image
Login / Sign Up

Catatan Panjang Oknum Jaksa yang Terlibat Kasus Rasuah di KPK

Bayu Primanda

Image

Ilustrasi | AKURAT.CO/Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (19/8/2019) malam menambah daftar panjang oknum jaksa yang terlibat suap dalam penanganan perkara.

Diketahui, dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan oknum jaksa Kejaksaan Negeri Yogyakarta yang terlibat dalam suap fungsi pengawasan dalam Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Melihat banyaknya unsur jaksa yang terlibat rasuah, setidaknya KPK hingga saat ini telah memiliki catatan panjang dalam penanganan kasus suap terkait penanganan perkara yang melibatkan unsur jaksa tersebut.

Berdasarkan catatan yang dirangkum AKURAT.CO, sejak berdiri tahun 2004 hingga 2019 terdapat 12 oknum unsur jaksa yang telah ditangani KPK.

Berikut ini merupakan catatan masing-masing ke-12 jaksa yang pernah ditangani KPK.

1. Jaksa Urip Tri Gunawan Kejaksaan Agung 2008

Jaksa Urip Tri Gunawan adalah mantan jaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) yabg terlibat penerimaan suap Rp 6 miliar dari terpidana kasus BLBI Artalyta Suryani alias Ayin.

Dalam kasus ini, Urip divonis hukuman 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 4 September 2008. Selama di penjara, Urip mendapat beberapa kali remisi hingga akhirnya iapun dinyatakan bebas bersyarat pada 2017.

baca juga:

2. Jaksa Dwi Seno Widjanarko Kejari Tangerang 2011

Jaksa Dwi Seno Widjanarko merupakan jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang. Ia juga bukanlah jaksa biasa, melainkan salah satu jaksa terbaik berdasarkan penilaian Kejaksaan Tinggi Banten bidang intelijen. 

Namun, Dwi Seno terlibat tindak pidana pemerasan dan penyalahgunaan wewenang karena meminta uang kepada Kepala Kantor Pembantu BRI Ciputat Feri Priatman Hakim, ketika menangani perkara kredit fiktif di BRI Unit Ciputat. Iapun divonis 1,5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Serang.

3. Jaksa Sistoyo Kejari Cibinong 2011

Jaksa Sistoyo merupakan kepala Subbagian Pembinaan Kejari Cibinong yang dinonaktifkan lantaran kasus dugaan terkait perkara pemalsuan surat pembangunan kios dan hangar festival Cisarua, Bogor.

Sistoyo kedapatan menerima suap senilai Rp100 juta dari seorang pengusaha. Dalam proses persidangan Sistoyo sempat dibacok seorang pria bernama Deddy Sugarda dengan meneriakkan kata 'Pengkhianat' pada Sistoyo. Motif Deddy, karena kejengkelannya terhadap para petinggi hukum yang terus mendukung para koruptor.

Dalam kasus ini, Sistoyo divonis enam tahun penjara ditambah denda Rp200 juta.

4. Jaksa Subri Kejari Praya 2013

Jaksa Subri merupakan Mantan Kepala Kejari Praya yang dicopot dari jabatannya lantaran terlibat pengaturan kasus atas pengusaha bernama Suguharta alias Along. Dalam kasus tersebut Along tengah bersengketa tanah dengan pengusaha lain di daerah Lombok Tengah.

Dalam kasus ini, Subri dinyatakan bersalah akibat perbuatannya menerima menerima hadiah atau janji berupa Hp Samsung dan uang 8,200 dollar AS, sehingga iapun divonis penjara selama 10 tahun dan denda Rp250 juta.

5. Jaksa Fahri Nurmallo Kejati Jateng 2016

Jaksa Fahri Nurmallo adalah Jaksa ketua tim jaksa yang menangani kasus korupsi penyalahgunaan dana BPJS Kabupaten Subang di Kejati Jabar. Fahri yany baru tiga bulan dipindah tugas ke Kejati Jateng tersebut sebelumnya menangani perkara yang melibatkan mantan Bupati Subang Ojang Suhandi.

Dalam penanganan perkara ini, Fahri tak sendiri, ia menerima suap bersama oknum jaksa lain yakni Devianti Rohaini selaku Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Jabar. Atas perbuatannya iapun divonis 7 tahun penjara ditambah denda 250 juta rupiah setelah terbukti menerima suap dari Ojang senilai Rp400 juta.

6. Jaksa Devianti Rohaini Kejati Jabar 2016

Jaksa Devianti Rohaini merupakan rekan jaksa Fahri Nurmallo yang terlibat kasus suap penanganan korupsi terkait penyalahgunaan BPJS di Kabupaten Subang. Kasus tersebut melibatkan mantan Bupati Subang Ojang Suhandi, dimana Ojang terbukti menyuap Fajri dan Devianti masing-masing dengan uang senilai Rp400 juta.

Atas perbuatannya, Jaksa Devianti pun divonis penjara selama 5 tahun ditambah denda Rp300 juta.

7. Jaksa Farizal Kejati Sumbar 2016

Jaksa Farizal merupakan jaksa pada Kejati Sumatera Barat (Sumbar) yang dicopot dari jabatannya lantaran terbukti terlibat suap penanganan perkara di lingkungan kerjanya. Dalam kasus ini, Farizal dinilai terbukti menerima suap dari pengusaha gula Xaveriandy Sutanto senilai Rp440 juta atas penanganan kasus gula non-SNI.

Suap tersebut bertujuan untuk mengatur proses hukum di Kejati Sumbar agar Xaveriandy tidak dipenjara namun hanya dilakukan penahanan kota, serta pembuatan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan.

Atas perbuatannya, Farizal pun divonis dengan pidana penjara selama 5 tahun, dan denda Rp250 juta subsider 4 bulan penjara, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp355 juta.

8. Jaksa Parlin Purba Kejati Bengkulu 2017

Jaksa Parlin Purba merupakan Kasi Intel II Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu yang terlibat kasus suap penanganan perkara Pulbaket dalam proyek jaringan imigrasi primer dan sekunder kiri daerah irigasi air Manjunto. Adapun suap yang diterima Parlin nilainya mencapai Rp150 juta yang disalurkan Direktur PT Rico Putra Selatan, Rico Dian Sari. Atas perbuatannya Parlin divonis 5 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah.

Sebelum bertugas di Bengkulu ternyata Parlin Purba pernah menjabat dalam posisi yang sama di Kejari Purwakarta, Jawa Barat.

Saat itu, Parlin pernah melakukan pelanggaran etik saat bertugas di Purwakarta. Sehingga iapun dipenalti dari Purwakarta dipindahkan ke Bengkulu.


9. Jaksa Rudi Indra Kejari Pamekasan 2017

Jaksa Rudi Indra merupakan jaksa di Kejari Pamekasan, Madura. Ia diciduk KPK lantaran terlibat suap dalam penanganan perkara dugaan penyelewengan dana desa dari mantan Kades Dasok, Pamekasan, Agus Mulyadi.

Suap tersebut bernilai Rp250 juta yang diterima Rudi di rumah dinas Kajari yang letaknya di samping Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan. Atas perbuatannya divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta.



10. Aspidum Agus Winoto Kejati DKI 2019

Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Agus Winoto merupakan salah satu dari trio jaksa yang ditangkap KPK bersama dua jaksa Kejati DKI lain yakni Yadi Heridanto dan Yuniar Pamungkas.

Dalam kasus ini, Agus ditangkap lantaran menerima suap senilai Rp200 juta dari Pengusaha Sendy Perico dan kuasa hukumnya Alvin Suherman.

Uang ini diduga ditujukan untuk memperberat tuntutan kepada pihak yang berperkara dengan Sendy di Kejati DKI. Diketahui, Sendy merupakan pengusaha yang merasa ditipu oleh rekannya dalam sebuah investasi. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan di KPK

11. Jaksa Yadi Heridanto Kejati DKI 2019

Jaksa Yadi Heridanto merupakan Kepala Sub Direktorat Penuntutan Kejati DKI yang diamankan KPK terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat 28 Juni 2019.

Senasib dengan Agus Winoto, Yadi juga terlibat dalam penanganan perkara penipuan di Kejati DKI.

12. Jaksa Yuniar Sinar Pamungkas Kejati DKI 2019

Jaksa Yuniar Sinar Pamungkas merupakan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum pada Kejaksaan Tinggi DKI. Ia ikut terlibat dalam kasus penanganan perkara di Kejati DKI bersama Agus Winoto dan Yadi Heridanto. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan.[]


Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Hiburan

Revisi RUU Dianggap Gagal, Efek Rumah Kaca Buat Video Pemakaman KPK

Image

News

Denny Indrayana Ajak Para Pegiat Anti Korupsi Jadi Pemohon Judicial Review UU KPK ke MK

Image

News

Intip Empat Pasal terkait Penyadapan yang Diatur Ketat UU KPK Baru

Image

News

Pegawai KPK Berstatus ASN, PPP: Besaran Gaji dan Tunjangan Tidak Boleh Berkurang

Image

News

Denny Indrayana: KPK Telah Menemui Ajalnya, Menyusul Para Pendahulunya

Image

Ekonomi

RUU KPK Resmi Disahkan, Pengamat Pajak: Terlalu Terburu-Buru!

Image

News

Poin Revisi UU, Status Pegawai KPK Menjadi ASN

Image

News

Laode sebut KPK Tak Pernah Dilibatkan dalam Pembahasan Revisi UU KPK

Image

News

Sekarang KPK Bagian Dari Pemerintah, Mantan Ketua DPR Sarankan KPK Dibubarkan Saja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Bekuk Delapan Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta

"Ini jaringan Malaysia-Batam-Jakarta ya,"

Image
News

Daging Impor Harus Halal, PPP Minta Revisi Permendag Diterapkan

“Sebagai negara mayoritas muslim, pemerintah harus menjamin peredaran daging di pasaran mengantongi sertifikasi halal,"

Image
News

Gerindra Berikan Catatan Terkait Revisi UU Pemasyarakatan

"Fraksi Partai Gerindra setuju dengan persyaratan terkait revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan,"

Image
News

Pengemudi di Video Polisi "Nemplok" di Mobil Derita Kanker Stadium IV

"Istrinya (Tavipuddin) itu menyampaikan kondisi bapak seperti itu, habis dikemo (kemoterapi) sebanyak enam kali kalau tidak salah,"

Image
News

Bocah Tiga Tahun Diduga Keracunan Nasi Goreng, Program PMT-AS Dari Disdik Dievaluasi

"Mengevaluasi standar prosedur operasional penyiapan makanan,"

Image
News

Pangkas Waktu Uji KIR, Dishub DKI Luncurkan Simpel PKB

"Melalui Simpel PKB waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses uji KIR akan terpangkas jauh lebih cepat,"

Image
News

Satgas Karhutla Riau Tolak Bantuan Personil Kiriman Anies, Fahira: Sangat Disayangkan

Menurut dia, itu adalah bentuk gotong royong dalam menyelesaikan masalah. Fahira pun mempertanyakan sikap dari Pemprov Riau tersebut.

Image
News

Menkum HAM Lantik MPPN dan MKNP Periode 2019-2022

"Saya minta untuk tegas dan cepat menindak notaris yang terbukti melakukan pelanggaran"

Image
News

Pemerintah dan DPR Sepakati Sejumlah Poin Baru dalam RUU Pemasyarakatan

"Terdapat muatan materi baru yang ditambahkan dalam undang-undang ini,"

Image
News

Pencari Suaka yang Menggelandang di Trotoar Kebon Sirih Ogah Kembali ke Kalideres

"Kami menandatangani perjanjian dengan UNHCR karena mereka bilang tanggal 31 Agustus penampungan Kalideres harus dikosongkan,"

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Viral! Ibu-ibu Ribut Saat Antre Makan di Prasmanan Kondangan

  2. Bersaing dengan David Beckham Jadi Kandidat Pria Tertampan di Dunia, Ini 10 Potret Kece Al Ghazali

  3. Rumah Rp200 Miliar Anang Hermansyah Belum Juga Terjual

  4. Tak Hanya Porno dan Otomotif, Industri Pertanian Jepang Paling Unggul di Dunia

  5. Sutradara John De Rantau Dihujat Usai Komentari Foto Seksi Shandy Aulia

  6. Kehilangan Pesonanya, Samsung Hentikan Merek Galaxy Note Tahun Depan?

  7. Industri Porno 'Amatir' Tumbuh Subur Berkat Aplikasi Langganan Berbayar

  8. KPK Sampaikan Bela Sungkawa Meninggalnya Aktivis HAM dan Antikorupsi HS Dillon

  9. Karikatur Jokowi Pinokio Jadi Polemik, Jansen: Pendukung Tak Usah Terlalu Sensitiflah

  10. Saham-saham Perusahaan Rokok Anjlok Terdampak Kenaikan Cukai, Netizen Kaget

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen