/2019).


Ia juga percaya Pansel Capim KPK yang dipimpin Yenti Garnasih akan memilih kandidat sesuai dengan syarat yang ditentukan undang-undang dan maksud didirikannya lembaga antirasuah tersebut.

Syarat capim KPK yang ditentukan berdasarkan Undang-undang (UU) No 30 tahun 2002, di antaranya adalah tidak pernah melakukan perbuatan tercela, cakap, jujur, memiliki integritas moral yang tinggi, dan memiliki reputasi yang baik.


"Itu berarti capim KPK harus terbebas dari kepentingan apa pun, dan dari pihak mana pun, selain agenda pemberantasan korupsi itu sendiri," ujar Robikin.


Untuk itu, dikatakan Robikin, proses rekrutmen yang kini berlangsung harus memastikan tercapainya maksud tersebut.


"Alangkah berbahayanya jika KPK yang merupakan lembaga superbody itu memiliki agenda lain selain menjalankan mandat pemberantasan korupsi," ujar Robikin.


Sebelumnya diketahui, pada Jumat (23/8) Pansel Capim KPK mengumumkan 20 calon pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023 yang lulus profile assesment sehingga dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Anggota Pansel Capim KPK Hendardi menyatakan pada tahapan profile assessment
, pihaknya tidak hanya menerima masukan dari KPK, tapi juga dari tujuh lembaga negara lain, yakni BNPT, BNN, Polri, PPATK, BIN, Dirjen Pajak, dan MA.

Hendardi memastikan selalu mengecek kembali masukan dari sejumlah lembaga mengenai rekam jejak para capim KPK. Namun, menurut Hendardi, tak semua masukan tersebut memiliki kategori kebenaran atau kepastian hukum.

"Tracking dan masukan-masukan itu tentu saja ada yang berkategori kebenaran, indikasi atau sudah/belum berkekuatan pasti. Semua itu kami klarifikasi terhadap pihak yang menyampaikan tracking dari lembaga-lembaga tersebut," kata Hendardi, Sabtu (24/8).

Jadi, lanjut Hendardi, jika lembaga seperti KPK menyampaikan tracking itu belum tentu semua memiliki kategori kebenaran atau kepastian hukum.

"Bisa berupa indikasi yang nantinya dapat diperdalam dalam tahapan seleksi berikutnya. Jika temuan merupakan kebenaran atau berkekuatan hukum tentu tidak kami toleransi," kata Hendardi.
  []

baca juga:

Editor: Ainurrahman

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Iptek

Situs Kemendagri Diretas Hacker, Tampilkan Gambar RIP KPK

Image

News

Perppu KPK Bisa Kembalikan Citra Pemerintah

Image

News

Koalisi Masyarakat Kepri Surati Jokowi Minta Penerapan UU KPK Dibatalkan

Image

News

Pakar: Presiden Jokowi Tidak Perlu Keluarkan Perppu Pengganti UU KPK

Image

News

Politisi Gerindra Tak Setuju Jokowi Dapat Penghargaan Putera Reformasi

Image

News

Jubir Prabowo Pertanyakan Sikap Jokowi yang Hanya Perintahkan Tunda RKUHP

Image

News

Srikandi Milenial Kumpulkan Tanda Tangan Dukung KPK Baru Segera Dilantik

Image

News

Revisi UU KPK Diam-diam, Franz Magnis Sebut Itu Sama dengan Bajingan

Image

News

Ferdinand: Soal Film Aja Bangsa Ini Gaduh, Beginikah Kita?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kabut Asap, Himpunan Nelayan Sebut Ribuan Nelayan di Sumut Tidak Melaut

Nelayan tradisional tidak menangkap ikan, akibat kabut asap di laut masih pekat, mengganggu jarak pandang.

Image
News

Smart SIM Mampu Catat Rekam Jejak Pelanggaran Pengemudi

"Ketika pengemudi melakukan pelanggaran lalin [lalu lintas] itu tercatat dalam chip pada kartu SIM itu, dan juga tercatat pada server kita."

Image
News

Mobil Taksi Express Terbakar di Lampu Merah Cawang UKI

Peristiwa itu terjadi sekita pukul 21.32 WIB. Mobil yang terbakar, taksi berwarna putih dengan pelat nomor B-1990-BTE.

Image
News

Polisi Tangkap Pelaku Pembakahan Lahan di Balangan Kalsel

"Saat dilakukan pemadam, api susah dipadamkan. Bahkan menjalar ke lahan kebun milik orang lain."

Image
News

Bagaimana Kemlu Menjelaskan Pada Negara Tentangga Soal Video Jokowi dan Jan Ethes?

Dalam video tersebut, Jokowi dan Ethes tampak begitu akrab.

Image
News

Kebakaran di Pesing, 17 Unit Damkar Dikerahkan

Laporan kami terima dari Ibu Esti, kebakaran terjadi di pemukiman yang padat penduduk.

Image
News

Kebakaran Pesing, Perjalanan KRL Duri-Tangerang Terganggu

Untuk memastikan keselamatan, untuk sementara Listrik Aliran Atas (LAA) di jalur Pesing - Taman Kota dipadamkan.

Image
News

Tiga Alasan Jokowi Tak Layak Dapatkan Anugerah Putera Reformasi

Presiden dalam satu bulan terakhir betul-betul menggambarkan semanagat yang berlawanan dengan reformasi

Image
News

Pengamat: Presiden Miliki Banyak Opsi Perbaiki Kekacauan Legislasi

Presiden punya banyak pilihan untuk memperbaiki kekacauan legislasi.

Image
News

Ketua KPU Harap Keterlambatan NPHD Tak Ganggu Pilkada

Tahapan pemilu kepala daerahnya tidak boleh terganggu atau terhalangi kalau tanggal 1 Oktober itu belum bisa ditandatangani.

trending topics

terpopuler

  1. Diisukan Jadi Menpora, Erick Thohir: Saya Kira Masih Banyak Figur Lain, Kalau Saya Cocoknya di Swasta

  2. Penelitian Terbaru: Anak yang Dijaga Orangtua Tak Bekerja Rentan Alami Kekacauan

  3. Ramai Xena Xenita Disebut Perusak Rumah Tangga Orang, 5 Artis ini Juga Pernah Dicap jadi Pelakor

  4. Hadapi China, Garuda Muda Jajal GBK

  5. Luis Milla: Selamat Bertanding Bima, Semoga Sukses untuk Timnas Kita

  6. Iran 'Tertawakan' Sanksi Baru AS: Tanda Keputusasaan Trump

  7. Akhirnya, Bebby Fey Ungkap Identitas Sang YouTuber

  8. Billy Joe Saunders untuk Pertama Kalinya Pertahankan Gelar di AS

  9. IU Bakal Gelar Konser di Jakarta Desember Mendatang

  10. iOS 13, Senjata Baru Apple yang Dilengkapi Mode Gelap

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri

Image
News

Siap Uji Materi UU KPK yang Baru, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Ketua MK Anwar Usman