Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Penyelesaian Masalah Papua Hanya Butuh Keseriusan Pemerintah

Oktaviani

DPR RI

Penyelesaian Masalah Papua Hanya Butuh Keseriusan Pemerintah

Sekretaris Fraksi PKS Sukamta (kanan) saat menyampaikan pidatonya dalam diskusi publik memperingati Mosi Integral M. Natsir 3 April 1950 di ruang Fraksi PKS Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4). Diskusi ini merupakan kegiatan setiap tahun menyelenggarakan peringatan "Mosi Integral" Natsir yang sangat penting dalam sejarah NKRI karena melalui Mosi ini Indonesia kembali menjadi negara kesatuan dan kokoh hingga hari ini | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Bukan campur tangan asing atau pihak ketiga untuk menyelesaikan permasalahan mengenai Papua, tapi hanya butuh keseriusan pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, saat menanggapi permintaan Gubernur Papua Lukas Enembe yang ingin melibatkan pihak Internasional untuk menyelesaikan segala masalah tentang Papua.

"Saya kira yang diperlukan saat ini keseriusan Pemerintah dalam mengatasi akar persoalan yang ada di Papua, agar tidak berlarut-larut kembali," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

baca juga:

Lebih lanjut, Sukamta mengharapkan, Gubernur Papua Lukas Enembe semestinya ikut mendorong penyelesaian masalah secara nasional. Karena, sebagai Gubernur, mestinya Lukas Enembe percaya pada kemampuan Pemerintah.

"Sampaikan akar persoalan sesungguhnya di Papua serta usulan penyelesaian masalahnya. Saya kira yang seperti ini akan lebih konstruktif," ujarnya.

Sekretaris Fraksi PKS itu juga merasa janggal dengan otonomi khusus yang sudah berlangsung sejak 2001 dan anggaran ratusan triliun rupiah yang telah disalurkan untuk pembangunan Papua tapi dianggap Gubernur Lukas Enembe tidak memberikan perubahan pada Papua.

"Jika pernyataan Gubernur ini benar, berarti ada yang salah dalam kebijakan Pemerintah selama ini. Saya kira perlu ada evaluasi secara utuh terhadap kebijakan dan program yang sudah berjalan. Mengapa hak istimewa yang sudah dimiliki Papua tidak mampu mengatasi masalah," kata Sukamta.

Anggota DPR RI asal Yogyakarta itu juga berharap, Pemerintah saat ini fokus untuk menyelesaikan urusan demo-demo yang terjadi. Pemerintah tidak perlu berspekulasi macam-macam yang justru akan memperlebar permasalahan. Sukamta juga berharap Pemerintah mengurangi kerja-kerja simbolis berupa kunjungan pejabat.

"Harus fokus dulu untuk selesaikan persoalan yang ada di depan mata terkait aksi-aksi yang terjadi. Adanya spekulasi keterlibatan KKSB dalam kericuhan ini, jangan sampai mengganggu fokus mengembalikan situasi yang kondusif," ungkap Sukamta.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe pun melihat bahwa permasalahan Papua tidak lagi bisa diselesaikan dengan cara domestik. Ia menuntut ada perjanjian internasional dengan melibatkan pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah Papua. Ia mencontohkan Perjanjian Helsinki yang menyelesaikan konflik Indonesia-Aceh.

"Ya kita harus seperti itu kalau tidak, sama saja. Aceh bisa kemajuannya luar biasa karena perjanjian lebih kuat," ujarnya saat ditemui Tirto di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

Ekonomi

Menilik Aksi Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Fasilitas Kesehatan Penanganan COVID-19

Image

Ekonomi

Bea Cukai Bandara Soetta Gagalkan 177 Kasus Penyelundupan Narkotika Selama Pandemi

Image

News

DPRD DKI Buat Aturan Tandingan Lawan Pergub PSBB Bikinan Anies

Image

News

Pesawat Dabi Air Ditembak KKB di Bandara Bilogai, Meleset

Image

News

Minta Anggaran Rp115,4 Miliar Buat Beli Tanaman Saat Corona, Pemprov DKI: Ini Urgent!

Image

Ekonomi

DPR RI

Legislator Ini Minta Pemda Tidak Ambil Keputusan Sepihak Hentikan Rute Penerbangan

Image

News

DPR RI

Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan Warga Sipil dan TNI-Polri di Papua

Image

Ekonomi

DPR RI

Komisi XI Minta Dana Titipan Pemerintah di Perbankan Segera Dievaluasi

Image

News

DPR-Pemerintah Punya Spirit Sama Soal RUU Cipta Kerja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Camkan Pesan Letjen Doni, Pilkada itu Penting tapi Kesehatan Prioritas

Doni mengingatkan risiko penularan dalam pilkada jika tidak mematuhi protokol kesehatan.

Image
News

Terlalu, Harga Pengadaan Ikan Teri untuk Bansos Terdampak Covid Dikorupsi

Harga pengadaan ikan teri kering masuk pada paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Image
News

Lewat Tengah Hutan, Pemobil Ini Lihat Sosok Kuntilanak Menyeberang Jalan

Hutan yang sepi memang sering menjadi tempat penampakan hantu.

Image
News

Digrebek Andre Rosiade, NN Terdakwa Prostitusi Online Divonis 5 Bulan Penjara

Terdakwa AS yang berperan sebagai muncikari juga divonis bersalah dan dijatuhi hukuman selama tujuh bulan penjara.

Image
News

Dua Hektar Ladang Ganja Ditemukan di Area Kebun Kopi

Polisi sudah mengetahui identitas pemilik ladang ganja tersebut dan saat ini sedang dalam proses pengejaran.

Image
News

Deklarasi KAMI Jateng, Gatot: Ada Kelompok Terorganisir, Rapi dan Besar Ingin Ubah Pancasila

Deklarasi yang berlangsung di sisi timur Alun-Alun Kota Magelang.

Image
News

Rata Jadi Abu, Ratapan Rohana saat Menyaksikan Rumahnya Dilalap Api

Kasur, kulkas dan surat-surat berharga dan beberapa perhiasan berhasil ia selamatkan.

Image
News

Mengkhawatirkan, Peserta Didik Aktif Terpapar Covid-19 Terus Meningkat

Kasus positif COVID-19 pada kelompok peserta didik paling banyak di DKI Jakarta dan disusul Jawa Timur.

Image
News

Dirdik KPK Resmi Dijabat Brigjen Pol Setyo Budiyanto

Sebelumnya, Setyo menjabat sebagai Koordinator Wilayah III KPK sekaligus Plt. Direktur Penyidikan KPK.

Image
News
DPR RI

Komisi I DPR Dorong BIN Hadirkan Inovasi Dalam Penanggulangan COVID-19

komisi l juga telah mengamanatkan agar BIN juga terdepan untuk ikut baik deteksi dini maupun penanggulangan COVID-19

terpopuler

  1. Badan Internasional Soroti Warga Indonesia yang Cenderung Salahkan WNA atas Pandemi Corona

  2. WHO Prediksi Kehidupan Kembali Normal seperti Sebelum COVID-19 di Tahun 2022

  3. Tak Kaget Dengar Giring 'Nyapres', Helmy Yahya: Masa Capres Harus Orang Tua Semua

  4. Dibandingkan Krisis 98, Indonesia Lebih Siap Hadapi Krisis Ekonomi Akibat COVID-19

  5. 4 Amalan Ringan yang Pahalanya Besar, Dapat Dilakukan Setiap Hari

  6. Pengamat Intelijen: Pembakaran Kejagung Pasti Libatkan Orang Dalam

  7. Beda Kota Beda Penyebutannya, Ini Lho Nama Lain Odading dari Berbagai Daerah

  8. Beli Celana Dalam Dinar Candy Rp50 Juta, Bobby Stuntrider Langsung Pamer

  9. Fadli Zon: Kalau Benar Gedung Kejagung Dibakar, ini Jelas Skandal yang Amat Besar

  10. Khotbah Tentang Yahudi, Imam Masjidil Haram Mekkah Tuai Kontroversi

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
Ekonomi

5 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia, Dua dari Indonesia!

Image
News

Warganet Beberkan Foto Masa Muda Presiden Jokowi dan Iriana, Manglingi

Image
News

5 Fakta Karier Alwi Shahab, Wartawan dan Sejarawan yang Kini Tutup Usia