image
Login / Sign Up
Image

Naila Fitria

Sekretaris Jenderal PB HMI 2018-2020.

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

HUT Ke-74 RI

Image

Pasukan paskibraka melebarkan bendera merah putih dalam jalannya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-74 Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah saat menghadiri upacara peringatan ke-74 Kemerdekaan RI. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Klise kata merdeka seolah salalu merujuk pada tindakan menuju pembebasan yang tiada ujungnya. Bukan tidak mungkin kata merdeka bagi negara-negara pasca kolonial dimaknakan sebagai ikatan kenangan batin bersama yang sama sekali tidak bicara suku, ras, dan agama. Emosional kemerdekaan pada saat ini, harus dimaknakan oleh Indonesia respon positif.

Tantangan ulang tahun RI ke -74 adalah upaya rebiosasi “raison d’arte” mengapa negara ini harus ada. Sejarahwan Denys Lombard (1996) menegaskan rasa takjub akan kebhinekaan kita sehinga wajar dirinya menyebut Nusantara sebagai satu-satunya titik wilayah di muka bumi yang mampu menyelaraskan perbedaan yang belakangan ini banyak ditentangkan. Bahkan Soekarno mengistilahkannya sebagai “taman sari dunia”. Maka dari itu, Indonesia dalam bayangan Yudi Latif (2015) sebagai bangsa majemuk paripurna (par excellence) yang dapat menyatu dalam bingkai komunitas politik kebangsaan.

Rasa kemerdekaan itu harus hadir dalam banyak dimensi dan kesadaran yang membuahkan praktik. Jika Pramoedya Ananta Toer selalu menyodorkan kalimat bernarasi profetik “adil sejak dalam pikiran” langkah sekarang tak lain tindakan nyata yang diarahkan kepada perbaikan bangsa. Kemerdekaan dari tahun ke tahun harusnya sebagai ukuran bukti perbaikan pikiran menjadi manusia Indonesia seutuhnya.

baca juga:

Anehnya, kian hari ideologi Pancasila pun selalu mendapat tantangan entah datang dari tidak konsistensinya kita memegang nilai-nilai di dalamnya tetapi juga ideologi pembanding yang terus melakukan perang ide dalam memaknakan Indonesia dengan corak yang baru. Islam sebagai entitas mayoritas masyarakat Indonesia cukup berberan penting mengambil banyak peran dalam merespon hal tersebut. Sehingga di tataran sipil gejolak golongan keislaman tidak terpolarisasi. Belum sembuh rasanya pasca pesta demokrasi begitu akutnya corak sudut masyarakat Islam kita.

Pikiran yang merdeka sejatinya selalu memiliki inisiatif langkah produktif apa yang akan diambil. Meminjam bahasanya sastarwan sekaligus pahlawan nasional, Abdul Rivai, bangsa indonesia harus beriringan bertransformasi menjadi “bangsawan pikiran”. Bangsawan pikiran merupakan pembuktian kreatifitas kita secara individuil yang tidak mempersoalkan usul adat, bangsa, agama, dan suku.

Transformasi pemahaman (logos) sejatinya telah memberikan jalan-jalan bagi para perintis awal bangsa ini. Uniknya, tokoh founding father silam tidak terlalu banyak mempersoalkan usul sebagai hal itu lumrah pada masa feodalisme sebelum kemerdekaan. Sehingga keutuhan bangsa ini amat didukung oleh kontirbusi lewat transformasi pikiran.

Setidaknya kita punya beberapa persoalan yang membuat berat membumikan kemerdekaan sepenuhnya. Pertama, polarisasi golongan yang didasarkan kepada upaya menempatkan suatu golongan lebih rendah dan bahkan cenderung tidak bermoral. Kedua, kreatifitas pikiran mandeg hanya mnejadi cita-cita lewat perumusan canggih yang enak dibaca tetapi tidak banyak memiliki menerjemahkannya ke hal yang lebih kongkret.

Sentimen negatif kepada suatu golongan muncul karena pikiran seseorang tidak menunjukkan sikap setara sebagai manusia. Lebih cenderung membawa perkara keyakinan yang kadangkala meloncati hak-hak asasi kemanusian. Memberikan label golongan Islam dengan simbolitas dan pekerjaan yang dilakukan cukup membuat nuasa keagamaan semakin “gumoh” tidak terlihat isi nilai agama sebagai kendaraan perdamaian dan memberikan nuansa ketenangan.

Kemerdekaan pikiran yang melahirkan karya sebagai jawaban atas perekembangan zaman dan rumitnya daya tawar tantangan global. Ide pengembangan yang cukup mapan bagi Indonesia memang perlahan mulai cukup bersaing tetapi tidak begitu signifikan. Alasannya masalah di arena sosial dan politik ikut membaur dalam membangun prodak karya.

Pikiran yang bebas selalu mencari peluang yang berpotensi banyak hal. Sudah ada banyak rintisan usaha e-commerce yang cukup membanggakan namun belum cukup menjadi roda penyangga kesejahteraan karera tidak sepadan jumlah masyarakat yang menganggur.

Kita bisa ambil inspirasi dari langkah yang dilakukan oleh Korea Selatan dalam membaca peta peluang persaingan Industri global. Saat Jepang dengan jargon industri “Saragosa” nya mulai tidak begitu produktif karena banyak karyawan berusia mendekati lansia tanpa mengorbitkan peran anak-anak muda di sektor industri staretegis. Jepang selalu mempertahankan kultur harmoni (Harmony Culture Error) yang tidak sejalan lagi dengan mode speed in desion making, speed in product development, dan speed in product lunch.

Korea Selatan membaca peluang di saat perusahaan Jepang terus mengutamakan konsensus. Prodak seperti Samsung dan LG mulai mengambil alih pangsa pasar elektronikan yang dikuasi Jepang. Kemerdekaan Korea Selatan beda dua hari lebih awal dari pada Indonesia. Tetapi perkembangan negara ini dibandingkan Korea Selatan belum seimbang. Keberhasilan negara tersebut tidak lepas dari transformasi pikitan sekaligus etos kerja. Faktor lainna, Masalah seperti perbedaan pandangan golongan jarang menyeruak ke publik itu alasan lainnya.

Sikap Memerdekakan Bangsa

Syafii Maarif (2015) memandang di era digital kita harus cepat mengambil keputusan untuk semakin memantafkan bhineka tunggal ika dan kultur toleransi sebagai acuan langkah ke depan.
Sikap merdeka sangat ditentukan oleh pemimpin yang bernalar kreatif serta tidak membawa tindakan disorietasi apalagi dengan pendekatan ala kolonial. Bangsa dengan usia lebih setengah abad tidak hanya butuh kesempatan menghindar dari ancaman. Namun juga mampu maju menjemput tantangan.

Merdeka sejak dalam pikiran juga sangat ditentukan nalar kemanusian apa yang kita bawa ke hadapan bangsa kita. karena, manusia beradab pastilah bersikap toleran terhadap perbedaan. Dalam kenyataan empiris pun, idealisme ini selalu dirusak oleh perilaku yang berusaha memonopoli kebenaran. Negara-negara maju selalu menampilkan bangsa yang toleran, kreatif, dan humanis. Itulah bentuk dari cara mengekspresikan seseorang telah mendeka dalam pikirannya.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

PB HMI Turut Berduka Atas Wafatnya Polisi saat Pengamanan Aksi Mahasiswa di Cianjur

Image

News

Pembatalan Undangan oleh Setjend MPR dan DPD Permalukan GKR Hemas

Image

News

HUT Ke-74 RI

Kader Muda Golkar Kibarkan Bendera Merah Putih di Dua Gunung Jawa

Image

News

Siswa di Tangsel Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 2019 Meter

Image

News

Rayakan HUT RI, 20 Penerjun TNI-Polri Kibarkan Bendera Merah Putih di Udara

Image

News

HUT ke-74 RI

Jokowi Berikan Hadiah Sepeda kepada Tiga Kostum Adat Terbaik di Upacara HUT RI

Image

News

Pesan Prabowo di HUT NKRI ke-74: Harus Bekerja Keras Menjaga Agar Bangsa Kita Utuh

Image

News

HUT ke-74 RI

Sekjen Kemendagri Minta ASN Jadikan HUT NKRI Momentum Evaluasi Diri

Image

News

HUT ke-74 RI

Ahok Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI-74 PDI Perjuangan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Dari Uganda hingga Nepal, Ini 5 Negara yang Paling Kesulitan Air Bersih

Air bersih menjadi barang mahal di beberapa negara ini

Image
News

Sosialisasi Tertib Lalu Lintas, Polisi Terjunkan 'Manusia Silver' di Jalan Margonda

Polisi akan melakukan sosialisasi tertib lalu lintas di Jalan Margonda selama sepekan.

Image
News

Kawasan Wisata Halal di Bandung Dinilai Bisa Picu Konflik

Para ibu yang mengaku pemerhati kebudayaan ini dengan tegas menolak penerapan kawasan wisata halal.

Image
News

5 Detail Tersembunyi di Balik Logo-logo Brand Terkenal

Image
News

OHCHR Diminta Tidak Intervensi Kasus Veronica Koman

Jika ingin berikan saran akan ditampung.

Image
News

Lemahnya Pengawasan Restorasi Ekosistem Gambut Penyebab Terjadinya Karhutla

Potret krisis kemanusiaan akibat kerusakan lingkungan hidup yang disampaikan Jokowi sudah terbukti."

Image
News

Maskapai India Minta Kru Kabinnya Jalani Diet Rendah Lemak

Air India mengatakan akan menyediakan menu rendah lemak khusus untuk seluruh kru yang terbang

Image
News
Pilkada 2020

Gibran Rakabuming Temui Rudy di Rumah Dinas Loji Gandrung, Ada Apa?

Saat ditanya apakah keduanya membahas tentang politik, suami Selvi Ananda itu membantah.

Image
News

5 Jajanan Manis Tradisional Khas Yogyakarta yang Bikin Lidah Bergoyang

Sudah pernah coba yang mana?

Image
News

Dikecam Netizen, Berikut 5 Kontroversi Pernyataan Abu Janda

Netizen gemakan akun Abu Janda diblokir.

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Sekarang KPK Wajib Menyerahkan Perkara Korupsi ke Penegak Hukum Lain, Jika....

  2. Sebut Masyarakat Indonesia Goblok, Warganet Yakin Tiga Setia Gara Idap Bipolar

  3. Sempat Dijauhi Masyarakat, Berikut 4 Kisah Sunny Leone Pasca Pensiun dari Industri Porno

  4. Tahun Ini, 6 Zodiak Ini Bakal Beruntung dan Miliki Harta Berlimpah

  5. 5 Negara dengan Sistem Transportasi Terbaik di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

  6. Sekarang KPK Bagian Dari Pemerintah, Mantan Ketua DPR Sarankan KPK Dibubarkan Saja

  7. Ada Halte Bus Jadi Warung Makan di Tanah Abang, Ferdinand: Entah Kesetaraan Dengan Siapa

  8. Minum Obat Diabetes Bahayakan Janin, Suntik Insulin Jadi Solusi

  9. Kalahkan Finalis Kejuaraan Dunia, The Minions Mulus ke Putaran Kedua

  10. Pengamat Intelijen Kritik Viralnya Dokumen Perekrutan Pejabat Struktural Internal KPK

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen