image
Login / Sign Up

Fakta Seputar Jafar Umar Thalib: Pernah Ikut Perang ke Afghanistan Hingga Dipenjara atas Tuduhan Menghina Megawati

Dedi Ermansyah

Image

Mantan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib. | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Mantan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib meninggal dunia pada hari ini, Minggu (25/8). Dia meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Informasi yang dihimpun, sebelum meningga dunia, Jafar Umar Thalib masuk rumah sakit sejak Rabu (21/8/2019) karena menderita penyakit jantung.

"Innalillahi wainnailaihirojiun, telah berpulang ke rahmatullah Ustaz Jafar Umar Thalib di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, semoga husnulkhatimah," kata kuasa hukum Jafar, Achmad Michdan, kepada wartawan, Minggu (25/8/2019).

baca juga:

Jafar Umar Thalib beberapa kali menjadi perhatian publik. Terutama terkait kasus hukum yang menimpanya 27 Februari 2019 lalu. Pada Selasa 16 Juli 2019 lalu, Jafar Umar Thalib Hakim divonis Pengadilan Negeri Makassar selama lima bulan penjara atas tuduhan dugaan kasus pengrusakan barang orang lain di Koya Barat, Jayapura, Papua. Jafar Umar Thalib divonis bersalah bersama enam pengikutnya.

Dalam putusan hakim mempertimbangkan, karena terdakwa melakukan pengrusakan barang orang lain yang seharusnya tidak dilakukan. Dalam kasus ini, Jafar tidak mengajukan banding.

Siapa Jafar Umar Thalib?. Berikut fakta seputar Jafar yang diolah dari berbagai sumber.

Pendiri ormas Laskar Jihad

Jafar Umar Thalib merupakan Mantan Panglima Laskar Jihad, organisasi Islam militan. Jafar lahir di Malang, Jawa Timur pada 29 Desember 1961 silam. Ayahnya bernama Ustaz Umar Thalib adalah seorang ahli hadis.

Jafar pernah menerbitkan tulisan berjudul Saya Merindukan Ukhuwah Islamiyah. Dalam tulisannya itu, dia menceritakan pengalaman belajar keislaman di berbagai negara.

Semasa kecil, dia menempuh pendidikan di Perguruan Al Irsyad, hingga kemudian pada 1983 menjadi pelajar di LIPIA, Jakarta yang merupakan cabang dari Universitas Imam Ibnu Su'ud Di Riyadh, Saudi Arabia.

Pada 1986 sebelum kelulusannya, karena masalah dengan salah satu gurunya ia akhirnya keluar dari LIPA dan melanjutkan studinya ke Maududi Institute di Lahore Pakistan.

Pernah ikut perang di Afghanistan.

Pada 1987 Ja'far bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan yang saat itu sedang berperang dengan Uni Soviet.

Selama dua tahun ia berjuang sekaligus belajar bersama Asy Syaikh Jamilurrahman Al Afghani As Salafy di Provinsi Kunar, dekat perbatasan Pakistan.

Bermazhab Salafy

Pada Januari 1990, Ja'far menyatakan bahwa ia sepenuhnya telah beralih kepada mazhab Salafy dan menanggalkan pemahaman lamanya yang ia anggap menyimpang.

1990-1991 Ja'far kembali ke Indonesia dan mengajar di Pesantren Al Irsyad yang dijalankan oleh Yusuf Utsman Ba'isa

1991-1993 Ja'far belajar kembali kepada seorang Ulama Salafy, Syaikh Muqbil bin Hadi' Al Wadi'i di Dammaj, Yaman.

Sepulangnya dari Yaman, pada tahun 1993 Ja'far dengan bantuan beberapa pengikut Salafy kemudian mendirikan sebuah pesantren yang bernama Ihya As Sunnah di Dusun Degolan, Sleman, Yogyakarta. Di atas sebuah tanah wakaf dari keponakan petinggi TNI saat itu.

Dipenjara karena menghina Megawati

Jafar sempat tersangkut kasus pada 2002. Dia dinyatakan bersalah karena telah memprovokasi. Dia divonis satu tahun penjara dalam kasus penghinaan Presiden Megawati Soekarnoputri, menghasut massa saat ceramah di Masjid Al-Fatah Ambon, 26 April 2002.

Tahun 2002, tepatnya di bulan Oktober, Laskar Jihad Ahlussunnah wal Jamaah resmi dibubarkan oleh staf dan dewan pembina FKAWJ (Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jama'ah), setelah rapat maraton sejak tanggal 3 - 7 Oktober 2002.

Ja'far Umar Thalib tidak setuju, karena masih berurusan dengan Pengadilan Negeri Jaktim untuk kasus makar, menghasut, dan menghina Presiden Megawati Sukarnoputri. Namun, Ja'far terpaksa mengumumkan pembubarannya ketika dikonfirmasi wartawan beberapa saat setelah terjadinya peristiwa bom Bali I, yakni tanggal 16 Oktober 2002.

Ja'far tampaknya masih memerlukan pasukan untuk melakukan demonstrasi sehingga bisa menekan pemerintah, dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Timur, agar tidak memberatkan hukumannya. Kendati demikian ternyata dengan bubarnya Laskar Jihad, Ja'far Umar Thalib justru divonis bebas.

Menurut majelis hakim, Ja'far tidak terbukti menghina Presiden Presiden Megawati Sukarnoputri, menghasut massa, dan mengobarkan rasa permusuhan dalam ceramahnya Masjid Al-Fatah Ambon, Maluku, 26 April 2002. Sehingga tanggal 30 Januari 2003 adalah hari kebebasannya.

Terlibat kasus perusakan rumah warga Papua.

Pada 28 Februari 2019, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua, resmi menetapkan Ja'far dan enam orang anggotanya, sebagai tersangka atas kasus pengancaman dan perusakan rumah warga, yang terjadi pada 27 februari 2019, dikawasan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.[4] Ja'far Umar Thalib kemudian dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 170 ayat (2) KUHP dan Undang-undang Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat (1).[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Di Tengah Pandemi COVID-19, ISIS Serang Kuil Hindu-Sikh di Afghanistan, 25 Orang Tewas!

Image

News

Realisasikan Perjanjian dengan Taliban, AS Mulai Tarik Pasukan dari Afganistan

Image

News

Terancam Ada 2 Pemimpin Berkuasa, Pelantikan Presiden di Afganistan Ditunda

Image

News

3 Kali Kalah dan Tolak Hasil Pemilu! 6 Fakta Menarik Capres Afganistan Abdullah Abdullah

Image

News

Dua Serdadu AS Tewas Ditembak Orang Berseragam Tentara Afghanistan

Image

News

Rekor Terbanyak, 7.423 Bom AS Dijatuhkan di Afghanistan pada 2019

Image

News

Hujan Lebat dan Salju Tebal Tewaskan 43 Orang di Pakistan dan Afghanistan

Image

News

Masjid Pakistan Dihantam Bom oleh ISIS, 15 Orang Tewas

Image

News

1.000 Anggota Komunitas LGBT India Turut Tolak Amendemen UU Kewarganegaraan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Segera Salurkan Bansos, Jokowi: Gunakan Cara-cara Praktis, Tidak Berbelit-belit, dan Menyulitkan Masyarakat

"Karena program-program ini penting bagi rakyat, saya ingin menekankan bahwa pelaksanaannya harus betul-betul tepat sasaran."

Image
News
Wabah Corona

Pemprov DKI Jakarta Catat 30.137 Buruh di-PHK Gara-gara Covid-19

"Ada 30.137 pekerja atau buruh dari 3.348 perusahaan yang di PHK," kata Andri Yansyah.

Image
News
Wabah Corona

Bagi-Bagi Makanan Gratis di Tengah Wabah Corona: Agar Kami Bisa Ikut Meringankan Beban Mereka

Sebagian pekerja di Tanah Air terkena PHK akibat lesunya ekonomi nasional.

Image
News
Wabah Corona

Tim Gugus Tugas COVID-19 Serahkan 7 Ribu APD ke Dokter Gigi dan Spesialis THT

Bantuan ini akan kami distribusikan ke daerah merah atau merah sekali dan daerah tertentu yang telah terjangkit wabah

Image
News
Wabah Corona

DKI Jakarta Direstui Terapkan PSBB, Ombudsman: Kami Tunggu Aturan Teknis yang Dikeluarkan Anies

PSBB sebetulnya memberatkan karena anggaran ditanggung daerah bukan pusat.

Image
News
Wabah Corona

Habiburokhman: Wahai DKI Jakarta, Kapan Distribusi Sembako untuk Warga Miskin Bisa Dilaksanakan?

"Wahai @DKIJakarta kapan distribusi sembako untuk warga miskin bisa dilaksanakan?"

Image
News
Wabah Corona

Ingatkan Anggota Pakai Masker saat Bertugas, Wakapolda Kalsel: Jangan Sampai Abai Terhadap Kesehatan Sendiri

Patuhi prosedur pencegahan penyebaran virus corona.

Image
News
Wabah Corona

Dua Program Empahty Building Kapolres Jakbar Dapat Apresiasi Dari Staf Ahli Utama Istana Kepresidenan

Warga sangat terbantu.

Image
News
Wabah Corona

Relawan Gugus Tugas Sediakan Ambulans untuk Pasien Covid-19, Hubungi Nomor Ini Jika Diperlukan

Untuk masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans untuk jemput antar pasien dapat menghubungi nomor +62812675764.

Image
News
Wabah Corona

Ketua DPR: Pemerintah Harus Punya Database Akurat Agar Distribusi APD Tepat Sasaran

Menurut Puan, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 perlu menguatkan koordinasi dan sinergi.

terpopuler

  1. 5 Fakta Menarik Kim Soo Hyun, Aktor Korea yang Jadi 'Suami Baru' Rossa

  2. Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Mulai Padat, Warganet: Ketika Kebutuhan Sudah Mengalahkan Ketakutan

  3. Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI, Ferdinand: Politik di Jakarta Akan Semakin Seru

  4. Cerita Ojol yang Tidak Tahu Ada Larangan Bawa Penumpang

  5. 5 Potret Olahraga Romantis Antonio Candreva & Pasangan, Selalu Ada Ciuman Bibir

  6. 22 Tahun Berlalu, Begini 8 Potret Terbaru Farida Pasha Pemeran ‘Mak Lampir’ yang Tetap Modis

  7. Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

  8. Beberapa Gejala Virus Corona yang Masih Jarang Diketahui

  9. Warga Diimbau Pakai Masker, Pakar Kesehatan: Tidak Ada Cara Lain, Itu Memang Untuk Perlindungan Berlapis

  10. Mengapa Kemenangan Riza Patria Jadi Wakil Gubernur Jakarta Tak Mengejutkan?

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH

Image
News

Dokter Ke-19 dari IDI yang Wafat karena Positif Corona, Ini 5 Fakta Menarik Naek L. Tobing

Image
News

Harta Kekayaan Capai Rp3,6 M, 5 Fakta Menarik Muhammad Syarifuddin, Ketua MA 2020-2025