image
Login / Sign Up

Revisi UU Perkawinan Mandeg di DPR, Eva: Mungkin karena Isu Perempuan atau Anak Kali Ya, Nggak Dianggap Penting

Maidian Reviani

Nikah Cepat

Image

Ilustrasi - Hubungan Seksual | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO * Setelah membuat keputusan bersejarah dalam dunia perkawinan, MK memberikan waktu tiga tahun kepada DPR untuk merevisi.
* “DPR per-periode ini harus fokus kepada prioritas prolegnas di masing-masing komisi,” kata Sodik Mudjahid.
* Menurut Eva Sundari perlu adanya campaign atau “provokator” di internal DPR agar menyadarkan anggota dewan untuk segera memenuhi perintah MK.

***

Pada Kamis 13 Desember 2018, hakim Mahkamah Konstitusi memenuhi permohonan judicial review UU tentang Perkawinan pada Pasal 7 ayat 1 terkait batas usia minimal usia perkawinan. Beleid itu menyebutkan batas minimal laki-laki 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun.

baca juga:

"Mengadili, mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian," ujar Ketua MK Anwar Usman kala itu. 

Ilustrasi - Hakim. AKURAT.CO/Candra Nawa

Hakim MK menilai ketentuan batas usia itu diskriminatif. 

Setelah membuat keputusan bersejarah dalam dunia perkawinan, MK memberikan waktu tiga tahun kepada DPR untuk merevisi batas usia perkawinan. Artinya, selama tiga tahun itu, batas usia minimal laki-laki 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun, masih berlaku.

Tapi semenjak MK menyatakan ketentuan batas usia minimal laki-laki 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun, inkonstitusional, DPR belum melakukan perubahan UU sampai sekarang. Alih-alih sudah direvisi, masuk program legislasi nasional saja belum.

“DPR per-periode ini harus fokus kepada prioritas prolegnas di masing-masing komisi,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Gerindra Sodik Mudjahid ketika saya wawancara , Selasa 13 Agustus 2019.

Sodik mengungkapkan Komisi VIII yang membidangi agama dan sosial hingga 30 September 2019 masih menyelesaikan tiga rancangan undang-undang, yakni RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Pesantren dan RUU Pekerja Sosial.

Sodik mendukung UU Perkawinan segera direvisi, tetapi dia tidak yakin akan selesai dalam periode sekarang. Revisi UU Perkawinan, katanya, harus dikaji secara mendalam karena terdapat beragam perspektif.

“Batas usia perlu didiskusikan lebih bijaksana, mendalam, karena ada perbedaan pandangan yang masing-masing pihak punya argumen yang kuat,” tuturnya.
Selain itu, kata Sodik, revisi membutuhkan argumentasi ilmiah dan kuat, terutama tentang dampak perkawinan muda.

“Manfaat baik pernikahan dini masih belum banyak hasil riset ilmiah empirik sebagai konsekuensi dan implementasi dari isyarat agama (Islam) tentang pernikahan dini. Orang berkeyakinan tidak mungkin agama membolehkan jika tidak akan ada mamfaat baik nya,” ujarnya.

Sodik mengataan, menurut data Komisi VIII, angka perkawinan dini selalu meningkat dan peningkatan terakhir sekitar dua sampai lima persen.

***

Anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari Eva menduga DPR memang tidak serius menindaklanjuti keputusan MK untuk segera merevisi ketentuan batasan usia perkawinan. Padahal, kata dia, aturan itu tidak perlu diperdebatkan lagi karena sudah dianggap inkonstitusional.

“Mungkin karena isu perempuan kali ya, atau isu anak, isu keluarga, jadi nggak dianggap penting,” ujarnya.

“Ketika saya keliling dan ketemu bapak-bapak, mereka bilang oh iya ya harusnya kita revisi ya, jadi coba kita revisi, begitu, dan ada sih yang malas udahlah biarin aja tiga tahun lagi akan berlaku,” Eva menambahkan.

Menurut Eva perlu adanya campaign atau “provokator” di internal DPR agar menyadarkan anggota dewan untuk segera memenuhi perintah MK.

Eva mengatakan sebenarnya sangat mungkin untuk menambahkan revisi UU Perkawinan ke dalam daftar prolegnas periode sekarang. Menurut Eva merevisi undang-undang ini sangat relevan.

“Kalau DPR bisa merevisi, dapat menghindarkan potensial dampak-dampak negatif dari perkawinan anak. Banyak potensial korban bisa diselamatkan,” kata dia.

“Masa anak disuruh kawin gitu,” ujarnya.

Eva menekankan perkawinan muda lebih banyak mudarat ketimbang manfaat.

Eva Kusuma Sundari. AKURAT.CO/Yohanes Antonius

“Dapilku paling kacau itu di Blitar, Kediri itu, tinggi sekali angkanya, karena anaknya nggak siap jadi ibu, nggak punya pengetahuan. Belom lagi dampaknya terhadap angka kematian ibu dong kalau rahim belum siap untuk dihamili.”

Faktor ekonomi (kemiskinan) dan kecelakaan (hamil duluan), kata dia, merupakan faktor yang paling banyak mendorong terjadi pernikahan anak.

Namun, faktor agama dinilai Eva juga punya andil menyumbang angka perkawinan anak di negeri ini. Eva menyontohkan adanya tokoh yang justru mengampanyekan kepada orangtua supaya cepat menikahkan anak untuk menghindari perbuatan zina.

Padahal, kata Eva, urusan mengurus anak tidak ada hubungan dengan agama. Menurutnya, jika orang tua khawatir anaknya melakukan perbuatan di luar batas sewaktu pacaran, seharusnya diberikan bimbingan yang baik.

Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Sjojohadikusumo menambahkan faktor budaya juga menjadi alasan orangtua menikahkan anak di bawah umur.

“Mungkin karena perempuan masih dianggap hanya sebagai penerus generasi (baby-maker),” kata politikus Gerindra.

Eva Kusuma mendesak pemerintah memasukkan pendidikan seks ke dalam kurikulum pendidikan formal.

“Kan nanti orang jadi pintar, nantinya bisa membaca gelagat atau kelakuan yang begini begitu. Jadi orang aware, jadi orang punya pengetahuan, kalau ini kan blain buta, ada tindakan-tindakan yang mencurigakan dia nggak mengerti.”

Sementara itu, politikus Okky Asokawati menyebut pernikahan yang terjadi pada usia anak-anak sudah masuk pada level lampu kuning. Dia dalam pemberitaan Antara ketika itu menyebut data Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2017 jumlah pernikahan anak mencapai angka 340 ribu. Angka tersebut, kata dia, menduduki rangking ketujuh dunia. 

Efek turunan yang terjadi terhadap pernikahan dini yakni kesehatan reproduksi, ancaman kematian pada ibu hamil dan anak serta gizi anak. 

Pemerintah, kata dia, harus tegas untuk menindak aparat pencatat pernikahan yang meloloskan pernikahan anak.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan agamawan dan orang tua terkait persoalan pernikahan dini ini harus semakin intens.

"Saya mendesak BKKBN tidak hanya mengurus urusan kontrasepsi saja, namun persoalan pernikahan anak sudah sangat mengkhawatirkan, juga harus direspons oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. [Herry Supriyatna]

Baca juga:

Tulisan 1: Kisah-kisah Perempuan Kawin Muda: Gugurkan Kandungan hingga Ditipu Lelaki Beristri

Tulisan 2: Berkali-kali Kawin dan Kandas Semua: Angka Nikah Dini di Berbagai Daerah yang Mencengangkan

Tulisan 3: Indonesia Juara Perkawinan Anak Setelah Kamboja: Tiap Hari, 39 Ribu Anak Perempuan di Dunia Dikawinkan

Tulisan 4: Kebanyakan Usia Perkawinan Anak Cuma Seumur Jagung

Tulisan 5: Kawin karena Hamil Duluan, Sekolah Nyaris Berantakan: Cerita Komunitas Muda Kampanye Cegah Pernikahan Dini

Tulisan 6: Tengku Zulkarnain: Omong Kosong Aja, Separuh Kawan Saya SD Itu Kawin Semua, Nggak Ada Tuh yang Mati

Tulisan 7: Revisi UU Perkawinan Mandeg di DPR, Eva: Mungkin karena Isu Perempuan atau Anak Kali Ya, Nggak Dianggap Penting

Tulisan 8: Interview Khusus Tsamara Amany: Kalau UU Perkawinan Nggak Segera Direvisi, Sangat Bahaya!

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Nikah Cepat

Interview Khusus Tsamara Amany: Kalau UU Perkawinan Nggak Segera Direvisi, Sangat Bahaya!

Image

News

Nikah Cepat

Tengku Zulkarnain: Omong Kosong Aja, Separuh Kawan Saya SD Itu Kawin Semua, Nggak Ada Tuh yang Mati

Image

News

Nikah Cepat

Kawin karena Hamil Duluan, Sekolah Nyaris Berantakan: Cerita Komunitas Muda Kampanye Cegah Pernikahan Dini

Image

News

Nikah Cepat

Kebanyakan Usia Perkawinan Anak Cuma Seumur Jagung

Image

News

Nikah Cepat

Indonesia Juara Perkawinan Anak Setelah Kamboja: Tiap Hari, 39 Ribu Anak Perempuan di Dunia Dikawinkan

Image

News

Nikah Cepat

Berkali-kali Kawin dan Kandas Semua: Angka Nikah Dini di Berbagai Daerah yang Mencengangkan

Image

News

Nikah Cepat

Kisah-kisah Perempuan Kawin Muda: Gugurkan Kandungan hingga Ditipu Lelaki Beristri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Bekuk Delapan Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta

"Ini jaringan Malaysia-Batam-Jakarta ya,"

Image
News

Daging Impor Harus Halal, PPP Minta Revisi Permendag Diterapkan

“Sebagai negara mayoritas muslim, pemerintah harus menjamin peredaran daging di pasaran mengantongi sertifikasi halal,"

Image
News

Gerindra Berikan Catatan Terkait Revisi UU Pemasyarakatan

"Fraksi Partai Gerindra setuju dengan persyaratan terkait revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan,"

Image
News

Pengemudi di Video Polisi "Nemplok" di Mobil Derita Kanker Stadium IV

"Istrinya (Tavipuddin) itu menyampaikan kondisi bapak seperti itu, habis dikemo (kemoterapi) sebanyak enam kali kalau tidak salah,"

Image
News

Bocah Tiga Tahun Diduga Keracunan Nasi Goreng, Program PMT-AS Dari Disdik Dievaluasi

"Mengevaluasi standar prosedur operasional penyiapan makanan,"

Image
News

Pangkas Waktu Uji KIR, Dishub DKI Luncurkan Simpel PKB

"Melalui Simpel PKB waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses uji KIR akan terpangkas jauh lebih cepat,"

Image
News

Satgas Karhutla Riau Tolak Bantuan Personil Kiriman Anies, Fahira: Sangat Disayangkan

Menurut dia, itu adalah bentuk gotong royong dalam menyelesaikan masalah. Fahira pun mempertanyakan sikap dari Pemprov Riau tersebut.

Image
News

Menkum HAM Lantik MPPN dan MKNP Periode 2019-2022

"Saya minta untuk tegas dan cepat menindak notaris yang terbukti melakukan pelanggaran"

Image
News

Pemerintah dan DPR Sepakati Sejumlah Poin Baru dalam RUU Pemasyarakatan

"Terdapat muatan materi baru yang ditambahkan dalam undang-undang ini,"

Image
News

Pencari Suaka yang Menggelandang di Trotoar Kebon Sirih Ogah Kembali ke Kalideres

"Kami menandatangani perjanjian dengan UNHCR karena mereka bilang tanggal 31 Agustus penampungan Kalideres harus dikosongkan,"

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Viral! Ibu-ibu Ribut Saat Antre Makan di Prasmanan Kondangan

  2. Bersaing dengan David Beckham Jadi Kandidat Pria Tertampan di Dunia, Ini 10 Potret Kece Al Ghazali

  3. Rumah Rp200 Miliar Anang Hermansyah Belum Juga Terjual

  4. Tak Hanya Porno dan Otomotif, Industri Pertanian Jepang Paling Unggul di Dunia

  5. Sutradara John De Rantau Dihujat Usai Komentari Foto Seksi Shandy Aulia

  6. Kehilangan Pesonanya, Samsung Hentikan Merek Galaxy Note Tahun Depan?

  7. Industri Porno 'Amatir' Tumbuh Subur Berkat Aplikasi Langganan Berbayar

  8. KPK Sampaikan Bela Sungkawa Meninggalnya Aktivis HAM dan Antikorupsi HS Dillon

  9. Karikatur Jokowi Pinokio Jadi Polemik, Jansen: Pendukung Tak Usah Terlalu Sensitiflah

  10. Saham-saham Perusahaan Rokok Anjlok Terdampak Kenaikan Cukai, Netizen Kaget

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen