image
Login / Sign Up
Image

Dr. H. M. Syarif, MA

Rektor IAIN Pontianak

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Haji 2019

Image

Umat muslim berkumpul di Masjid Besar di Mekah, Arab Saudi pada Rabu (7/8) | CNN

AKURAT.CO, Haji merupakan cita-cita kaum muslimin yang sangat dihajatkan. Pada banyak tradisi suku-bangsa di tanah haji yang muslim haji menjadi motivasi saving dalam mereka berusaha atau berikhtiar herta dunia. Pada suku madura misalnya, dalam usaha itu ada lima langkah atau urutan sempurnanya hidup yaitu: kerja-tanah/rumah-sapi-emas-haji. Tradisi hidup seperti ini tidak sekedar menggambarkan terintegrasi dunia-akhirat, tetapi sekaligus menunjukan bahwa haji itu merupakan cita-cita puncak orang Islam.

Diyakini banyak orang bahwa haji merupakan panggilan atau undangan Allah Swt. Ada sebutan bahwa “haji itu Allah mengundan Rasul menunggu”. Semua para auliyâ’-anbiyâ’ dan orang-orang yang diperkenankan mendapat rejeki batin mengalami perjumpaan dan pertemuan dengan Rasulullah Saw di Baitullah. Ini kefahaman dari sebutan di atas. Bahwa Allah yang mengundang tidak Allah langsung yang menjumpai hambanya yang diundang, melainlan Rasulullah Saw.

Keyakinan bahwa haji/umrah itu panggilan atau undangan dinyatakan oleh fakta bahwa banyak orang yang berpunya dari segi harta dunia tapi tidak berkesempatan atau tidak tergerak hatinya untuk menunaikam ibadah haji. Sebaliknya, ada orang yang dari segi kemampuan financial tidak mampu, tetapi ada jalan lain yang menyebabkannya dapat berangkat menunaikam ibadahh haji. Misalnya dengan jalan dapat rejeki mendadak karena tanah atau asetnya terjual. Atau dengan jalan diberangkatkan oleh kolega atau oleh orang yang berpunya, atau dengan jalan hadiah, atua dengan jalan diundangan oleh pengampu wewenang haji, dan lain-lain.

Kami 19 warga negara Indonesia pada musim haji 2019/1440 ini mendapat karunia besar, karena kami mendapat undangan Yang Mulia Khâdimu al-haramain Raja Salman al-Sa’ud. Dalam tempo waktu yang, kurang-lebih 10 hari dari pemberitahuan awal bahwa kami didaftarkan untuk menjadi jamaah haji tamu raja Salman al-Saud, kami benar-benar definitif dengan visa sudah ready. Sedangkan saudara-saudara kita yang berhajat haji reguler harus menunggu lama, ada menunggu 20-30 tahun. Subhanallah ini benar-benar mengesankan. Ini kesan pertama yang kami rasakan. Tentu kami sangat berterima kasih kepada Yang Mulia Khâdimu al-Haramain Raja Salam al-Sa’ud di Riyadh, kepada Duta Besar Saudi Arabi di Jakata Yang Mulia Esham ‘Abid al-Tsaqafy dan seluruh staf Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta, serta kepada semua pihak yang terkait lngsung maupun tidak langsung dengan pemberangkatan haji tamu kerajaan Saudi Arabia ini.

Kedua, tentu terkait dengan bahwa kami sebagai dhuyûf khâdimi al-haramain, kami mendapatkan layanan bebas hambatan dan full service. Bagi yang telah berpangalaman haji baik reguler dan plus maupun umroh, semua menyatakan nyatanya perbedaan pelayanan.  Yang paling gamblang saat melewati pintu migrasi di airport baik di tanah air maupun di jeddah dan madinah. Kami dibawa pemandu baik masuk maupun keluar pintu migrasi di bandara. Juga kami merasakan full servis baik di hotel maupun di tempat-tempat ritual haji seperti di ‘arafah, muzdalifah, dan mina. Nyaris tidak ada hambatan dan kesulitan yang berarti kecuali yang sifatnya karena faktor alam seperti hujan lebat dan angin yang mengakibatkan padam listrik sebentar sewaktu di mina.

Ketiga, kami 19 orang dari tanah air sebagai tamu raja, berasal dari berbagai daerah, profesi dan latar belakang baik pendidikan, jabatan, suku-bangsa, gerakan, dan organisasi. Ada yang perwira polisi, akademisi pinpinan perguruan tinggi, ekonom, akrivis, media, penulis, ustadz, kiyai, syekh, majlis ulama, da’i, dan lain-lain.  Dalam keberagaman itu kami sangat membaur, sangat akrab, dan lupa dengan latar belakang masing-masing. Kami saling bagi cerita tentang pengalaman, saling mengingatkan dan menasehati, saling  bantu, berdiakusi, dan aebagainya dalam kehangatan dan keterbukaan. Kami saling ledekan, tertawa, dan sebagainya. Benar-benar hikmahnya haji yang kami jalani luarbiasa dari sisi sosial internal kami. Kami menjadi bersaudara yang sangat dekat. Kiranya kesan hikmah ini yang paling dalam dan semoga berlanjut sekembalinya di tanah air dalam bentuk persaudaraan yang lebih luas.

Keempat, kami bangga sebagai bangsa Indonesia. Saudara-saudara kita di Saudi Arabia membanggakan orang Indonesia. Demikian juga saudara-saudara kita dari seluruh penjuru dunia. Saat berkenaln bahwak kami dari Indonesi, respon nereka sangat baik Mereka ada mengungkapkan”akbaru al-jamâ’ah fi al-hajji — jamaah paling besar jumlahnya pada haji”. Mereka ada menggelari jamaah haji Indonesia sebagai “thuyûru al-jannah — burung-burung surga” karena ketertiban dan keteraturan jamaah haji insonesi. Pada saat kami bergerak dari mina ke hotel di bilangam aziziah makkah setelah kami menyelesaikan jumrah nafar awwal, saya di bus duduk dengan warga negara Jepang asal mesir. Peria dosen bahasa di suatau university di Jepang ini bernama Almukmin Abdallah. Dalam bincang-bincang kami dalam bahasa Arab, setelah kami saling kenalan dan tahu saya dari Indonesia dia bilang “jamâatu al-hajji al-indûnisiyyûn hum thayyibûn — jamaah haji Indonesia itu bagus/baik”.

Kelima, kesan yang kelima ini lebih kepada bersifat pribadi saya. Kesan ini tidak bermakna negatif tapi mingkin lebih kepada harapan. Dalam rentetan pelaksanaan haji kali ini, kami sering mendapat wejangan, atau ceramah, atau orang menyebut siraman rohani dalam bahasa arab. Ceramah yang sebagian besar tentang manasik haji tersebut sering disampaikan setalah shalat dalam lima waktu oleh ustadz atau syekh yang berbeda-beda, baik disampaikan di tempat atau mushallah di mana kami menginap, tempat kami bertenda seperti di arafah dan mina, maupun kami dengar dari masjid yang dekat dengan hotel kami atau tenda kami. Yang saya rasakan ceramah tersebut seperti parade pidato karena materi yang disampaikan berulang antara ustadz yang satu dan yang lainnya. Keseluruhan penyampaian itu sifatnya fiqih centris. Terkesan mengulang-ulang teknik-teknik ritualistas yang sejak kecil kita sudah mendengarnya.

Saya yakin sisi eksoteris beragama yang disampaikan itu sangat penting dan sangat berguna. Hanya saja dari sisi esoterisnya hampa, karing. Ritual syariat itu sangat penting, tetapi manasik atau penatalaksanaan hakikat juga tidak kalah pentingngnya. Bahkan lebih penting. Setidaknya ada dua alasan yaitu pertama, bahwa diri kita ini seimbang terdiri dua sisi ialah sisi lahiriah-zhahiriah dan bathiniah, sisi jasmaniah dan sisi rohaniah. Kedua, bahwa Allah tidak meniliki/menilai/memandang yang sigatnya fisik-fisik ritualitas syariat. “ innallâha lá yanzhuru ilá shuwarikum walâ ilâ a’málikum walâkin yanzhuru ilâ qulûbikum waniyyatikum — sesungguhnya Allah tidak memandang kelada rupa (lahiriah)mu, tidak juga memandang amal (lahiriah)mu, tetapi Dia memandang kepada hati dan niatmu”.   Ahli hikmah hakikat menambahkan “ada tidak hatimu di hadapan-Ku”. Mengapa Allah demikian menilainya? Oleh karena Allah itu Wujud yang bukan lahiriah, bukan jasmniah. Dalam ilmu tauhid sangat dikenal ajaran tentang bahwa “fallâhu laisa lahû ‘anâshirun min al-ajsâm — adapun Allah itu tidak tersusun/tidak berunsur materi”.

baca juga:

Maka alangkah lebih cantiknya, mengiringi manasik ritual haji secara syariat juga dipentingkan penyampaian manasik atau tata cara penatalaksanaan haji secara hakikat. Manasik haji secara hakikat (haqîqat) adalah berbicara tetang kinerja hati saat ritual syariat dilaksanakan. Ini sangat penting karena agama ini sesungguhnya hanya bertujuan untuk mengenbalikan kebaikan hati yang telah dikotori oleh kinerja insaniyah. Kinerja insaniyah itu adalah kinerja hawa-nafsu. Kinerja hawa-nafsu ini yang merisak agama dan masayarakat. Kerusakan agama dan sosial itu dimulai dari pribadi. Maka secara pribadi pula dalam keseharian kita diperintah untuk membaca catatan diri dalam dada “iqra kitâbala kafâ binafsika al-yauma ‘alaika hasîba — baca catatanmu cukup hari ini dirimu sendiri menghisab/menghitung dirimu sendiri” (Qs. al-Isrâ’/17:14). 

Kalau mau jujur, saat ini juga kita tahu,  terekam dan tercatat dalam dada semua yang kita lakkan sejak kecil. Sebesar-besarnya pendusta adalah yang mengingkari atau pura-pura tidak tahu terhadap catatn yang ada dalam dadanya. Catatan itulah sebenarnya yang harus kita bawa saat thawaf untuk dimintakan ampun kepada Allah Swt. Sesombong-sombongnya orang adalah yang melenggang melupakan semua catatan dosanya saat menghadap Allah Swt.

Itu penting menghadap Allah secara hakikat. Maka jika kinerja hati ini dilalikan dalam setiap ritual syariat ibadah maka seaungguhnya telah terputus dari maqâshidu tasyrî’i al-dîn — tujuan disyariatkannya agama. Kebaikan hati itu menjadi hak Allah atau tidak bisa diurus oleh selain Allah. Maka setiap wujud yang di alam hati harus datang kepada-Nya. Sedangkan Allah itu bukan wujud material. Maka Dia tidak menerima kehadiran wujud material seperti tubuh ini. Itu yang saya maksud dalam banyak kesempatan bahwa tidak bisa hanya mengandalkan ritualitas syariat semata dalam hajat menghadap dan menyembah DzatNya Allah Swt.

Kembali kepada kesan haji 1440 H ini, sungguh jika Allah menghendaki ada saja jalan kita untuk memenuhi panggilan-Nya. Inilah kesan kami, sejatinya kata-kata dalam goresan kesan ini tidak dapat mewakili bahasa hati kami masing-masing. Namun sebagai rasa syukur kami yang juga tidak terkira, maka diungkaplah kesan ini sebagai tanda syukur kami. Ja’alallâhu lanâ waiyyâkum hajjan mabruran wa sa’yan masykûran wa dzanban maghfûran. Âmîn yâ Karîm. [[

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Merasa Dikibuli, KPK: Yasonna Tak Perlu Kaburkan Fakta, Saya Yakin Dia Bertuhan

Image

News

Laode: Pak Laoly Tak Perlu Buat Narasi Baru dan Kaburkan Fakta, Saya Yakin Beliau ber-Tuhan, Jujur Saja

Image

News

Laode sebut KPK Tak Pernah Dilibatkan dalam Pembahasan Revisi UU KPK

Image

News

Laode Syarif: DPR Lampui Instruksi Jokowi

Image

News

Pesawat Pembawa Jemaah Haji Tunda Terbang karena Kabut Asap

Image

News

Revisi UU KPK Diam-diam, Syarif Minta Bertemu DPR RI

Image

News

Laode Tuding DPR dan Pemerintah Berkonspirasi Lucuti Kewenangan KPK

Image

News

Jamaah Haji di Tanah Suci Shalat Ghaib Untuk BJ Habibie

Image

Olahraga

Uji Coba Internasional

Tanpa Sejumlah Bintang Utama, Chile, Uruguay, dan Kolombia Gagal Petik Hasil Sempurna

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

OHCHR Diminta Tidak Intervensi Kasus Veronica Koman

Jika ingin berikan saran akan ditampung.

Image
News

Lemahnya Pengawasan Restorasi Ekosistem Gambut Penyebab Terjadinya Karhutla

Potret krisis kemanusiaan akibat kerusakan lingkungan hidup yang disampaikan Jokowi sudah terbukti."

Image
News

Maskapai India Minta Kru Kabinnya Jalani Diet Rendah Lemak

Air India mengatakan akan menyediakan menu rendah lemak khusus untuk seluruh kru yang terbang

Image
News
Pilkada 2020

Gibran Rakabuming Temui Rudy di Rumah Dinas Loji Gandrung, Ada Apa?

Saat ditanya apakah keduanya membahas tentang politik, suami Selvi Ananda itu membantah.

Image
News

5 Jajanan Manis Tradisional Khas Yogyakarta yang Bikin Lidah Bergoyang

Sudah pernah coba yang mana?

Image
News

Dikecam Netizen, Berikut 5 Kontroversi Pernyataan Abu Janda

Netizen gemakan akun Abu Janda diblokir.

Image
News

Pesawat Rimbun Air Pengangkut Beras Bulog Dikabarkan Hilang Kontak di Papua

Dalam pesawat tersebut, terdapat beberapa orang dengan membawa cargo beras seberat 1700 kilogram.

Image
News

Politisi PPP Kritisi Kebijakan Bima Arya Soal Penggunaan Batik

Kebijakan ini terkesan aneh lantaran PNS harus membeli secara masing-masing batik tersebut seharga Rp225.000 per dua meter

Image
News

Analis: Narasi 'Taliban KPK' di Medsos Sangat Efektif Membentuk Opini Masyarakat

Yang pro revisi UU KPK sangat mendominasi.

Image
News

Protes Menteri Koruptor, Politisi Korsel Kompak Gunduli Kepala

Protes dikarenakan penunjukkan Cho Kuk sebagai Menteri Kehakiman

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Asap Pekat di Kalimantan dan Sumatra, AA Gym: Allah Sedang Memberikan Ujian ke Kita, juga Teguran

  2. Mengejutkan! Rambo dan 4 Artis Hollywood Ini Pernah Cicipi Industri Porno

  3. Sekarang KPK Wajib Menyerahkan Perkara Korupsi ke Penegak Hukum Lain, Jika....

  4. Sebut Masyarakat Indonesia Goblok, Warganet Yakin Tiga Setia Gara Idap Bipolar

  5. Sempat Dijauhi Masyarakat, Berikut 4 Kisah Sunny Leone Pasca Pensiun dari Industri Porno

  6. Ketika Quartararo Tahu Marquez Hanya 0,02 Detik di Belakangnya

  7. 7 Spanduk Nyeleneh saat Laga Persija vs PSIS, Obat Kuat sampai Pecel Lele

  8. Tahun Ini, 6 Zodiak Ini Bakal Beruntung dan Miliki Harta Berlimpah

  9. 5 Negara dengan Sistem Transportasi Terbaik di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

  10. Diduga Settingan, Ini Fakta Video Viral Ibu-ibu Ribut Antre di Prasmanan Kondangan

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen