image
Login / Sign Up

Segelintir Kisah di Balik Peluh Anggota Paskibraka DKI Jakarta

Gerdiansyah

Image

Pasukan paskibraka saat tampil dalam upacara puncak perayaan HUT ke-73 Bhayangkara di Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Peringatan HUT Bhayangkara ke-73 dimeriahkan penampilan beragam atraksi kesenian seperti tarian daerah hingga marching band yang diikuti oleh pasukan TNI-Polri. Selain itu ada juga 20 penerjun payung, atraksi helikopter serta pasukan brimob yang menampilkan aksi bela diri dengan tongkat. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka merupakan impian terpendam bagi Nadia Lesmana Putri. Rupanya impian itu bukan sekedar isapan jempol belaka, diam-diam Nadia juga ingin mengikuti figur anggota Paskibraka dari keluarganya. 

Siswi SMA 3 Jakarta itu kini mengikuti pelatihan Paskibraka DKI Jakarta yang menggelar latihan di Pulau D, Jakarta Utara. Segelintir alasan diutarakan Nadia perihal pemecutnya dalam bergabung dengan pasukan berpakaian serba putih itu nanti. 

"Aku mau mengikuti jejak ibu. Dulu dia anggota Paskibra juga waktu SMA di Jawa Barat," tutur Nadia sembari menyeka peluh yang menetes di dahinya, Rabu (13/8/2019). 

baca juga:

Dara 16 tahun itu tekun berlatih. Kulit hitam bukan perkara penting baginya. Asalkan pengibaran berjalan lancar tanpa kesalahan sedikit pun, telah membuatnya puas. Terlebih jika kedua orang tuanya turut menyaksikan pada Sabtu (17/8/2019) mendatang. 

Adalah hal yang lumrah jika Nadia dan 25 pasukan Paskibraka wanita lainnya menyesuaikan diri dengan sesi latihan fisik. Namun pepatah yang mengatakan ala bisa karena terbiasa terbukti baginya. 

"Sebenarnya awal-awal agak sulit sih buat kayak push up, sit up tapikan karena kita dilatihnya setiap hari jadi udah kebiasaan sih," ujarnya di sela-sela sesi latihan.

 

Anggota Paskibraka, Nadia Lesmana Putri. AKURAT.CO/Gerdiansyah

Saat ditanya kesiapannya dalam menjalani prosesi pengibaran bendera, Nadia dengan tegas menjawab siap dengan lantang. 

Namun, dahinya sedikit mengkerut ketika disinggung soal lokasi latihan atau tempat yang nanti akan dilangsungkan pengibaran. Medan berbeda, begitu yang Nadia ingin ungkapkan. Tapi dirinya menuturkan jika latihan harus siap dilakukan dimanapun mereka berada. 

"Sebenarnya beda, karena kan beda medannya juga beda, tapi karena kita udah di latih untuk di medan manapun kita harus bisa, jadi ya harus bisa," terangnya. 

Fatih Gian Ghassan punya alasan lain kenapa dirinya bergabung dengan Paskibraka DKI Jakarta. Menurutnya menjadi anggota ini adalah panggilan jiwa sekaligus bentuk pengabdian terhadap masyarakat. 

"Saya siswa SMA 1 Angkasa Kelas 11. Saya pengen jadi orang yang berguna. Setidaknya bisa melanjutkan perjuangan para pahlawan. Dan cara kita sebagai pelajar adalah menjadi paskibraka,"tegas Fatih yang berkulit sawo matang itu. 

Anggota Paskibraka, Fatih Gian Ghassan . AKURAT.CO/Gerdiansyah

Tidak mudah memang untuk menjadi salah satu anggota Paskibraka, menurut Fatih banyak tahapan yang harus dilalui. Seleksi di internal sekolah menjadi tahapan awal. Ia menuturkan hanya ada 10 orang yang akan dipilih dari puluhan pelamar paskirbraka yang ingin bergabung. Seleksi juga berlangsung ditingkat kecamatan berlanjut ke tes tingkat kota. 

"Dari kecamatan dipilih 100 orang untuk ke tingkat kota yang terpilih ada sekitar 64 orang. Jadi kalau di wilayah Jaktim itu ada 10 kecamatan, jadi 1.000 orang. Terpilih 64 orang. Lanjut tingkat provinsi yang terpilih 54. Satu pasang untuk nasional satu untuk provinsi, "bebernya dengan tatapan serius. 

Dalam setiap momen latihan sebagai anggota Paskibraka banyak pelajaran yang diambil oleh Fatih. Selain peraturan baris-berbaris (PBB) cowok berusia 16 tahun itu juga mendapatkan pelajaran yang tidak didapat di tempat lain. Ia menyebutkan atitude, bersosialisasi sesama begitu berbeda dengan yang lain. 

Sama halnya seperti Nadia, Fatih sedikit mengehela nafas ketika dirinya ditanya soal lokasi latihan. Ia mengatakan jika tempat latihan disini mempunyai cuaca yang berbeda dari tempat biasanya di Lapangan IRTI Monas atau di Lapangan Banteng. 

" Yang pertama cuaca, karena berbatasan langsung dengan laut. Yang kedua lebih gersang. Tapi tetap ini sudah biasa," ungkapnya. 

Ketika disinggung apakah pijakan kayu pada area membentuk formasi membuatnya sulit melakukan manuver, Fatih dengan tegas mengatakan tidak ada masalah. Ia malah terus berusaha untuk bisa menampilkan suguhan wajib dalam upacara bendera pada perhelatan 17 Agustus nanti. 

Sementara itu, Komandan Latihan Paskibraka 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Patrick Filipo Mavericks menuturkan ada formasi berbeda pada upacara 17 Agustus nanti. Pihaknya akan menyuguhkan penampilan terbaik 52 putra dan putri terpilih dari DKI Jakarta dalam menggelar upacara bendera. 

"Jadi awalnya itu kami ingin gunakan formasi Lapangan Banteng. Tapi karena sudah dipapanin (papan kayu) seperti ini saya pikir memungkinkan untuk menggunakan formasi IRTI. Jadi ya kita pake formasi IRTI atau pake formasi awal. Perbedaannya laporan di komandan dan entrance masuk pasukan, "tutup Patrick dalam sesi wawancara singkatnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Tersangka Hoaks Covid-19 di Bogor Ditangkap Polisi

Image

News

Wabah Corona

FOTO Imbas Virus Corona, Terminal AKAP Kalideres Sepi Penumpang

Image

News

Wabah Corona

FOTO Penyemprotan Disinfektan Barang-Barang Penumpang di Terminal Kalideres

Image

News

Wabah Corona

Sepi Penumpang, Sopir Bus AKAP: Ini Kejadian Paling Parah Melebihi Krisis Moneter

Image

News

Wabah Corona

Cegah Covid-19, KY Lantik 21 Pegawai Lewat Video Konferensi

Image

News

Produksi APD untuk Tenaga Medis, Faiza Bordir Dukung Upaya Penanganan Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Sopir Bus AKAP Masih Berani Angkut Penumpang di Tengah Pandemi Covid-19

Image

News

Wabah Corona

BKN ke PNS: WfH Itu Bukan Libur, Tapi Tetap Bekerja

Image

News

Wabah Corona

FOTO Pemprov DKI Sediakan Hotel dan Bus Bagi Tenaga Medis COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 2.092

Kita masih cukup prihatin pada hari ini masih terjadi penambahan kasus konfirmasi positif.

Image
News
Wabah Corona

Camkan Ini, Jangan Halangi Penguburan Jenazah Pasien Covid-19, Dosa Dua Kali!

Terbayang nggak sih bagaimana perasaan keluarga korban ketika mendapati perlakuan warga desa yang nggak punya empati itu.

Image
News
Wabah Corona

MUI Minta Umat Islam Tidak Halangi Pemakaman Jenazah Covid-19

Ini sebagai satu kesatuan komitmen keagamaan serta ikhtiar keagamaan di dalam menangani, merawat dan juga menanggulangi COVID-19.

Image
News

Lima Warga Bekasi Tewas dan Satu Kritis Usai Pesta Miras Oplosan

Benar ada yang meninggal pesta miras.

Image
News
Wabah Corona

Pasien Positif COVID-19 di Sulteng Bertambah Jadi Empat Orang, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Jenis kelamin laki laki umur 58 tahun, sekarang masih di rumah sakit Anutapura.

Image
News
Wabah Corona

Luhut Ancam Pidanakan Said Didu, Pengamat: Jadi Penguasa Tak Boleh Baper

Jadi penguasa memang tidak gampang karena harus menerima kritikan dari jutaan rakyat Indonesia.

Image
News
Wabah Corona

Tidak Hiraukan Imbauan Polisi Soal Covid-19, 18 Orang Digiring ke Polda Metro Jaya

Telah diamankan sebanyak 18 orang setelah dilakukan imbauan tiga kali, namun tetap tidak diindahkan," kata Yusri Yunus.

Image
News
Wabah Corona

Refly Harun: Seorang Pejabat Negara Harusnya Tidak Marah Kalau Dikritik

"Seorang pejabat negara harusnya tidak marah kalau dikritik, kritik yang paling pedas sekalipun," ucap Refly,

Image
News
Wabah Corona

Kasus Covid-19 di Jakarta: 1.071 Positif, 58 Sembuh, 98 Meninggal

Pasien yang menjalani rawat inap 696 orang, pasien sembuh 58 orang, pasien meninggal dunia 98 orang, dan isolasi mandiri mencapai 219 orang.

Image
News
Wabah Corona

Dampak Wabah Corona, Hotel di Yogya Rumahkan Pegawai hingga Tawarkan Paket Menginap 14 Hari

Ditempuhnya kebijakan ini adalah jelas untuk menekan angka kerugian baik di hotel maupun restoran

terpopuler

  1. Ratusan Jasad Ditemukan Tergeletak di Rumah dan Jalanan, Presiden Ekuador Bangun Penampungan Korban COVID-19

  2. Jokowi: Guru Tak Fokus Kegiatan Belajar-mengajar, Tapi Lebih Banyak Dipakai Buat Hal-hal Berkaitan Administrasi, Ini Tolong Digarisbawahi

  3. Kompak Abis, 10 Potret Akrab Lima Anak Enno Lerian dan Priambodo Soesetyo

  4. Sering Tak Disadari, Ini 5 Kebiasaan yang Membuat Rezeki Susah Datang

  5. Pernah Pacari Angel Lelga, 5 Fakta Tak Terduga Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana

  6. Arab Saudi Minta Umat Islam Tunda Rencana Ibadah Haji sampai Pandemi Corona Berakhir

  7. Buat Onar Selama Lockdown, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tak Segan Tembak Mati Warganya

  8. Alumni PA 212: Apakah Janji Jokowi Menggratiskan Listrik kepada Rakyat Kalangan Bawah Bisa Terwujud?

  9. Doni Monardo: Para Kepala Desa, Anda Telah Lakukan Berbagai Macam Upaya, Libatkan Seluruh Komponen yang Ada

  10. Dirilis Tiga Tahun Lalu di Malaysia, 5 Fakta Menarik Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’ yang Sedang Viral di Indonesia

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya