image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Cerita Mahasiswi Aceh Rayakan 17 Agustus di Mumbai: Nasionalisme Tumbuh Ketika Jauh dari Indonesia

Ahmad Saifullah

Image

Pelajar Indonesia yang Kuliah Kerja Nyata Internasional di Mumbai, India | Dokumentasi

AKURAT.CO “Rasa (nasionalisme) itu akan muncul ketika ada ancaman yang menghadang, baru kita dapat merasakan betapa berharganya memiliki Indonesia. Ketika kita terpisah jarak dan waktu dengan tanah air, baru kita dapat merasakan betapa indahnya Indonesia,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui akun Instagram @smindrawati pada Sabtu (6/7/2019) lalu.

Dia juga mengatakan nasionalisme tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. Butuh banyak usaha dan rasa untuk dapat merasakan cinta dan menimbulkan nasionalisme, terutama bagi yang sehari-hari berada di Indonesia.

Apa yang disampaikan mantan direktur pelaksana Bank Dunia ternyata tidak hanya sekedar ungkapan.

baca juga:

Miftahurrahmah, salah seorang mahasiswi asal Aceh, yang sedang menjalani pengabdian masyarakat atau kuliah kerja nyata internasional di Mumbai, India, pun mengakuinya.

***

Meski baru memijakkan kaki di negeri berjulukan Anak Benua tersebut, pada 26 Juli 2019 lalu, Miftahurrahmah, mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, telah merasakan apa yang disampaikan oleh Sri Mulyani.

“Alhamdulillah kemarin ikut upacara 17 Agustus di Mumbai, India,” kata Miftahurrahmah, Minggu (18/8/2019).

Pelaksanaan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang hanya digelar di halaman Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Mumbai dengan sejumlah Warga Negara Indonesia sebagai peserta upacara.

Bahkan, jika di Indonesia pasukan pengibar bendera mencapai belasan ataupun puluhan, maka di Mumbai, anggotanya hanya tiga orang. Salah seorang dari mereka adalah Miftahurrahmah.

“Kemarin terlibat sebagai petugas pengibar bendera di sini. Kebetulan juga saya sebagai pembawa baki,” kata Miftah.

Mumbai, India. Dokumentasi

“Kita memang kekurangan personil, jadi kita hanya 3 orang saja. Saya di tengah dan dua lainnya cowok yang ada di sebelah kanan dan kiri,” dia menambahkan.

Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2019 kemarin menjadi tolak ukur bagi Miftahurrahmah.

Prosesi pelaksanaan pengibaran bendera yang dilaksanakan pada 17 Agustus 2019, sekira pukul 09.00 waktu setempat, katanya, tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan di Indonesia. Akan tetapi, di Mumbai, terlihat lebih sederhana.

Meskipun demikian, mahasiswi semester 7 Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas. Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini mengaku jika pelaksanaan upacara terasa lebih khidmat.

“Terus bedanya sebenarnya itu dari rasa nasionalisme dan patriot orang-orang WNI di Mumbai ini terbilang besar. Karena mungkin mereka berpikir, karena jauh dari tanah air sehingga rasa cinta dengan tanah airnya itu lebih tinggi. Dan rasa terhadap penghargaan untuk negeri sendiri itu lebih besar,” kata Miftahurrahmah.

“Karena kalau sudah jauh dari tempat tinggal, karena rindu, jadi penghargaan dan penghayatannya itu lebih khitmat ketika upacara,” dia menambahkan.

***

Belum genap satu bulan penuh berada di Mumbai, mahasiswi asal Aceh ini pun mengungkapkan rasa rindunya terhadap Indonesia. Terutama tentang makanannya.

Maklum saja, meski negeri Hindustan -julukan India- juga berada di Benua Asia, namun ada perbedaan kuliner dengan Indonesia.

“Yang dirindukan dari Indonesia adalah masakan atau kuliner yang pertama,” ujar mahasiswi tersebut.

Bukan hanya kuliner, hal lain yang dirindukan dari Indonesia adalah suasana ketika Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus.

Di Indonesia, akan ada berbagai perlombaan yang digelar untuk mengisi semangat kemerdekaan. Namun di Mumbai, kegiatan itu dikatakan Miftahurrahman akan sulit atau bahkan tidak ada sama sekali digelar.

Selain karena minimnya waktu dan keterbatasan peralatan untuk digunakan ketika perlombaan, menjaga ketentraman di lingkungan sekitar juga harus diperhatikan.

Mumbai, India. Dokumentasi

“Kalau dihubungkan dengan hari 17 Agustus sendiri yang dirindukan adalah perlombaan yang kocak. Kalau di Indonesia kita bisa menemukan lomba makan kerupuk, tarik tambang, panjat pinang, dan lain-lain. Tetapi itu mustahil dilakukan di negara orang,” kata Miftahurrahmah.

“Jadi tidak mungkin kita nanti heboh-heboh lalu kemudian tetangga di samping merasa terganggu dan dilaporkan ke pihak kepolisian.”

Adapun perlombaan yang digelar dikatakan mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah tersebut lebih sederhana dan mudah, seperti joget bangku dan tiup bola dalam air untuk anak-anak serta masukan bendera dalam botol.

***

Indonesia mempunyai potensi alam yang begitu besar. Oleh karena itu, jangan sampai apa yang dimiliki bangsa ini tidak dapat diolah dengan tangan sendiri.

Sebagai generasi muda, Miftahurrahmah berharap di usia 74 tahun Indonesia, ke depannya bangsa ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, professional, dan berbudi pengerti yang baik.

Rasa nasionalisme dan meningkatkan jiwa patriotisme disampaikan mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) juga perlu ditingkatkan, agar generasi Indonesia semakin cinta kepada tanah airnya.

“Itu memang terasa sekali di sini. Penghargaan terhadap negeri sendiri itu tinggi di sini. Tidak bisa Mifta dapatkan di Indonesia sendiri sebenarnya karena lebih khitmat,” kata Miftahurrahmah.

“Semoga Indonesia lebih maju, semoga Indonesia lebih berjaya, semoga Indonesia menjadi negara yang dicintai oleh negara lain karena kulturnya sendiri karena kita memiliki budaya yang sangat-sangat santun.” []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Video

VIDEO Dari Baca Hingga Nonton di Perpustakaan Kemendikbud

Image

Ekonomi

Garuda Indonesia Usul Insentif dari Pemerintah Berupa Voucher

Image

Iptek

Presiden Jokowi Mengaku Banyak Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram

Image

Ekonomi

Ini Penjelasan Sri Mulyani soal Rencana Suntikan Modal Rp15 Triliun ke Jiwasraya

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Berikan Dispensasi Absensi bagi Pegawainya

Image

Ekonomi

Duh! Kantor Sri Mulyani Kebanjiran, Begini Kondisinya

Image

News

Dirumorkan Dibangun oleh Jin, 5 Fakta Menarik Masjid Tiban Malang yang Kaya dengan Arsitektur Campuran

Image

News

Gegara Usul Asap Knalpot Kena Pajak, Peserta Aksi 212 Sindir Sri Mulyani

Image

Ekonomi

Presiden Minta Sri Mulyani Berikan Dana Alokasi Khusus PTSP di Daerah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Pilkada 2020

Nasdem Berikan Dukungan kepada Empat Paslon Kepala Daerah di Sulteng

"Rekomendasi yang diberikan berdasarkan survei. Objeknya ialah masyarakat yaitu bagaimana tanggapan masyarakat terhadap figur-figur ini"

Image
News

Tak Diizinkan DPP NasDem, Ahmad M Ali Batal Maju Cagub Sulteng

Oleh DPP NasDem saya tidak diizinkan untuk maju sebagai calon gubernur Sulteng.

Image
News

Jumlah Personel Penyidik Polresto Jaktim Belum Ideal

"Saat ini ada 600 penyidik di Polres maupun Polsek di Jaktim harus melayani sekitar tiga juta penduduk Jaktim."

Image
News

ASPI Siapkan Strategi Dukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, QRIS CPM Diujicoba Pertama Kali

Sasaran tersebut telah tercatat dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025).

Image
News

Jokowi: Saya Menyaksikan Kiprah dan Karya Nyata Kiai Asep

"Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan."

Image
News

Semburan Air Lumpur Bau di Purwodadi

Pada hari Jum'at, 28 Februari 2020, semburan lumpur mencapai ketinggian sekitar tiga meter sampai lima meter.

Image
News

Ma’ruf Amin Sebut Radikalisme dan Islamophobia Berpotensi Konflik

Indonesia ingin membangun kerukunan antarumat beragama di seluruh dunia

Image
News

Kronologis Polisi Ditikam Saat Lerai Tawuran di Daan Mogot

Korban ditikam di bagian kaki kanan.

Image
News

Polisi Ditikam Saat Lerai Tawuran di Daan Mogot Jakbar

Korban adalah personel Polda Metro Jaya

Image
News

Cerita Warga Perumahan Spring Garden: Tiap Hujan Gotong Kulkas ke Lantai Dua

Rela saya jual rumah meski rugi, daripada terus begini.

terpopuler

  1. Miliki Pabrik Terbesar se-Asia Tenggara hingga Cetak Rekor MURI, 5 Fakta Menarik Es Krim AICE

  2. Potret Romantis 5 Pengantin Baru di Liga 1 2020, Bikin Jomblo Gigit Jari

  3. Indonesia Dijuluki Negara Maju, BI: Status Kita Masih Menengah ke Bawah!

  4. 5 Tragedi Pramuka Paling Mengenaskan di Dunia, 3 Anak Diperkosa dan Dipukuli Sampai Mati Saat Berkemah

  5. Pengakuan Buruh Perempuan AICE, Dipaksa Bergadang Hingga Keguguran Janin

  6. Mahathir Mohamad: Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin Mungkin Jadi Kandidat PM Malaysia

  7. Membedah Ilmu Laduni, Pengetahuan yang Datang Langsung dari Allah

  8. Kisah Neeraj Jadaun, Polisi India yang Rela Dilempari Batu Perusuh Demi Selamatkan Nyawa Warga

  9. Amnesty International Desak Aparat Hukum Investigasi Dugaan Intimidasi Terhadap Anggota Jemaat Katolik di Tanjung Balai Karimun

  10. Perampok Sempat Timbang Emas yang Dicurinya di Tamansari

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan