image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Siti Nurfaizah

Image

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti saat di wawancarai redaksi Akurat.co di Gedung BI, Jakarta, Rabu, (14/8/2019). Destry Damayanti resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Kecintaannya di dunia moneter membuat karirnya semakin melesat. Bahkan ia pun mempunyai hobi unik bersepeda dan fotografi. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Rabu siang (13/8/2019) suasana cukup terik di sekitaran jalan Thamrin, Jakarta Pusat, ditambah dengan adanya beberapa titik kemacetan karena tingginya volume kendaraan yang terjadi. Untungnya tidak ada halangan yang berarti saat kendaraan kami, menuju Komplek Perkantoran Bank Indonesia di wilayah tersebut. Memang kala itu kami, tim Akurat.co, sudah ada janji bertemu dengan Deputi Gubernur Senior BI (DGS BI) yang baru saja dilantik yakni Destry Damayanti, untuk melakukan wawancara khusus.

Tak membuang banyak waktu, sesampainya di gedung Thamrin Bank Indonesia kami pun langsung menuju loby dan melapor kepada pihak resepsionis untuk bertemu dengan DGS BI sesuai janji. Dibalik meja resepsionis ternyata sudah ada dua perempuan yang sangat ramah yang memang sudah menunggu kehadiran kami untuk menunjukkan  dimana ruangan DGS berada. Mereka langsung mempersilahkan kami untuk menaiki lift, karena memang ruangan kerja DGS tepat satu lantai di atas kami semua.

Sesampainya di lantai 2, kami langsung disambut oleh Irwan dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Dirinya mempersilahkan kami untuk duduk dan menunggu sebentar di ruang  terima tamu, sembari menyajikan makanan ringan dan minuman. “Mohon ditunggu sebentar ya, saya akan panggilkan ibu Destry, dan saya pastikan tempat wawancaranya.” Dan tak lama kemudian kami diperbolehkan untuk mensetting tempat untuk wawancara dan itu berada di dalam ruangan kantor DGS sendiri.

baca juga:

Seraya mempersiapkan tempat wawancara, mata kami tertuju pada setting ruangan kantor Destry Damayanti. Cukup simple, dengan ada satu meja kerja plus dengan peralatan komputer dan temapat menyimpan dokumen, satu meja bundar untuk menikmati hidangan makanan, dan rangkaian sofa untuk mengobrol santai bila ada tamu yang datang. Di ruangannya pun terpampang lukisan-lukisan yang cukup menarik dan ada lantunan lagu kekinian, untuk menambah semangat dalam bekerja.

Tak berselang lama, DGS BI Destry Damayanti pun menemui kami, “Bagaimana kita mulai saja wawancaranya?” sembari menyalami kita satu persatu.

Asal tahu saja, Ketua Mahkamah Agung RI Muhammad Hatta Ali telah resmi melantik Destry Damayanti menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) menggantikan Mirza Adityaswara di Gedung Mahkamah Agung RI, pada Rabu (7/8/2019) lalu. Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia, disebutkan Deputi Gubernur Senior bekerja sebagai wakil pemimpin di BI meski merangkap sebagai Dewan Gubernur, sehingga resmi Destry telah menjadi orang nomor 2 di Lembaga Tertinggi bidang Moneter ini. Apalagi, Destry merupakan sosok yang punya pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan.

Destry Damayanti, Bank Indonesia. AKURAT.CO

Sebelum menjadi DGS BI, Destry merupakan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Untuk mengetahui lebih jauh mengenai, siapa sebenarnya Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang baru dilantik, tim Akurat.co berkesempatan untuk tanya jawab, berikut percakapan kami.

Kenapa memilih bidang Moneter? Apa alasannya?

Saya memang waktu dari kuliah itu kebetulan ambil jurusan ekonomi ya. Terus di ekonomi itu kan boleh mengambil merger maunya dimana. Nah dari beberapa merger yang ada saya kok tertarik money and banking. Jadi akhirnya sejak kuliah itu saya mengambil money and banking jadi sudah banyaklah terkait hal hal yang sifatnya Moneter. Terus saya kuliah di luar ambilnya sudah beda tuh, jurnal finance tapi ujung-ujungnya terkait juga masalah keuangan, cuma kan jurnal. Bagaimana pembiayaan suatu perkotaan atau daerah. Sangat terkait dengan sektor keuangan.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Saya di Kemenkeu kerja 5 tahunan disana kebetulan juga pegangnya adalah analisa pembiayaan daerah. Ini semua kok keuangan gitu sampai setelah itu saya mendapat tawaran di Citi Bank sebagai economist dan pada saat itulah saya merasa, kayaknya nih saya suka dengan bidang keuangan sama memang makro, makro ekonomi tapi terkait bidang keuangan khususnya perbankan waktu itu.

Nah karena pada saat saya masuk di mandiri sekuritas itu kan capital market ya pasar modal ternyata menarik juga nih, ini akhirnya ya udah Alhamdulillah, makin kaya pengetahuan sektor keuangannya, yang tadinya cuma perbankan, nambah ke pasar modal, kemudian nambah ke saham obligasi. Ya akhirnya sekarang ini di Bank Indonesia terkait Moneter dsb.

Lebih suka mana antara bidang fiskal dan Moneter?

Kesukaan relatif ya. Saya pernah mengalami keduanya, karena saya pernah juga di sektor fiskal kan. Pernah waktu di awal saya kerja, setelah saya sekolah pulang dari Cornel, waktu itu saya memang kerja di Kemenkeu. Di situ namanya badan analisa kebijakan Moneter, atau BAKM yang sekarang namanya BRKF (Badan Riset Kebijakan Fiskal). Itu kaitanya juga antara fiskal dan Moneter, jadi buat saya dua-duanya memang hal yang menarik. Cuma mungkin karena saya sudah lama di sektor keuangan perbankan, kapital market, jadi feeling-nya lebih dapetnya di sektor keuangan itu.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Katanya hobi banget Fotografi?

Waktu hobi foto itu sebelum dimulai tahun 2008. Jadi saya waktu bekerja di Mandiri Sekuritas kebetulan kan kita kalau bekerja di situ suka sampai malam. Kadang-kadang suka refreshing malam-malam ngobrol sama teman-teman, ternyata ada yang saya suka bawanya kamera, kayaknya kok enak bener kalau foto. Itu benar-benar udah blended di situ, menikmati, saya bilang apa enaknya? Dari situ saya belajar.

Jadi saya akhirnya belajar ikut istilahnya hunting dengan mereka dan saya nemu saja, dan ternyata saya suka. Jadi ada suatu tantangan tersendiri dan memang saya suka saja melihat satu objek alam. Itu tanpa saya sadar akhirnya saya menyukai bidang Fotografi, bahkan tanpa sengaja sebenarnya. Karena memang dulunya saya sebenarnya orangnya tidak punya jiwa artistik. Saya orangnya simpel banget, lebih sporty dengan yang melow art gitu. Tapi pada saat di foto itu saya menemukan ada satu kepuasan kesenangan itu. Saya teruskan sampai belakangan ini, tapi karena sudah mulai sibuk jadi agak berkurang.

Jadi terakhir saya masih sempat foto lebaran kedua di Jakarta, itu kan sepi sekali, kita foto di tengah Sudirman pada saat itu, MRT masih dibangun, jadi kita jalan di tengah jalan, foto rame-rame dengan teman-teman Fotografi.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Suka juga Bersepeda?

Kalau Bersepeda masih, itu kebetulan belum lama juga, mungkin 2 tahun terkahir lah ya dari teman-teman dulu pas kuliah bareng. Jadi asalnya saya cuma sebagai tim hore hura-hura, ikut jalan saja, eh tapi lama-lama kayaknya enak juga ya Bersepeda. Akhirnya pelan-pelan ya menikmati juga naik sepeda. Karena ada value yang saya ambil saat naik sepeda itu. Saya suka kalau sepeda tidak sendiri, agak takut juga kalau ada apa-apa kan. Kita selalu Bersepeda rame-rame, jadi di situ ada value masalah pertemanan friendship. Dan juga ada value, dalam artian bagaimana kita melihat sikap atau sifat dari jatidiri kita sendiri, khususnya kalau lagi menghadapi tanjakan, Itu kan berat banget.

Ini ceritanya waktu itu saya perjalanan berat lewat jalan Kuningan. Jalan itu ujung ke ujung tanjakan naik terus ya, waktu saya pertama kali ya panik kan liatnya, ”aduh panjang banget nih kapan berhentinya?“ Terus temen saya ngingetin “Kamu tidak usah lihat depan, lihat yang sekarang ini, terus aja kayuh, ga usah liat depan. Karena kalau lihat depan itu bikin kita jadi down.” Dan itu ternyata ada makna dalam kehidupan, artinya kalau kita sekarang lagi mengerjakan sesuatu, sudah kita fokus dengan yang sekarang kita kerjakan. Tidak usah kita pusing lagi melihat ke depan, karena kalau kita sudah melihat ke depan kan kita tidak tahu juga akan seperti apa. Apa yang kita jalani sekarang itulah yang kita lakukan dengan baik.

Terus masalah friendship, kadang ada orang keliatan dari situ egonya kalau dia merasa paling jago sendiri. Dia pengennya cepat-cepat atau show off. Harusnya dia mengutamakan kebersamaan, jadi dia bisa membimbing yang lainnya.

Jadi saya itu, hobi seperti itu, sambil banyak mengambil nilai-nilai kehidupan yang sedikit banyak akhirnya juga mempengaruhi kehidupan saya juga.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Cara mengatur waktu dengan keluarga setelah menjabat di BI?

Untungnya anak saya sudah besar-besar, jadi yang satu sudah menikah, kebetulan juga dia mertuanya ada di Bogor, jadi suka di Bogor dan Jakarta, maksudnya sudah punya keluarga sendiri. Terus yang satu lagi juga sudah besar, sudah mempunyai kehidupan sendiri. Tapi kita masih suka sama-sama dan si bungsu masih dengan saya juga.

Tapi kita selalu tahu bahwa pada saat saya mau masuk, even dalam proses untuk masuk ke BI, saya sudah ngomong dengan anak-anak bahwa mungkin kalau Mama jadi masuk ke BI pasti akan ada perubahan yang cukup signifikan dalam hal kesibukan, kemudian juga dalam hal agak ada protokolernya. Itu pasti akan berubah, tapi yang pasti saya tetap, sebagai ibu anak-anak, tidak akan berubah apapun yang terjadi.

Jadi memang anak-anak juga pas tahu saya hari pertama kita sudah meeting sampai jam 23.30 malam lalu besok paginya langsung meeting lagi, dan sekarang pun juga kantor saya relatif jauh dari rumah. Kita juga lebih pagi di sini berangkatnya, jadi anak saya yang sulung suka bilang “wah Mama nih sekarang lagi terus ya, terus pulangnya malam“. Jadi dia concern juga, dia worried.  “Jaga kondisi Mah dan segala macam“ kata anak saya, tapi so far sih oke, nggak masalah apalagi dengan dunia teknologi yang maju. Jadi enak kita bisa wa-an.

Menyesuaikan dengan ritme kerja di BI bagaimana?

Satu hal keuntungannya buat saya adalah karena saya kan dari dulu memang bidang kerjaan saya itu sebagai analis ataupun ekonom. Dan sebagai analis atau ekonom kan memang kita harus memperluas networking kita untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya informasi. Nah, jadi dari dulu saya sudah banyak sering main ke BI, sudah ketemu dengan banyak teman-teman di BI juga, jadi apalagi kemudian belakangan saya kan dulu di LPS. Kita kan menjadi sama-sama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), jadi nggak terlalu asing lagi buat saya pada saat saya harus masuk di BI. Karena banyak dari mereka yang juga saya sudah kenal dengan mereka.

Paling yang saya masih asing ruangan saya saja, karena masih baru. Kalau yang lain-lainnya buat saya nggak masalah. Ruangannya baru, ini maksudnya gede banget gitu.  []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Idulfitri 2020

Menko Luhut Sebut Lebaran Saat Pandemi Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bahana Siapkan Protokol Hadapi Era New Normal, Apa Saja?

Image

Olahraga

WTA

Kenin dan Andreescu Bakal Ramaikan Turnamen Charleston

Image

News

Percepat Penanganan Covid-19, BIN Lakukan Tes Swab di Kawasan Episentrum

Image

Olahraga

Real Madrid

Mayoritas Wasit La Liga Diklaim Dukung Real Madrid

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Keuangan Sosial Islam Mampu Ringankan Dampak COVID-19

Image

Ekonomi

Ternyata Komisi XI DPR Belum Semua Sepakati Usulan Cetak Uang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Tak Semua Anggota DPR Setuju Usulan Cetak Uang, Mengapa?

Image

News

Wabah Corona

Media Asing Soroti Rencana 'Pembantaian Rusa' di Kebun Binatang Bandung

komentar

Image

1 komentar

Image
Hera Wati

wahhh emang bakat ibu damay ini seorang ekonom ,,

terkini

Image
News
Idulfitri 2020

Ratusan Napi di Sulut Dapat Remisi

Sudah memenuhi sejumlah syarat untuk dapat remisi.

Image
News

Timsus Maleo Polda Sulut Ungkap Kasus Peredaran Ilegal Merkuri

Dua Pelaku ditangkap.

Image
News
Kolom

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image
News
Idulfitri 2020

Petugas Medis yang Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga

"Memang tahun ini agak sedih biasanya kumpul sama keluarga lalu berkunjung ke rumah saudara," katanya.

Image
News
Wabah Corona

Pemerintah akan Terapkan Herd Immunity Setelah PSBB Gagal, Hoaks!

Yurianto menyatakan pemerintah tidak pernah merencanakan penerapan konsep herd immunity untuk mengatasi COVID-19.

Image
News

Jangan Percaya Info yang Sebut PDIP Usul ke Pemerintah Agar Pesantren Ditutup Semua, Hoaks!

Dalam artikel dengan judul yang memuat klaim itu, sama sekali tidak ditemukan pernyataan dari politikus PDIP.

Image
News
Wabah Corona

Info COVID-19 di Indonesia Berakhir 6 Juni, Hoaks!

Epidemiolog juga meragukan perkiraan itu, sebab jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 masih bertambah hingga sekarang.

Image
News
Wabah Corona

Ajakan Jokowi Berdamai dengan Covid-19 Bukan Berarti Negara Gagal dan Menyerah Kalah

Menurut dia WHO menyebutkan COVID-19 tidak akan cepat hilang, bahkan mungkin tetap ada dalam kehidupan manusia.

Image
News
Idulfitri 2020

Khatib: Rasullah SAW Pernah Terapkan Physical Distancing di Gua Hira

Ada empat sikap keteladanan yang dilakukan para Nabi terdahulu seperti dalam surat An-Nisa.

Image
News
Wabah Corona

Kapolres Lubuklinggau Makamkan Anggotanya yang Meninggal Berstatus PDP: Kewajiban Seorang Pemimpin

Ia menerima kabar bahwa Bripka Manik meninggal pada pukul 13.00 WIB setelah beberapa pekan menjalani perawatan.

terpopuler

  1. Tengku Zul: Orang Kaya Arab Borong Saham Facebook, Semoga Tulisan Sinis 'Jangan Pakai Produk Kafir' Bisa Lenyap

  2. KKB Tembak Dua Petugas Medis Covid-19, Salah Satunya Tewas di Tempat

  3. Meski Pandemi, 7 Keluarga Artis Ini Rayakan Lebaran di Rumah Saja dengan Sukacita

  4. Puji Siti Fadilah, Mbah Mijan: Terblow Up-nya Beliau Ancaman Sekaligus PR Berat Mereka Dimasa Mendatang, Selangkah Lagi, Jualan Virus Udah Nggak Pakai Sense

  5. Ustaz Abdul Rahman: Obat Paling Ampuh Penangkal Virus Corona, Kesabaran dan Iman

  6. Beli Rumah di Usia 21 Tahun, Irsyad Raharjo Ungkap Rahasia Miliki Properti Sejak Dini

  7. Nicholas Saputra Beberkan Rencana Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi Covid-19

  8. Lebaran di Rumah, Raffi Ahmad Gelar Salat Id Dipimpin Syekh Ali Jaber

  9. Kisah Maryam Younarae, Selebgram Korea Selatan yang Jadi Mualaf Setelah Terpikat dengan Ajaran Islam

  10. Pakar Hukum: Perppu 1/2020 Tak Bisa Diterima Karena Sudah Jadi Undang-undang

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image
Achmad Fachrudin

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image
Achsanul Qosasi

Berlebaran Secara New Normal

Image
Ujang Komarudin

Matinya Reformasi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Intip Gaya 6 Istri Kepala Daerah yang Hits Abis!

Image
News

Wabah Corona

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, 7 Potret Prabowo Subianto Bertugas di Tengah Pandemi COVID-19

Image
News

Dari Komandan KRI hingga Jadi KSAL, 5 Fakta Penting Laksdya TNI Yudo Margono